JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Kekacauan di kapal


__ADS_3

Praaang...!


Bunyi benda pecah,dan terdengar suara teriakan orang yang sedang beradu mulut, seluruh anak buah kapal terkejut mendengar nya.


"Mas,sudah membohongi saya lagi..!"teriak Nur sambil mengamuk.


"Membohongi apa..!aku tidak ada hubungan apa-apa dengan nya..!"elak Hadi.


"Tidak ada hubungan apa-apa..!lalu apa ini..? kalian sudah menikah bukan..?"ucap Nur sambil menunjukkan sebuah foto sepasang pengantin, foto Hadi bersama wanita lain sedang bersanding memakai baju pengantin.


Deg.


Hadi terkejut dan membelalak kan matanya.


"Dari mana kamu mendapatkan foto itu..?"tanya Hadi,lalu segera mengambil foto itu dengan kasar dari tangan Nur.


"Tidak penting,saya dapat dari mana, yang jelas ini adalah bukti,jika mas sudah membohongi saya lagi..!mas keterlaluan..!mas hajat..!"teriak Nur sambil melempar gelas ke arah Hadi, beruntung Hadi cepat menghindar,jika tidak.. pasti lah gelas itu akan langsung bersarang di kepalanya.


Nur mendapatkan foto itu,dari salah satu temannya yang menghadiri acara pernikahan itu, karena teman nya itu tau Hadi adalah suaminya Nur, dengan cepat dia mengambil foto itu dan mengirim kan nya kepada Nur, seketika Nur pun langsung murka dan mengamuk, kesabaran Nur langsung memuncak.


"Dek Nur,Ini tidak seperti yang kamu kira..! ini foto palsu"sahut Hadi mengelak dan membela diri.


"Palsu mas bilang..?saya sudah tidak percaya lagi pada mu mas..!mas sangat pandai berbohong sekarang,sudah sering mas membohongi saya"ucap Nur sambil melempar piring ke sembarang arah,kali ini Nur sudah hilang kesabarannya dan benar-benar mengamuk.


"Terserah jika kamu tidak percaya pada ku..!"sahut Hadi,lalu segera pergi meninggalkan Nur yang sedang mengamuk sambil menangis, Hadi lebih memilih menghindar dan mengamankan diri nya dari pada membujuk dan menenangkan istri nya.


Semua anak buah kapal, sangat terkejut dengan kejadian itu, mereka baru pertama kali melihat kekacauan di kapal itu.


Merasa suaminya pergi meninggalkan nya, Nur sangat kecewa,ia pun langsung masuk ke kamar dan tak lama,ia keluar dengan membawa tas besar di tangan nya dan pergi meninggalkan kapal itu,tinggal lah bekas kekacauan yang sudah Nur buat.


"Ya Allah...semua piring dan gelas habis di pecah kan"gumam Ucup sambil geleng-geleng kepala, melihat begitu banyak pecahan kaca gelas dan piring berserakan di lantai.


"Bagai mana ini cup..?siapa yang akan membereskan kekacauan ini..?"tanya Agung, kebingungan.


"Ya siapa lagi Gung...ya kita lah"sahut Ucup sambil menghela nafas nya dengan panjang, Agung dan Ucup pun segera membereskan dan mengumpulkan pecahan kaca itu dan membuangnya ke tempat sampah.


"Seandainya kak Bahri dan kak Humaira tau, mereka pasti sangat sedih melihat nya"ucap Ucup sambil menyapu lantai.


"Kalau kak Bahri dan kak Humairah ada,kapal ini tidak akan menjadi kacau seperti ini"sahut Agung,ia pun terlihat sedih melihat keadaan kapal sekarang.


"Lalu bagai mana nasib kita sekarang,jika tidak ada Bos Hadi dan istri nya, kapal ini akan di apa kan,besok siang kapal ini sudah harus di muat, kalau mereka tidak kembali, bagai mana kita bisa berangkat...?"tanya anak buah Bahri yang lain.

__ADS_1


"Kita tunggu saja dulu mereka sampai besok,jika mereka tidak kembali, dengan terpaksa kita harus segera memberi tahu kan hal ini kepada kak Bahri"sahut Agung, semua nya pun mengangguk dan setuju dengan saran Agung.


"Ya sudah,sebaiknya hal utama yang kita pikirkan kan lebih dulu, bagai mana cara nya kita bisa makan dan minum..!kalau semuanya piring dan gelas abis di pecah kan"ucap Ucup sambil menunjuk rak piring yang sudah kosong.


"Huh... untuk wajan dan panci tidak ikut di menjadi korban,jika tidak,bisa makan di warung kita semua hari ini..!"ucap yang lain sambil terkekeh.


"Kalau begitu,kamu ke pasar sekarang cup,beli piring dan gelas seperlunya saja,kali ini pakai uang ku saja"suruh Agung, sambil memberikan beberapa lembar uang miliknya, Ucup pun mengangguk kan kepalanya dan menyambut uang itu.


