
Setelah beberapa bulan menikah ternyata apa yang di khawatir kan Bahri dan Yanur terbukti, Manaf suami Diana sampai sekarang tak mau bekerja, Manaf hanya mau makan dan tidur saja, dia juga lebih sering nongkrong dengan teman-teman nya dari pada memperhatikan istri nya yang saat ini sedang hamil.
"Mas,coba lah kamu mencari pekerjaan, saat ini aku sedang hamil besar,bagai mana biaya persalinan anak kita nanti, kalau kamu terus menerus tidak bekerja"keluh Diana.
"Kan ada kaka kamu,kita bisa minta tolong pada ka Bahri"sahut Manaf enteng.
"Mas,ka Bahri itu tulang punggung keluarga,dia juga membiayai nenek dan adik-adik, sedangkan aku kan sudah menikah, seharusnya kamu yang menafkahi aku mas"sahut Diana proses.
"Ck, kenapa kamu jadi cerewet sekali sih,aku yakin ka Bahri tak akan keberatan jika harus membiayai kita dan anak kita nanti "sahut Manaf sambil berdecak kesal.
"Mas..!apa kamu tidak malu,harus meminta pada kaka ku terus?aku saja malu mas..!aku ingin sekali merasa kan mendapatkan nafkah dari suami aku sendiri "ucap Diana merasa kesal dan meninggikan suara nya pada suaminya.
"Diam kamu..!berani sekali kamu menyaring kan suara mu pada suami mu sendiri hah..!"bentak Manaf yang mulai emosi.
"Ma..maaf mas"sahut Diana sambil menunduk kan kepalanya merasa takut.
"Ada apa ini? kenapa kalian terdengar ribut sekali?"tanya nenek Idah, merasa tidak nyaman mendengar pertengkaran mereka yang setiap hari mulai tak akur, padahal mereka menikah baru 10 bulan.
"Nenek!"
"Apa kalian tidak malu,setiap hari kerjaannya bertengkar"ucap nenek Idah, merasa sedih.
"Maaf kan kami nek"ucap Diana merasa tak enak.
"Sudah,sebentar lagi kaka kamu Bahri akan pulang, jangan kalian tunjukan pertengkaran kalian itu pada kaka kamu,nenek tidak mau Bahri merasa sedih jika mengetahui nya"ucap nenek mencoba menasehati.
"Baik nek,kami tidak akan bertengkar"sahut Manaf, lalu segera pergi meninggalkan Dinda dan nenek Idah.
Nenek Idah menghembuskan nafas nya dengan kasar, sungguh ia merasa kecewa pada sikap suami cucu nya itu, yang tak sopan dan tidak berakhlak baik,di tambah juga sangat pemalas.
"Assalamu'alaikum "ucap Bahri yang baru pulang.
"Wa'alaikum salam "sahut nenek Idah merasa senang melihat cucu nya datang.
"Mana Diana nek? Bahri membawakan buah mangga muda dan juga yang matang untuk Diana"ucap Bahri, sambil menenteng keranjang buah mangga.
"Di kamar nya"sahut nenek Idah.
"Ka Bahri sudah pulang?"ucap Diana senang.
"Iya,ini buah mangga untuk mu,di makan ya biar bayi mu sehat"ucap Bahri sambil tersenyum dan menyerahkan buah mangga itu, Diana begitu bahagia mendapatkan nya.
"Ya Allah, sungguh aku sangat beruntung mendapatkan kaka seperti ka Bahri"batin Diana merasa bersyukur.
__ADS_1
"Apa kamu mau makan?nenek sudah memasakkan makanan kesukaan mu"tanya nenek Idah.
"Bahri sudah makan nek,tadi di ajak tuan bos haji Dulah ke warung, paling nanti malam saja Bahri makan"sahut Bahri.
"Ya sudah, sebaiknya kamu istirahat saja dulu"suruh nenek, Bahri pun mengangguk kan kepalanya,dan pergi ke kamar nya.
Malam hari semua berkumpul untuk makan malam bersama, Bahri pun duduk sambil menyantap makanan yang di buat oleh nenek nya.
"Emm.. masakan nenek selalu saja enak di lidah"ucap Bahri sambil memakan dengan lahap nya, nenek Idah tersenyum senang mendengar nya.
"Iya, masakan nenek sangat enak dan lezat"ucap Manaf ikut menyahut, dan makan dengan lahap.
"Huh... dasar parasit"batin Fahru, menatap tidak suka pada Manaf.
"Tentu saja enak,apa lagi di tambah makan dan tidur gratis enak lagi"sahut Fahru sambil melirik Manaf.
"Apa maksud kamu Fahru?"tanya Manaf yang tersinggung mendengar ucapan Fahru.
