JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Melihat maling


__ADS_3

Kecemasan Humairah semakin memuncak ketika ia terbangun dari tidurnya,ia masih belum mendapati suaminya pulang.


"Jam berapa ini..?"gumam Humairah,ia bangun dan duduk sambil mengucek-ngucek mata nya lalu melihat jam yang ada di layar handphone nya.


"Astaghfirullahal'azim,sudah jam 10 malam..!aku ketiduran dan belum sholat isya"ucap Humairah terkejut dan langsung berdiri, lalu ia menoleh ke seisi kamar tak ada tanda-tanda suami nya pulang.


"Mas Bahri kenapa belum pulang juga..?di mana mas Bahri sekarang..?"gumam Humairah merasa semakin cemas, ia pun meraih handphone nya kembali dan mencoba menghubungi suaminya lagi.


"Kenapa handphone nya mas Bahri kasih tidak aktif..?"batin Humairah,ia merasa semakin tidak tenang dan menghawatirkan suaminya.


Humairah pun memutuskan untuk mengerjakan sholat isya, berlahan ia melangkah kan kaki nya dan berjalan pelan,kerena perut nya sudah semakin membuncit,ia pun sudah kesusahan untuk berjalan cepat, ketika Humairah sudah selesai mengambil air wudhu ia pun segera kembali ke kamar nya, namun ketika ia hendak masuk ke kamar.


Sheetttt...!


Sepintas Humairah melihat ada seseorang dari kegelapan dengan cepat melintas dan langsung menghilang begitu saja.


Glukkk..!


Humairah menelan ludah nya dengan kasar.


"Si.. siapa..itu..?"tanya Humairah terbata-bata,sambil menatap ke arah bagian mesin kapal yang tampak gelap itu,namun tak ada sahutan.


"Ucup..! apa itu kamu..?"tanya Humairah lagi.


"Emm.."sahut seseorang, Humairah pun menghembuskan nafasnya lega, sambil mengusap dadanya yang tadi terasa dak dik duk.


"Oh kamu cup...!Oiya cup,nanti kamu buang air mesin kapal ya, tadi saya lihat sudah penuh"suruh Humairah.


"Emm.."sahut nya lagi, Humairah pun menyeritkan alis nya bingung.

__ADS_1


"Aneh... kenapa si Ucup nyahut nya cuma emm,biasa dia langsung jawab iya kak..!atau baik kak..!ah..sudah lah.. mungkin si Ucup lagi ngantuk,maka nya dia cuma nyahut begitu"batin Humairah,lalu ia pun segera masuk ke kamar nya dan langsung mengerjakan sholat isya, selesai sholat ia pun berzikir untuk menenangkan hati dan perasaan nya lalu berdo'a.


"Ya Allah...lindungilah suamiku dari segala marabahaya dan fitnah,mudahkan lah segala urusannya dan pekerjaan nya, Ya Allah... jauhkan lah suamiku dari perbuatan zinah atau pun zalim, Ya Allah jadikan lah keluargaku menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah.. Amiin.. Amiin.. ya robbal 'alamin"ucap Humairah berdo'a dengan khusyuk.


Setelah lama berzikir dan berdo'a, Humairah pun tersadar, sejak tadi ia tak mendengar suara mesin pompa air di hidupkan.


"Kenapa mesin pompa air belum di hidupkan Ucup..?apa Ucup nya lupa..?atau jangan-jangan si Ucup ketiduran lagi"gumam Humairah merasa aneh,lalu Humairah segera melepas mukena yang ia kenakan dan segera keluar untuk memeriksa si Ucup,ia pun membawa sebuah sinter untuk meneranginya berjalan ke arah bagian mesin, karena jika malam keadaan kapal sangat gelap,cuma bagian kamar, dapur dan depan kapal saja yang di beri penerangan.


Sesampai nya di sana Humairah terkejut kerena ia tidak mendapati si Ucup di sana.


"Kemana si Ucup..?"batin Humairah, merasa bingung,ia pun teringat dengan suara sahutan tadi yang hanya menyahut dengan emm, seketika Humairah langsung membelalakkan matanya,ia baru sadar suara itu berbeda dengan suara si Ucup.


