JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Tenggelam


__ADS_3

Humairah dan Bahri pun kembali pulang ke Banjarmasin,dan setelah sampai di kapal, Bahri baru bercerita kepada Humairah tentang masalah di kampung kemarin.


Humairah pun terkejut ketika mengetahui bahwa suaminya lah yang menebus surat rumah itu, bahkan Bahri juga sempat menengahi perdebatan antara Siti dan Diana soal masalah jalan lewat samping rumah, karena Siti dan Fahru sering lewat samping rumah Diana dan lebih sering memarkir kan motor nya di sana Diana pun marah dan ingin menjual tanah itu, karena Fahru tidak memiliki uang dan Siti juga melarang untuk membeli nya,pertengkaran antara mereka pun tak terelakkan.


(Flashback)


Sebelum Bahri pulang ke Banjarmasin Diana dan Siti sempat berdebat masalah tanah jalan dan parkiran.


"Fahru, kenapa kamu itu lebih sering memarkir motor dan sepeda anak mu di sini..?dan giliran mas Rahmat ingin memarkir motor nya tidak bisa lagi.."keluh Diana marah-marah pada Fahru.


"Habis nya saya harus parkir di mana lagi kak Diana kalau bukan di sini..?masa di tanah tetangga sebelah"sahut Fahru .


"Ya gantian kek,kan kasian mas Rahmat dan anak-anak ku, mereka juga ingin memarkir kendaraan mereka di sini"ucap Diana memberi tahu.


"Tapi kan kalian bisa parkir di depan rumah kalian kak.."ucap Siti ikut menyahut, Diana pun menghela nafas nya dengan panjang.


"Di depan kan tanah nya sempit, dan kalau di parkirin 3 motor udah penuh, sedang kan aku punya motor ada 4 dan 1 sepeda..terus sisa nya di taruh di mana hah..?"tanya Diana kesal.


"Ya tinggal di masukin ke dalam rumah saja sisa nya kak,itu aja repot..!"sahut Siti yang terlihat sama sekali tidak sopan dan tak mau kalah dengan kakak ipar nya itu.


"Oh..jadi kamu ingin mengajari ku..?dasar gak ada akhlak..!kamu pikir turun naikin motor itu gampang apa,lagi pula yang ngecor jalan ini adalah kami,bukan kalian, jadi yang lebih berhak itu adalah kami, bukan kalian..!"ucap Diana marah-marah, Siti pun terbawa emosi mendengar nya.


"Terus kami harus bagai mana kak,kami juga sangat membutuhkan jalan dan tepat parkir..!masa kak Diana saja yang ingin menguasai semuanya,sudah tanah yang di depan,eh... sekarang mau tanah yang di belakang lagi, serakah banget sih jadi orang...!"sahut Siti, mendengar ucapan Siti seperti itu, Diana pun langsung naik darah dan sangat emosi.


"Berani sekali kamu bicara seperti itu pada ku..!yang serakah itu..aku atau kamu hah..?bukan kah kamu dalang dan otak di balik peng gadaian rumah nenek...?aku sangat yakin pasti kamu orang nya kan,lagi pula..posisi kamu itu hanya adik ipar di rumah ini,jadi tidak perlu ikut campur mengurusi harta orang lain, karena pikiran kamu itu hanya harta.. harta.. harta saja"ucap Diana menyindir, Siti pun tersinggung mendengar nya, percekcokan meraka pun tak terelakan lagi,Diana dan Siti sama-sama kerasa kepala dan tidak ada yang mau mengalah, Fahru yang terkena stroke tidak mungkin bisa menenangkan dan menangkap mereka, Rahmat pun sama,ia tak sanggup menenangkan istri nya yang sedang berkelahi dengan Siti adik ipar nya sendi, karena Rahmat dan Fahru takut akan semakin runyam,akhir nya Rahmat pun menghubungi Bahri untuk datang dan menengahi perdebatan mereka.


Tak lama Bahri pun datang, dan langsung menyidang mereka.


"Ada apa lagi dengan kalian..? kenapa kalian menjadi tidak akur begini.."tanya Bahri,ia pun merasa sedih dengan kelakuan adik-adik nya yang sangat jauh berbeda dari yang dulu, semenjak mereka kecil.. mereka selalu didik oleh Ayah dan ibu nya untuk selalu akur dan saling menyayangi juga saling membantu satu sama lain,tetapi.. ketika adik-adik nya sudah dewasa, justru sangat berbanding terbalik dengan apa yang di harapkan oleh Bahri.

__ADS_1


Diana dan Siti pun saling mengadu ke pada Bahri,mereka berdua pun tak ada yang mau mengalah, akhirnya Bahri mengambil keputusan untuk mengambil jalan tengah.


"Kalau begitu biar aku yang membeli jalan itu,dan aku peruntukan untuk umum, jadi siapa pun yang ingin memarkir di tanah itu, atau pun lewat tanah itu,aku perbolehkan"sahut Bahri yang tidak mau lagi melihat pertengkaran adik-adik nya,ia merasa pilu dan sakit hati jika melihat adik-adik nya bertengkar, apa lagi yang di permasalahan kan adalah harta.


Akhirnya mereka pun berdamai, Bahri membeli tanah itu seharga 5 juta rupiah dan menyerah kan nya kepada Diana, Diana pun merasa sangat senang mendapat kan nya.


