JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Meminta restu


__ADS_3

"Kakek,saya mau bertanya, apa benar adik perempuan nya ka Bahri itu janda?"tanya Rahmat berbasa-basi,padahal dia sudah tau kalau Diana itu seorang janda,kakek Sukri mengerutkan alisnya sambil menatap bingung Rahmat.


"Iya benar,nama nya Diana,memang ada apa?"tanya kakek Sukri curiga, Rahmat yang di tatap aneh oleh kakek nya pun menjadi salah tingkah.


"Ah..ti.. tidak apa-apa kek,cuma tanya saja"sahut Rahmat sambil mengusap tengkuk leher nya, menutupi rasa canggung nya, kakek Sukri pun mulai paham dengan tingkah Rahmat.


"Apa kamu tertarik dengan Diana?"tanya kakek Sukri menyelidik, Rahmat pun semakin salah tingkah dan merasa malu-malu, namun ia menganggukkan kepalanya sambil senyam-senyum, kakek Sukri pun langsung terkekeh melihat tingkah lucu cucu nya itu yang baru jatuh cinta.


"Kalau kamu menyukai nya, cepat lah lamar dia, kakek sangat setuju jika kamu menikah dengan Diana adik nya Bahri, mereka itu orang-orang baik"ucap kakek Sukri, Rahmat pun merasa senang karena kakek Sukri mendukung nya.


"Iya kek, jadi kakek setuju jika Rahmat menikah dengan Diana?"tanya Rahmat antusias menatap kakek Sukri sambil tersenyum lebar.


"Tapi,kamu harus meminta ijin dan restu dulu kepada kedua orang tua mu,apa mereka setuju? karena kamu kan tahu,adik nya Bahri itu seorang janda yang mempunyai satu anak, kakek khawatir jika ke dua orang tua mu tidak setuju"ucap kakek Sukri mewanti-wanti, wajah Rahmat yang awalnya berseri-seri pun seketika berubah menjadi masam.


Benar apa yang di katakan oleh kakek Sukri, Rahmat harus meminta restu dulu kepada kedua orang tua.


"Iya, kakek benar, saya harus meminta restu dulu kepada bapak dan ibu"sahut Rahmat, kakek Sukri pun mengangguki nya.


"Tapi kek..! kalau bapak dan ibu tidak setuju bagai mana?"tanya Rahmat, merasa ragu dan takut.


"Ya, berarti Diana bukan jodoh mu"sahut kakek Sukri enteng sambil menghisap rokok nya, Rahmat pun semakin gelisah dan takut.


"Kenapa wajah mu kusut begitu?"tanya kakek Sukri,sambil menahan tawa nya.


"Apa kakek tidak berusaha membujuk dan membantu saya, agar bapak dan ibu mau menyetujui nya"rengek Rahmat meminta, kakek Sukri pun langsung tertawa mendengar nya, melihat kakek nya tertawa Rahmat pun menjadi bingung.


"Kamu itu ya,jatuh cinta kenapa jadi bego..!bagai mana kakek bisa membujuk orang tua mu,kamu saja belum bicara dengan orang tua mu,bagai mana kita bisa tau mereka setuju atau tidak "sahut kakek Sukri, Rahmat pun langsung menepuk jidatnya dan menertawakan diri nya sendiri.


"Sana pergi ke rumah orang tua mu, bicara pada mereka dulu, setelah kamu bicara, baru kita tau mereka setuju atau tidak,jika mereka tidak setuju,baru kakek yang akan bicara pada orang tua mu"ucap kakek Sukri sambil menepuk pundak cucu nya, Rahmat pun menjadi bersemangat mendengar perkataan kakek nya,dia pun mengangguk kan kepalanya dengan cepat sambil tersenyum dan langsung memeluk dan mencium pipi kakek Sukri,kakek Sukri pun langsung terkekeh geli melihat tingkah cucu nya yang seperti anak kecil saja.


"Terima kasih kek"ucap Rahmat girang dan langsung bergegas pergi menuju rumah orang tua nya.


"Dasar anak muda, gara-gara cinta, keluar rumah pun sampai lupa ucap salam"ucap kakek Sukri sambil geleng-geleng kepala.


*


*


*


Di rumah orang tua Rahmat.


"Pak mana ibu?"tanya Rahmat,bapak yang asik menonton TV pun langsung terkejut dengan kedatangan putra nya yang secara tiba-tiba.


"Kamu itu ya, kalau datang ucap salam dulu..!jadi bapak gak kaget begini,kalau bapak mu jantungan bagai mana..?"sungut bapak sambil mengusap dadanya,dan menegur anak nya, Rahmat pun hanya cengengesan mendengar protesan bapaknya.


"Maaf pak, assalamu'alaikum"ucap Rahmat.


"Wa'alaikum salam"sahut bapak.


"Mana ibu pak?"tanya Rahmat lagi mencari.


"Kenapa dari tadi kamu mencari ibu mu terus? seperti anak kecil yang mau nete saja..!"sahut bapak, Rahmat pun menghembuskan nafasnya dengan panjang.


"Ada yang ingin Rahmat bicara kan dengan ibu dan juga bapak "sahut Rahmat,lalu duduk di dekat bapak nya.

__ADS_1


"Ibu mu lagi pergi ke pasar,memang mau bicara apa?"tanya bapak penasaran.


"Nanti saja pak tunggu ibu datang,kalau begitu saya mau mandi dulu pak"sahut Rahmat dan langsung pergi ke kamar nya.


