
Setelah hari pernikahan Fahru di kampung selesai, Bahri dan Humairah pun bersiap-siap akan pulang kembali ke kapal.
"Pernikahan nya Fahru dan Siti sangat meriah sekali ya mas.."ucap Humairah, sambil mengemas pakaian nya.
"Iya, banyak sekali tamu undangan yang datang, bahkan keluarga Siti dari jauh pun juga datang "sahut Bahri.
"Iya mas, ternyata mereka keluarga besar,oiya mas..besok pagi sebelum kita berangkat,saya mau mampir ke tempat bu Biah dulu ya mas, pengen beli kerupuk ketumbar buatan nya" ucap Humairah, Bahri pun mengangguk kan kepalanya setuju.
Selesai mengemas pakaian nya, Humairah pun teringat dengan jam tangan dan bros yang ada di dalam tas suaminya.
"Kenapa sampai sekarang mas Bahri belum memberi kan jam tangan dan bros itu juga ya..?apa mas Bahri lupa..? atau mungkin mas Bahri menunggu waktu yang tepat,biar momen nya lebih romantis"batin Humairah menebak-nebak.
"Biar saya tunggu saja lagi,ah.. padahal saya udah gak sabar kepengen memakainya "batin Humairah berdialog sendiri.
*
*
*
Malam hari.
Humairah sedang duduk bersama Umi sambil mengobrol.
"Humairah...apa kaka mu Nur, baik-baik saja di sana..?"tanya Umi, Humairah pun mengerutkan alisnya.
"Kak Nur Alhamdulillah baik-baik saja Umi,apa kak Nur tidak menghubungi Umi..?"tanya Humairah, Umi pun menggeleng kan kepalanya.
"Kakak mu Nur,sudah berapa bulan ini tidak pernah menghubungi Umi lagi"sahut Umi,
Humairah pun menatap raut wajah umi tampak sedih.
"Umi, mungkin kak Nur nya lagi sibuk di sana, jadi terkadang ia lupa untuk menghubungi Umi, nanti biar Humairah saja yang akan mengingatkan kak Nur ya Umi"sahut Humairah menghibur Umi nya, Umi pun tersenyum mendengar nya.
"Iya nak, kamu benar mungkin dia sibuk, nanti sampai kan pada kakak mu, untuk sering-sering lah memberi kabar kepada Umi, karena Umi sering sekali khawatir dan kangen dengan kalian berdua"ucap Umi sambil mengusap pipi Humairah, Humairah pun tersenyum mendengar nya.
"Inggih Umi, Humairah akan selalu memberi kabar pada Umi dan juga akan memberi tahu kan nya pada kak Nur"sahut Humairah sambil tersenyum.
Keesokan harinya, Humairah dan Bahri pun berpamitan untuk kembali pulang ke kapal mereka, Humairah pun memeluk putri-putri nya dengan penuh kasih sayang sambil menciumi mereka,ia begitu sedih karena harus meninggalkan anak-anak nya lagi.
*
*
__ADS_1
*
Di kapal.
"Sudah tiga hari kembali di kapal,tapi kenapa mas Bahri masih tidak ada tanda-tanda mau memberikan hadiah itu..?apa mas Bahri sudah benar-benar lupa ya..?"batin Humairah merasa bingung.
Ketika suaminya sedang keluar, Humairah pun dengan cepat memeriksa tas suaminya lagi,ia ingin memastikan apa kah benda itu masih ada di sana...atau malah justru sudah tidak ada lagi.
"Jam tangan dan bros ini masih ada di sini..! apa saya ambil saja ya...dan langsung memakai nya biar mas Bahri tidak lupa lagi"gumam Humairah sambil tersenyum,
Ia pun langsung memakai jam tangan itu di tangan nya.
Tak lama Bahri pun masuk ke dalam kamar mereka.
"Mas, apa mas melupakan sesuatu yang sudah mas rencanakan...?"tanya Humairah sambil tersenyum, Bahri pun mengerut kan alisnya bingung.
"Seperti nya tidak ada dek, memangnya ada apa..?"tanya Bahri penasaran, sambil duduk di atas kasur nya.
"Tidak ada mas,cuma bertanya saja, oiya mas, lihat nih... apa jam tangan ini cantik dan cocok saya pakai..?"tanya Humairah sambil menunjuk jam tangan itu,ia berharap suaminya akan ingat tentang hal itu.
"Cantik dan cocok sama kamu... apa kamu baru membelinya..?"Jawab Bahri dengan santai nya bertanya sambil tersenyum.
Humairah terkejut mendengar pertanyaan itu dari suaminya.
"Tidak mas,saya menemukan jam tangan ini ada di dalam tas mas!"sahut Humairah jujur, Bahri menyeritkan alis nya.
"Di dalam tas mas..?tapi.. mas tidak merasa membeli jam tangan itu,atau pun menyimpan nya di sana "sahut Bahri jujur,sambil menatap aneh istri nya.
"Aneh...! kenapa mas Bahri bisa tidak tahu..?" batin Humairah kebingungan.
Tok..tok..tok..!
"Kak Bahri..!kak Humairah..!ada kak Hadi dan istri nya datang mencari kalian"ucap Ucup memberi tahu sambil mengetuk pintu kamar mereka.
