JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Kerja dengan koh Ali


__ADS_3

"Ibu... mana Ayah,apa Ayah jadi menjemput kita? kenapa ayah lama sekali"tanya Mei,bocah yang berusia 5 tahun itu gelisah sambil melihat ke kiri dan kanan mencari keberadaan Ayah nya.


"Mungkin sebentar lagi nak, Ayah mu pasti datang menjemput kita"sahut Humairah sambil mengusap kepala putri nya.


"Ibu itu Ayah...Ayah...! Ayah...!"panggil Mei sambil melompat-lompat kegirangan melihat Ayah dari kejauhan.


"Ayah kami di sini...!"teriak Mei sambil melambaikan tangan nya, Bahri pun tersenyum melihat nya dan langsung menghampiri istri dan anak-anak nya.


"Ayah...!"ucap Mei sambil memeluk Ayah nya, Bahri pun langsung menggendong putri nya dan mencium nya.


"Apa kalian sudah lama menunggu Ayah?"tanya Bahri sambil tersenyum.


"Iya yah sudah lama, Mei sampai menghabiskan satu kotak susu sambil menunggu Ayah di sini"keluh Mei sambil memanyunkan bibirnya.


"Benarkah, kasihan sekali anak ayah"ucap Bahri sambil memangku putri nya.


"Iya yah,saking lamanya...ibu sampai netein dede Caca di sini, pada hal di mobil tadi sudah lama nete nya"sahut Mei mengadu, Bahri dan Humairah pun langsung tertawa mendengar nya.


"Kalau begitu sebaiknya kita cepat-cepat aja pulang ke rumah,nanti dede Caca nya mau minta nete lagi sama ibu"ucap Bahri sambil tersenyum, Mai pun mengangguk kan kepalanya.


"Ayo yah"sahut Mei sambil menarik tangan Bahri, Bahri pun hanya terkekeh melihat tingkah lucu putri nya.


"Nanti sampai rumah,kita makan buah durian ya, Ayah tadi di kasih sama teman Ayah"ucap Bahri memberi tahu sambil memperlihatkan buah durian itu.


"Asikkk, Mei mau yah,ayo yah cepat kita pulang, kalau lambat di makan nanti buahnya bisa basi..!"ajak Mei yang sudah tidak sabar lagi, Bahri dan Humairah tertawa mendengar nya.


"Kita naik becak aja ya"ucap Bahri, sambil melambaikan tangan nya memanggil becak yang lewat.


"Horee..!Mei mau yah, Mei suka naik becak"sahut Mei sambil bersorak gembira, Bahri mengangguk sambil tersenyum.


Mereka pun langsung menaiki becak dan menuju rumah kontrakan yang disewa Bahri.


"Ayah apa rumah nya jauh?"tanya Mei tidak sabar.


"Tidak terlalu jauh nak, sebentar lagi kita sampai"sahut Bahri memberi tahu.


"Dek, apa umi tau kamu berangkat ke sini?"yang Bahri, sambil menatap istrinya.


"Iya mas,sebelum berangkat, saya sudah meminta ijin pada umi,dan berziarah ke makam Abah, kunci rumah juga saya titipkan ke Wati,biar 2 hari sekali Wati melihat dan membersihkan rumah"sahut Humairah memberi tahu.


"Syukur lah"sahut Bahri merasa lega


"Tapi saya lupa pamit pada Diana dan suaminya mas karena buru-buru"sahut Humairah.

__ADS_1


"Iya dek tidak papa"sahut bahri sambil tersenyum,dan mereka pun akhirnya sampai di rumah kontrakan,lalu segera masuk.


*


*


*


Keesokan harinya Bahri memberi tahu Humairah bahwa ia akan pergi ke rumah koh Ali sebentar, karena ia sudah janji akan ke sana.


"Assalamu'alaikum"ucap Bahri memberi salam ketika sampai di rumah koh Ali.


