JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Depresi


__ADS_3

Jenazah Ali langsung di bawa dan segera di kebumikan di Palangkaraya,Humairah yang melihat putra kesayangannya itu di makam kan terus saja menjerit dan menangis,ia juga sampai berkali-kali pingsan.


"Dek,makan lah,sudah 5 hari kamu tidak mau makan,mas mohon makan lah biar sedikit" bujuk Bahri pada istri nya yang sedang terbaring lemah di kasur, dengan tangan yang terpasang infus, Humairah terus saja meneteskan air mata nya dan tak merespon siapa pun yang mengajak nya bicara,Nur,Hadi, Umi, Mei dan Caca nya pun turut datang ke kapal.


"Dek,kita harus mengikhlas sekarang Ali sudah tenang di surga Allah,kita harus


"Bagai mana Bahri,apa Humairah sudah mau makan..?"tanya Umi, sambil menggoreng pisang bersama Nur di dapur, Bahri menggeleng kan kepalanya dengan lemas dan sedih.


"Humairah masih tidak mau makan Umi,dia juga tak merespon jika di ajak bicara, bahkan dia terus saja menangis"sahut Bahri memberi tahu, Umi pun menghela nafas dengan panjang.


"Sini,biar Umi yang mencoba nya, untuk membujuk nya makan"ucap Umi,sambil mengambil piring yang berisi nasi dan lauk untuk Humairah.


"Humairah... makan lah dulu nak,kamu harus makan dan semangat kembali, Humairah... ikhlas kan kepergian Ali nak,kita memang sangat menyayangi nya...tetapi Allah lebih sayang lagi pada nya,jika kamu seperti ini terus, kasian Ali di sana melihat mu"bujuk Umi berusaha membuat Humairah semangat lagi.


"Ali..?di mana Ali..?Umi..apa Ali sudah makan..?saya sudah membuat kan nasi goreng untuk nya,apa Ali sudah memakan nya,kemana Ali umi, kenapa dia tidak mencari saya..?"tanya Humairah, yang tiba-tiba mau bicara, Umi mengerutkan alisnya bingung.


"Nak,sadar lah...Ali sudah tidak ada"sahut Umi, memberi tahu.


"Kemana Ali Umi, kenapa dia tidak ada..? Ali...! Ali..!di mana kamu nak..?"teriak Humairah memanggil putranya, mendengar suara Humairah berteriak, Bahri dan yang lain pun pun langsung mendatangi Humairah ke kamar.


"Ada apa Umi..?"tanya Bahri.


"Nak, Humairah tak sadar jika putra nya..-"ucap Umi terjeda, rasanya Umi tak sanggup mengatakan nya.


"Mas, tolong panggil kan Ali, kenapa Ali sejak kemarin tidak menemui saya..?kata nya dia mau nasi goreng buatan saya..! cepat mas... panggil Ali kemari"pinta Humairah pada suami nya, Humairah pun langsung bangun dari tempat tidur dan hendak mencabut infus yang ada di tangan nya.


Hati Bahri sangat sedih dan terasa teriris sembilu, mendengar dan melihat keadaan istri nya saat ini.


"Nak, jangan di cabut..!"ucap Umi mencegah,namun Humairah tidak mendengar kan nya,ia tetap mencabut infus itu dengan paksa,dan seketika darah pun langsung keluar bercucuran dari tangan nya.


"Ya Allah.."ucap Umi dan Nur terkejut melihat nya, Bahri pun langsung memeluk istrinya.


"Dek,kamu mau kemana..? sebaik kamu istirahat,kamu sangat lemah saat ini"ucap Bahri membujuk dan menahan istri nya,ia mencoba membuat istrinya tenang.


"Mas,saya mau mencari Ali,dia pasti lapar,saya mau membuat kan nya nasi goreng "sahut Humairah sambil tersenyum sendiri, Umi pun menangis melihat keadaan putri nya saat ini.


"Dek, sebaiknya kamu istirahat saja,kamu masih lemas,dan.. lihat tangan kamu berdarah,ayo kita obati dulu tangan mu"ucap Bahri mengalih kan, sambil mengangkat tangan istrinya yang banyak bercucuran darah ke lantai, Umi pun langsung mengambil kain dan membalut tangan Humairah, agar darah itu berhenti..


"Tapi Ali nanti akan kelaparan mas.."sahut Humairah protes pada suaminya,ia tak sadar jika anak nya sudah tiada.

__ADS_1


"Dek,mas mohon istirahat lah.."suruh Bahri sambil memelas,ia berusaha bersabar dan menahan air matanya.


"Tapi mas... Ali..-"ucapan Humairah langsung di sela oleh Bahri.


"Ali sudah tidak ada lagi dek, Ali kita sudah meninggal..!"sahut Bahri sambil menangis, Bahri sudah tak tahan menahan kesedihannya,apa lagi keadaan melihat istrinya yang seperti ini.


Humaira pun langsung terpaku,lalu terduduk di lantai, ingatan nya pun kembali berputar saat melihat putranya tewas tenggelam, seketika Humairah pun langsung menjerit dan mengamuk.


