
Di kampung Humairah sangat gelisah, sampai sekarang ia belum mendapatkan kabar dari suaminya.
"Nak, istirahat lah dulu,sejak kemarin kamu kurang istirahat, Umi takut kamu sakit"ucap Umi,ia mengkuatirkan keadaan Humairah.
"Nenek benar bu, sebaiknya ibu istirahat,biar putri Caca yang jaga"sambung Caca.
"Tapi ibu ingin menunggu Ayah mu dan kakak mu pulang nak"sahut Humairah.
"Umi,apa menurut Umi,mas Bahri akan pulang bersama Mei..?"tanya Humairah, Umi dan Caca pun terdiam, mereka juga bingung apa kah Mei akan mau pulang.
"Umi,tinggal 4 hari lagi pernikahan Mei akan di laksanakan,dan besok tenda sudah mulai akan di pasang,Jika Mei tidak mau pulang, apa yang akan kita katakan pada semua orang Umi.."ucap Humairah cemas.
"Nak,kamu tidak usah memikirkan hal yang belum tentu terjadi, Umi yakin, Bahri akan pulang bersama Mei"sahut Umi, Caca pun ikut mengangguki nya.
"Benar kata nenek bu,kak Mei pasti akan pulang "sahut Caca,mencoba menghibur ibu nya.
"Humairah..!di luar ada para tetangga yang mampir dan mencari mu.."ucap Nur memberi tahu, Humairah terkejut sambil menoleh ke arah Umi nya, Umi pun mengangguk kan kepalanya.
"Tenang lah nak,biar Umi yang menemui mereka,kamu istirahat saja di kamar"suruh Umi, beliau sangat mengerti keadaan Humairah, saat ini lebih baik Humairah menghindar dari pada menemui para tetangga yang bukan nya memberi sport untuk nya, tetapi justru akan membuat putri nya akan semakin down, Umi pun segera keluar menemui para tetangga itu.
"Eh..ada bu Atut dan yang lain..!mari silahkan duduk"sapa Umi dengan ramah, mereka semua pun duduk.
"Ada apa bu ibu,kok rame-rame datang kemari..?"tanya Umi sambil tersenyum.
"Begini Umi Hajah,kita semua berencana ingin menyumbang dan bergotong royong membantu membuat kan camilan ringan untuk cuci mulut di acara pernikahan Mei dan Dimas nanti,maka nya kami semua datang kemari ingin menanyakan hal ini pada Bu Humairah,apa bu Humairah tidak keberatan"ucap bu Atut mewakili para ibu-ibu bicara.
"Alhamdulillah..terima kasih atas dukungan dan bantuan nya dari para ibu-ibu, silahkan jika kalian ingin membantu,kami sangat senang jika kalian dengan ikhlas dan senang hati mau membantu kami, semoga rezki kalian di balas dengan berlipat ganda oleh Allah "ucap Umi sambil tersenyum ramah, Umi merasa senang dan bersyukur para tetangga nya masih mau membantu keluarga nya, mereka semua pun merasa senang dan mengaminkan secara bersamaan.
__ADS_1
"Ngomong -ngomong,di mana bu Humairah, dari kemaren tidak kelihatan Umi Hajah..?"tanya bu Atut, sambil melirik ke arah dalam rumah.
"Humairah nya lagi istirahat bu, karena lagi kurang enak badan"sahut Umi sambil tersenyum.
"Ooo... pasti bu Humairah sangat kerepotan dan kelelahan untuk mempersiapkan acara pernikahan Mei"ucap bu Atut.
"Ya.. begitulah bu Atut, namanya juga pernikahan anak pertama "sahut Umi sambil tersenyum.
"Beruntung si Mei bisa kawin sama si Dimas, secara kan si Dimas anak orang kaya,terus anak laki-laki satu-satunya pula, pasti semua hartanya akan di limpah kan pada Dimas,si Mei akan mendapatkan enak nya aja lagi,pintar juga ya si Mei menggaet si Dimas"cerocor bu Atut tanpa filter,Umi pun menghela nafas nya, menahan gejolak emosi yang ada di hatinya,ia berusaha tenang walau pun telinga nya memanas mendengar kata-kata dari bu Atut yang terkesan memojokkan cucu nya.
"Nama nya juga jodoh bu,setau saya..kak Mei tidak pernah berusaha menggaet kak Dimas, justru kak Dimas nya lah yang selalu mengejar-ngejar kak Mei, dan kami juga tidak tau,jika kak Dimas itu orang kaya karena kami hanya sekedar kenal di warung saja"sahut Caca yang tiba-tiba datang.
"Oh.. begitu ya..?tapi kenapa pernikahan nya terkesan cepat sekali ya..? hanya satu bulan setelah lamaran,apa si Mei sudah tekdong duluan..?"tanya bu Atut.
