
Dalam waktu sekejab aku telah meresmi menjadi seorang Suami. Aku tak menyangka bahkan pernah bermimpi menikah dengan wanita lain. Bahkan wanita yang ku nikahi masih berumur 18 tahun, dia adalah Jihana Almayra istriku.
Aku mungkin telah bersalah karena sudah menghilangkan nyawa Ayahnya. Tapi bukankah terlalu berlebihan ketika kedua orang tuaku memaksa aku menikah dengannya sebagai bentuk tanggung jawabku.
Aku bingung dan bimbang sebab disatu sisi aku telah memiliki wanita lain yang telah mengisi relung hatiku. Bahkan aku dan dia sudah merencanakan sebuah pernikahan.
Pernikahanku bersama Jihan hanya ku anggap sebagai bentuk tanggung jawab semata, karena aku terpaksa menikahinya. Tak ada sedikitpun rasa cinta di dalamnya.
Namun entah mengapa wajahnya selalu hinggap dipandangan mataku seakan tak pernah lepas. Apakah aku mulai menyukainya ? aku selalu menepis fikiran semacam itu. Namun apalah dayaku Jihan seakan memiliki maghnet yang luar biasa hingga aku tak mampu melupakan bayangannya, meskipun aku sedang bersama wanita yang aku cintai.
__ADS_1
Apakah aku egois jika memiliki dua wanita sekaligus ? namun aku tak ingin menyakiti perasaan Cindy. Dia adalah wanita yang selalu mengisi hari-hariku dengan cinta. Aku tak ingin ia kecewa dan terluka karenaku.
Hubunganku bersama Cindy semakin lama semakin merenggang saat ia selalu sibuk dengan karirnya. Bahkan aku merasa kesepian karenanya. Namun aku beruntung saat telah bersama Jihan. Ia sangat baik padaku bahkan aku terpesona karenanya.
Beginikah rasanya menjadi seorang suami ? ia menyiapkan makan untukku, pakaianku, dan menjadi teman bicaraku. Bahkan tak terbesit di dalam benakku jika aku telah jatuh cinta padanya.
Saat hatiku hancur karena penghianatan yang diberikan oleh Cindy. Jihan menjadi pengobat lukaku dan sandaranku. Seharusnya aku mendengarkan nasehat kedua orang tuaku kalau sebenarnya Cindy tidak pantas untukku. Dan kini aku mendapatkan luka itu luka yang begitu besar yang ditorehkan Cindy padaku.
Hari demi hari ku lalui bersama Jihan, aku telah yakin dengan keputusanku kalau aku sudah jatuh cinta padanya. Aku ingin mengungkapkan perasaan ini padanya agar ia tahu jika aku mencintainya. Saat aku telah diberi sebuah kepercayaan oleh Jihan aku berjanji pada diriku sendiri akan berubah menjadi lelaki yang lebih baik untuknya, suami dan imam yang bertanggung jawab untuknya.
__ADS_1
Kebahagiaan yang ku rasakan ternyata harus terhalang oleh sebuah kenyataan jika selama ini aku bersama dengan wanita yang salah. Cindy ternyata memiliki saudari kembar, dan dia memanfaatkan wajahnya untuk bersamaku.
Wanita yang dulu pertama kali aku kenal sudah tiada meninggalkan aku dua tahun lamanya tanpa sepengetahuanku. Kenapa Tuhan memberikanku ujian cinta yang sepelik ini. Aku dibohongi dan dicurangi.
Namun dari semua ini ketika Tuhan menghadirkan Jihan di dalam hidupku, ternyata ia menuntun aku supaya bersama dengan wanita yang lebih layak dan pantas untukku.
Aku menatap pusara wanita yang pernah ku cintai. Ku usap lembut batu nisan itu, air mataku tak dapat ku tahan, ku lantunkan doa agar ia senantiasa tenang disisi-Nya. Aku bahagia karena dulu pernah dicintai olehnya, meski takdir berkata jika aku harus bersama dengan yang lain, dia adalah Jihana Almayra istriku
.......
__ADS_1