"Ali....!!! tidak...Ali masih hidup mas, Ali masih hidup..dia tidak meninggal.. Ali kita masih hidup..!!!Ali...!di mana kamu nak..?" teriak-teriak Humairah sambil mengamuk, Bahri dan Umi pun langsung menangkap Humairah dan mencoba menenangkan nya, sedangkan Mei dan Caca ketakutan melihat keadaan ibu mereka.


"Ucup..!!!"teriak Bahri memanggil Ucup, Ucup pun langsung berlari menghampiri Bahri.


"Tolong kamu panggil kan dokter kemari"suruh Bahri, Ucup pun mengangguk kan kepalanya.


"Baik kak.."sahut Ucup, lalu segera berlari pergi memanggil dokter.


Tak lama, dokter pun datang ke kapal dan memeriksa Humairah, karena Humairah terus saja mengamuk sambil meracau tak jelas dan hendak berlari kebelakang kapal, Bahri pun takut dan khawatir jika istri nya tiba-tiba tak sadar lalu nekat terjun ke sungai,demi keamanan..akhirnya terpaksa dokter memberi kan suntik penenang pada Humairah, setelah beberapa saat Humairah pun menjadi tenang dan tertidur.


"Bagai mana keadaan istri saya dok..?"tanya Bahri, yang sangat mencemaskan istri nya.


"Istri bapak saat ini mengalami depresi, sehingga membuat nya tak sadar dengan apa yang dia lakukan, sebaiknya bapak segera membawa nya ke psikiater"sahut dokter memberi tahu dan menyarankan, Bahri pun sangat terpukul mendengar nya, sedang kan Umi hanya bisa menangis melihat keadaan putri nya, Caca dan Mei pun ikut menangis melihat keadaan ibu mereka.


"Ya Allah...apa aku harus membawa istri ku ke psikiater...?"batin Bahri sambil menatap istrinya,ia merasa tak terima dan tak percaya jika istri nya katakan mengalami depresi.


*


*


*


Keesokan harinya, Bahri dan Umi pun pergi membawa Humairah ke psikiater.


"Bagai mana keadaan istri saya dokter..?" tanya Bahri,ia berharap istri nya cepat sembuh seperti dulu lagi.


"Seperti nya istri bapak,harus segera di rawat di RSJ"sahut dokter memberi tahu.


Deg.


Bahri dan Umi sangat terkejut mendengar nya, seketika juga Bahri pun merasa marah pada dokter itu.

__ADS_1


"Maaf dokter, istri saya tidak gila..dia hanya mengalami shock yang berlebih"ucap Bahri,ia tak terima jika istri nya harus di masukan ke rumah sakit jiwa.


"Tapi pak,ini demi kebaikan istri bapak"sahut dokter menjelaskan.


"Tidak dok, istri saya tidak gila, dia baik-baik saja, tolong dokter carikan alternatif lain untuk menyembuhkan istri saya, saya tidak mau jika istri saya di rawat di rumah sakit jiwa "pinta Bahri, sambil memohon.


"Maaf pak, hanya itu alternatif yang terbaik untuk istri bapak saat ini "ucap dokter memberi tahu, Bahri pun merasa kesal pada dokter itu,dan memutuskan untuk membawa istri nya kembali pulang ke kapal dan merawat nya sendiri.


Humairah hanya duduk diam di kamar,sambil meracau sendiri memanggil-manggil nama putra nya yang begitu amat di sayangi nya itu,dan terus seperti itu setiap hari.


"Assalamu'alaikum"ucap seseorang yang datang menghampiri Bahri, Bahri pun langsung menoleh ke belakang.


"Wa'alaikum salam,kak Nilam..!"sahut Bahri.


"Bagai mana keadaan Humairah dek..?"tanya Nilam, sepupu Bahri.


"Begitu lah kak, sudah hampir sebulan dia seperti itu.."sahut Bahri sambil menatap istrinya, Nilam pun ikut sedih melihat keadaan istri adik sepupu nya itu.


"Bahri, sebaiknya kamu coba bawa istri mu ke tempat kyai Ridwan,dan minta air do'a pada beliau,siapa tau istri mu bisa sembuh setelah di bawa ke sana"ucap Nilam menyuruh.


Kyai Ridwan adalah guru spiritual Nilam sekeluarga, beliau terkenal 'Alim dan tawadhu.


"Baik kak,apa kak Nilam mau mengantar kan kami ke sana sekarang..?"pinta Bahri, Nilam pun mengangguk kan kepalanya.


"Tentu dek, tunggu kakak telpon dulu ajudan beliau, apa sekarang beliu bisa kita temui.."sahut Nilam, sambil mengambil handphone nya.


"Semoga saja bisa kak, saya sangat berharap sekali"ucap Bahri, sangat berharap.


Setelah beberapa saat,Nilam pun memberi tahu Bahri.


"Alhamdulillah,kamu beruntung dek, hari ini beliau bisa di temui"ucap Nilam memberi tahu, Bahri pun merasa bersyukur mendengar nya.


"Alhamdulillah ya Allah"ucap Bahri, mereka pun segera berangkat membawa Humairah menuju rumah kyai Ridwan.


...****************...


Bersambung....


jangan lupa kasih semangat dan dukungan nya terus ya buat author ☺️

__ADS_1


terima kasih πŸ™πŸ»


__ADS_2