JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Takut


__ADS_3

Huek...huek..huek..!


"Dek,kamu kenapa..?"Tanya Bahri khawatir.


"Gak tau mas, rasanya mual banget dan kepala saya juga sangat pusing"sahut Humairah sambil memijit pelipisnya.


"Kamu sakit dek?bagai mana kalau kita periksa ke dokter"ajak Bahri, Humairah menggeleng kan kepalanya.


"Gak usah mas, paling juga masuk angin, gara-gara berapa hari ini sering begadang" sahut Humairah.


"Kamu pasti kelelahan, karena warung semakin rame"ucap Bahri, Humaira tersenyum.


"Alhamdulillah mas, semakin hari warung kopi kita semakin rame"sahut Humairah, setahun yang lalu,Humairah memutus kan untuk membuka usaha warung kopi dan camilan kecil-kecilan di muka rumah Umi,ia memutuskan membuka usaha itu agar bisa membantu suaminya yang bekerja hanya sebagai buruh kapal di pelabuhan pasar, upah Bahri hanya 17 ribu per hari, sehingga untuk kebutuhan sehari-hari sangat lah kurang, beruntung Humairah masih mempunyai simpanan perhiasan dari hasil waktu jualan di Mekkah, sehingga bisa ia modal kan untuk membuka usaha warung kopi kecil-kecilan, Humairah di bantu oleh Mei putri sulung nya yang baru lulus sekolah untuk mengelola warung itu.


"Ya sudah, sebaiknya kamu istirahat saja dek,biar warung nya hari ini di jaga sama Mei dan Caca,kan hari ini Caca sekolah nya libur"suruh Bahri, Humairah pun mengangguk kan kepalanya dan segera berbaring di kasur.


"Ibu sakit yah..?"tanya Mei khawatir.


"Iya,ibu mu sedang tidak enak badan, hari ini kamu dan Caca saja yang buka warung kopi nya ya"suruh Bahri, Mei mengangguk kan kepalanya.


"Iya yah"sahut Mei.


"Apa Humairah sedang sakit nak..?"tanya Umi ketika mendengar percakapan mereka.


"Iya Umi,dari kemaren muntah-muntah dan pusing kata nya"sahut Bahri memberi tahu.


"Kenapa tidak di bawa ke dokter"ucap Umi.


"Sudah saya ajak umi,tapi Humairah nya tidak mau, kata nya dia hanya masuk angin saja"sahut Bahri.


"Ya sudah,kalau begitu biar Umi bikin kan jahe hangat untuk nya,biasa kalau masuk angin,di bawa minum jahe hangat akan cepat sembuh "ucap Umi,lalu segera pergi ke dapur.


Setelah itu Bahri pun langsung pergi berangkat ke pelabuhan untuk berkerja, sedangkan Mei dan Caca membuka warung.


"Humairah,ini Umi bikin kan jahe hangat untuk mu"ucap Umi sambil membawakan secangkir jahe di tangan nya.


"Terima kasih Umi, Maaf Humairah jadi merepotkan umi"ucap Humairah merasa tidak enak.


"Tidak papa nak, minum lah jahe ini biar badan kamu enakan"suruh Umi, Humairah pun segera meminum jahe hangat itu.

__ADS_1


"Humairah, apa tidak sebaiknya kamu periksa saja ke dokter"ucap Umi khawatir, melihat kondisi Humairah yang lemas dan pucat.


"Tapi umi..-"ucapan Humairah langsung di sela umi.


"Begini saja,biar Umi panggil kan mantri Aisah saja ke rumah,biar dia periksa kamu, karena wajah kamu sangat pucat nak"ucap Umi memaksa, akhirnya Humairah hanya bisa mengangguk kan kepala pasrah.


Sore hari, Bahri pun sudah pulang dari pelabuhan, bertepatan dengan Humairah yang sedang di periksa oleh mantri Aisah.


"Bagai mana nak Aisah,apa anak saya baik-baik saja?"tanya Umi.


"Alhamdulillah,bu Humairah baik-baik saja nek,ibu Humairah mengalami gejala seperti ini karena sedang mengandung,dan sekarang kandungan nya sudah sekitar 3 bulan lebih"sahut mantri Aisah, Umi dan Bahri terkejut mendengar nya, Humairah pun tak kalah shock dan terkejut nya.


"Tapi usia saya sudah tua,bagai mana bisa hamil lagi"protes Humairah, karena usianya sudah menginjak 40 tahun.


"Apa ibu Humairah masih mengalami menstruasi..?"tanya mantri Aisah, Humairah mengangguk kan kepalanya.


"Dan apa ibu Humairah, mengonsumsi pil KB?"tanya nya lagi, Humairah pun mengangguk kan kepalanya lagi.


"Coba ibu ingat,apa bu Humairah pernah terlambat atau lupa meminum pil KB itu..?"tanya mantri Aisah sambil menatap Humairah, Humairah pun terdiam sambil mengingat.


"Astaghfirullah, seperti nya saya pernah melewat kan 2 hari tidak meminum pil KB itu"sahut Humairah, karena warung yang semakin rame, sehingga ia kelelahan dan melupakan meminum pil itu.


"Tapi saya takut bu mantri, usia saya yang sudah tua begini,kata orang akan susah untuk melahirkan nya"ucap Humairah merasa takut.


"Ibu,usia ibu memang di bilang sudah cukup tua dan rentan jika hamil lagi,di usia seperti ini seharusnya ibu tidak boleh hamil lagi,tapi siapa yang bisa menolak jika Allah berkehendak,masih banyak wanita yang usianya lebih tua dari ibu Humairah yang mengalami seperti ini,dan Alhamdulillah bisa melahirkan dengan sehat dan selamat,asal ibu Humairah selalu menjaga kesehatan dan sering berkonsultasi ke dokter"sahut mantri Aisah sambil tersenyum.


