
Di saat Bahri sedang asik berjualan,ada seorang pria muda menghampiri nya.
"Om durian nya kena berapa nih?"ucap seorang pria muda menghampiri lapak jualan Bahri.
"Kena 25 ribu yang besar, dan 20 ribu yang kecil" sahut Bahri sambil tersenyum ramah.
"Kalau saya ambil sistem banyak kena berapa kira-kira om?"tanya pria itu lagi, Bahri pun terkejut mendengar nya.
"Kamu mau ngambil berapa biji? kalau 5 atau 10 biji bisa saya kasih harga lebih murah"sahut Bahri.
"Durian yang om jual ini,ada berapa biji semuanya?"tanya nya lagi, Bahri mengerutkan alisnya, ia merasa heran dengan pria itu, namun Bahri mencoba masih berpikir positif dan menjawab nya dengan sopan.
"Sekitar 200 biji"jawab Bahri.
"Kalau saya ambil semua kena harga berapa om?"tanya pria itu, Bahri pun semakin terkejut mendengar nya.
"Kalau kamu ambil semua nya, saya kasih rata dengan harga 20 ribu perbiji,20 di kali 200 biji berarti 4 juta semuanya"sahut Bahri.
"Ok om, saya ambil semua nya"ucap pria itu.
"Kamu serius..?"tanya Bahri merasa tidak percaya.
"Iya, saya serius om,soal nya buah durian ini,akan saya bawa ke kota lain dan akan saya jual di sana"sahut pria itu sambil tersenyum
Bahri bukan nya senang, ia justru merasa kan ada sesuatu yang janggal dan mencurigakan dengan pria itu,entah kenapa hati merasa berat dan tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh pria itu, namun Bahri berusaha untuk berfikir positif dan tidak berburuk sangka dulu.
"Baik lah,lalu dengan apa kamu membawa semua durian ini?"tanya Bahri.
"Saya akan menghubungi teman saya untuk membawa mobil pick up nya kesini,dan mengangkut semua durian nya,juga sekaligus membawakan uang nya,kerana saya lagi tidak bawa uang kes"sahut pria itu memberi tahu, Bahri pun mengangguk kan kepalanya.
"Ya Allah, entah kenapa hati ini merasa tidak percaya dengan orang ini"batin Bahri bergumam.
Pria itu pun segera menghubungi teman nya, dan menyuruh temannya itu membawa uang sebesar 4 juta,ia sengaja bicara agak keras agar Bahri mendengar dan percaya pada nya, ia berusaha untuk meyakinkan Bahri, setelah itu sambil menunggu,ia duduk di dekat Bahri, sambil mengajak Bahri bicara, agar lebih akrab.
"Siapa nama mu,dan tinggal di mana?"tanya Bahri.
__ADS_1
"Nama saya Budi om,saya tinggal di jalan pasar lama dekat mesjid Al karomah"sahut nya memberi tahu.
"Kemana kamu akan membawa durian ini semua?"tanya Bahri lagi.
"Ke Kalteng om"sahut nya,ketika mereka sedang asik mengobrol, mobil pick up yang mereka tunggu akhirnya datang.
"Hai...bro..!"sapa teman nya yang turun dari mobil pick up itu, sambil menghampiri Budi dan Bahri.
"Kok baru sampai? padahal udah di tunggu-tunggu sejak tadi...!gak enak tau sama om"protes Budi sambil mengeluh pada temannya.
"Sorry...tadi sempat BAB dulu,soal nya sejak tadi sakit perut"sahut teman nya Budi.
"Mana nih uang yang ku pinta?"tanya Budi menagih, temannya pun mengambil uang itu ke kantong celana nya,dan mengeluarkan uang sebanyak 4 juta,lalu menyerahkan uang itu ke pada Budi, melihat uang itu Bahri pun menjadi yakin.
"Ya Allah,ampuni hamba mu ini, karena sudah sempat berburuk sangka pada orang lain"batin Bahri merasa bersalah,namun ketika Bahri tunggu-tunggu uang itu belum juga di berikan kepada nya, Bahri pun masih mencoba berbaik sangka lagi, mungkin setelah selesai memindahkan durian itu,baru uang itu akan di berikan pada nya.
Mereka pun langsung memindah kan semua buah durian itu ke dalam mobil pick up,di bantu juga oleh Bahri, semua durian itu pun hampir habis di pindah kan.
"Aduh...!"rintih Budi, sambil memegangi perutnya.
"Perut saya sakit om, seperti nya mau buang hajat nih..!di mana ya toilet terdekat sekitar sini?"ucap Budi sambil memegangi perutnya.
