
Setelah berunding dengan Umi, akhirnya Umi menyarankan agar Bahri mempercayakan kapal nya kepada Hadi dan Nur, supaya mereka mengelola kapal Bahri untuk sementara waktu, Bahri pun percaya dan menyetujui saran dari Umi,ia segera memanggil Hadi dan Nur untuk membicarakan nya.
"Kak Hadi dan kak Nur,apa kah kalian mau mengelola kan kapal kami untuk sementara waktu..?"tanya Bahri berharap.
"Tentu Bahri,kami akan mengelola dan menjaga kapal kalian dengan sebaik mungkin"sahut Hadi, Nur pun mengangguki nya setuju, kebetulan sekali Hadi pernah bekerja di kapal,jadi dia mempunyai pengalaman dan bisa mengemudikan kapal, sehingga Bahri pun tak perlu repot-repot lagi untuk mengajari nya.
"Alhamdulillah,terima kasih kak Hadi dan kak Nur"ucap Bahri merasa bersyukur, akhirnya ia bisa tenang untuk membawa istri pergi berhaji.
"Bahri,kamu tak perlu khawatir dan memikirkan hal yang lain,fokus saja dengan ibadah dan kesembuhan istri mu"ucap Umi menasehati.
"Inggih umi, sekarang saya sudah merasa lega dan tidak kebingungan lagi"sahut Bahri sambil tersenyum.
"Umi dan Nur akan mempersiapkan perlengkapan dan segalanya untuk kalian pergi haji nanti"ucap Umi, Bahri pun merasa senang mendengar nya.
"Terima kasih Umi"sahut Bahri,ia merasa bersyukur dan beruntung masih memiliki mertua yang menganggap nya tidak hanya sebagai menantu, tetapi seperti anak kandung sendiri.
Bahri pun fokus dengan mengurus persiapan dan perlengkapan berkas yang akan di rencana kan berangkat dalam waktu dekat, Bahri langsung mengambil haji tre plus sehingga dalam waktu singkat ia bisa berangkat umroh dan langsung berhaji, sangat kebetulan bulan haji tinggal 2 bulan lagi, sehingga mereka bisa ber umroh dulu di sana,ia di bantu oleh kakak sepupu nya yaitu Nilam, karena Nilam sudah sering bolak-balik berangkat ke Mekkah, Bahri pun meminta Nilam untuk menemani mereka di Mekkah nanti,apa lagi saat ini istri nya Humairah masih saja diam tak mau merespon atau pun bicara.
Kabar Bahri akan berangkat Haji bersama istri nya pun sampai ke kampung.
"Mas Fahru,kata nya kak Bahri dan istri nya mau berangkat haji ya..?"tanya Siti, Fahru pun mengangguk kan kepalanya.
"Lho...bukan nya istri nya kak Bahri sudah jadi gila ya...? seharusnya kan di bawa ke rumah sakit jiwa,kok malah di bawa naik haji sih..!"ucap Siti yang seplas ceplos, Fahru pun langsung melotot kan mata nya.
"Dek, kalau bicara hati-hati...kata kak Bahri, istri nya kak Bahri itu tidak gila,dia hanya mengalami shock yang berlebihan saja, sehingga membuat nya depresi.."sahut Fahru menegur dan menjelaskan pada istri nya.
"Huh..ya sama saja mas.. apa bedanya depresi dan gila..?menurut saya sama saja, seharusnya... dari pada kak Bahri harus repot-repot dan buang-buang uang, mahal-mahal pergi ke Mekkah,mending uang nya buat modal usaha kita saja,sama saja kok dapat pahala ,kan membantu saudara yang sedang kesusahan"ucap Siti.
"Ya beda lah dek...! berangkat haji untuk ibadah, kalau bantu saudara itu sedekah" sahut Fahru, yang merasa geram dengan istri nya yang selalu mengeluh dan meminta uang, Siti juga sering mengungkit-ungkit harta warisan peninggalan nenek Idah agar segera di bagi rata.
"Ya sama saja toh mas...! keduanya dapat pahala"sahut Siti yang masih kekeh tidak mau kalah bicara, Fahru pun menghela nafas nya dengan panjang.
"Terserah mu lah..!"sahut Fahru yang sudah pusing menghadapi istri nya itu,keadaan Fahru sudah mulai membaik,ia pun sudah bisa bicara dengan lancar dan berjalan, walau pun tidak bisa normal seperti biasa nya pengaruh dampak stroke.
__ADS_1
"Oya mas, kalau Kak Bahri berangkat haji, lalu siapa yang akan menggantikan dan mengelola kapal nya..?"tanya Siti penasaran.
"Aku dengar sih,kakak ipar nya kak Bahri bersama suaminya"sahut Fahru memberi tahu, Siti pun langsung ternganga mendengar nya.
"Mas, kenapa mereka yang menggantikan nya
...? kenapa bukan kita saja yang di suruh"ucap Siti protes.
"Mas,juga tidak tau,itu semua hak kak Bahri, siapa yang dia mau"sahut Fahru yang tidak ambil pusing,toh dia juga selama Bahri terkena musibah... Fahru, Diana dan Yanur haya sekali menelpon dan tidak pernah menjenguk Bahri dan Humairah, mereka terlihat tak terlalu peduli pada keluarga Bahri,pada hal ketika mereka terkena musibah Bahri dan Humairah lah yang selalu menolong mereka.
