
"Humairah..!
"Iya bah..!"
Humairah keluar dari dapur menghampiri Abah nya.
"Abah sudah pulang?"tanya Humairah.
"Iya.. tolong bikin kan Abah kopi ya"pinta kyai.
"Inggih bah,"sahut Humairah lalu segera ke dapur.
"Ini bah kopi nya"ucap Humairah sambil menaruh kopi yang di buat nya ke atas meja, Abah tersenyum menatap putri nya.
Humairah adalah putri ke dua dari kyai Darsi dan umi Nurpah, dari enam bersaudara Humairah lah yang paling di sayang oleh kyai, karena ia lah anak yang paling penurut,patuh dan selalu mengutamakan orang tua nya,ia juga sangat pandai memasak, dan saat ini Humairah berusia 20 tahun, Humairah sebenarnya seorang janda,ia sudah bercerai 2 tahun yang lalu karena masalah konflik dari pihak suami nya, Humairah adalah perempuan yang tegas dan jujur,ia mempunyai paras yang cantik, berkulit putih, bermata coklat dan memiliki bibir yang tipis, Humairah adalah janda kembang di kampung itu, begitu banyak pemuda yang ingin meminang dan memperistri nya, mulai dari pengusaha,pegawai,sampai orang biasa, namun tak satu pun yang bisa meluluhkan hati seorang Humairah.
"Terima kasih nak"ucap kyai, Humairah mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Oiya bah, besok Abah ada undangan tausiyah di kampung sebelah jam 2 siang"ucap Humairah memberi tahu.
"Astaghfirullah... hampir saja Abah lupa,terima kasih sudah mengingatkan Abah" sahut Abah, sambil menyeruput kopi buatan putri nya.
Humairah lah yang selalu memperhatikan dan mengingat kan kyai jika ada jadwal dakwah atau pun undangan yang lain,ia juga yang selalu menyiapkan sorban dan kitab yang akan di pakai dan di baca oleh kyai jika pengajian rutin,hal itu lah yang membuat nilai plus untuk Humairah dan menjadi kesayangan kyai, sedangkan umi nya,ya..umi mempunyai lebih banyak tugas, yaitu merawat adik-adik nya Humairah yang masih kecil, yang bungsu masih berusia 1 tahun.
"Inggih bah..apa Abah mau makan?"tanya Humairah menawari.
"Nanti saja, karena tadi Abah sudah makan"jawab Abah.
"Kalau begitu saya siap kan air untuk Abah mandi ya"ucap Humairah.
"Masya Allah..!anak Abah ini tau saja apa yang Abah mau"ucap kyai merasa bersyukur mempunyai putri yang begitu perhatian dan berbakti, Humairah pun langsung segera ke kamar mandi untuk menyiapkan air untuk Abah nya mandi.
"Sungguh beruntung laki-laki yang kelak akan menjadi suami mu nanti nak"batin kyai sambil tersenyum.
"Abah sudah pulang!"ucap umi menghampiri dan duduk di samping suaminya, kyai pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum lembut menatap istrinya.
"Umi sudah makan?mana Wardah mi"tanya kyai.
"Sudah, Wardah lagi tidur habis di tetein tadi"sahut umi.
*
*
*
Di poskesmas.
__ADS_1
"Maaf tuan, setelah saya periksa..! jantung tuan seperti nya baik-baik saja"ucap dokter.
"Tapi dok, kemaren saya merasakan jantung saya berdetak dan berdebar-debar sangat cepat"sahut Bahri memberi tahu, dokter pun mengerutkan alisnya heran dan kebingungan,pasal nya di periksa semuanya normal dan baik-baik saja.
"Apa jantung tuan sering sekali berdetak kencang?"
"Tidak dok,baru kemarin..!"
"Apa terasa sakit?"
"Tidak dok..!"
"Apa tuan merasa kan sesak nafas setelah jantung nya berdebar?"
"Tidak dok..!"
"Aneh sekali..!"batin dokter,
Dokter pun semakin bingung di buat nya.
"Maaf tuan, seperti nya keluhan anda bukan lah penyakit serangan jantung, Karena di cek semuanya bagus dan normal"ucap dokter, menjelaskan lagi.
"Begitu ya dok, jadi jantung saya baik-baik saja?"tanya Bahri lagi.
