JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Bos rotan


__ADS_3

Setelah sampai di kapal, Bahri kembali beraktivitas seperti biasa,selama 3 minggu ia tidak ada, Alhamdulillah keadaan kapal tetap baik dan stabil, Bahri juga tetap memantau anak buah nya ketika berada di kampung.


"Hei...kamu..!"panggil seorang laki-laki paruh baya,Ucup pun langsung menoleh ke arah yang memanggil nya.


"Saya pak..?"tanya ucap sambil menunjuk diri nya sendiri.


"Iya kamu... kemari"panggil nya sambil melambaikan tangan nya menyuruh Ucup mendekat, saat itu kebetulan Ucup sedang berada di atas pelabuhan.


"Ada apa pak..?"tanya Ucup bingung.


"Apa ada bos Bahri di kapal...?"tanya nya lagi.


"Ada pak"sahut Ucup sambil mengangguk kan kepalanya.


"Bisa kamu panggil kan dia untuk ku..?"pinta nya.


"Baik pak,tunggu saya panggil kan dulu"sahut Ucup,ia pun segera turun ke kapal dan mencari Bahri.


"Ka Bahri,ada seseorang yang sedang mencari ka Bahri di pelabuhan"ucap Ucup memberi tahu,Bahri menyeritkan alis nya.


"Siapa cup...?"tanya Bahri yang sedang asik menemani Caca bermain, Ucup pun menggelengkan kepala nya.


"Saya tidak tau dan tidak kenal ka, kalau di liat dari penampilan nya sih,seperti seorang Bos" sahut Ucup memberi tahu, Bahri pun semakin bingung dan penasaran.


"Baik lah, kalau begitu aku ke sana dulu,kamu tolong jaga kan Caca ya, soalnya nya istri ku sedang memasak di dapur"pinta Bahri, Ucup pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Siap ka Bahri, Caca biar saya yang jaga"sahut Ucup sambil duduk di dekat Caca.


Bahri pun segera naik ke pelabuhan dan menemui orang yang mencari nya tadi.


"Om Ucup... Om Ucup bisa berhitung..?"tanya Caca,sambil memegang dan memainkan kalkulator milik Ayah nya.


"Bisa dong..!kan Om Ucup pernah sekolah" sahut Ucup sambil mencubit gemas pipi Caca yang embul.


"Apa Om Ucup pintar.."tanya Caca lagi.


"Iya dong, Om Ucup sangat pintar waktu di sekolah dan jago berhitung"sahut Ucup sombong, sambil menepuk dadanya, Caca pun mengangguk kan kepalanya sambil ber oh.


"Apa Om Ucup tau berapa jumlah angka ini..?"tanya Caca, sambil menunjuk kan kalkulator yang ada di tangan nya.


"Mana,coba Om Ucup lihat"sahut ucap sambil mengambil kalkulator itu dan melihat angka yang ada di sana,mata Ucup langsung terbelalak melihat begitu banyak angka di kalkulator itu dan kebingungan menjawab pertanyaan Caca.


"Berapa Om"tanya Caca sambil menunggu sejak tadi.

__ADS_1


"Emm..aaa.. seratus ribu? satu juta? seratus juta?satu milyar? berapa ya..? kenapa nol nya sangat banyak..?"gumam ucap kebingungan sambil menghitung dengan jari nya dan menggaruk-garuk kepalanya, Caca menatap heran Ucup.


"Om Ucup bisa berhitung tidak..?"tanya Caca sambil menyipitkan matanya menatap Ucup, Ucup pun hanya cengengesan saja melihat nya.


"Begini Caca, bagai mana bisa di baca jumlah nya, karena nol nya sangat banyak, siapa saja pasti kebingungan menjawab nya "sahut Ucup berusaha membela diri, agar tak terlihat bodoh di depan anak kecil.


"Tapi Caca tau berapa jumlah nya om"sahut Caca.


"Masa sih...?"tanya Ucup tidak percaya, Caca pun mengangguk kan kepalanya dengan mantap.


"Memang berapa jumlah nya..?"tanya Ucup.


"Satu triliun"sahut Caca sambil tersenyum, Ucup pun terkejut mendengar nya.


"Dari mana kamu tahu,itu jumlah nya satu triliun..?"tanya Ucup, sambil menatap Caca penasaran.


"Dari Ayah,kata Ayah... kalau angka satu di tambah nol nya 12, berarti jumlah nya satu triliun"sahut Caca, sambil tertawa, melihat ucap melongo sambil ternganga mendengar nya.


"Ya tuhan...kenapa aku jadi bodoh sekali di depan anak kecil ini"batin Ucup sambil menepuk jidatnya sendiri dan merasa malu.


*


*


Bahri berjalan mencari orang yang sedang mencari.


"Wa'alaikum salam"sahut Bahri.


"Bos rotan..!masya Allah... apa kabar Bos..?" sapa Bahri sambil menyalimi dan tersenyum ramah pada Bos rotan itu,pak Wawan adalah Bos rotan terbesar di Kalimantan,beliu biasa di panggil dengan sebutan Bos rotan, Bahri sangat akrab pada beliau karena Bahri sudah lama bekerja sama dengan beliau.


"Alhamdulillah baik Bahri"sahut Bos rotan sambil tersenyum.