"Aduh mas...!seharusnya kan mas lah yang berhak mengambil posisi kak Bahri itu,kan mas Fahru adik kandung nya, sedangkan mereka itu cuma ipar saja, keenakan sekali dong mereka mengelola uang nya kak Bahri, kalau mereka tidak jujur dan justru menyeleweng kan uang kak Bahri bagai mana..?"ucap Siti, merasa tidak terima, Fahru pun langsung terdiam mendengar nya, ia pun mulai terpengaruh lagi oleh ucapan dari istri nya.
"Mas harus telpon kak Bahri sekarang dan protes soal itu,sebelum ketahuan kak Diana,nanti malah kak Diana yang mau mengambil alih nya"ucap Siti mempengaruhi suaminya,karena Diana masih sakit-sakitan dan sering bolak-balik berobat,ia tidak terlalu tau tentang kabar itu.
"Tapi dek,mas harus bicara apa sama kak Bahri..?"tanya Fahru bingung.
"Aduh mas... bodoh banget sih..!ya bilang saja mas mau ambil alih mengelola kapal dan menjalan kan nya,masa bicara seperti itu saja gak bisa sih..!sini biar saya saja yang bicara nanti sama kak Bahri"sahut Siti, merasa kesal pada suaminya, Fahru pun hanya bisa mengangguk kan kepalanya dan menurut apa kata istri nya itu, seperti kerbau yang di cucuk hidung nya.
*
*
*
π"Hallo...Assalamu'alaikum kak Bahri"ucap Fahru memberi salam.
π"Wa'alaikum salam"sahut Bahri.
π"Maaf mengganggu kak, apa kak Bahri sedang sibuk...?"tanya Fahru merasa tak enak.
π"Tidak juga,aku hanya sedang mengurus dan mengumpul kan berkas saja,ada apa Fahru...?"tanya Bahri.
π"Oh... kalau begitu nanti saja kak,kak Bahri pasti sangat sibuk"sahut Fahru merasa semakin tak enak,dan hendak mematikan ponsel nya, namun Siti segera merebut ponsel itu, sambil melotot kan mata nya pada suaminya.
__ADS_1
"Ck,kenapa harus nanti sih mas..! bicara saja langsung.."ucap Siti pelan, sambil cemberut dan berdecak kesal pada suaminya yang sangat lembek, Bahri pun samar-samar mendengar pembicaraan mereka di telpon.
π"Ada apa Fahru...?"tanya Bahri merasa heran.
π"Kak Bahri,ini Siti... sebenarnya Siti dan mas Fahru ingin menanyakan sesuatu"ucap Siti.
π"Apa yang kalian ingin tanya kan..?"tanya Bahri penasaran.
π"Apa benar, orang lain yang akan menggantikan posisi kak Bahri untuk sementara waktu di kapal...?"tanya Siti.
π"Iya, untuk sementara waktu,kak Hadi yang aku pinta menggantikan ku"sahut Bahri memberi tahu.
π"Kak Bahri, kenapa harus orang lain yang kak Bahri pinta.."ucap Siti protes, Bahri pun mengerutkan alisnya bingung.
π"Memangnya kenapa..?kak Hadi dan kak Nur kan bukan orang lain, mereka juga saudara ku"sahut Bahri.
π"Tapi kak Bahri,lebih baik jika saudara kandung sendiri yang menggantikan kak Bahri, seharusnya yang lebih tepat itu... kak Bahri menyerahkan tanggung jawab itu pada mas Fahru biar lebih aman, bukan kepada orang lain"ucap Siti, menyarankan dan terdengar menyalahkan Bahri.
Bahri pun sekarang mengerti,maksud dan tujuan Fahru dan Siti menelpon nya, ternyata mereka ingin mengajukan diri untuk mengambil alih posisi kapal nya.
π"Siti,sekarang aku ingin bertanya, apa Fahru bisa mengemudikan kapal dan mempunyai pengalaman mengelola kapal..?" tanya Bahri, Siti pun langsung terdiam mendengar pertanyaan yang menohok dari Bahri.
π"Ti.. tidak kak"sahut Siti.
π"Lalu bagai mana ia bisa menjalankan dan mengelola kapal..?"tanya Bahri, Siti pun kebingungan dan tak bisa lagi menjawab pertanyaan Bahri,apa yang di katakan Bahri memang benar, Fahru sama sekali tidak bisa mengemudi dan memiliki pengalaman untuk mengelola kapal,apa lagi Fahru adalah tipe orang yang plin plan,tidak tegas dan tidak amanah.
π"Ya sudah kalau begitu kak,saya tutup dulu telpon nya ya,kak Bahri pasti lagi sibuk banget sekarang he..he...! assalamu'alaikum"ucap Siti mengalihkan dan merasa malu sendiri,ia pikir Bahri akan langsung menerima dan menyetujui apa yang di sarankan nya, tetapi dia salah dan hanya mendapatkan malu.
π"Wa'alaikum salam"sahut Bahri,dan segera mematikan handphone nya.
"Apa di otak mereka hanya memikirkan harta dan uang saja..."batin Bahri, sambil menatap handphone nya dan merasa sangat sedih dan kecewa,ia pun menghela nafas nya dengan panjang,ia pikir adik nya khawatir dengan kabar nya, tetapi ternyata mereka justru mengkhawatirkan hal yang lain.
...****************...
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, βΊοΈ terima kasih ππ»