JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
melahirkan


__ADS_3

Semenjak kejadian itu Humairah memilih menghindar,ia memilih untuk bekerja di rumah saja,ia membawa anyaman itu dan mengerjakan di rumah,bu Fatimah pun mengerti dan memaklumi Humairah, apa lagi saat ini ia sedang hamil besar,selain itu juga Humairah bisa tenang dan tidak lagi mendengar kan celotehan serta gosip-gosip para ibu-ibu itu.


"Eh..bu Fatimah, Humairah kok gak pernah kelihatan lagi selama 4 hari ini, apa dia sudah melahirkan?"tanya bu Ela.


"Belum bu,dia saya suruh mengerjakan anyaman nya di rumah nya saja, karena kasihan kalau dia harus bolak-balik ke sini, apa lagi sudah hamil besar"sahut bu Fatimah memberi tahu.


"Oh..begitu..Iya sih,kasihan juga kalau dia harus bolak-balik"sahut bu Fitri.


"Saya gak tega liat Humairah, sebentar lagi dia dekat melahirkan,tapi masih harus bekerja"ucap bu Ela.


"Kalau kasian ya di bantu,biar Humairah gak kerja lagi,dari pada cuma ngomong kasian,tapi gak berbuat apa-apa"sahut bu Fatimah.


"Ya..gimana mau bantu bu..! orang saya saja masih kekurangan"sahut bu Ela.


"Maka nya...mending lebih baik diam aja, sambil kerja dapat duit,dari pada ngoceh tapi ujung-ujungnya dapat dosa, karena ngomongin orang "sahut bu Fatimah menyindir,bu Ela hanya cengengesan saja mendengar nya.


"Kalau diam aja sepi dong bu..!gak rame jadi nya"ucap bu Ela.


"kalau mau rame,bakar aja bu nih rumah, pasti banyak yang datang"Sahut bu Fitri sambil tertawa.


"Huss...enak aja kalau ngomong,nih rumah...rumah siapa?main suruh bakar-bakar aja"protes ibu Fatimah kesal,bu Fitri pun langsung terkekeh mendengar nya.


"Ya rumah ibu Fatimah lah he..he"sahut bu Ela sambil tertawa.


*


*


*


Di rumah.


Humairah sedang asik menganyam, sambil di temani oleh anak dan suami nya, Bahri pun tak segan-segan ikut membantu Humairah menganyam,ia juga sering membantu Humairah membersihkan rumah, seperti mencuci piring dan ngepel lantai, walau pun sambil nyesot, karena kaki nya masih belum bisa berjalan.


"Mas bisa menganyam belajar dari mana?"tanya Humairah, yang melihat tangan Bahri dengan lihai nya menganyam, Bahri pun tersenyum mendengar nya.


"Mas belajar sama almarhumah nenek"sahut Bahri.

__ADS_1


"Sejak kapan?bukan nya mas sering sibuk kerja?"tanya Humairah.


"Iya,tapi kalau mas libur kerja dan ada kesempatan mas selalu membantu nenek menganyam,maka nya mas juga bisa menganyam"sahut Bahri memberi tahu.


Selama 4 hari ini, ternyata Humairah dan Bahri bisa menyelesaikan anyaman nya 3 hingga sampai 4 buah dalam sehari, Humairah pun merasa sangat senang,ia juga malah lebih bahagia bersama suami nya, di banding berkumpul bersama para ibu-ibu.


"Terima kasih ya mas, udah bantuin membuat anyaman nya"ucap Humairah senang.


"Iya dek, hanya ini yang bisa mas lakukan"sahut Bahri.


"Aagghh..."rintih Humairah merasa kesakitan dan memegangi perutnya.


"Dek,kamu kenapa..?"tanya Bahri merasa cemas.


"Sakit mas..!seperti nya saya mau melahirkan" sahut Humairah memberi tahu.


"Ya Allah, tunggu di sini dek, biar mas cari bantuan dulu"ucap Bahri, sambil ngesot-ngesot menuju pintu rumah untuk keluar, ketika sampai di depan pintu beruntung ada bu Fatimah sedang mengangkat jemuran.


"Bu..bu Fatimah..!"ucap Bahri panggil-panggil.


"Bahri..!ya Allah..ada apa nak Bahri?"tanya bu Fatimah, sambil berlari menghampiri Bahri, yang hampir saja terjatuh dari teras rumah.


"Ya Allah..ya tunggu nak Bahri, saya akan segera memanggil kan bidan"sahut bu Fatimah,lalu segera berlari pergi menuju rumah ibu bidan.


