
Pihak keluarga Hadi dan Nur sedang duduk saling berhadapan, mereka berunding membicarakan permasalahan yang terjadi pada anak-anak mereka.
"Ka Nurpah, saya sebagai orang tua Hadi sangat meminta maaf atas perilaku Hadi selama ini,saya sebagai orang tua nya pun juga sangat marah dan menentang pernikahan keduanya itu"ucap ibu Hadi, Hadi hanya memiliki seorang ibu, karena 3 tahun yang lalu Ayah nya sudah meninggal dunia,ibu Hadi adalah adik kandung kyai Darsi Ayah dari Nur, Nur dan Hadi sebenarnya sepupu sekali,mereka menikah karena di jodoh kan oleh kedua orang tua mereka.
"Maaf bu, sebenarnya ini bukan lah pernikahan mas Hadi yang ke dua, tapi pernikahan nya yang ketiga, sebelum pernikahan ini terjadi, mas Hadi juga sudah pernah menikah dengan wanita lain di Banjarmasin"sahut Nur memberi tahu, Umi ibu nya Hadi pun sangat terkejut mendengar nya, mereka baru tahu hal itu saat ini, sedang kan Hadi hanya bisa terdiam dan tertunduk malu menyesali perbuatannya.
"Nak,maaf kan ibu, karena sebagai orang tua,ibu sudah gagal mendidik Hadi menjadi laki-laki yang bertanggung jawab"ucap ibu Hadi merasa sedih.
"Ibu, semua ini bukan salah ibu,ibu adalah ibu yang terbaik, Nur sangat menghormati dan menyayangi ibu"sahut Nur merasa sedih dan meneteskan air mata nya.
"Nak, tolong maaf kan lah Hadi,beri dia kesempatan untuk menjadi suami yang lebih baik lagi" pinta ibu Hadi memohon sambil meneteskan air mata nya.
"Nur sudah memaafkan mas Hadi bu"ucap Nur, seulas senyum langsung terukir di bibir Hadi, Ibu nya Hadi pun merasa lega mendengar nya.
"Tapi maaf bu,untuk kembali bersama mas Hadi, Nur tidak bisa.."sambung Nur, wajah Hadi yang awalnya cerah langsung meredup.
"Apa maksud mu nak..?"tanya ibunya Hadi sambil mengerutkan alisnya, Nur pun mengalihkan tatapan nya ke Hadi, dan saat ini mata mereka pun saling bertemu, dengan mata yang masih berkaca-kaca Nur bicara pada Hadi.
"Mas Hadi,saya memutuskan ingin meminta cerai"ucap Nur di iringi dengan butiran bening mengalir deras di pipinya.
Deg.
Seketika tubuh Hadi langsung terasa lemas, hati nya terasa sakit mendengar kata cerai yang terlontar dari mulut istri nya, Umi dan ibunya Hadi pun sangat terkejut mendengar nya, mereka tak menyangka jika Nur akan mengambil keputusan sejauh itu.
__ADS_1
"Sampai kapan pun,aku tidak akan menceraikan mu Nur, karena aku sangat mencintai mu"ucap Hadi, menolak mentah permintaan dari Nur.
"Cinta..? seseorang yang mencintai pasangan nya, tidak akan tega menyakiti hati nya hiks.. hiks.."sahut Nur sambil terisak, Hadi pun langsung terdiam dan menundukkan kepalanya, ia pun ikut menangis karena menyesal telah menyakiti hati istri nya.
"Maaf kan mas dek,mas khilaf"ucap Hadi, hanya itu yang bisa ia ucap kan pada istrinya.
"Jika melakukan hal yang berulang-ulang,itu bukan lah khilaf mas,tapi namanya nafsu" sahut Nur lagi, sungguh ucapan Nur terdengar sangat menohok dan langsung menusuk ke hati Hadi.
"Anak ku, pikir kan lah dulu matang-matang, dengan keputusan mu ini, jangan sampai kalian berdua menyesal seumur hidup,apa lagi kita ini keluarga"ucap umi menasehati,ibu nya Hadi pun mengangguk setuju dengan perkataan Umi,jika mereka bercerai, mereka akan tetap menjadi keluarga, hanya saja sebutan nya bukan lagi suami istri,tetapi kembali menjadi sepupu.
"Benar itu nak,lagi pula..kalian juga mempunyai anak,bagai mana nasib anak-anak kalian jika kalian bercerai"sambung ibu Hadi.
