JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Nenek Idah jatuh sakit


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Bahri sarapan pagi bersama keluarga baru, Bahri merasa ia memiliki kembali seorang ayah dan ibu,kyai dan umi sangat baik dan lemah lembut pada nya, mereka tidak membeda-bedakan Bahri dengan anak-anak mereka.


"Makan lah yang banyak nak"ucap kyai.


"Inggih bah"sahut Bahri masih merasa malu-malu.


"Tambah nak?"Tanya umi menawari.


"Terima kasih umi, seperti nya perut saya sudah terasa penuh,semua makanan ini terasa sangat enak, sampai-sampai saya nambah sudah 2 kali"sahut Bahri sambil mengusap perut, kyai,umi dan yang lain pun tertawa mendengar nya.


"Alhamdulillah... apa kamu tau siapa yang memasak makanan ini?"tanya kyai sambil tersenyum menatap Bahri, Bahri pun kebingungan menjawab nya,pasal nya ia tidak tau masakan siapa itu, akhirnya Bahri pun memutuskan untuk menggeleng-geleng kan kepalanya saja.


"Ini semua adalah masakan istri mu nak"jawab kyai, Humairah pun menunduk dan tersipu malu.


"Masya Allah..."ucap Bahri, sambil menoleh dan menatap istrinya sambil tersenyum.


"Alhamdulillah ya Allah,selain Sholehah ternyata istri ku juga pintar masak,dan masakan ini sangat enak sama seperti masakan nenek"batin Bahri merasa sangat bersyukur dan bahagia.


"Abah, setelah ini saya ijin membawa Humairah ke rumah, karena nenek ingin sekali bertemu dengan cucu menantu nya"ucap Bahri meminta ijin, kyai pun tersenyum mendengar nya.


"Nak,kamu tak perlu meminta ijin kepada Abah,untuk membawa istri mu sendiri, itu semua sudah menjadi hak mu,"sahut kyai.


"Terima kasih bah"ucap Bahri, sambil tersenyum bahagia.


setelah selesai sarapan, mereka pun segera pergi ke rumah untuk bertemu nenek Idah.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam"sahut nenek Idah, ketika ia keluar ia terkejut melihat kedatangan cucu mantu nya.


"Alhamdulillah...ada cucu mantu nenek,mari sini nak masuk"ajak nenek Idah gembira, sambil memeluk Humairah, Humairah pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum lebar dan menyalimi tangan nenek Idah.


"Diana..! Diana..!"panggil nenek Idah.


"Iya nek"sahut Diana langsung ke luar dari kamar nya.

__ADS_1


"Eh...ada Kaka dan kaka ipar.. kapan datang ka?"tanya Diana sambil tersenyum ramah lalu menyalimi kaka nya dan Humairah.


"Baru saja"sahut Bahri sambil tersenyum.


"Ini nek,ada titipan dari umi"ucap Humairah sambil menyerahkan sebuah rantang makanan.


"Masya Allah, kenapa repot-repot nak, terimakasih ya"ucap nenek Idah merasa tidak enak, Humairah pun tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya.


"Kalian akan menginap di sini kan?"tanya nenek Idah mengharap, Bahri pun menoleh ke istri nya mencari jawaban, Humairah yang mengerti pun langsung tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya, Bahri pun merasa sangat senang dengan keputusan istri nya.


"Alhamdulillah, ternyata istri ku sangat pengertian dengan perasaan nenek"batin Bahri merasa bersyukur sambil tersenyum.


"Iya nek"sahut Humairah.


"Alhamdulillah, tunggu biar nenek ganti kan spray nya dulu"ucap nenek Idah,lalu hendak berdiri, Humairah pun langsung memegang tangan nenek Idah.


"Tidak usah nek, nanti biar saya saja yang ganti sendiri, nenek duduk saja di sini,biar kita ngobrol-ngobrol dulu"ucap Humairah menahan nenek Idah agar tidak bekerja beres-beres, nenek Idah pun mengangguk dan tersenyum menatap cucu menantu nya yang sangat lemah lembut.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"Nenek sedang masak?sini saya bantu nek"ucap Humairah.