"Semoga saja setelah ini, tidak ada lagi yang memecahkan piring"ucap Ucup,lalu segera pergi ke pasar.


*


*


*


Di kampung.


"Assalamu'alaikum"ucap Nur yang sudah sampai di rumah Umi.


"Wa'alaikum salam.. Nur..!"sahut Umi sambil terkejut.


"Nur,ada apa nak..? kenapa kamu pulang ke kampung tidak memberi kabar pada Umi..?apa yang terjadi..?mana suami mu..?apa kamu datang sendiri..?"sederet pertanyaan di lontarkan Umi pada Nur.


Nur hanya terus menangis hingga puas di pelukan Umi nya.


"Ada apa Umi..?"tanya Yasir,adik laki-laki Nur, Umi menggeleng kan kepalanya tidak tahu.


Mereka pun menunggu Nur tenang terlebih dahulu, setelah Nur mulai tenang ia pun menceritakan semua nya pada Umi dan adik-adik nya, Umi dan yang lain pun terkejut mendengar nya, mereka tak menyangka jika Hadi kembali mengulangi hal yang sama dan menyakiti hati Nur lagi.


"Ini sudah tidak bisa di biar kan Umi,saya harus memberikan pelajaran buat kak Hadi..!" ucap Yasir murka.


"Jangan Yasir..!kamu jangan bertindak gegabah dan hanya akan memperkeruh keadaan..!"larang Umi sambil menangis.


"Tapi umi,ini sudah sangat kelewatan,jika kita diam saja,dia akan terus-menerus menyakiti hati kak Nur, waktu miskin dia masih ingat dengan anak dan istri nya, tetapi jika sudah mulai kaya dia melupakan segalanya "ucap Yasir geram dan hati nya terasa memanas.


"Umi mohon,kamu tenang dulu Yasir, jangan berbuat hal yang tidak-tidak "sahut Umi, Yasir pun langsung terdiam mendengar Umi mengucapkan kata mohon,ia tak sanggup melihat Umi dan kakak nya sedih.


"Sebaiknya kamu istirahat dulu nak"suruh Umi, sambil mengajak Nur ke kamar nya, Umi sangat sedih melihat keadaan putri sulungnya,baru saja Umi merasa kan kebahagiaan karena Humairah sudah sembuh, sekarang Umi harus bersedih kembali karena melihat keadaan Nur.


*

__ADS_1


*


*


Di Mekkah.


Setiap hari keadaan Humairah sudah semakin baik,ia kembali ceria dan bersemangat, Bahri pun merasa lega dan bahagia melihat nya.


"Mas, makanan Arab di sini, sangat enak-enak"ucap Humairah sambil memakan dengan lahap masakan khas dari Arab yang biasa di sebut nasi Samin.


"Apa kamu sangat menyukai nya..?"tanya Bahri, dengan cepat Humairah mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Suka banget..!dari nasi samin nya,kebab nya, nasi mandi nya dan saksukah nya juga saya suka"sahut Humairah, Bahri pun terkekeh mendengar nya.


"Kalau begitu,kita tinggal di Mekkah saja, jadi kamu bisa makan masakan Arab ini tiap hari.."ucap Bahri menawari sambil tersenyum.


"Boleh, saya mau mas,tapi anak-anak kita boyong ke mari"sahut Humairah sambil tersenyum, Bahri pun tertawa mendengar nya.


"Baiklah,akan mas pikir kan dulu, bagai mana cara nya membawa Mei dan Caca kemari" ucap Bahri, Humairah pun langsung terkejut mendengar nya, ia pikir suaminya hanya bercanda.


"Mas serius..?"tanya Humairah sambil membuat kan matanya lebar, Bahri pun langsung tertawa melihat nya.


"Ekspresi mu yang seperti ini, terlihat sangat menggemaskan sekali..!"ucap Bahri sambil mencubit gemas hidung istri nya.


"Ehmm.. apa kalian lupa,ada orang lain selain kalian berdua di sini..! kenapa kalian sibuk mengobrol berdua saja..? terlihat mesra pula" sungut Nilam, sambil cemberut, Bahri dan Humairah pun langsung terdiam, namun sedetik kemudian mereka bertiga langsung tertawa bersama.


"Maafkan kami kak Nilam"ucap Humairah.


"Tidak papa, tadi aku hanya bercanda, justru aku sangat bahagia melihat kalian seperti ini" sahut Nilam sambil tersenyum bahagia, mereka pun mengobrol dan bercanda bersama.


...****************...


Bersambung dulu ya...


Terima kasih buat kalian yang selalu memberikan dukungan dan semangat nya buat author 🤗


semoga rezeki kalian selalu lancar dan berkah ya...Aamiin 🤲🏻


Jangan lupa baca episode-episode selanjutnya,dan terus beri dukungan nya buat author 🙏🏻


See you 🥰

__ADS_1


__ADS_2