"Pernikahan kak Mei murni atas dasar kesepakatan kedua belah pihak,tidak ada kecelakaan,kenapa pernikahan dan lamaran nya hanya berjarak satu bulan,itu karena agar mereka terhindar dari perbuatan dosa dan juga fitnah dari para tetangga yang suka sekali kepo urusan orang lain"sahut Caca yang terdengar menohok.
"Maaf bu Atut,bukan kah tadi bu Atut sendiri yang telah menuduh dan menyinggung keluarga saya..?dan saya akan sopan jika orang itu juga sopan dengan keluarga saya"sahut Caca tegas.
"Aduh... Caca, siapa yang tidak sopan..?kamu nya saja yang terlalu perasa dan selalu curiga,jika kelakuan kamu seperti ini, tidak akan ada orang yang mau dengan mu, bisa-bisa kamu akan jadi bujang lapuk nantinya"ucap bu Atut menyinggung, Caca pun menghela nafasnya dengan kasar, ingin rasanya Caca mengambil sendal jepit nya dan langsung menepuk kan nya ke mulut bu Atut yang bicaranya sangat lancang itu.
"Bu Atut,Ada tiga hal yang tidak bisa kita ketahui,Jodoh, Rizki dan maut, semua itu sudah di tentukan oleh Allah, kita manusia tidak bisa menentukannya"sahut Caca,bu Atut pun langsung terdiam mendengar nya.
"Maaf bu ibu,jika tidak ada keperluan lain lagi,kami permisi masuk ke dalam, karena masih banyak yang harus kami kerjakan dan persiapkan untuk acara pernikahan kak Mei"ucap Caca mengusir mereka secara halus,caca sudah sangat geram pada tetangga yang selalu saja suka bergosip dan menggunjing orang lain.
"Baiklah umi Hajah, kalau begitu kami semua pamit permisi pulang dulu, assalamu'alaikum" ucap bu Atut dan yang lain, mereka semua pun segera pergi dari rumah Umi.
"Caca cucuku... tidak baik bicara seperti itu pada yang lebih tua nak"tegur Umi lembut.
__ADS_1
"Maaf nek,tapi Caca sudah tidak tahan lagi mendengar mereka selalu saja sibuk menggunjing dan mencari kesalahan juga kekurangan Ayah dan ibu, Caca masih akan diam jika mereka hanya menggunjing orang lain, tetapi Caca tak akan bisa diam jika mereka menyakiti hati ibu dan Ayah"sahut Caca, Umi pun menghela nafasnya,ia sangat tau jika cucu nya yang satu ini memang sangat berbeda, Caca memiliki sifat yang keras kepala namun dalam hal membela kebenaran,Caca memang anak yang pendiam,namun ia tak akan tinggal diam jika melihat keluarga nya di sakiti.
"Bagus Caca..!julak Nur tak menyangka,jika kamu bisa seberani itu, julak bangga pada mu, kalau perlu.. julak bantu buat jahit tuh mulut nya si bu Atut yang rombeng,biar gak bisa menggunjing orang lagi.."bela Nur yang sejak tadi menguping di balik tembok, Caca dan Nur pun tertawa bersama, sedang kan umi hanya bisa geleng-geleng kepala saja mendengar nya, lalu pergi masuk ke dalam meninggalkan mereka berdua.
"Dasar si Caca itu,berani sekali dia mengusir kita..!seperti nya tuh anak kurang mendapat didikan yang baik dari orang tua nya, lagak dan bicara nya seolah-olah sudah seperti ustadzah saja"omel bu Atut sambil berjalan bersama ibu-ibu yang lain.
"Iya bu Atut,si Caca itu dari kecil,memang sudah kelihatan berbeda dari kakak nya" Sahut yang lain.
"Aku sumpahin tuh anak nanti nya bakal jadi bujang lapuk"ucap bu Atut kesal.
"Eh..bu Atut, hati-hati kalau nyumpahin orang...!kata ustadz,jika kita nyumpahin orang baik,maka sumpah kita itu akan berbalik pada diri kita sendiri"ucap temannya mengingatkan.
"Aku yakin sumpah aku gak akan mentul,tuh anak pasti tidak baik, bukti nya.. tadi saja sudah berani sama orang yang lebih tua"sahut bu Atut tak ingin kalah.
"Ya sudah lah,kita lihat saja nanti,jika si Caca kawin, berarti sumpah bu Atut mentul"sahut yang lain,bu Atut pun mendengus kesal.
(Rasanya author juga ikut geram dengan kelakuan tetangga seperti bu Atut, ingin rasanya author kasih lem tembak tuh mulut nya,biar gak bisa koar-koar lagi π )
Besok bab pernikahan Mei, ayo yang mau ikut hadir ke acaranya pernikahan nya Mei dan Dimas,persiapkan baju terbaik kalian ya...π
...****************...
Bersambung...
Jangan lupa kasih dukungan nya ya buat author biar makin semangat nulis nya βΊοΈ
Terima kasih ππ»
__ADS_1