"Ya Allah,tidak perlu nak,biar nenek saja yang kerjakan,kamu diam saja di sini"sahut nenek Idah merasa tidak enak, masa anak seorang kyai harus di suruh memasak di rumah mertua nya.


"Tidak apa-apa nek,saya sudah terbiasa memasak di rumah,jadi kalau hanya diam saja,rasa nya saya tidak enak"sahut Humairah, sambil tersenyum lembut.


Mereka pun memasak bersama sambil asik mengobrol.


"Biasa Diana lah yang membantu nenek memasak,tapi karena dia baru habis melahirkan lagi,jadi nenek sendiri deh yang masak"ucap nenek Idah, sambil terkekeh.


"Sekarang kan ada saya,jadi biar saya saja yang memasak nek"sahut Humairah sambil tersenyum.


"Oya nek, apa makanan kesukaan mas Bahri?" tanya Humairah penasaran.


"Suami mu itu,paling suka makan sop ayam dan burung belibis goreng"sahut nenek Idah memberi tahu.

__ADS_1


Mereka pun memasak berbagai macam menu,dan siap di sajikan di meja makan, mereka pun berkumpul bersama dan menyantap makanan yang di masak oleh nenek Idah dan Humairah.


Sore hari nenek Idah terlihat sangat pucat, dan terbaring lemas di kasur nya, Humairah yang dari tadi tak melihat nenek pun segera mencari keberadaan nenek Idah.


"Nenek... apa nenek sedang tidur?"tanya Humairah,nenek Idah pun tersenyum.


"Masuk lah cucuku"ucap nenek Idah, Humairah pun masuk ke kamar dan mendekati nenek Idah lalu menyentuh tangan nya, Humairah terkejut karena merasakan tangan nenek Idah terasa sangat hangat.


"Nenek.. apa nenek sakit?"tanya Humairah dan segera menyentuh jidat nenek Idah dengan punggung tangan nya, bertapa terkejut nya ia, karena suhu tubuh nenek Idah sangat lah panas.


"Astaghfirullah..!nenek.. badan nya panas sekali"ucap Humairah,ia segera keluar dan memanggil suaminya lalu memberi tahu kan bahwa nenek sedang sakit, Bahri yang mendengar nya pun langsung segera menemui nenek nya.


"Nenek..ya Allah..!nenek demam"ucap Bahri sambil menyentuh jidat nenek nya,ia pun dengan segera membawa nenek nya ke poskesmas terdekat.


Nenek Idah pun segera di rawat dan di tangani oleh dokter, melihat nenek nya yang sakit dan terkulai lemas, Bahri pun tak sanggup melihat nya, hati nya begitu sedih, berlahan ia raih tangan nenek nya yang sudah berusia sekitar 80 tahun lebih itu,air mata Bahri pun menetes,ia cium tangan itu dengan penuh kasih sayang.


"Bahri... nenek tidak papa"ucap nenek Idah yang masih bisa menyungging kan senyuman nya walau pun sedikit, nenek Idah mencoba menenangkan cucu nya agar tak bersedih dan khawatir.


"Nenek harus lebih banyak istirahat, jangan terlalu capek"ucap Bahri,nenek Idah pun mengangguk pelan.


"Cuma nenek yang Bahri punya,Bahri tidak sanggup melihat nenek sakit seperti ini,"ucap Bahri lagi, terlihat begitu sedih.


Humairah pun menyentuh dan mengusap pundak suami nya, untuk memberi kan semangat dan dukungan nya,ia juga ikut sedih melihat suaminya bersedih.


...****************...


Bersambung...


Kita do'akan nenek Idah semoga cepat sembuh ya.


Buat teman-teman jangan lupa baca episode-episode selanjutnya yaa ☺️


Dan kasih semangat nya buat author, like komen, vote dan hadiah nya jangan lupa 🥰


Terima kasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2