"Ada apa Bos rotan...? kenapa Bos rotan tidak menelpon saya saja,biar saya yang menghampiri anda,saya jadi tidak enak, karena seorang Bos rotan terbesar di Kalimantan sampai repot-repot mampir ke kapal mencari saya"ucap Bahri sambil tersenyum ramah, walau pun Bos rotan menganggap Bahri sebagai teman nya, tetapi Bahri tetap menghormati beliau sebagai orang tua.


"Ha..ha...ha... Bahri... Bahri, jangan sungkan begitu sama saya, Kita kan teman, jadi terserah teman dong... jika ingin mengunjungi teman nya"sahut Bos rotan sambil tertawa,dan merangkul Bahri, Bahri pun ikut tertawa mendengar nya.


"Mari..mari..kita ke kapal"ajak Bahri sambil membalas merangkul Bos rotan.


"Tunggu.. tunggu...!di kapal mu ada kopi gak..?"tanya Bos rotan, Bahri tersenyum mendengar nya.


"Jangan kan kopi Bos,teh,susu sampai jahe pun ada"sahut Bahri sambil tersenyum.


"Nah...ini nih yang saya suka, ayo kita turun ke kapal"ajak Bos rotan yang langsung mendahului Bahri masuk ke kapal, Bahri pun tertawa mendengar nya.

__ADS_1


"Dek,bikin kan kopi ya"pinta Bahri memanggil istri nya, Humairah pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Iya mas"sahut Humairah sambil tersenyum ramah.


"Apa dia istri mu Bahri..?"tanya Bos rotan yang tidak pernah melihat istrinya Bahri, karena Bahri dan Bos rotan hanya bertemu jika di gudang rotan saja.


"Benar Bos,ini istri saya dan yang duduk di ujung sana itu anak kedua saya"sahut Bahri memberi tahu.


"Di mana anak yang pertama..?"tanya Bos rotan mencari.


"Di kampung bersama orang tua kami,karena dia sekolah di sana"sahut Bahri memberi tahu.


Humairah pun datang membawakan 2 gelas kopi dan sepiring pisang goreng di tambah tahu isi yang baru di masak nya.


"Wah..wah..wah..enak bener nih, ternyata istri mu jago masak ya"puji Bos rotan,ia sangat suka dengan kue buatan Humairah, Bahri pun tersenyum senang mendengar nya.


"Oya.. saya sampai lupa tujuan utama saya datang kemari,selain ingin bersilaturahmi, saya ingin meminta mu, untuk mencari kan satu orang yang mau bekerja sebagai mandor, di gudang milik saya."ucap Bos rotan, Bahri mengerutkan alisnya heran.


"Kenapa saya yang mencari kan nya Bos..? kalau orang itu tidak sesuai dengan keinginan Bos rotan, bagai mana..?"tanya Bahri berusaha menolak, ia takut jika orang yang ia cari kan tidak baik dan tidak sesuai dengan kriteria Bos rotan.


"Bahri,saya percaya dan yakin pada mu,kamu itu orang yang baik, jujur dan bertanggung jawab, pasti orang yang dekat dengan mu itu, juga orang-orang yang baik,maka nya saya ingin minta tolong pada mu,cari kan orang yang jujur dan bisa bertanggung jawab dan hal pekerjaan"ucap Bos rotan, Bahri pun terdiam mendengar nya.


"Insya Allah Bos,akan saya usahakan untuk mencari kan nya untuk Bos"sahut Bahri.


"Alhamdulillah, terima kasih Bahri,akan saya tunggu secepatnya ya"ucap Bos rotan, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


Bahri dan Bos rotan pun cukup lama berbincang-bincang dan membahas tentang pekerjaan, sambil menyantap kue dan kopi buatan Humairah,dan setelah itu Bos rotan pun segera pamit pulang.


Sepeninggal Bos Rotan, Bahri duduk termenung sambil berfikir,di mana ia mendapat orang yang jujur,baik dan bertanggung jawab dalam hal bekerja, ia pun kebingungan.


"Mas,saya dengar bos rotan itu sedang mencari orang untuk bekerja di tempat nya kan..?"tanya Humairah sambil duduk di samping suaminya.


"Iya dek,mas jadi bingung kemana mas mencari kan orang seperti itu"sahut Bahri sambil menghela nafas nya.


"Kenapa tidak kak Hadi saja yang bekerja di sana,kita kan tau sendiri ka Hadi bagai mana orang nya, insya Allah saya yakin ka Hadi cocok bekerja di sana"sahut Humairah mengusulkan.


"Iya kamu benar dek, seperti nya kak Hadi cocok dengan pekerjaan itu"sahut Bahri sambil mengangguk kan kepalanya setuju.


"Terima kasih mas"ucap Humairah senang mendengar nya, akhirnya ia bisa juga membantu kak Nur kakak kandung nya.


Keesokan harinya Bahri menyuruh Humairah untuk menelpon Umi dan memberi tahu kan tentang pekerjaan untuk ka Hadi, Umi dan kak Nur beserta suami nya Hadi sangat gembira mendengar nya, Nur dan Hadi pun besok lusa akan langsung segera berangkat ke sana.


...****************...

__ADS_1


Bersambung...


Author tak akan pernah lupa selalu mengingat kan kalian semua, untuk memberikan dukungan nya buat author 🤗


__ADS_2