"Saya akan memberi kan resep obat vitamin untuk bu Humairah,dan minggu depan saya sarankan, Ibu Humairah segera periksa kandungan nya ke poskesmas terdekat ya"ucap mantri Aisah, setelah selesai mantri Aisah pun segera pamit.


Humairah terdiam sambil menunduk kan wajah nya,ia masih merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi,ada rasa takut dan malu yang ia rasakan,ia pikir dia tidak akan hamil lagi karena ke-dua putri nya sudah pada gadis.


"Dek, semua ini adalah kehendak dan pemberian dari Allah,jangan lah kamu takut atau pun merasa malu,kita jalani dan terima saja dengan senang hati,bisa jadi kehadiran anak ini pembawa berkah dan pengganti Ali kita yang tiada"ucap Bahri mencoba memberi kan pengertian pada istri nya.


"Tapi mas, Mei dan Caca sudah besar -besar apa kata mereka nanti, mungkin bisa jadi mereka malu, karena sudah gadis tapi masih akan memiliki seorang adik "keluh Humairah.


"Dek, Mei dan Caca tidak seperti anak gadis lain, mereka pasti mengerti dengan keadaan mu, mereka pasti bahagia akan mendapatkan adik lagi"sahut Bahri sambil tersenyum.


"Benar apa kata Bahri nak,anak adalah amanah dan anugerah untuk kedua orang tua nya, Umi pun dulu juga melahirkan Wardah saat kamu dan Nur sudah menikah"ucap Umi, Humairah pun terdiam mendengar nya,benar kata suami dan Umi nya,ini semua adalah pemberian dari Allah yang harus ia terima dengan ikhlas dan menjaga nya dengan baik.


"Nak, jangan pedulikan apa kata orang nanti,jika kita selalu mendengarkan perkataan orang lain, hidup kita tidak akan tenang,jalani dan syukuri apa yang kamu dapatkan"ucap Umi menasehati, Humairah pun mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


Malam hari, Caca dan Mei di beri tahu tentang kabar kehamilan ibu mereka.


"Benar kah yah..?jadi sekarang ibu sedang hamil?"tanya Mei sambil tersenyum bahagia, Bahri mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, berarti Caca bakal punya adik kecil yang sangat lucu nanti nya,ah.. Caca gak sabar pengen gendong dan cubit pipinya" ucap Caca sambil tersenyum senang, Bahri, Mei dan yang lain pun tertawa mendengar nya.


Humairah pun merasa lega, benar kata suami nya, putri-putri mereka tidak mengeluh atau pun marah, justru merasa menyambut dengan gembira kabar itu.


*


*


Hari demi hari kandungan Humairah semakin membesar dan ia pun semakin merasa lelah, Humairah sangat jarang keluar rumah,ia akan keluar rumah jika hanya ingin periksa kandungan saja, warung kopi mereka pun di kelola oleh Mei dan juga Caca, semakin hari warung mereka semakin ramai, banyak anak muda yang suka menongkrong di warung itu, hanya sekedar ingin melihat gadis warung yang menjadi idaman mereka, wajah cantik Mei dan Caca selalu bisa membuat para pemuda berlomba-lomba ingin mendekati mereka.


"Mei, tumben sendiri saja,biasa nya sama Caca..?"tanya seorang pemuda yang bernama Dimas, ia setiap hari suka sekali nongkrong di warung kopi Mei dan Caca.


"Caca sedang ada tugas kelompok di rumah teman nya, karena kan sebentar lagi ujian"sahut Mei ramah.


"Oh.. berarti gak ada yang temanin ya..?"tanya Dimas lagi, Mei hanya membalas pertanyaan itu dengan senyuman saja.


"Ehm..bilang saja kalau kamu pengin temanin Mei,Lo kan udah lama naksir Mei..!"goda teman Dimas sambil tertawa, Dimas pun langsung tersenyum malu mendengar nya.


"Ya kali saja Mei nya mau he..he.."sahut Dimas sambil terkekeh kecil.


"Mei,jangan mau sama Dimas,si Dimas itu masih anak mama nya"ucap Iwan salah satu teman Dimas.


"Ya iya lah anak mama nya,masa anak tetangga"sahut Mei.


"Maksud aku,si Dimas itu anak manja,makan aja masih di suapin mama nya he..he"sahut Iwan sambil tertawa, Mei pun langsung ternganga mendengar nya, sedangkan Dimas langsung melotot kan mata nya merasa malu.


"Jangan percaya dengan perkataan si Iwan yang ngaco itu Mei"sungut Dimas kesal.


"Lah,emang benar kan,kamu masih suka di suapin mama kamu kalau lagi makan"sahut Iwan, Mei pun tersenyum mendengar nya, sedangkan wajah Dimas sudah berubah menjadi memerah menahan amarahnya.


"Berarti mama nya kak Dimas, sangat sayang sama kak Dimas,ya wajar jika orang tua nya menyuapinya,yang gak wajar,jika kak Dimas makan nya di suapin sama tetangga"ucap Mei sambil tertawa, sedikit membela, karena ia tau saat ini si Dimas sangat malu padanya, mendengar pembelaan dari Mei,hati Dimas menjadi berbunga-bunga, wajah nya pun memerah bukan karena marah lagi,melain kan karena merasa senang, begitu lah candaan-candaan mereka setiap hari bila di warung Mei.


...****************...


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ☺️ terima kasih πŸ™πŸ»


__ADS_2