
Beberapa hari ini setiap pagi Humairah merasa kan pusing dan mual yang sangat luar biasa,ia seperti orang yang sedang mabuk perjalanan,dalam sehari ia bisa memuntahkan seisi perut nya sebanyak 5 hingga sampai 7 kali, Bahri pun merasa kebingungan dan kasihan pada istri nya yang sedang sakit,apa lagi saat ini kapal mereka masih dalam perjalanan menuju Palangkaraya.
"Dek,wajah kamu begitu pucat,apa kamu tidak papa?"tanya Bahri merasa takut dan cemas.
"Saya tidak papa mas, mungkin cuma masuk angin saja"sahut Humairah.
"Tapi kamu sudah beberapa hari sakit seperti ini dek,mas khawatir dengan mu"ucap Bahri, sambil mengusap kepala istri nya.
"Saya hanya butuh istirahat saja mas,dan setelah itu akan sedikit membaik"sahut Humairah, sambil memejamkan mata nya, karena kepalanya terasa sangat pusing.
"Dek,kamu sabar ya...setelah sampai di pelabuhan dan kapal sudah menyandar,kamu akan segera mas bawa periksa ke dokter"ucap Bahri merasa cemas dan khawatir dengan keadaan Humairah yang sangat lemas, sampai -sampai Humairah tak bisa lagi bangun dari tempat tidur nya.
"Iya mas"sahut Humairah sambil mengangguk pelan dan lemas.
Bahri pun membuat kan teh manis hangat untuk istri nya,agar sedikit membaik dan bertenaga.
Selama beberapa hari Humairah tak bisa memasak dan mengerjakan yang lain, sehingga Ucup dan Agung lah yang di tugas kan Bahri untuk memasak.
"Om Ucup...! Om Agung...!"sapa Caca sambil mendekati Ucup dan Agung yang sedang sibuk memasak.
"Iya putri Caca yang cantik...ada apa?"sahut Ucup.
"Om Ucup dan om Agung lagi masak apa..?"tanya Caca ingin tau,sambil melihat apa yang di kerjakan oleh mereka.
"Om Ucup lagi masak ikan, kalau Om Agung lagi goreng nasi,Caca ke sini mau apa?"tanya Ucup.
"Caca mau susu..?"tanya Agung sambil tersenyum menatap Caca, Caca menggeleng-geleng kan kepalanya.
"Apa Caca mau makan..?"tanya Ucup, Caca pun mengangguk kan kepalanya cepat sambil tersenyum.
"Oh... jadi Caca lapar, Caca mau makan apa..?"tanya Ucup sambil tersenyum.
"Apa Om Ucup bisa masak telur?"tanya Caca.
"Bisa dong..!Om Ucup jago nya masak telur, mau telur rebus, telur dadar, telur asin atau telur mata sapi, Caca mau yang mana..?"tanya Ucup.
"Caca mau telur sengsara Om Ucup"sahut Caca.
"Telur sengsara..?"ucap Ucup dan Agung sama-sama kebingungan.
"Gung,kamu tau gak masak telur sengsara bagai mana..?"tanya Ucup bingung.
"Mana aku tau,kan katanya kamu jago masak macam-macam telur"sahut Agung sambil mengangkat kedua bahu nya.
"Ucup bisa gak masak telur sengsara nya? jangan-jangan Om Ucup payah lagi"ucap Caca sambil menyipitkan matanya menatap Ucup.
__ADS_1
"Emang kepayahan apa yang kamu lakukan sebelum cup..?"tanya agung penasaran, ucap pun gelabakan menjawab pertanyaan Agung.
"Om Agung, Om Ucup itu ternyata gak bisa berhitung"Sahut Caca sambil tertawa sendiri,Agung pun ikut tertawa mendengar nya.
"Duh nih bocah,bisa banget bikin aku terlihat bodoh dan mati kutu,ya ampun...semoga saja tidak ada lagi Caca kedua, kalau sampai ada, bisa habis aku di kerjain nih bocah-bocah" batin Ucup sambil menangis.
"Caca, kalau boleh Om Agung tanya, telur sengsara itu memang nya seperti apa?"tanya Agung penasaran.
"Caca sering liat ibu memasak nya, pertama kasih minyak,lalu masukin telur nya terus di hancur-hancurin deh,kasih garam dan kecap,sudah jadi... gampang kan om..?"jawab Caca memberi tahu sambil memperagakan nya, Agung pun langsung tergelak mendengar nya, sedang kan ucap tak bisa berkata-kata lagi hanya bisa menepuk jidatnya sendiri.
"Cup ternyata kamu di kerjain lagi cama nih bocah "ucap Agung sambil menertawakan Ucup.
"Tuan putri Caca yang cantik...! yang nama nya telor sengsara itu tidak ada, yang ada nama nya telur orak Arik"ucap Ucup gemas.
"Tapi Caca ngasih nama nya itu telur sengsara Om Ucup"sahut Caca tak mau kalah, memanyunkan bibirnya.
"Kenapa Caca ngasih nama itu telur sengsara?"tanya Ucup.