"Eh...ada kak Nur datang mas.."ucap Humairah gembira sambil tersenyum, Bahri pun mengangguk kan kepalanya.
Humairah dan Bahri pun segera keluar dan menemui mereka.
"Kak Nur..!"sapa Humairah sambil memeluk kakak nya dengan bahagia.
"Giman kaki mu, sudah sembuh..?"tanya Nur sambil melihat kaki Humairah.
"Alhamdulillah sudah sembuh kak"sahut Humairah sambil tersenyum.
__ADS_1
"Syukur lah kalau begitu,Oiya..kakak bawa ikan gabus segar nih,dari hasil pancingan mas Hadi... yuk kita masak sama-sama"ucap Nur sambil mengajak.
"Yuk kak"sahut Humairah sambil menggandeng kakak nya ke dapur, sedangkan para laki-laki nya, langsung ke depan kapal di bagian nahkoda sambil bersantai dan mengobrol.
Humairah dan Nur pun asik menyiapkan rempah-rempah dan mengupas bawang,sambil mengobrol.
"Kak Nur...apa selama beberapa bulan ini, kak Nur tidak ada menghubungi Umi..?"tanya Humairah sambil memotong-motong bawang.
"Iya benar dek,sudah hampir 4 bulan kakak tidak menghubungi Umi"sahut Nur, Humairah pun terkejut sambil menatap kakak nya.
"Kenapa kak..?apa kakak tau,jika kita tidak memberikan kabar kepada Umi,maka Umi sangat mengkhawatirkan dan merindukan kita kak"ucap Humairah memberi tahu.
"Dek, Umi itu kadang-kadang lebay, selalu ingin di perhatikan dan kalau di telpon paling mau minta uang"sahut Nur.
"Astaghfirullahal'azim kak, kenapa Kakak bicara jelek seperti itu terhadap Umi,kak,Umi adalah orang tua kandung kita,wajar jika beliau ingin sedikit perhatian dari anak-anak nya,apa lagi sekarang kita sudah jauh dari Umi kak, pasti lah umi sangat merindukan kita,Umi juga tidak pernah berucap meminta uang pada kita ka,tetapi sebagai seorang anak,sudah seharusnya lah kita paham dan mengerti tentang kondisi Umi"sahut Humairah menasehati kakak nya, Nur pun langsung terdiam mendengar nya,ia merasa bersalah telah bicara seperti itu terhadap Umi nya.
"Kak, segera lah hubungi Umi, tanya kan kabar nya, dengan hal itu saja sudah membuat hati Umi bahagia kak, Umi tidak mau apa-apa dari anak nya,ia hanya ingin mendengar suara dan kabar anak nya baik-baik saja, itu sudah cukup membuat nya tenang kak"ucap Humairah, Nur pun mengangguk kan kepalanya.
"Iya dek,kamu benar,kakak akan menghubungi Umi setelah ini"sahut Nur sambil tersenyum, Humairah pun merasa senang mendengar nya, mereka pun melanjutkan memasak, tiba-tiba mata Nur tertuju pada sebuah jam tangan yang melingkar di tangan Humairah.
"Wah..jam tangan mu cantik sekali dek,baru beli ya..?"tanya Nur sambil tersenyum.
"Gak kak,jam tangan ini gak jelas pemiliknya" sahut Humairah, Nur pun menyeritkan alis tidak mengerti.
"Maksud tidak jelas pemiliknya apa dek..?" tanya Nur ingin tahu, Humairah pun menceritakan semua nya pada Nur.
"Astaghfirullah... Humairah,apa jangan-jangan suami mu..-"perkataan Nur terhenti.
"Jangan-jangan apa kak..?"tanya Humairah penasaran.
"Jangan-jangan suami mu itu selingkuh..!" bisik kak Nur ke telinga Humairah, mendengar itu Humairah pun langsung membelalakkan matanya sambil ternganga.
"Astaghfirullah kak Nur, Kenapa kakak bicara seperti itu,mas Bahri tidak mungkin melakukan itu"protes Humairah sambil membela suaminya.
"Siapa tau dek,jaman sekarang kan plakor berkeliaran di mana-mana,bila ada kesempatan untuk merayu suami orang yang sedang sukses dan mapan, mereka akan melakukan berbagai macam cara untuk merebutnya,apa lagi suami kamu itu tampan dan mapan sekarang, dan kamu juga sudah jelas menemukan hal janggal kan..? pasti jam tangan itu milik perempuan yang tidak beres" ucap Nur, Humairah langsung terdiam mendengar nya,hati nya pun tiba-tiba menjadi gundah, semakin ia memikirkan hal itu semakin terngiang-ngiang ucapan dari kakak Nur tentang wanita lain.
"Ya Allah,apa mas Bahri sudah membohongi ku..?jika memang benar ya Allah,maka tunjukan lah kebenaran nya dengan segera pada ku"batin Humairah berdo'a.
Mereka pun sudah selesai memasak dan memakan nya bersama-sama,sambil makan Humairah pun sambil menatap suaminya yang terlihat biasa saja, seperti tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dari suaminya sama sekali.
...****************...
Next episode selanjutnya yaaa βΊοΈ
__ADS_1
jangan lupa dukungan nya... terima kasih ππ»