
Keesokan harinya satu ekor sapi benar-benar di antar ke rumah kakek Mukti, melihat sapi yang besar,sehat dan gemuk kakek Mukti pun sangat gembira.
"Bahri sudah memenuhi syarat yang kamu berikan, sekarang tinggal kamu menyerah kan surat sertifikat tanah atas nama Bahri"ucap kakek Sukri.
"He..he..iya...iya sabar, sebentar lagi pak RT datang dan membawa surat nya, tenang saja aku tidak akan menipu"sahut kakek Mukti sambil tertawa gembira.
"Ini sapi kalau aku jual 30 juta, pasti laku"gumam kakek Mukti pelan sambil tersenyum lebar.
"Ehm...pesan saya,jangan di jual sapi itu,biar jadi pengingat buat pak Mukti, kalau pak Mukti pernah merampas dan mengambil hak orang lain"ucap kakek Sukri, mendengar perkataan kakek Sukri yang menyindir, kakek Mukti pun langsung naik darah.
"Kurang ajar...!apa maksud kamu Sukri..?kamu sengaja menyinggung ku?sini kalau berani kita doel satu lawan satu..!"ucap kakek Mukti yang sangat emosi, sambil menatap tajam ke arah kakek Sukri, kakek Sukri yang di tantang hanya diam dan santai saja menanggapi nya.
"Maaf kakek Mukti,bukan begitu maksud..-" perkataan Bahri terhenti karena di potong oleh kakek Mukti.
"Alah...aku tak perlu maaf mu,dan kamu tak perlu membela si tua bangka ini di hadapan ku"sahut kakek Mukti sambil marah-marah, Bahri pun hanya bisa terdiam mendengar nya.
"Pak..sabar pak,jangan emosi..! nanti tekanan darah nya naik lagi"ucap istri kakek Mukti yang khawatir dan mencoba menyabari suaminya.
"Assalamu'alaikum"ucap pak RT yang datang membawa surat menyurat.
"Wa'alaikum salam"sahut semua orang yang ada di rumah kakek Mukti.
"Kebetulan sekali pak RT datang, cepat kita selesai kan dan tandatangani surat-surat ini,biar mereka segera pergi dari rumah ku"ucap kakek Mukti dengan ketus nya,pak RT hanya bisa terdiam dan menggeleng-geleng kan kepalanya saja mendengar ucapan kakek Mukti yang sangat tidak enak didengar,ia tak habis pikir dengan kakek Mukti yang sangat benci ke pada keluarga nya sendiri.
Kakek Mukti dan Bahri pun menandatangani surat sertifikat itu atas nama Bahri,dan sekarang rumah nenek Idah sudah resmi menjadi hak milik Bahri,surat itu pun segera di serahkan kepada Bahri, sekarang Bahri pun merasa tenang dan lega semua permasalahan ini akhirnya bisa di selesaikan, tinggal memikir kan bayar hutang sapi saja lagi ke pada kakek Sukri.
"Kalau begitu saya pamit permisi pulang kek"ucap Bahri sopan,ia masih menghargai kakek Mukti.
"Iya..iya...sudah sana kalian pergi..!makin cepat makin bagus,biar aku bisa istirahat"sahut kakek Mukti,lalu segera pergi meninggalkan Bahri dan yang lain.
"Yang sabar ya Bahri"ucap pak RT, merasa iba dan kasihan pada Bahri, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum ramah pada pak RT.
"Dasar manusia serakah..! nanti kalau dia mati, jangan mau di bantu,biar dia sendiri saja yang mengubur diri nya sendiri"ucap kakek Sukri kesal, mendengar ucapan kakek Sukri Bahri pun dengan segera menarik dan mengajak kakek Sukri untuk pulang, sedangkan pak RT dan 2 orang yang lain nya hanya mengangguk dan terkekeh mendengar nya.
"Ayo kek kita pulang"ajak Bahri, karena ia khawatir jika sampai kakek Mukti mendengar nya bisa tambah runyam lagi cerita nya.
"Terima kasih kakek Sukri,pak RT dan yang lain nya, karena sudah mau membantu saya"ucap Bahri merasa bersyukur dan bahagia.
