
2 Tahun kemudian....
Bahri dan Humairah memutus kan untuk kembali ketanah air, karena waktu itu keadaan di Mekkah sedang tidak baik,padahal Bahri dan Humairah sudah berencana untuk tinggal di sana lebih lama lagi,dan akan mengajak putra-putri nya untuk tinggal bersama mereka, tetapi mungkin Allah berkehendak lain, keadaan Mekkah pun sedang tidak baik-baik saja, karena waktu itu ada penyusup yang berencana ingin menghancurkan Ka'bah, sehingga pihak Arab Saudi memutuskan untuk memulangkan seluruh orang Iuar agar kembali ke negara nya masing-masing.
Sesampai nya di tanah air, Bahri dan Humairah di sambut dengan penuh haru oleh seluruh keluarga nya di bandara, Umi menangis sambil memeluk erat putri nya yang sudah lama tidak ia temui.
"Alhamdulillah.. kamu semakin sehat dan terlihat lebih cantik Humairah"ucap Nur sambil tersenyum bahagia melihat adiknya dalam keadaan baik-baik saja.
"Kak Nur ini bisa saja,apa saya terlihat lebih gemuk kak...?"tanya Humaira sambil tersenyum.
"Tidak, hanya saja aku lihat...kamu lebih berisi.."canda Nur sambil terkekeh, Humairah pun langsung tertawa mendengar nya.
"Itu berarti sama saja kak"protes Humairah sambil memanyunkan bibirnya, Nur pun tergelak mendengar nya.
"Oya,mana kak Hadi kak,kenapa dia tidak ikut..?"tanya Humairah mencari, kerena yang ikut ke bandara hanya Umi dan Nur,serta saudara nya yang lain,Nur terdiam mendengar nya,ia bingung mau menjawab apa,kerena walau pun mereka tidak jadi bercerai, tetapi keadaan mereka berdua tidak lah baik seperti dulu, mereka jarang tinggal bersama,Nur lebih sering menginap di rumah Umi, sedangkan Hadi lebih sering menginap di rumah orang tua nya,lebih tepatnya Nur lah yang selalu menghindari Hadi,Nur bertahan hanya demi anak-anak nya saja, karena rasa sakit yang ia rasakan masih sangat membekas di hati nya.
"Astaghfirullah,saya lupa, pasti kak Hadi lagi berlayar menuju Banjarmasin kan, karena hari ini adalah jadwal keberangkatan kapal dari Palangkaraya menuju Banjarmasin"jawab Humairah sendiri sambil tersenyum,ia masih ingat betul jadwal keberangkatan kapal mereka, Bahri pun tersenyum ketir mendengar nya,ada rasa sedih dan sakit di relung hati nya ketika mendengar kata kapal, karena pada kenyataannya kapal mereka sudah tidak ada lagi, Bahri pun merasa bersalah pada istrinya, karena sampai sekarang ia masih belum memberi tahu kan masalah ini pada istri nya.
"Ya sudah..sebaiknya ayo kita pulang sekarang,di kampung sudah banyak keluarga yang ingin sekali bertemu dengan kalian"ajak Umi mengalihkan, Humairah dan Bahri pun mengangguk dan segera menuju mobil mereka.
Di mobil Humairah sudah sangat tidak sabar ingin bertemu dengan anak-anaknya,ia begitu merindukan mereka berdua, Mei dan Caca tidak ikut ke bandara karena mereka harus menyiapkan penyambutan untuk kedua orang tua nya di kampung.
__ADS_1
"Caca,apa mobil Ayah dan ibu sudah kelihatan..?"tanya Mei sudah tidak sabar menunggu, Caca menggelengkan kepalanya.
"Belum ka, mungkin sebentar lagi"sahut Caca, yang sama tak sabar nya ingin bertemu dengan kedua orang tua nya.
Tak lama mobil yang mereka tunggu akhirnya datang,mata Caca dan Mei sudah berkaca-kaca melihat kedua orang tua nya keluar dari mobil itu.
"Ayah..!ibu..!"panggil Caca dan Mei, mereka pun langsung berlari dan menghambur pelukan kepada kedua orang tua nya, air mata Caca dan Mei mengalir dengan deras karena menahan rindu yang teramat sangat, begitu pun juga Humairah dan Bahri, mereka menangis sambil memeluk erat kedua putri mereka yang sudah sangat mereka rindukan.
"Ibu, Ayah,kami sangat merindukan kalian"ucap Caca sambil menangis.
"Ayah dan ibu juga sangat merindukan kalian nak"sahut Humairah, sambil memeluk erat dan menciumi kedua putrinya.
Semua orang yang menyaksikan mereka ikut terharu dan menangis melihat pertemuan antara orang tua dan anak-anaknya.