"Di ujung sana ada toilet"jawab Bahri memberi tahu,sambil menunjuk ke arah toilet itu berada.
"Saya ke toilet dulu ya om, nanti kalau sudah selesai, durian nya bawa saja duluan"ucap Budi sambil menyuruh teman nya,lalu segera pergi berlari menuju ke arah toilet itu, Bahri pun mengerutkan alisnya heran dan merasa janggal dengan ucapan Budi tadi, setelah semua durian itu selesai di pindah kan, Budi pun belum juga datang.
"Om,saya bawa duluan ya durian nya, nanti urusan nya sama si Budi,uang nya juga sudah saya kasih sama si Budi"ucap temannya Budi.
"Tunggu dulu sampai Budi datang"ucap Bahri mencoba menahan.
"Tapi om, saya cuma di tugas kan untuk membawa durian nya saja,om tenang saja, sebentar lagi si Budi pasti datang"ucap temannya Budi mencoba meyakin kan Bahri.
"Tapi kalau tidak bagai mana?"tanya Bahri.
"Begini saja,biar kita datangin saja Budi nya ke sana,agar om percaya"ucap temannya Budi mengajak, Bahri pun mengangguk kan kepalanya,lalu segera mengikuti teman nya Budi menuju toilet.
__ADS_1
"Budi..kamu masih di dalam?"tanya teman nya sambil teriak.
"Iya, sebentar lagi selesai..!,masih sakit perut nih"sahut Budi di dalam toilet.
"Tuh om, masih di dalam kan..!tunggu saja orang nya om, saya mau jalan dulu, soal nya habis ini ada carteran pic kup lagi"ucap temannya Budi meyakinkan, Bahri pun mengangguk kan kepalanya, sambil menunggu Budi selesai.
Namun sebelum mobil pick up itu jalan, Bahri pun memperhatikan mobil itu dan mengingat nomor KT nya.
Setelah beberapa menit menunggu, Bahri merasakan hal yang tidak beres, Karena sejak tadi tidak ada pergerakan atau pun tanda-tanda orang yang berada di dalam toilet itu, Bahri pun mendekati toilet itu lalu menggedor-gedor pintu nya.
"Budi..! apa kamu masih di dalam? ucap Bahri memanggil-manggil,namun tak ada jawaban dari dalam.
"Budi...! Budi...!" panggil Bahri lagi sambil membuka pintu toilet itu, ternyata tidak ada orang sama sekali,entah sejak kapan si Budi itu bisa keluar dan pergi dari sana,Bahri pun merasa terkejut dan sangat panik.
"Bahri..!kamu mencari orang yang di toilet tadi? tanya ibu warung yang berjualan di dekat Bahri, Bahri pun dengan cepat mengangguk kan kepalanya.
"Benar bu..! apa ibu melihat nya..?"tanya Bahri.
"Iya Bahri,saya melihat nya lari-lari ke arah sana, gerak-gerik nya saya perhatikan sangat mencurigakan,masa dia keluar dari atap toilet dan loncat ke belakang"sahut ibu warung itu, menjelaskan, karena ia yang sudah menyaksikan kejadian itu.
"Terima kasih bu, saya harus mencari nya sekarang juga, karena orang itu sudah menipu saya"ucap Bahri memberi tahu.
"Ya Allah, kasian sekali si Bahri, pada hal dia orang baik, tapi masih saja ada orang yang tega menjahati nya"ucap ibu warung, merasa kasian.
Bahri pun segera berlari mencari yang namanya Budi, sudah kesana-kemari Bahri mencari nya, namun ternyata tak ada tanda-tanda keberadaan Budi,buah durian nya pun sudah raib di bawa kabur, Bahri pun terduduk di pinggir jalan sambil menangis, pasalnya ia harus membayar ganti seluruh durian yang di bawa kabur oleh Budi dan temannya itu kepada Fikri.
"Ya Allah, berikan lah hamba mu ini kesabaran dan keikhlasan menghadapi semua cobaan yang engkau berikan"gumam Bahri sambil tertunduk lesu.
Keesokan harinya Bahri pun menelpon istri nya, dan menceritakan musibah yang ia alami,dan harus mengganti semua kerugian itu, Humairah pun merasa sangat sedih mendengar nya,namun apa lah daya, musibah tak bisa kita hindari, semua nya sudah menjadi ketentuan Allah.
...****************...
Bersambung...
jangan lupa baca episode-episode selanjutnya yaa ☺️
__ADS_1
dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian, kasih bintang 5 dan tekan tombol favorit kalian ❤️