JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Bisa berjalan kembali dan dapat pekerjaan


__ADS_3

Setelah mengetahui Humairah sudah melahirkan,para ibu-ibu dan tetangga lain pun berdatangan untuk menjenguk Humairah dan bayi nya.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu sudah melahirkan dengan sehat dan selamat Humairah"ucap bu Fitri sambil tersenyum.


"Iya Humairah,kami semua kemaren sempet khawatir lho..dengan keadaan mu, takut terjadi apa-apa dengan kandungan mu, soal nya kan kamu sambil bekerja"ucap bu Ela ikut menyahut.


"Alhamdulillah saya tidak papa bu,dan saya bersyukur Allah memberikan saya kemudahan"sahut Humairah sambil tersenyum menanggapi nya.


"Iya, syukur lah..he..he..tapi setelah kamu melahirkan ini, apa kamu harus masih bekerja menganyam Humairah?soal nya kan suami mu..-"ucapan bu Ela terhenti ketika ia baru sadar ada Bahri yang duduk di depan nya,ia pun langsung tersenyum kecut dan menjadi salah tingkah, ia juga merasa tidak enak.


"Ehmm.. mulai lagi.."sahut bu Fatimah, sambil melirik jengah bu Ela.


"He..he..maaf, nih mulut kadang rada-rada suka kepleset"ucap bu Ela sambil cengengesan dan menepuk mulut nya.


"Tidak papa bu, setelah Humairah melahirkan,saya yang akan menggantikan menganyam"sahut Bahri sambil tersenyum,ia menganggap hal itu biasa saja dan tidak mau mengambil hati atas apa yang di ucapkan oleh bu Ela.


"Oh...jadi kamu bisa menganyam ya Bahri?" tanya bu Ela sambil membulat kan mata nya dan ternganga,ia merasa tidak percaya.


"Iya bu Ela, sebenarnya sebelum saya melahirkan, yang sering membantu saya menganyam adalah mas Bahri"sahut Humairah memberi tahu.


"Alhamdulillah,bisa sedikit-sedikit bu"sahut Bahri sambil tersenyum ramah.


"Oh.. saya pikir..-"ucapan bu Ela terhenti.


"Cuma diam di rumah,dan gak bisa kerja iya kan?"sahut bu Fatimah,bu Ela pun langsung tersenyum kecut mendengar nya.


"Maka nya bu,jangan menyangka dan menilai orang, hanya dari prasangka dan luar nya saja, tanpa tau dan melihat kebenaran nya"ucap bu Fatimah,ia sudah sangat merasa geram dengan sikap bu Ela, yang selalu suka bergosip dan ikut campur dengan urusan rumah tangga orang.


"He...he...ya maaf bu,kan saya gak tau...!saya juga denger nya dari orang-orang juga."sahut bu Ela cengengesan sambil mengangguk kepalanya.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu ya Humairah, selamat ya buat kelahiran anak nya, semoga putri nya menjadi anak yang sholehah aamiin"ucap bu Fitri mendo'a kan.


"Aamiin...terima kasih bu Fitri"sahut Humairah sambil tersenyum.


"Eh.. kalau begitu saya juga ikut pamit deh... soal nya mau masak di rumah"ucap bu Ela juga,ia tidak ingin terkena semprotan dari bu Fatimah lagi kalau lama-lama di sana.


"Iya bu Ela,terima kasih"sahut Humairah sambil tersenyum ramah.


Di jalan bu Ela dan bu Fitri sedang mengobrol.


"Eh bu Fitri...!saya dengar,si Diana habis melahirkan juga ya?"tanya bu Ela.


"Iya,kata nya sih seminggu yang lalu melahirkan nya"sahut bu Fitri.


"Oh... begitu,apa bu Fitri sudah ada menjenguk nya?"tanya bu Ela,bu Fitri menggeleng kan kepalanya.


"Belum,saya denger kabar nya dari bu Fatimah,dan sampai sekarang saya belum ada waktu untuk menjenguk nya,lagi pula pintu rumah nya juga selalu di tutup, jadi nya saya enggan mampir ke rumah nya"sahut bu Fitri memberi tahu.