Tak lama bu Fatimah dan ibu bidan pun datang,lalu segera membantu Humairah.


"Ayo bu, sedikit lagi.. kepalanya sudah kelihatan"ucap bu bidan.


Humairah pun menarik dan menghembuskan nafas nya, lalu mengejan dengan sekuat tenaga.


"Ayo nak Humairah,kamu pasti kuat"ucap bu Fatimah menyemangati,ia juga ikut mendampingi Humairah untuk melahirkan,bu Fatimah sudah menganggap Humairah dan Bahri seperti anak nya sendiri.


Tak lama bayi nya pun akhirnya lahir, beruntung Humairah melahirkan dengan mudah dan selamat.


"Alhamdulillah..bayi nya perempuan nak Bahri"ucap bu bidan.


"Alhamdulillah ya Allah"sahut Bahri merasa sangat bahagia dan bersyukur.

__ADS_1


Bu bidan pun segera membersihkan bayi Humairah.


"Ya Allah... bagai mana caranya saya membayar persalinan Humairah, sedangkan simpanan dan tabungan saja saya tidak punya"batin Bahri kebingungan.


"Ini pak bayi nya, silahkan di adzan kan dulu"ucap bu bidan sambil menyerahkan bayi nya.


Bahri pun langsung menggendong dan mengadzan kan bayi nya, berlahan air mata nya pun menetes, ia merasa bahagia melihat kelahiran putri nya dan juga merasa sedih karena saat menyambut putri nya keadaan mereka sedang kesusahan dan tidak memiliki biaya.


"Nak, Ayah yakin Allah sudah mempersiapkan rezeki mu, dan akan mempermudah segala nya"batin Bahri sambil menatap putri kecil nya.


"Ayah,dede bayi nya lucu dan cantik,sama seperti Mei"ucap Mei sambil tersenyum bahagia.


"Iya,kan dede nya Mei, pasti cantik seperti Mei"sahut bu Fatimah sambil tersenyum.


"Sekarang Mei sudah punya Adik,jadi Mei harus menjaga adik dengan baik ya"ucap Bahri, Mei pun langsung mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Iya yah, Mei akan jaga dede nya dengan baik"sahut Mei.


"Karena tugas saya sudah selesai,maka saya pamit dulu ya bu,pak"ucap bu bidan hendak pulang.


"Terima kasih banyak bu bidan, karena sudah mau membantu istri saya melahirkan,dan berapa ya biaya persalinan nya?"ucap Bahri.


"Pak,saya tidak pernah meminta atau memasang patok berapa, yang jelas seikhlas dan semampu bapak dan ibu saja"sahut bu bidan sambil tersenyum ramah, Bahri pun terdiam mendengar nya,pasal nya ia sama sekali tidak memiliki uang sepeserpun untuk di beri kan ke pada ibu bidan itu, Humairah pun merasa sangat sedih dengan keadaan mereka, namun ia hanya bisa diam dan pasrah, sebenarnya di dapur ada Diana yang sudah tau dan mendengar tentang Humairah yang sudah melahirkan, namun ia memilih diam saja dan tidak mau keluar,ia takut jika kaka nya nanti akan berucap dan berhutang pada nya.


"Bu bidan,ini seikhlas kami, dan kami ucapkan banyak terima kasih bu "ucap bu Fatimah sambil menyerahkan satu juta rupiah kepada bu bidan, Bahri dan Humairah pun langsung terkejut melihat nya.


"Baik lah bu, kalau begitu saya permisi pamit, assalamu'alaikum"ucap bu bidan lalu segera pergi.


"Maaf bu Fatimah sa.."ucapan Bahri langsung di potong oleh bu Fatimah.


"Saya ikhlas membantu,dan tolong jangan di kembalikan,ini adalah rezeki anak kalian yang baru lahir"sahut bu Fatimah sambil tersenyum, Bahri dan Humairah pun langsung menangis mendengar nya, sungguh pertolongan Allah itu akan datang tepat pada waktunya.


"Alhamdulillah ya Allah,terima kasih banyak bu Fatimah,kami akan selalu mengingat semua kebaikan ibu,semoga Allah membalas kebaikan ibu dengan kebaikan yang berlipat ganda"ucap Bahri merasa sangat bersyukur dan bahagia.


"Aamiin ya Allah"sahut bu Fatimah sambil tersenyum bahagia.


...****************...

__ADS_1


Bersambung....


jangan lupa baca episode selanjutnya yaaa ☺️ kasih bintang dan tekan tombol favorit kalian buat author 🤗


__ADS_2