"Wa'alaikum salam"sahut koh Ali


"Mari masuk, saya kira kamu tidak jadi ke sini"ucap koh Ali sambil tersenyum.


"Tentu saja pasti kesini koh, karena saya sudah janji pada koh Ali, kecuali jika saya ada halangan,baru tidak bisa"sahut Bahri.


"Syukurlah kamu bisa kesini, dan akhirnya kita bisa bertemu lagi Bahri"ucap koh Ali,semenjak koh Ali mendengar kabar bahwa haji Dulah bangkrut dan Bahri tidak lagi bekerja di kapal,ia pun ingin sekali bertemu dengan Bahri dan mengajak Bahri bekerja bersama nya,namun sayangnya ia tak tahu di mana Bahri berada dan tidak mempunyai nomor telepon Bahri.


"Di mana selama 3 tahun ini kamu bekerja Bahri?"tanya koh Ali.


"Selama 2 tahun saya kerja serabutan, setelah itu saya lumpuh selama 1 tahun koh"sahut Bahri memberi tahu,koh Ali pun merasa sangat terkejut mendengar nya.


Bahri pun menceritakan semua kejadian dan musibah yang menimpa dirinya,dan menunjuk kan kepada koh Ali kaki kanannya yang ke empat jari kaki nya sudah tidak ada lagi,koh Ali pun ikut sedih mendengar dan melihat nya,ia tak menyangka orang sebaik Bahri mendapatkan cobaan yang begitu berat.


"Saya mau koh Ali, saya akan bekerja dengan baik dan rajin"sahut Bahri bahagia.


"Alhamdulillah... kalau begitu kamu ikut saya sekarang untuk melihat kapal nya"ajak koh Ali, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil mengikuti koh Ali.


Mereka pun langsung pergi menuju pelabuhan kapal,dan setelah sampai.. bertapa terkejut nya Bahri melihat kapal itu, ternyata kapal itu dua kali lipat lebih besar di bandingkan kapal bos haji Dulah,koh Ali pun mengajak Bahri masuk ke kapal itu,ketika mereka masuk ternyata sudah ada beberapa awak kapal berjejer menyambut ramah mereka datang, Bahri pun merasa sangat sungkan,koh Ali pun memperlihatkan tempat ruang nahkoda kapal kepada Bahri,yang terdapat satu kamar di sana,lalu setelah itu ke ruang mesin, Bahri terkagum-kagum melihat ruang mesin yang lebih besar dan nyaman,koh Ali pun mengajak Bahri ke ruang dapur,sebelum masuk ke dapur di sana ada terdapat sebuah kamar,koh Ali pun memperlihatkan kamar itu, Bahri langsung melongo melihat nya, Karena kamar itu berukuran cukup besar dan nyaman,dan lebih membuat bahri melongo lagi, ternyata dapurnya sangat luas dan nyaman, terdapat beberapa meja bagus untuk memasak, peralatan dapur yang lengkap dan terdapat kulkas di sana.


"Subhanallah..ini kapal,bagus sekali dan nyaman"batin Bahri terkagum-kagum melihat nya.


"Nah Bahri,mulai besok kamu bisa langsung ke kapal,dan bawa lah anak dan istri mu untuk tinggal di kapal ini,di kapal itu memiliki 2 kamar,kamar utama bisa kamu tempati untuk tidur bersama anak dan istri mu,dan kamar satu nya untuk istirahat di bagian nahkoda"ucap koh Ali sambil menunjuk kamar utama yang mereka lihat tadi, Bahri pun mengerutkan alisnya ke bingungan.


"Maaf bos Ali...kalau boleh tau saya bekerja di kapal ini bagian mana ya,..?dan kenapa saya boleh membawa anak dan istri..?lalu mendapat kan kamar pula,apa ini tidak terlalu berlebihan bos"tanya Bahri kebingungan,ia merasa tidak enak dengan yang lain, karena setau nya tak ada satu pun yang membawa keluarga nya bekerja di kapal,dan sejak dulu dia bekerja di kapal bos haji Dulah juga tak ada yang membawa anak dan istri nya.