"Iya tuan, jantung baik-baik saja"sahut dokter lagi.
"Bahri..!"panggil nya.
"Kakek Sukri..!"ucap Bahri,lalu segera menghampiri dan mengalami kakek Sukri,ia pun duduk di samping kakek Sukri.
"Sedang apa kamu di sini?apa kamu sakit?"tanya kakek Sukri
"Tadi nya saya pikir sakit kek,tapi kata dokter saya baik-baik saja "sahut Bahri,kakek Sukri pun menjadi bingung mendengar nya.
"Memangnya apa yang kamu keluh kan?"tanya kakek Sukri, penasaran.
"Kemaren dada saya berdetak dan berdebar-debar dengan cepat kek,jadi saya pikir saya terkena serangan jantung"sahut Bahri memberi tahu.
"Lalu apa kata dokter?"
"Kata nya jantung saya baik-baik saja,saya pun jadi bingung kek"sahut Bahri, kakek Sukri pun ikut bingung.
"Sejak kapan hal itu kamu alami?"tanya kakek Sukri lagi.
Bahri pun menceritakan hal itu terjadi setelah ia ke rumah kyai,dan bertemu dengan seorang gadis di rumah itu, kakek Sukri pun mendengar kan dengan seksama,ketika mereka asik berbincang, tiba-tiba ada yang menyapa kakek Sukri.
"Assalamu'alaikum kek..!"ucap nya.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam"sahut kakek Sukri dan Bahri,ketika Bahri menoleh ia pun terkejut, karena yang ada di hadapannya adalah gadis yang telah membuat jantung nya berdebar.
"Humairah, sedang apa kamu di sini nak?"tanya kakek Sukri sambil tersenyum.
"Saya sedang mengambil obat Abah kek,apa kakek sedang sakit?"tanya Humairah sopan.
"Biasa, kakek hanya cek up kesehatan,nama nya juga orang tua"sahut kakek Sukri sambil terkekeh, Humairah pun tersenyum mendengar nya.
"Baiklah, kalau begitu saya pulang dulu kek"ucap Humairah, kakek Sukri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum ramah.
"Titip salam untuk Abah mu ya"ucap kakek Sukri.
"Baik kek, insya Allah akan saya sampai kan"sahut Humairah, sambil tersenyum ramah.
Sedangkan Bahri,dari tadi hanya diam sambil menatap Humairah tanpa berkedip sama sekali,hal itu pun di perhatikan oleh kakek Sukri, setelah Humairah menjauh kakek Sukri pun bertanya pada Bahri.
"Apa jantung nya kumat lagi?"tanya kakek Sukri, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil memegang dadanya.
"I..iya kek"sahut Bahri, yang masih saja tidak mengalihkan pandangannya dari Humairah, yang semakin menjauh, kakek Sukri pun terkekeh mendengar dan melihat tingkah Bahri.
Sekarang kakek Sukri tau penyebabnya, kenapa Bahri merasakan hal yang aneh di diri nya, dan hal itu baru pertama kali ia rasakan.
"Ternyata anak ini sedang jatuh cinta rupanya" batin kakek Sukri sambil tersenyum.
"Nama nya Humairah,dia putri ke dua kyai H.Darsi,dia sangat cantik dan senyuman nya manis kan?"tanya kakek Sukri sambil menggoda Bahri.
"Iya kek, sangat manis"sahut Bahri tanpa sadar sambil tersenyum,dan seketika Bahri pun tersadar dengan apa yang telah ia ucap kan,ia pun menjadi salah tingkah dan merasa sangat malu kepada kakek Sukri, sedang kan kakek Sukri pun hanya terkekeh mendengar nya.
"Ya ampun... kenapa aku terlihat konyol sekali sih"batin Bahri menyalahkan diri nya sendiri.
"Kakek Sukri..!"panggil seorang perawat.
"Kakek masuk dulu ya"ucap kakek Sukri,lalu segera masuk ke ruang dokter.
"Iya kek"sahut Bahri,dan ia pun segera pulang ke rumah nya.
(ini contoh visual kakek Sukri ya)
...****************...
Jangan lupa kasih like, komen dan vote nya ya ☺️
dan baca terus episode-episode selanjutnya ❤️
Terima kasih 🤗
__ADS_1