"Apa yang di katakan nenek benar bu...!"sahut anak-anak Nur, yang tiba-tiba datang,dan langsung bergabung dengan mereka.
"Ibu, Ayah...kami tidak setuju jika kalian bercerai"ucap ismi terlihat sangat sedih.
"Ibu,kami tidak mau di cap sebagai anak Broken home,kami malu pada teman-teman kami bu"ucap Rahma yang sudah di bilang remaja itu, Nur pun terdiam mendengar nya.
"Ibu,kami tau ibu merasa sakit yang teramat sangat karena ulah Ayah,dan kami juga ikut merasakan sakit nya,kami juga sangat kecewa berat padanya,tapi tahu kah kalian,jika kedua orang tua bercerai,maka yang akan menjadi korban, adalah anak-anak nya,jika ini bukan demi kalian...maka bertahanlah demi kami"ucap Rahma sambil menangis, hati Nur begitu sakit mendengar ungkapan hati anak-anak nya,rasa sakit nya seakan di tusuk ribuan belati di hati nya, Hadi pun tak kalah sakit,ia begitu semakin menyesali atas perbuatannya.
"Maaf kan kami nak..!"ucap Nur sambil menangis tersedu-sedu, tangisnya pun semakin pecah saat anak-anak nya memohon dan berkata.
"Ibu dan Ayah, kami mohon jangan bercerai hiks.. hiks.. hiks.."pinta ismi sambil memohon dan menangis,hati Nur terenyuh,ia merasa menjadi ibu yang sangat egois, yang hanya mementingkan perasaan nya dari pada perasaan putri-putrinya.
__ADS_1
"Maaf kan ibu nak...maaf kan ibu... hiks.. hiks.. hiks...ibu tidak akan bercerai"sahut Nur sambil memeluk erat kedua putrinya.
"Benar kah bu..?ibu janji..?"tanya Rahma dan ismi, Nur mengangguk kan kepalanya sambil menangis.
"Ibu janji,ini semua demi kalian nak..."sahut Nur, Umi dan ibunya Hadi pun merasa lega dan bersyukur, akhirnya rumah tangga anak-anak mereka tetap utuh.
Di balik dinding,ada Mei dan Caca sedang melihat dan menyaksikan kejadian itu, mereka ikut sedih dan terharu, melihat kedua sepupu nya yang hampir saja kehilangan keluarga utuh nya.
"Ka Mei,apa ayah dan ibu kita di Mekkah juga baik-baik saja..?"tanya Caca,ia takut jika kedua orang tua juga berkelahi.
"Kakak yakin ibu dan Ayah di sana baik-baik saja,bukan kah kemarin kita melihat sendiri Ibu dan Ayah baik-baik saja saat video call kita..."sahut Mei sambil tersenyum.
"Tapi kak, Caca melihat di mata Ayah seperti ada sesuatu yang tersembunyi,berbeda dengan mata ibu"ucap Caca ragu,entah kenapa Caca yang sudah mulai menginjak remaja itu merasa kan ada sesuatu yang janggal dari tatapan dan senyuman yang ia lihat dari Ayah nya.
"Caca...itu hanya perasaan mu saja,huh..kamu itu selalu saja curigaan,maka nya kamu tidak memiliki banyak teman di sekolah"sindir Mei.
"Kak Mei,Caca memang tidak memiliki banyak teman, karena Caca hanya mau berteman dengan orang yang baik dan tulus dengan Caca, untuk apa memiliki banyak teman kalau mereka berwajah dua, kerjaan nya hanya mau memoloroti dan memanfaat kan kita saja,teman seperti itu tidak berkualitas" sahut Caca sambil tersenyum,lalu segera pergi meninggalkan Mei yang ternganga mendengar Jawaban dari adik nya itu, Caca sedari kecil memang anak yang cerdas, setiap tahun ia selalu meraih juara kelas,dan banyak sekali teman-teman nya yang iri dan ingin mendekati Caca dengan maksud yang tertentu,hal itu lah yang Caca tidak sukai dari teman-teman nya, Caca hanya mau berteman dengan orang yang benar-benar baik dan tulus saja pada nya, tetapi walau begitu,Caca tetap baik dan selalu ramah pada semua orang.
...****************...
Bersambung...
Jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiah nya ya ❤️ terima kasih 🙏🏻
__ADS_1