Begitu banyak keluarga mereka berdatangan silih berganti,ingin mendengar cerita tentang Mekkah dan juga mendapatkan oleh-oleh dari Bahri dan Humairah, beruntung Bahri dan Humairah membawa oleh-oleh yang sangat banyak,air zamzam dan kurma serta yang lainnya pun tak ketinggalan mereka berikan untuk keluarga di kampung, mereka semua pun sangat bahagia mendapatkan nya.
Dua hari berlalu...
"Mas, kenapa ya, saya perhatikan kak Nur dan kak Hadi, dari kemaren seperti sedang menjaga jarak, apa mereka sedang berkelahi ya..?"tanya Humairah curiga, Bahri pun terdiam mendengar nya, seperti nya sudah waktu nya ia pelan-pelan harus menceritakan masalah ini semua pada istri nya, karena ia khawatir jika tidak cepat memberi tahu kan istrinya,maka istrinya akan tau pada orang lain,hal itu akan menjadi masalah nanti nya, Humairah pasti akan sangat marah pada nya.
"Dek, sebenarnya...kak Nur dan kak Hadi memang sedang ada masalah dengan rumah tangga nya"sahut Bahri, Humairah pun langsung terkejut dan membelalak kan matanya.
__ADS_1
"Jadi mas tau, mereka sedang ada masalah..? masalah apa mas..?kok saya tidak tau..!kak Nur juga berapa kali saya tanya,cuma diam saja.."keluh Humairah,ia pun sangat penasaran masalah apa yang terjadi pada kakak nya itu, Bahri pun menceritakan kejadian awal mula dan penyebab mereka berkelahi, sampai berujung hampir terjadi nya perceraian, Humairah merasa sangat terkejut mendengar nya, ia tak menyangka kakak nya akan mengalami hal sama seperti dulu lagi,beda nya saat kakak nya mengalami itu, Humairah justru tidak ada di samping kakak nya, Humairah menangis dan merasa sedih mendengar cerita yang kakaknya alami,ia tak menyangka kak Hadi tega melakukan hal itu kembali.
"Lalu, siapa mas yang menjalan kan kapal kita setelah itu..?"tanya Humairah ingin tahu, Bahri menghela nafasnya dengan panjang,ia merasa takut menceritakan hal selanjutnya, yang pasti akan membuat istrinya semakin terpukul.
"Setelah kak Hadi mengundurkan diri, kapal kita di ambil alih dan jalan kan oleh Amran sepupu kalian,selama beberapa hari dan setelah itu..-"perkataan Bahri terhenti,ia merasa tak sanggup memberi tahu kan hal itu kepada istrinya.
"Setelah itu apa mas..?"tanya Humaira semakin penasaran, menunggu kelanjutan ceritanya, Bahri menatap dalam mata istri nya.
"Sebelum mas memberi tahu kan nya,mas minta kamu harus menerima dengan ikhlas segala nya, karena semua itu adalah Allah yang maha berkuasa"ucap Bahri, Humairah menyeritkan alis nya merasa bingung.
"Dek,kata Abah.. hidup di dunia hakikat nya adalah ujian,maka segala hal yang menyakitkan hendaknya di sikapi dengan kesabaran,karena Allah sangat mengasihi orang-orang yang sabar"ucap Bahri menasehati istri nya terlebih dahulu, Humairah terdiam sambil mencerna perkataan dari suaminya, sekarang ia harus siap mental mendengar kabar yang sudah pasti kabar yang ia dengar selanjutnya adalah kabar buruk yang harus menguji kesabaran nya.
"Iya mas, insya Allah saya akan bersabar,apa pun yang terjadi, akan kita jalani dan lewati bersama"sahut Humairah, Bahri pun merasa lega mendengar nya, setelah itu Bahri pun memberi tahu kan kepada istrinya,bahwa kapal mereka sudah hanyut tenggelam dan ia pun menceritakan kronologi kejadian kenapa hal itu bisa terjadi, harta benda mereka pun sudah tak tersisa lagi, bahkan tanah yang mereka rencanakan untuk membangun tempat tinggal mereka akhirnya di jual, untuk membayar ganti rugi barang yang ikut hanyut tenggelam bersama kapal mereka, Humairah merasa sangat shock mendengar nya,air mata nya pun lolos kembali membasahi pipi nya.
"Mas, begitu banyak hal yang terjadi di sini, tetapi mas hanya menyimpan dan menanggung nya sendiri.."ucap Humairah sambil menangis tersedu-sedu.
"Mas, hanya mengkhawatirkan kesehatan mu,mas tidak mau kamu ikut menanggung beban pikiran jika mengetahui nya, dan sekarang semua sudah selesai dan beres,kita akan memulai kehidupan kita yang baru dan berusaha bangkit kembali"sahut Bahri sambil memeluk erat istrinya.
...****************...
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya βΊοΈ terima kasih ππ»