Bruk..! suara bunyi benda terbentur dari arah belakang kapal.


"Bunyi apa itu .?apa ada orang di belakang kapal..?"batin Humairah,ia pun berlahan melangkahkan kaki nya menuju belakang kapal, Humairah pun langsung menyenter ke setiap sudut bagian belakang kapal,namun ia tak melihat apa pun di sana,namun ketika Humairah hendak berbalik.


Akh..! teriak Humairah terkejut melihat seseorang yang berpakaian serba hitam, dengan wajah dan tatapan yang dingin,tepat berada di belakang nya,lelaki itu langsung membungkam mulut Humairah, yang lebih membuat Humairah terkejut lagi, ternyata orang itu menodong kan sebuah pisau di perut nya.


"Si..si.siapa kamu..?"tanya Humairah dengan suara pelan sangat ketakutan,sambil memegangi perutnya yang besar, laki-laki itu menatap perut buncit Humairah.


"Tadi nya kami ingin malingin kapal kamu,tetapi karena kamu terbangun,maka aksi kami terhenti dan gagal"sahut nya sambil menatap tajam Humairah, Humairah pun menatap ke bawah kapal, ternyata di sana ada sebuah perahu dan tiga orang teman nya yang berpakaian sama menunggu di sana.


"Ya Allah... ternyata mereka semua maling, tolong kami ya Allah"batin Humairah menjerit ketakutan sambil berdo'a.


"To.. tolong jangan sakiti saya dan anak saya,saya janji tidak akan berteriak"sahut Humairah pelan, sambil menangis dan bergetar ketakutan,ia pun sudah merasa lemas dan berkeringat dingin saking takut nya, maling itu pun merasa kasian pada Humairah, apa lagi Humairah saat ini sedang mengandung.


"Kami tidak akan menyakiti mu dan bayi yang ada di kandungan mu,kami juga tidak jadi mencuri di kapal mu"ucap maling itu, Humairah pun merasa lega mendengar nya.


"Tapi..kami akan berpindah mencuri ke kapal sebelah..dan satu lagi,karena kamu sudah melihat wajah kami,jadi kami minta kamu harus tutup mulut dan tidak memberitahu kan ke pada siapa pun tentang wajah dan ciri-ciri kami,jika sampai kamu memberitahu kan nya,maka kami akan datang untuk membunuh mu dan membunuh semua keluarga mu, ingat itu"ucap maling itu mengancam.

__ADS_1


Glukkk..! Humairah menelan ludah nya dengan kasar,sambil mengangguk kan kepalanya paham.


"I..iya.. saya janji"sahut Humairah sambil menangis.


"Bagus"ucap maling itu,ia pun pergi meninggalkan Humairah dan langsung melompat ke dalam perahunya dan mereka pun langsung mendayung kan perahunya ke arah kapal sebelah, Humairah pun merasa bersyukur dan lega akhirnya ia selamat dari maut.


"Ya Allah, ampuni lah hamba yang tidak bisa menolong orang lain,karena hamba ingin menyelamatkan diri hamba dan anak yang ada di kandungan hamba"batin Humairah merasa sedih, Humairah saat ini hanya bisa diam dan tutup mulut,rasa takut nya pun masih terasa, tubuh nya bergetar dan kaki nya lemas,ia pun duduk sambil melihat para maling itu sedang beraksi.


Ternyata para maling itu berbagi tugas,dua orang naik ke kapal dan dua orang menunggu di perahu,tak lama Humairah melihat dua orang itu keluar membawa beberapa barang curian nya dan memberikan nya ke pada teman nya yang menunggu di bawah,lalu mereka segera pergi dari kapal itu.


Humairah masih saja terduduk di belakang kapal sambil menangis, tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh pundak nya.


Deg!


Humairah kembali terkejut lagi, tubuh nya pun bergetar dengan hebat,ia merasa shock.


...****************...


Bersambung dulu ya...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian 🤗 terima kasih 🙏🏻


Oya... jangan lupa mampir juga ya di karya novel author yang lain nya berjudul.


(3Hati) Cinta Tak Pernah Salah)


(Cinta yang tulus dari sang ustadz)


Insya Allah cerita nya juga gak kalah seru...

__ADS_1




__ADS_2