__ADS_1
"Iya sama-sama Bahri, jangan pernah merasa kalau kamu sendiri,kami semua akan selalu mendukung mu"sahut pak RT dan yang lain pun ikut mengangguki nya.
"Kamu dengar sendiri kan?jadi semangat lah demi almarhumah nenek mu"ucap kakek Sukri, sambil menepuk pundak Bahri.
"Ya kek,terima kasih"ucap Bahri sambil tersenyum.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Sesampai nya di rumah...
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam"
"Bagai mana mas,apa semua lancar?"tanya Humairah.
"Alhamdulillah,semuanya lancar dan rumah ini sekarang sudah berubah menjadi atas nama mas"sahut Bahri sambil tersenyum bahagia.
"Alhamdulillah,saya senang dengar nya mas, akhirnya Allah memberi jalan keluar yang terbaik untuk kita semua"sahut Humairah sambil tersenyum bahagia.
"Iya mas,sekarang mas tak perlu memikirkan hal yang telah lalu,lebih baik kita pikirkan masa depan kita saja"sahut Humairah sambil tersenyum lebar.
"Oiya..ini rujak buah yang adek mau"ucap Bahri, sambil menyerahkan bungkusan plastik ke pada Humairah.
"Alhamdulillah... terima kasih mas"ucap Humairah kegirangan, sambil memeluk suaminya.
"Iya, sama-sama"sahut Bahri.
"Mas,sini deh ikut saya ke kamar,ada yang ingin saya tunjukin ke mas"ucap Humairah sambil tersenyum lebar, Bahri pun mengerutkan alisnya heran.
"Apa?"tanya Bahri penasaran.
"Ikut aja, nanti juga mas tau"sahut Humairah sambil menarik tangan suaminya, Bahri pun hanya tersenyum dan pasrah sambil mengikuti istri nya ke kamar.
Hari ini istri nya itu terlihat sangat bahagia dan sedikit manja, namun Bahri justru tidak menyadari nya.
"Mas,ini hadiah untuk mas"ucap Humairah, sambil menyerahkan sebuah kota kecil, Bahri kebingungan melihat nya.
__ADS_1
"Mas kan gak ulang tahun dek?"ucap Bahri, sambil menatap kado itu.
"Iya..saya tau,tapi ini kado untuk mas"sahut Humairah sambil tersenyum.
"Makasih ya dek"ucap Bahri sambil tersenyum.
"Di buka mas kado nya"suruh Humairah.
"Sekarang?"tanya Bahri.
"Iya mas,masa kado nya mau di simpan,emang mas gak penasaran isi nya apa?"tanya Humairah protes, Bahri pun tertawa mendengar nya.
"Iya..mas buka sekarang ya"sahut Bahri,ia pun segera membuka kotak itu, melihat benda asing yang belum pernah ia lihat, Bahri justru kebingungan.
"Ini benda apa dek?kok aneh banget?"tanya Bahri, sambil membolak-balik kan benda itu.
"Itu alat tes kehamilan mas,garis 2 ini menunjukkan hasil nya positif, dan sebentar lagi mas akan menjadi seorang Ayah"sahut Humairah memberi tahu.
Bahri pun langsung terkejut mendengar nya, tangan nya bergetar,air mata nya pun tak terasa mengalir, sungguh hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Bahri,ia pun segera memeluk dan menciumi istri nya dengan penuh rasa syukur.
"Kamu hamil dek..?"tanya Bahri memastikan lagi,rasa nya bagi Bahri itu seperti mimpi.
"Iya mas"sahut Humairah sambil mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Alhamdulillah... terima kasih ya Allah, sungguh ini adalah hadiah terindah selama hidup ku"ucap Bahri,lalu kembali memeluk istrinya lagi.
"Besok pagi kita ke poskesmas ya, untuk periksa kandungan mu"ajak Bahri sambil mengusap perut Humairah.
"Iya mas"sahut Humairah sambil terkekeh geli dan lucu melihat tingkah suaminya.
(Selamat ya buat Bahri dan Humairah ☺️)
...****************...
Jangan lupa mampir baca di episode-episode selanjutnya, author tak akan bosan ngingetin kalian 😅
Kasih like, komen, vote dan hadiah nya ya ❤️
__ADS_1