"Karena Caca kasian liat telur nya di hancur-hancurin Om, maka nya Caca ngasih mana telur nya, telur sengsara"sahut Caca polos sambil tersenyum, Ucup pun menepuk jidatnya nya menghela nafas panjang.
"Kenapa aku selalu kalah kalau bicara sama nih bocah"batin Ucup sambil geleng-geleng kepala, Agung hanya tertawa melihat perdebatan mereka.
Ucup pun segera membuat kan telur orak Arik yang di pinta Caca,yang di namai Caca dengan sebutan telur sengsara.
"Terima kasih Om Ucup"sahut Caca sambil tersenyum lebar.
Caca pun langsung segera memakan telur buatan Ucup dengan semangat, namun baru satu suapan,Caca langsung memuntahkan nya dari mulut nya.
"Uweekk...! telur sengsara buatan Om Ucup tidak enak"ucap Caca mengeluh, Ucup pun terkejut mendengar nya.
"Masa gak enak sih..?Caca tolong jangan kerjain Om Ucup lagi dong..!"pinta Ucup memelas.
"Tapi Caca gak bohong Om Ucup, telur buatan Om Ucup gak enak, rasanya asin"sahut Caca memberi tahu.
"Masa sih..?"ucap ucup gak percaya, Ucup dan Agung pun mencoba mencicipi telur itu dan tiba-tiba.
"Uweekk..!iya cup telur buatan mu ternyata benar-benar sengsara, rasanya asin banget"ucap Agung sambil terkekeh.
"Uh... ternyata Om Ucup benar-benar payah"ucap Caca meledek sambil tertawa, Agung pun ikut tertawa mendengar nya, sedang kan Ucup hanya tersenyum mengangguk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Kapal pun akhirnya sampai dan langsung menyandar ke pelabuhan, dengan segera Bahri membawa istri nya ke rumah sakit terdekat.
"Bagai mana kondisi istri saya dok..?"tanya Bahri merasa cemas, dokter itu pun tersenyum ramah.
"Bapak tak perlu cemas, istri bapak baik-baik saja,memang keadaan perempuan yang sedang hamil di semester pertama kebanyakan mengalami hal seperti ini, yang biasa di sebut dengan morning secknees,tapi semakin bertambah usia kandungan nya,maka keadaan morning secknees itu akan berkurang atau tidak lagi"sahut dokter menjelaskan, Bahri dan Humairah terkejut mendengar nya.
__ADS_1
"Jadi istri saya sedang hamil dok..?"tanya Bahri, dokter pun tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya.
"Benar pak, kandungan istri bapak sekarang baru 8 minggu"sahut dokter memberi tahu.
"Alhamdulillah ya Allah,dek kamu hamil ternyata"ucap Bahri merasa sangat bersyukur dan bahagia.
"Alhamdulillah, iya mas"sahut Humairah yang ikut bahagia.
"Tapi dok, waktu istri saya hamil anak sebelumnya, tidak separah seperti ini..?"tanya Bahri memberi tahu.
"Memang ada yang mengalami morning secknees yang parah dan ada juga yang tidak mengalami morning secknees sama sekali, setiap orang berbeda-beda mengalami nya bapak"sahut dokter menjelaskan, Bahri pun mengerti sekarang.
"Baik lah bapak,ibu, saya akan memberi resep untuk ibu, agar mengurangi rasa mual dan pusing nya"ucap dokter sambil tersenyum, Bahri dan Humairah pun mengangguk kan kepalanya,lalu dokter pun segera mencatat dan memberikan nya pada Bahri.
"Terima kasih banyak dok"ucap Bahri.
"Sama-sama bapak,ibu, semoga bayi dan ibu nya selalu sehat sampai lahiran"sahut dokter dengan ramah.
"Aamiin"sahut Bahri dan Humairah bersamaan, mereka pun segera pulang kembali ke kapal.
"Ayah,apa ibu tidak papa..?"tanya Caca, sambil menatap ayah dan ibu nya.
"Ibu mu tidak apa-apa nak,ibu sakit karena ibu sedang hamil"ucap Bahri memberi tahu, Caca mengerut kan alisnya bingung,ia tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Ayah nya.
"Sebentar lagi Caca akan punya adik bayi"ucap Humairah menjelaskan, Caca pun langsung bersorak gembira mendengar nya.
"Horee... Caca mau punya adik bayi, Horee... Horee... Horee... Horee"ucap Caca kegirangan.
Ucap keheranan mendengar suara Caca yang bersorak-sorak sambil melompat-lompat.
"Ada apa Caca, kenapa Caca terlihat gembira sekali..?"tanya Ucup penasaran.
"Om Ucup tau gak, Caca sebentar lagi akan mendapatkan adik bayi"sahut Caca memberi tahu Ucup, sedang kan ucap langsung ternganga mendengar nya.
"Mati aku...!bakal ada Caca kedua sebentar lagi"batin Ucup, sambil mengangguk kepalanya.
...****************...
Bersambung...
Baca terus episode-episode selanjutnya...
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian βΊοΈ
Terima kasih ππ»
__ADS_1