"Jangan panggil saya bos, panggil saya koh seperti biasa, karena saya lebih suka kamu memanggil saya itu"ucap koh Ali.


"Tapi koh, sekarang kan koh ada bos saya, jadi sudah seharusnya saya memanggil koh Ali bos"sahut Bahri merasa tidak enak,koh Ali pun tersenyum mendengar nya.


"panggil koh saja"ucap koh Ali lagi memerintah, Bahri pun langsung mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


"Bahri,kamu saya tunjuk sebagai kepala utama nahkoda kapal ini, mereka semua adalah anak buah mu,dan mulai sekarang mereka semua berada di bawah perintah mu"sahut koh Ali memberi tahu, Bahri pun langsung ternganga mendengar nya, ia merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Ta..tapi bos..eh..koh.., kenapa saya di berikan posisi yang sama seperti posisi seorang bos..?dulu kerja di kapal bos haji Dulah,kepala utama di kapal itu adalah bos haji Dulah sendiri, karena beliau lah pemilik kapal itu"ucap Bahri mencoba protes.


"Lalu..?"tanya koh Ali sambil menatap Bahri.


"Ya.. seharusnya yang jadi kepala utama nahkoda kapal ini ada koh Ali sendiri,bukan saya"sahut Bahri,koh Ali pun langsung tertawa mendengar nya, melihat koh Ali tertawa Bahri justru menjadi kebingungan.


"Bahri,saya tidak bisa menjadi kepala utama nahkoda kapal ini,dan saya juga tidak mau"sahut koh Ali, Bahri menjadi keheranan mendengar nya.


"Kenapa koh Ali tidak bisa..?bukan nya kapal ini adalah milik koh Ali"tanya Bahri tak paham.


"Justru karena kapal ini milik saya..!jadi terserah saya mau jadi apa,lagi pula..saya memiliki 4 kapal seperti ini,apa keempat nya saya harus jadi kepala nahkoda nya?"sahut koh Ali sambil tertawa, Bahri pun langsung terkejut dan melongo mendengar nya,ia tak menyangka ternyata koh Ali begitu kaya sampai memiliki 4 buah kapal yang besar seperti ini.


"Lagi pula saya juga tidak bisa mengemudikan kapal,maka nya saya memilih mu untuk menjalankan kapal ini"ucap koh Ali.


"Ja..jadi saya..-"perkataan Bahri terjeda.


"Iya,kamu lah yang akan menjalankan kapal ini, saya serah kan semuanya ke kamu untuk merawat dan mengelolanya"ucap koh Ali sambil tersenyum.


"Tapi, kenapa koh Ali memilih saya?"tanya Bahri penasaran.


"Karena kamu adalah orang yang jujur dan bertanggung jawab, saya percaya sepenuhnya pada mu"sahut koh Ali.


"Alhamdulillah ya Allah...terima kasih koh Ali, terima kasih banyak, saya berjanji akan menjalankan kapal ini dengan sebaik mungkin dan menjaga kepercayaan koh Ali"ucap Bahri merasa bersyukur sambil meneteskan air mata nya, sungguh ia sangat bahagia.


"Tentu Bahri, selamat bergabung dan bekerja di kapal ini, semua awak kapal ini sudah tau posisi mu, saya sudah mengumumkan nya sebelum kamu datang,jadi tinggal perkenalan nya saja kamu dengan mereka"ucap koh Ali memberi tahu, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum mengerti.



(ini contoh kapal milik koh Ali ya,lagi menyandar nih...di pelabuhan 😄)



(Dan ini contoh dapur yang ada di kapal, semua peralatan lengkap dan ada kulkasnya juga ya☺️ mirip warung ya😄)



(kapal nya panjang dan besar ya🤗)


...****************...


Bersambung dulu ya...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, ☺️


beri bintang 5 dan tekan tombol favorit kalian ❤️


__ADS_2