"Saya saranin gak usah deh bu, jenguk orang yang kaya gitu"ucap bu Ela menyuruh.


"Memang kenapa bu?"tanya bu Fitri bingung.


"Si Diana itu bu,sudah orang nya sombong dan tidak tau menahu lagi dengan saudara nya,tadi aja pas kita lewat tuh orang gak kelihatan batang hidungnya,rumah nya juga di tutup rapat kan?eh..kalau saya sih bu, ogah jenguk orang kaya gitu."sahut bu Ela, sambil mencebik kan bibir nya.


"Iya sih benar juga, setiap kali ketemu saya di pasar, Diana juga tidak pernah menyapa atau pun tersenyum sama saya"sahut bu Fitri membenarkan.


"Maka nya bu,gak usah deh jenguk orang kaya gitu"ucap bu Ela.


"Ehm..lagi ghibahin siapa lagi nih?"tanya bu Fatimah yang tiba-tiba ada di belakang mereka.


"Eh.. copot..copot"ucap bu Ela kaget.


"Eh..bu Fatimah..he..he..gak ada kok bu,kita cuma ngobrol biasa saja,ya kan bu Fitri?"ucap bu Ela sambil tersenyum kecut,bu Fitri hanya tersenyum saja.


"Oiya...saya duluan ya bu Fatimah,bu Fitri, assalamu'alaikum "ucap bu Ela lalu segera pergi dengan terburu-buru.


"Wa'alaikum salam"sahut bu Fatimah dan bu Fitri.


"Huh...selamat...!untung saja cepat kabur, kalau enggak,bisa kena semprot dan ceramah panjang lagi sama bu Fatimah"gumam bu Ela, sambil berjalan cepat.

__ADS_1


*


*


*


Di rumah


Di dapur Humairah sedang mencari sesuatu yang bisa di masak dan di makan, karena ia merasa perut nya sangat lapar.


"Ya Allah,tidak ada lauk sama sekali di rumah"ucap Humairah merasa sedih, saat ini di rumah nya yang ada cuma hanya nasi putih saja.


Humairah pun menyendok nasi putih itu ke dalam piring, lalu menaburi nya dengan sedikit garam di atas nya.


"Alhamdulillah ya Allah, walau pun tak ada lauk,tetapi masih ada nasi yang bisa dimakan"ucap Humairah merasa bersyukur.


"Ka Humairah...!"panggil Diana yang datang dari pintu belakang,lalu segera masuk.


"Diana..!ada apa?"tanya Humaira sambil tersenyum.


"Tidak papa ka, Diana ke sini cuma mau ngambil gula yang Diana beli kemarin "sahut Diana sambil mengambil setengah kilo gula pasir yang sudah terbuka di dalam toples.


"Astaghfirullahal'azim"batin Humairah merasa terkejut mendengar nya.


"Kemaren kan ka Bahri bikin teh buat bu bidan,tapi ternyata gula nya habis, terus ka Bahri minta sama Diana deh,tapi pas Diana pulang, Diana lupa bawa pulang lagi gula nya...maka Diana ke sini mau ngambil"ucap Diana lagi dengan santainya, Humairah pun merasa sangat sedih mendengar nya.


"Ka Humairah sedang apa?"tanya Diana.


"Lagi mengambil nasi,buat makan"sahut Humairah.


"Oh.."sahut Diana cuma be oh, sambil melirik dua buah piring yang berisi nasi putih tanpa lauk.


"Ka, Diana pulang dulu ya,mau bikin teh"ucap Diana,lalu segera pergi meninggalkan Humairah.


"Astaghfirullahal'azim ya Allah.."gumam Humairah sambil menyentuh dada nya dan menangis, sungguh tega sekali Diana melakukan itu pada mereka, hanya setengah kilo gula saja dia ambil, dan cuek saja dengan kesusahan saudara nya, padahal saat ini dia sedang makan enak dan banyak buah-buahan di rumah nya.


"Mas,maaf ya,di dapur cuma ada nasi putih saja buat kita makan hari ini"ucap Humairah merasa sedih.


