JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Jatuh cinta


__ADS_3

Sesampai nya di rumah, Bahri duduk di kursi sambil melamun dan senyum-senyum sendiri mengingat wajah cantik Humairah.


"Jadi nama nya Humairah..!"gumam Bahri pelan, nenek yang sejak tadi melihat Bahri pun menjadi bingung.


"Si Bahri kenapa..?kok senyam-senyum sendiri,kaya orang ke sambet"batin nenek Idah keheranan, sambil menatap cucu nya.


"Ada apa nek?"tanya Diana sambil menghampiri nenek nya, nenek Idah pun terkejut.


"Astaghfirullah...kamu ini, mengagetkan nenek saja"ucap nenek Idah.


"Habis nya... nenek terlihat bengong sendiri di sini"sahut Diana sambil terkekeh.


"Siapa yang bengong..! orang nenek sedang memperhatikan kakak mu,tuh.. lihat Kaka mu Bahri sehabis dari luar, tingkah nya tiba-tiba aneh, apa Kaka mu lagi ke sambet ya?"ucap nenek memberi tahu, Diana ikut melihat nya.


"Iya ya nek...kok ka Bahri senyam-senyum sendiri..!gak biasa nya ka Bahri begitu"sahut Diana ikut keheranan.


"Itu dia...apa kita minta tolong sama kyai saja ya,biar tu anak di ruqyah?"ucap nenek memberi saran.


"Boleh juga tuh nek..!kaya nya ka Bahri kelamaan jomblo deh,jadi tingkah nya jadi aneh"sahut Diana, nenek Idah pun langsung melotot kan mata nya.


"Ya Allah...kasian sekali cucu ku"ucap nenek Idah.


"Ehem... nenek sama ka Diana lagi ngapain?"bisik Yanur yang menghampiri mereka dari belakang.


"Astaghfirullahal'azim...bikin kaget saja"ucap nenek Idah dan Diana, sambil mengelus dada mereka karena terkejut, Yanur pun terkekeh melihat mereka berdua.


"Habis nya... kalian aneh banget, nenek sama ka Diana berdiri di sini sambil bisik-bisik..!" sahut Yanur, Diana pun langsung menaruh jari telunjuk nya ke mulutnya.


"Shutt...jangan keras-keras ngomong nya..!"ucap Diana, sambil menunjuk ke arah Bahri, Yanur pun menengok ke arah Bahri.


"Ka Bahri kenapa ka?"tanya Yanur.


"Itu dia..kita juga gak tau"sahut Diana, mereka bertiga pun kebingungan melihat Bahri,dan Yanur pun tiba-tiba ingin menghampiri Bahri, namun dengan cepat Diana mencegah dan menarik tangan Yanur.


"Eeh...kamu mau kemana?"tanya Diana.


"Mau menghampiri ka Bahri"sahut Yanur sambil menunjuk ke arah Bahri, Diana pun melambai-lambai kan tangan nya dengan cepat.


"Jangan...! kalau ka Bahri lagi ke sambet gimana? terus mengamuk-ngamuk,kan kita yang jadi repot"sahut Diana.

__ADS_1


"Terus kita harus bagai mana?"tanya Yanur bingung.


"Biarkan saja begitu, nenek pernah dengar,kata orang kalau ada orang yang kesurupan terus gak ada ustadz,maka di biar kan saja,nanti dia akan sembuh sendiri,tapi dia harus tetap di jaga biar gak pergi jauh" sahut nenek Idah.


"Begitu ya nek?"tanya Yanur bingung mendengar nya, Diana pun ikut mengangguki nya.


Ketika mereka bertiga sedang asik mengobrol, tiba-tiba Bahri ada di belakang mereka.


"Nenek, Yanur dan Diana kalian sedang membicarakan apa?"tanya Bahri, yang tiba-tiba muncul di belakang mereka.


"Aakkhhh...!!!!"teriak mereka bersamaan, karena terkejut, Bahri pun mengerutkan alisnya bingung.


"Ah..ti.. tidak ada..!kita cuma ngobrol biasa saja,oya nenek mau masak dulu"sahut nenek Idah sambil mengalihkan dan langsung bergegas pergi ke dapur.


"Diana juga mau ke kamar,seperti nya Ahmad sudah bangun"ucap Diana dan segera pergi meninggalkan Bahri, Bahri pun menatap aneh tingkah nenek dan Diana,lalu setelah itu menatap Yanur yang tertinggal.


