JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Menggadaikan


__ADS_3

Di kampung.


"Mas Fahru, Kenapa sih..rumah ini gak di renovasi aja..?ini rumah sudah semakin reot tau mas,terus juga banyak atap yang bocor" keluh Siti sambil cemberut.


"Iya sayang..nanti kalau Mas ada uang, akan Mas renovasi nih rumah" ucap Fahru sambil tersenyum dan mengusap kepala istri nya.


"Kapan mas..? mas saja gajih nya cuma cukup makan doang...!terus sudah setengah tahun kita menikah,Mas belum pernah lagi membeli kan aku baju baru"sahut Siti menyindir, Fahru pun menghalang nafasnya dengan panjang.


"Maaf kan mas ya sayang.. mas janji,akan semakin giat lagi bekerja nya,biar bisa belikan baju baru untuk mu, kamu yang sabar dulu ya" sahut Fahrul berusaha membuat istrinya mengerti.


"Mas ini,dari kemarin bilang nya sabar... sabar.. sabar terus,sampai kapan Mas..? tuh lihat, teman-teman dan sepupu ku, mereka tiap minggu beli baju terus, rumah mereka juga bagus, pada hal suami mereka cuma kerja nguli dan petani saja...sedang kan mas kan kerja nya bisnis kayu liar,tapi kenapa mas tidak bisa seperti mereka..!" ucap Siti terus mengeluh.


"Sayang..mas sudah bekerja dengan keras untuk bisa membahagiakan mu,tapi kenapa kamu masih saja mengeluh sih..!" ucap Fahru merasa kesel, karena istri nya terus-menerus membanding-banding kan ia dengan suami yang lain.


"Ya mikir dong Mas..!gimana cara nya biar bisa buat aku tuh bahagia... korupsi kek misal nya "sahut Siti menyuruh.


"Astagfirullah...Sayang, kenapa kamu menyuruh mas seperti itu,mas tidak mau melakukan nya, kalau aku korupsi uang kayu dan kak Diana tahu.. aku bisa di gantung oleh nya,kamu kan tau sendiri,bagai mana ganas nya kak Diana kalau mengamuk"sahut Fahru,sambil bergidik ngeri jika membayangkan nya.


"Oh..jadi Mas akan mau tetap seperti ini..?dan hidup kita akan terus melarat..?coba tau kalau bakal begini..aku nggak mau menikah sama kamu Mas..!"sahut Siti merajuk sambil cemberut.


"Jadi kamu menyesal menikah dengan ku..?" tanya Fahru merasa kecewa dengan sikap istri nya.


"Habis nya... Mas nggak mau berusaha sih...atau mas jual aja rumah ini?"sahut Siti memberi saran, Fahru ternganga mendengar nya.


"Ya Allah sayang..!Mas juga nggak mau hidup seperti ini..dan gak mungkin juga mas menjual rumah ini,asal kamu tahu..rumah ini adalah satu-satunya warisan peninggalan dari nenek kami, dan rumah ini juga sudah atas nama kak Bahri,jadi tidak bisa sembarang jual, kalau tidak ada tandatangan dan persetujuan dari kak Bahri"ucap Fahru memberi tahu, Siti pun langsung membelalakkan matanya terkejut.

__ADS_1


"Kenapa jadi atas nama kak Bahri saja, seharusnya kan atas nama mas juga dong di surat itu,kan ini rumah warisan dari nenek kalian" protes Siti tak terima, Fahru pun hanya terdiam mendengar nya.


"Mas,kata mas tadi kan, rumah ini kalau di jual gak mungkin,bagai mana kalau rumah ini kita gadai kan saja mas..?kan kalau di gadaikan saja bisa mas..! lagi pula surat rumah ini kan ada di tangan mas"usul Siti sambil membujuk suaminya, Fahru pun langsung terkejut mendengar nya.


"Sayang, apa kamu sudah tidak waras..?"tanya Fahru sambil menangkup wajah istri nya,Siti pun langsung menepis tangan suaminya dengan kesal dan marah.


"Emangnya saya gila...?saya masih waras Mas.."sahut Siti kesel.


"Kalau kamu waras,Kenapa kamu berpikir ingin menggadaikan rumah ini..?bisa kena marah kak Bahri aku, kalau minta tanda tangan nya dan menggadai kan rumah nya"ucap Fahru kesal pada istrinya.