"Tidak papa mas,saya bersyukur masih ada yang bisa kita makan hari ini"sahut Humairah sambil tersenyum, Bahri pun merasa sangat bersyukur memiliki istri yang selalu sabar dan ikhlas.


"Yuk mas kita makan"ajak Humairah, Bahri pun mengangguk kan kepalanya.


"Ibu..!"panggil Mei yang baru bangun dari tidur nya.


"Eh..anak ibu sudah bangun, Mei mau makan?"tanya Humairah, Mei pun langsung mengangguk kan kepalanya lalu segera duduk di samping ibu nya.


"Aa..buka mulut nya "ucap Humairah hendak menyuapi anaknya.


"Ibu, kenapa nasi nya tidak ada lauk?"tanya Mei, sambil melihat nasi yang ada di piring, Humairah dan Bahri pun langsung terdiam mendengar nya.


"Mei sayang, maaf ya... karena ibu habis melahirkan jadi nya ibu tidak bisa ke pasar untuk membeli lauk"ucap Humairah memberi alasan agar anaknya tidak protes.


"Mei tidak papa kan,cuma makan nasi nya saja,tadi nasi nya juga sudah ibu kasih garam sedikit, biar terasa lebih enak"bujuk Humairah sambil tersenyum.


"Emm...nasi nya enak,ayah saja suka makan nya"ucap Bahri sambil memakan nasi itu, agar anaknya mau, Mei pun mengangguk kan kepalanya.


"Enak kan..!"ucap Bahri sambil mengusap kepala putri nya.


"Rasa nya asin yah"sahut Mei, Bahri dan Humairah pun langsung tertawa mendengar nya,lalu Mei mengambil dan meminum teh hangat yang ada di depan nya.


"Ibu, kenapa teh ini rasa nya tidak manis?"tanya Mei bingung, karena biasa teh yang ia minum rasanya manis.


"Ini namanya teh tawar nak, rasanya memang tidak manis"sahut Humairah.


"hari ini makanan yang ibu buat rasanya aneh dan tidak enak"ucap Mei mengeluh Bahri dan Humairah tersenyum mendengar nya.


"Mei sayang,enak atau pun tidak makanan yang kita makan, kita harus mensyukuri nya,dan tidak boleh mengeluh,itu agar Allah senang dan sayang pada kita" ucap Bahri menasehati putri nya.


"Maaf yah"ucap Mei, merasa bersalah.

__ADS_1


"Iya sayang, sekarang Mei habis kan makan nya ya"ucap Bahri, Mei pun mengangguk kan kepalanya,lalu segera memakan dan menghabiskan nasi nya.


"Anak pintar"ucap Bahri sambil tersenyum dan mengusap kepala anak nya.


Sebenar nya,melihat anak-anak dan istri nya menderita, dan makan pun sering hanya dengan garam dan teh tawar,hati Bahri begitu sakit,di tambah lagi ke tiga adik-adiknya tidak peduli dengan keadaan nya,mereka hanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing, Bahri begitu kecewa dan sedih,ia pun semakin bertekad dan berusaha keras untuk bisa sembuh dan berjalan lagi, agar ia bisa membahagiakan istri dan anak-anak nya.


Setiap hari Bahri selalu berlatih dan mencoba berdiri,rasa sakit yang ia rasakan ia tahan sekuat tenaga, berlahan ia gerakkan kan kedua kakinya, karena kegigihan dan semangat yang tinggi Bahri akhirnya bisa berjalan kembali, Humairah pun sangat bahagia dan langsung memeluk suaminya.


"Alhamdulillah ya Allah"ucap Bahri tak henti berulang-ulang kali mengucapkan syukur ke pada Allah sambil menangis, akhirnya dia bisa berjalan kembali, walau pun jalan nya tak selancar seperti dulu.


*


*


*


Sekarang bayi mereka sudah berusia 6 bulan, Bahri pun sudah berusaha untuk berkerja di mana-mana,mulai menjadi kuli panggul, buruh harian,kuli pasar, sampai buka warung makanan hingga warung kelontongan, semua nya sudah ia coba,tetapi Allah berkehendak lain, semua yang di lakukan Bahri tidak berhasil, hasil yang ia dapat hanya bisa cukup makan sehari-hari, hingga suatu hari Bahri pun bertekad untuk pergi ke kota Banjarmasin,dan ingin merubah nasib di sana,dan ketika ia sedang kecapean berjalan karena mencari pekerjaan,ia pun duduk di pinggir jalan dan tanpa sengaja ia bertemu dengan teman lamanya.