"Aku tau,kamu pasti menyindir ku kan?"tuduh Manaf mulai emosi sambil menatap tajam ke Fahru Bahri pun terkejut mendengar dan melihat nya.
"Aku tidak merasa menyindir,tapi kalau ka Manaf merasa tersinggung itu masalah ka Manaf"sahut Fahru yang sudah muak dan tak tahan dengan sikap juga perilaku Manaf,yang seenaknya di rumah jika Bahri dan Yanur tidak ada.
Setelah lulus sekolah Yanur ikut bekerja di kapal bersama Bahri.
"Ada apa dengan kalian?kenapa kalian bersitegang begini..!Fahru,sopan lah dengan kaka ipar mu, dan Manaf, maaf kan lah Fahru,dia masih sangat muda,jadi bicara nya masih belum terlalu berpikir"ucap Bahri mencoba menengahi.
"Fahru minta maaf kepada Manaf "suruh Bahri.
"Tapi ka..!"ucap Fahru merasa tidak terima.
"Fahru..! minta maaf"suruh Bahri, Fahru pun langsung cemberut dan menundukkan kepalanya.
"Maaf..!"ucap Fahru.
"Kenapa minta maaf nya seperti itu?tidak terdengar ikhlas"ucap Manaf.
"Mas, Fahru sudah minta maaf, kenapa di perpanjang lagi"ucap Diana mencoba menegur suaminya.
"Kenapa kamu membela adik kamu ini? seharusnya kamu membela suami kamu..!"ucap Manaf membentak Diana, Bahri pun lebih terkejut melihat adik perempuan kesayangan nya di bentak oleh Manaf.
"Mas aku cuma mencoba..-"ucapan Diana terhenti.
"Mencoba apa?kamu pasti ingin bilang kalau aku ini tidak ada artinya di banding kakak dan adik mu kan!, seharusnya kamu membela suami mu,bukan ikut -ikutan memojokkan ku..!!!"ucap Manaf.
__ADS_1
"Mas..! kamu salah paham"sahut Diana.
"Sudah lah ka Diana,tak perlu menjelaskan panjang lebar kepada orang yang tidak mau menghargai istri nya sendiri"ucap Fahru geram.
"Hei.. jangan ikut campur urusan rumah tangga kami!"ucap Manaf emosi dan hendak menampar Fahru,namun dengan cepat Diana mencegah nya.
"Mas..hentikan"ucap Diana.
Plakkkk!
Suara tamparan terdengar di ruangan, Bahri pun langsung mengepal kan tangan nya dengan kuat, amarah nya langsung naik ke ubun-ubun,ketika melihat Diana di tampar oleh Manaf,dengan cepat Bahri mencengkram kerah baju leher Manaf dan mengangkat nya ke atas,nenek Idah pun langsung berteriak-teriak histeris.
"Bahri cucuku lepas kan..!lepas kan..!nenek mohon"teriak nenek Idah sambil menangis,memegangi lengan Bahri.
"Jangan pernah kamu sakiti adik ku..!sekali lagi kamu pukul dia, jangan harap tangan mu itu masih berada di posisi nya"ancam Bahri, sambil menatap tajam, lalu melepas kan cengkraman nya,dan segera memeluk Diana yang sedang menangis.
uhuk..uhuk...uhuk..
Manaf terduduk dan terbatuk-batuk sambil memegang leher nya,ia pun segera berlari pergi meninggalkan rumah.
"Maaf kan ka Bahri"ucap Bahri sambil mengusap kepala adiknya.
Sedangkan Yanur dan Fahru hanya mematung,mereka terkejut melihat aksi Bahri yang tak pernah mereka lihat, karena selama ini Bahri adalah seorang kakak yang lemah lembut,penyayang dan tak pernah memukul siapa pun apa lagi pada adik -adik nya.
melihat nenek nya menangis Bahri pun segera memeluk neneknya.
"Maaf kan Bahri nek"ucap Bahri,merasa bersalah.
"Tidak apa-apa cucu ku,kamu tidak salah, apa yang kamu lakukan itu sudah benar,nenek yang salah, karena selama ini selalu menutupi kejelekan Manaf dari mu"sahut nenek Idah, merasa sedih.
Bahri terdiam mendengar nya, sungguh ia merasa kecewa pada Manaf, selama ini Bahri berusaha baik dan apa yang di minta oleh Manaf selalu Bahri berikan, asalkan adiknya bahagia,tetapi si parasit itu justru semakin tak tahu diri.
...****************...
Bersambung..
Author juga ikut emosi nih sama si Manaf,sudah numpang malah seenaknya 😤
yang sabar ya Bahri ☺️
jangan lupa baca episode-episode selanjutnya yaa, karena akan semakin seru❤️
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian, terima kasih ☺️
__ADS_1