"Mas,mas Fahru tidak perlu meminta tanda tangan dari kak Bahri"sahut Siti.


"Kalau tidak ada tandatangan dari kak Bahri, mana bisa kita menggadai kan nya sayang"ucap Fahru.


"Bisa kok mas,aku punya teman yang kerja di Bank,dan kata nya..kita bisa kok menggadai kan surat rumah ini"sahut Siti sambil tersenyum.


"Kita palsu kan saja tanda tangan kak Bahri mas,selain tidak ketahuan... mas juga tidak akan kena marah dari kak Bahri"sahut Siti mengusul kan.


"Apaaa..! memalsukan tanda tangan...?"ucap Fahru terkejut mendengar nya.


"Iya mas,teman aku yang kerja di Bank bilang,dia sudah sering mengurus kan orang-orang yang ingin menggadai kan surat rumah orang tua nya,dengan cara tanda tangan palsu,asal... syarat nya,kita harus benar-benar bisa menirukan tanda tangan si pemilik asli sama persis"sahut Siti menjelaskan dan memberi tahu.


"Tidak sayang,mas tidak berani melakukan nya,itu sudah termasuk melanggar hukum, kalau kak Bahri sampai tahu dan melaporkan mas ke polisi,mas bisa masuk penjara"ucap Fahru menolak nya dan merasa takut, Siti pun menghembuskan nafas nya dengan kasar.


"Mas Fahru,aku sangat yakin,jika kak Bahri tau..dia tidak akan tega melakukan itu sama mas Fahru, karena mas Fahru kan adik kandung nya,dan kak Bahri itu sangat menyayangi mas Fahru,jadi... mas Fahru tidak perlu khawatir,jika kak Bahri tau,kita tinggal meminta maaf sambil bersujud dan menangis saja mas, pasti kak Bahri akan langsung memaaf kan kita"sahut Siti meyakin kan suaminya., Fahru pun terdiam sambil berpikir.

__ADS_1


"Lagi pula...apa mas tidak kasihan sama aku,kata nya mas cinta sama aku,terus mau bahagiain aku,mana bukti nya..?di suruh begini saja mas malah takut,pada hal kan...ini juga demi kita dan demi anak yang ada di kandungan ku, kalau kita gadai kan rumah ini,kita bisa merenovasi rumah ini dan juga modal usaha"rengek Siti sambil menangis, Fahru pun tak tega melihat tercinta nya menangis dan bersedih.


"Baik lah,mas akan mencoba nya,ini demi kamu sayang "ucap Fahru, sambil mengusap air mata istri yang sangat di cintai nya, mendengar itu Siti pun langsung tersenyum bahagia.


"Benar kah mas..?mas mau melakukan nya..?"tanya Siti girang, Fahru pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Iya sayang"sahut Fahru.


"Terima kasih mas..!aku tau mas pasti akan mengabulkan nya demi aku"ucap Siti merasa sangat bahagia.


"Besok,aku ikut ke bank ya mas"ucap Siti.


"Iya,besok kita ke bank jangan sampai ketahuan kak Diana,mas takut kak Diana bakal curiga nanti"ucap Fahru memperingati istri nya, Siti pun langsung mengangguk kan kepalanya dengan semangat.


"Iya mas, pokok nya mas tenang saja.. semua nya bakal beres,aku bakal tutup mulut"sahut Siti sambil tersenyum lebar.


Keesokan harinya, Fahru dan Siti pun benar-benar pergi ke Bank dan menggadai kan surat rumah itu, lalu memalsukan tanda tangan Bahri dengan bantuan teman Siti yang bekerja di Bank, mereka pun meminjam uang sebesar 50 juta dengan jaminan surat rumah milik Bahri.


...****************...


Bersambung...


(Ya Allah...kali ini author nulis nya ikut merasa geram dengan sikap Fahru,😑dan merasa sedih pada Bahri yang begitu sangat menyayangi dan berjuang membahagiakan adik-adik sedari kecil,tetapi ke tiga adik-adiknya justru melupakan jasa nya, mereka menyalah gunakan kasih sayang itu dan hanya ingin memeloroti Bahri 😭)


Jangan lupa kasih semangat dan dukungan nya buat author ya..❀️

__ADS_1


Terima kasih πŸ™πŸ»


__ADS_2