"He..he... seperti nya Yanur juga mau ke luar ka"ucap Yanur, yang hendak pergi meninggalkan Bahri.


"Tunggu..!"ucap Bahri, Yanur pun langsung mematung.


"Apa kamu sudah mempersiapkan pakaian?karena besok pagi kita akan berangkat"ucap Bahri.


"Eh..iya ya..besok pagi ya ka..he..he..kalau begitu Yanur ke kamar saja dulu,mau siap-siap"sahut Yanur,lalu segera ke kamar nya.


(kok pada takut πŸ€¦πŸ»β€β™€οΈ pada hal Bahri nya kan sedang jatuh cinta ❀️ malah di kira kesurupan πŸ˜…)


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Malam hari.


Bahri sudah siap dan rapi dengan pakaian muslim nya,baju Koko dan sarung tak ketinggalan peci putih,kali ini Bahri terlihat sangat berbeda,ia terlihat lebih gagah dan tampan.


"Kamu mau kemana Bahri?"tanya nenek Idah.


"Mau ke rumah kyai nek,malam ini adalah jadwal pengajian beliau"sahut Bahri.


"Lho...bukan nya tadi sore ka Bahri sedang kesur...-"ucapan Yanur terhenti , Karena tiba-tiba Diana membungkam mulut Yanur dengan telapak tangan nya.


"Tadi sore apa?"tanya Bahri bingung.

__ADS_1


"Ah...tidak ka,maksud Yanur,dia mau ikut juga ke pengajian"sahut Diana, Yanur pun langsung melotot kan mata nya.


"Oh..mau ikut,ya sudah cepat sana ganti baju"suruh Bahri, Yanur pun tak bisa berkutik lagi.


"Iya ka"sahut Yanur dan segera ke kamar untuk berganti pakaian.


"Alhamdulillah...nenek senang mendengar nya,kamu mau ikut pengajian dan menuntut ilmu agama,semoga ilmu yang kamu dapat bermanfaat dan berkah"ucap nenek Idah, mendo'a kan Bahri,lalu tersenyum lega, berarti cucu nya baik-baik saja.


"Aamiin..!"sahut Bahri, Diana dan Fahru.


"Fahru..!apa kamu juga mau ikut?"ajak Bahri.


"Fahru sebenarnya mau sih ka,tapi malam ini tugas Fahru banyak banget,dan harus selesai malam ini juga,soal nya besok sudah harus di kumpul"sahut Fahru.


"Sudah siap ka"ucap Yanur.


"Ya sudah, ayo kita berangkat!"ajak Bahri, Yanur pun mengangguk kan kepalanya.


"Nenek,kami berangkat ke pengajian dulu ya" ucap Bahri, mereka pun menyalami tangan nenek nya.


"Iya, hati-hati di jalan ya"sahut nenek Idah sambil tersenyum.


*


*


Bahri dan Yanur pun sudah sampai di rumah kyai, mereka segera bergabung dengan jama'ah yang lain, Bahri pun dengan khusyuk mendengar kan tausiyah dari kyai.


"Ya Allah, ampunilah hamba karena selama ini telah lalai, hamba lupa untuk menuntut ilmu, hamba selalu di sibuk kan dengan pekerjaan"batin Bahri, ia merasa lebih tenang dan damai setelah mendengar kan tausiyah dari kyai.


Semenjak hari itu, setiap pulang bekerja dari kapal, Bahri pun lebih sering ke rumah kyai untuk menuntut ilmu dan mendengar kan tausiyah beliau, Bahri pun sering membawakan oleh-oleh berupa buah mangga dan buah apel kesukaan kyai,kyai pun sangat senang dan berterima kasih kepada Bahri.


Bahri termasuk murid yang paling rajin hadir untuk menuntut ilmu, dan ia pun sangat bersungguh-sungguh ingin belajar dan memperdalam ilmu agama, walau pun hujan, tak mematahkan semangat nya untuk datang ke rumah kyai, melihat itu kyai pun terkesan dan menyukai Bahri, karena Bahri adalah sosok pemuda yang mempunyai semangat tinggi,rajin, bertanggung jawab,teguh pendirian, rendah hati dan sangat menghormati orang tua, hal itu lah yang membuat nilai plus untuk Bahri dan menjadi murid kesayangan kyai.


...****************...


Bersambung...


jangan lupa kasih like, komen dan vote nya ya ☺️

__ADS_1


Dan baca episode-episode selanjutnya ❀️


terima kasih πŸ€—


__ADS_2