*


*


*


"Ya Allah mas, tanah itu kan milik mas sendiri, karena mas yang sudah membeli dan menembus nya dari kakek Mukti, kenapa jadi mas yang di suruh membeli dari Diana..?"protes Humairah,ia sudah tak tahan lagi melihat kelakuan adik-adik ipar nya itu, yang memperlakukan dan memperalat suami nya seenak mereka.


"Mas tau,tapi mas tidak ingin memperpanjang masalah ini,mas tidak mau melihat mereka bertengkar hanya gara-gara masalah harta,mas sangat menyayangi mereka dek"sahut Bahri menjelas kan, Humairah hanya bisa geleng-geleng kepala saja mendengar jawaban dari suaminya.


"Mas, justru karena mas menyayangi mereka,mas harus tegas dan berani menegur keras mereka, agar mereka sadar bagai mana perjuangan mas membesarkan mereka dan berkorban demi mereka waktu dulu, kalau mas selalu lemah begini, mereka akan semakin leluasa mengendalikan dan membodohi mas"ucap Humairah berusaha menasehati dan membuka mata hati suami nya,ia merasa sangat geram pada adik-adik suaminya, yang hanya peduli pada diri mereka masing-masing saja.


Humairah sangat bingung dengan cara pikir suami nya,ingin sekali Humairah memarahi suami nya dan melarang nya untuk tak lagi membantu adik-adik nya itu,namun tak mungkin, karena suami nya itu pasti akan marah pada nya, Humairah pun tak mau lagi memperpanjang masalah, karena ujung-ujung nya mereka pasti bakalan bertengkar dan berdebat lagi.


"Ibu...ada apa ...? kenapa kalian terlihat marah ..!apa ibu dan Ayah bertengkar..?"tanya Ali sambil menatap Ayah dan ibu nya bergantian.


"Tidak sayang,ibu dan ayah tidak bertengkar kok"sahut Humairah sambil tersenyum dan mengusap kepala putra nya.


"Iya Ali,Ayah hanya bicara biasa saja sama ibu,ya sudah Ayah mau ke depan kapal dulu ya, untuk mengganti kan Agung mengemudi"sahut Bahri,lalu ia berdiri dan segera keluar.


"Oiya,ibu juga mau memasak,apa Ali lapar..?"tanya Humairah mengalihkan perhatian anak nya, Ali pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Iya bu, Ali sejak tadi merasa lapar dan ingin makan"sahut Ali sambil mengusap perut nya, Humairah pun langsung tertawa mendengar nya.

__ADS_1


"Baik lah, sekarang Ali mau makan apa..? biar ibu masak kan"tanya Humairah sambil tersenyum.


"Ali mau nasi goreng bu"sahut Ali antusias sambil tersenyum gembira.


"Baik lah,kamu tunggu di sini dulu ya,biar ibu masakin nasi goreng untuk mu"ucap Humairah sambil mengupas bawang, Ali pun duduk diam di kursi sambil mengangguk paham, tiba-tiba perut Ali terasa sakit.


"Bu, perut Ali sakit..! Ali mau BAB dulu ya"ucap Ali memberi tahu ibu nya.


"Baik lah, nanti kalau sudah selesai, panggil ibu ya..!"sahut Humairah, Ali pun mengangguk kan kepalanya,dan segera pergi ke toilet.


selang tak berapa lama, Ali sudah selesai dan langsung memanggil-manggil ibu nya.


"Ibu.. Ali sudah selesai..!"panggil Ali, tetapi Humairah tak mendengar panggilan dari anaknya, karena kapal mereka sedang jalan,jadi yang terdengar hanya bunyi mesin kapal yang nyaring, Humairah pun masih saja asik dengan memasak nya dan lupa jika anak nya,sedang berada di belakang kapal.


"Ibu.. Ali sudah selesai..!"panggil Ali lagi, lagi-lagi Humairah tak mendengar panggilan dari putra nya, karena merasa Ibu nya tak kunjung datang, Ali pun berinisiatif ingin mencebok sendiri.


"Ali bisa kok,cebok sendiri..kan Ali sudah besar"gumam Ali, sambil meraih gayung dan mengambil air yang ada di dalam ember.


"Ibu pasti akan bangga jika tau, Ali bisa cebok sendiri sekarang"ucap Ali bicara sendiri, sambil asik membersihkan dirinya.


Setelah selesai, Ali pun mengambil sabun dan hendak mencuci tangan nya.


"Air nya habis...tangan Ali masih ada sabun,bagai mana Ali bisa mencuci nya..?"gumam Ali bingung, tiba-tiba mata Ali melihat gayung timba air, yang di gunakan untuk mengambil air ke sungai.


"Ini kan gayung yang biasa ibu gunakan untuk mengambil air kebawah,tapi bagai mana cara mengambil nya..?air nya terlihat mengamuk-ngamuk di bawah sana"gumam Ali sambil melihat ke air sungai yang terkena ombak mesin kapal yang berputar,tentu saja karena kapal mereka sedang berlayar dan menuju Palangkaraya.


Ali pun mencoba melempar kan gayung itu, namun ia tak sadar jika tali gayung itu sangat panjang dan melingkar di kaki nya,ketika gayung itu sampai ke sungai dan terkena ombak kapal yang sedang berjalan, otomatis gayung itu langsung tertarik dan terisi penuh, sehingga tali itu pun langsung melilit kaki Ali dan Ali pun seketika ikut terjatuh ke dalam sungai dan tenggelam.


...****************...

__ADS_1


Bersambung....


jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ☺️ terima kasih πŸ™πŸ»


__ADS_2