"Bahri...!kamu Bahri kan?"tanya seseorang menghampiri, Bahri pun langsung menoleh ke arah yang memanggil nya.


"Iya betul,saya Bahri"sahut Bahri sambil menatap orang itu.


"Seperti nya kenal..!tapi siapa ya?"batin Bahri bertanya-tanya.


"Ya ampun Bahri,lama sekali kita gak ketemu,kamu masih ingat saya gak?"ucap orang itu, Bahri pun mengerutkan alisnya sambil mengingat-ingat.


"Saya Fikri teman sekelas dan satu meja mu waktu SD"ucap Fikri mengingat kan.


"Astagfirullah...ya Allah,jadi kamu Fikri?lama sekali kita gak ketemu, apa kabar?"tanya Bahri, sambil memeluk temannya itu.


"Iya,alhamdulillah,kabar saya baik Bahri"sahut Fikri, sambil tersenyum.


"Kamu sedang apa Bahri di sini?"tanya Fikri.


"Saya sedang mencari pekerjaan Fik?"sahut Bahri memberi tahu.


"Kerja apa Bahri?"tanya Fikri lagi.


"Apa saja, yang penting halal, jadi kuli panggul, buruh,atau jaga toko juga gak papa"sahut Bahri sambil tersenyum, Fikri pun mengangguk-angguk kan kepalanya.


"Gimana kalau kamu,ikut saya jualan buah saja"ucap Fikri menawari, Bahri pun langsung bersemangat mendengar nya.


"Jualan buah apa Fik?"tanya Bahri penasaran.


"Buah durian,saya punya kebun durian dan sekarang sedang panen besar,jadi lagi membutuhkan orang, untuk mau menjual kan buah durian itu di pasar"sahut Fikri memberi tahu.


"Saya mau Fik"sahut Bahri sambil tersenyum.


"Alhamdulillah,jadi gini Bahri... saya tidak memberikan gajih pokok tiap bulan ke kamu,tetapi kamu akan mendapatkan uang dengan hasil berapa biji kamu menjual buah durian itu setiap hari, misalnya saya kasih kamu durian itu dengan harga 10 atau 15 ribu per biji,maka itu terserah kamu menjual nya dengan harga berapa,bisa kamu jual dengan harga 20 atau 25 ribu per biji,gimana apa kamu mengerti?"tanya Fikri, Bahri pun mengangguk kan kepalanya.


"Iya, saya mengerti Fik, terima kasih sudah memberi kan pekerjaan buat saya"ucap Bahri sambil tersenyum.


"Ya Bahri sama-sama, besok kamu datang langsung datang saja ke kebun saya ya"sahut Fikri sambil memberikan kartu nama nya pada Bahri.


"Di situ tertulis alamat lengkap menuju kebun saya "ucap Fikri sambil tersenyum.


"Ya Fik,sekali lagi terima kasih "ucap Bahri, sambil menjabat tangan Fikri.


"Kalau begitu, saya pulang dulu ya Bahri, assalamu'alaikum"ucap Fikri.


"Wa'alaikum salam..Iya Fik, hati-hati di jalan" sahut Bahri sambil tersenyum, Fikri pun mengangguk-angguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Alhamdulillah ya Allah, engkau telah memberi hamba mu ini kemudahan"ucap Bahri merasa sangat bersyukur.


"Aku harus segera memberi tahu Humairah kabar baik ini,dia pasti sangat senang mendengar nya"ucap Bahri sambil tersenyum lebar,ia merasa sangat senang,ia pun langsung segera mengambil handphone nya untuk menelpon istri nya yang ada di kampung.


...****************...


Bersambung dulu ya...☺️

__ADS_1


Jangan lupa mampir baca ya...terus kasih bintang dan tekan tombol favorit kalian buat author 🤗


__ADS_2