"Hah..anak kurang asem,bikin bapak nya penasaran saja"ucap bapak sambil geleng-geleng kepala,lalu melanjutkan menonton TV.


Bapak Rahmat bernama Pardi, sifat dan karakter nya sangat mirip dengan kakek Sukri yang sangat suka becanda dan blak-blakan namun ketika serius, sangat bijaksana dan dewasa.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Di kamar Rahmat sedang mengirim pesan ke pada seseorang.


πŸ“©"Assalamu'alaikum dek"


πŸ“©"Wa'alaikum salam ka"


πŸ“©"Gimana kabarnya?lagi apa?"


πŸ“©"Baik ka,lagi netein Ahmad ka"jawan nya,ya ternyata Rahmat sedang berkirim pesan dengan Diana.


"Ha..lagi netein?"batin Rahmat,otak nya pun langsung bertraveling kemana-mana, dengan cepat ia pukul kepalanya.


"Ah.. dasar nih otak, ada-ada saja"gumam nya, sambil terkekeh sendiri.


πŸ“©"Ka Rahmat juga lagi ngapain?"tanya Diana balik.


πŸ“©"Lagi di rumah, rebahan aja"


πŸ“©"Dek..!malam ini kaka mau bicara pada orang tua kaka,soal hubungan kita,dan Kaka akan bilang... kalau kaka akan melamar mu"


πŸ“©"Do'a kan saja,semoga mereka setuju dan merestui kita"


πŸ“©"Aamiin,tapi Diana belum cerita sama ka Bahri"


πŸ“©"Nanti kalau ka Bahri pulang,kamu ceritakan pada nya tentang hubungan kita"


πŸ“©"Iya ka"


πŸ“©"Ya sudah selamat istirahat ya dek"


πŸ“©"Iya ka"


πŸ“©"Assalamu'alaikum"


πŸ“©"Wa'alaikum salam"Rahmat pun senyam-senyum sendiri sambil menatap hp nya.


Rahmat dan Diana ternyata sudah lama berhubungan,semenjak sehabis dari kota Banjarmasin 2 bulan yang lalu, mereka sempat bertukar nomor hp dan sering bertukar pesan, mereka hanya sebatas teleponan dan berkirim pesan,namun mereka tak pernah bertemu.


(Wah..unik yaπŸ˜…)


*


*


*

__ADS_1


Ketika makan malam bersama, Rahmat pun bicara pada kedua orang tua nya.


"Bapak,ibu, sebenarnya ada yang mau saya bicara kan dengan kalian"ucap Rahmat, bapak dan ibu pun menatap Rahmat.


"Soal apa?"tanya bapak


"Sebenarnya Rahmat ingin melamar seorang perempuan pak, bu"ucap Rahmat, bapak dan ibu pun langsung terkejut mendengar nya.


"Melamar? siapa perempuan itu?anak siapa? dari mana?apa dia orang kampung sini?"tanya ibu bertubi-tubi.


"Ibu...kalau nanya nya satu-satu,biar Rahmat nya gak bingung jawabnya,jangan panjang nya kaya kereta api..!"ucap bapak, sambil terkekeh.


"Iya pak,soal nya ibu kaget..!kok,tiba-tiba si Rahmat kita ini mau kawin"sahut ibu, bapak pun tergelak mendengar nya.


"Apa salahnya bu,itu tandanya anak kita normal, dan sudah waktu nya ingin berumah tangga"sahut bapak, Rahmat pun tersenyum malu.


"Siapa gadis itu nak?"tanya bapak.


"Nama nya Diana, umurnya 18 tahun,dia berasal dari kampung sebelah,dia anak yatim-piatu pak"sahut Rahmat, bapak dan ibu pun tersenyum mendengar nya.


"Lalu dia tinggal bersama siapa?"tanya ibu.


"Dia tinggal bersama nenek,anak nya dan ke-tiga saudara nya"sahut Rahmat.


"Tunggu... tunggu..!kamu bilang anaknya? apa dia sudah punya anak?"tanya ibu sambil menatap bingung Rahmat, Rahmat pun mengangguk kan kepalanya.


"Jadi maksud kamu, perempuan itu seorang janda?"tanya ibu lagi, merasa tak percaya.


"I..iya bu"sahut Rahmat merasa cemas.


"Ya Allah Rahmat, begitu banyak perempuan lajang dan cantik,kamu justru memilih seorang janda dan sudah punya anak lagi" protes ibu,ia tak habis pikir dengan putranya itu.


"Padahal ada beberapa perempuan yang ibu tawarkan,kamu malah nolak"ucap ibu lagi.


"Bu..!apa salahnya kalau dia janda dan sudah punya anak? yang penting dia perempuan baik-baik"tanya bapak, Rahmat pun mengangguki nya.


"Iya bu..Diana perempuan baik"sahut Rahmat.


"Walau pun dia perempuan baik, tetap saja dia itu seorang janda"sahut ibu tidak setuju.


"Tapi bu..-"ucapan Rahmat terhenti.


"Sudah lah"sahut ibu lalu segera pergi meninggalkan Rahmat dan juga bapak.


Rahmat terdiam,ia merasa sedih dengan sikap ibu nya, yang hanya mempermasalahkan status.


(Yang sabar ya Rahmat, semoga ibu nanti nya berubah pikiran πŸ˜”)


...****************...


Bersambung dulu ya....


jangan lupa kasih semangat nya buat author, like,komen dan vote nya ya ☺️


syukur -syukur kalau dapat kopi dari kalian πŸ˜„

__ADS_1


terima kasih ❀️


__ADS_2