
Di Mekkah.
"Bahri,aku tau kamu menyembunyikan sesuatu dari ku dan juga Humairah.."ucap Nilam menyelidik sambil menatap Bahri.
"Sesuatu apa kak..?"tanya Bahri berpura-pura biasa saja,ia berusaha menutupi semuanya sambil tersenyum,ada sesuatu yang tidak bisa di artikan Nilam dari senyuman Bahri itu,ada hal yang tersembunyi dari balik senyuman Bahri.
"Bahri, kenapa tiba-tiba kamu memutuskan untuk menunda kepulangan kalian ke Indonesia..?dan memilih untuk tinggal di Mekkah,bahkan tak tanggung-tanggung kamu menundanya sampai 2 tahun.."ucap Nilam bingung,bahkan oleh-oleh yang mereka siap kan untuk di bawa pulang ke Indonesia,sudah Bahri kirim kan lewat paket pengiriman, agar kak Nilam tidak kerepotan ketika pulang sendiri, Nilam memang sering pulang pergi dari Indonesia ke Mekkah, karena ia mempunyai travel untuk membawa para orang yang ingin pergi berhaji dan umroh.
"Saya hanya merasa nyaman saja tinggal di sini kak,dan Humairah pun juga sudah setuju jika kami tinggal di sini sampai 2 tahun ke depan"sahut Bahri,entah dengan cara apa dan bagai mana Bahri meyakinkan istri nya, sehingga istrinya pun mau.
"Apa..!lalu bagai mana dengan keluarga mu..? bukan kah mereka semua sudah menunggu kepulangan kalian?" tanya Nilam.
"Keluarga di Indonesia juga sudah tau dan mereka pun setuju, dengan keputusan saya" sahut Bahri sambil tersenyum, karena menurut mereka keputusan Bahri untuk menjaga istri nya itu sudah sangat tepat, Nilam pun ternganga mendengar nya.
"Jadi hanya aku saja yang baru mengetahui nya..? Bahri,aku yakin... bukan hanya itu saja alasan yang membuat mu mengambil keputusan untuk tinggal di sini, kenapa kamu tidak bercerita saja pada ku"Protes Nilam,ia merasa kesal pada Bahri, karena hanya dia yang tidak di beri tahu, sebenarnya Bahri bukan tidak ingin memberi tahu Nilam soal masalah ini, hanya saja ia takut jika Nilam keceplosan bicara pada istri nya,lagi pula, Nilam pun juga akan segera pulang ke Indonesia,dan otomatis dia akan segera tau kabar tentang apa yang Bahri alami.
"Bahri,aku tau ada hal lain yang kamu sembunyikan,dan kemarin kamu juga berbohong pada Humairah tentang kain sulam ku itu kan,aku tau betul jika kain ku itu tidak lah pernah berdebu"ucap Nilam, Bahri pun terdiam mendengar nya,kali ini Bahri sudah tidak bisa mengelak lagi,mungkin sudah waktu nya ia menceritakan hal ini pada kakak sepupu nya itu yang sudah ia anggap kakak kandung sendiri.
"Bukan begitu kak Nilam, sebenarnya..-" ucapan Bahri terjeda, karena langsung di potong oleh Nilam.
"Bahri,ceritakan pada ku yang sebenarnya,ada masalah apa yang terjadi pada mu..?"tanya Nilam dengan memaksa sambil menyelidik, sebelum Bahri menjawab,ia pun menghela nafas nya dengan panjang.
Setelah itu,barulah Bahri pun langsung menceritakan semua masalah nya pada Nilam,mulai kapal nya yang tenggelam hingga kabar Nur yang ingin bercerai,ia tak mau istri merasa shock ketika pulang ke Indonesia nanti,bahkan Bahri sampai memohon pada seluruh keluarga nya, agar tidak ada satu pun yang memberi tahu kan hal itu pada Humairah, Nilam pun sangat terkejut mengetahui nya,ia tak menyangka adik sepupu nya itu menanggung beban pikiran yang sangat besar.
"Sekarang aku mengerti, kenapa kamu memutuskan tinggal di Mekkah untuk sementara waktu"ucap Nilam,ia merasa ikut sedih dengan keadaan adik sepupu nya yang sudah ia anggap seperti adik kandung nya sendiri.
__ADS_1
"Saya sudah meminta pendapat pada Abah,dan Abah pun menyarankan agar saya menetap dulu di Mekkah bersama Humairah" sahut Bahri memberi tahu, sebelum ia mengambil keputusan itu, Bahri sudah meminta saran pada kyai Ridwan terlebih dahulu, beliau pun menyarankan agar untuk sementara waktu Bahri menunda dulu kepulangan nya ke Indonesia dan mempersiapkan diri secara lahir maupun batin untuk menghadapi semua ini.
"Kak Nilam,saya mohon.. tolong jangan beri tahu dulu kabar ini pada Humairah"pinta Bahri, Nilam pun mengangguk kan kepalanya.
"Tentu Bahri,tapi pelan-pelan kamu harus segera memberi tahu kan hal itu pada Humairah,aku khawatir jika suatu saat ia akan tau pada orang lain "saran Nilam.
"Pasti kak,saya hanya menunggu waktu yang tepat, untuk bicara pada Humairah"sahut Bahri.
*
*
Bahri sedang sibuk bergutak dengan sebuah mesin jahit elektrik khusus menyulam yang baru ia beli, Humairah berjalan sambil membawakan secangkir teh hangat dan camilan untuk suami nya.
"Mas sedang apa...?"tanya Humairah sambil menghampiri suaminya,lalu meletakkan teh dan camilan itu di dekat suaminya.
"Apa mas bisa..?saya saja sudah beberapa minggu ini belajar tidak bisa-bisa,dan selalu salah, ujung-ujungnya malah kak Nilam nya yang menyerah mengajari saya"keluh Humairah sambil memanyunkan bibirnya, Bahri pun terkekeh mendengar nya.
"Kamu nya saja yang kurang sabar dan telaten dek,ini mas bisa kok.."sahut Bahri, sambil menunjukkan hasil sulaman nya yang sudah selesai, terlihat sangat cantik dan bagus.
"Masya Allah... cantik sekali sulaman nya mas"ucap Humairah sambil tersenyum kagum.
Selama mereka tinggal di Mekkah Bahri belajar menyulam kain haji yang biasa di kenakan di kepala oleh para jemaah haji wanita, mereka biasa menyebut nya dengan sebutan bolang kepala,hasil sulaman Bahri yang sudah selesai akan di jual ke beberapa pasar oleh orang Arab,dan hasil nya cukup untuk mereka bertahan hidup di Mekkah, karena Humairah tidak bisa menyulam,ia pun juga kadang-kadang membuat berbagai macam kue kering khas Indonesia, yang di jual ke para orang Arab di Mekkah, orang Arab sangat menyukai kue khas Indonesia, mereka bilang kue-kue khas Indonesia rasanya enak-enak,dari hasil itu lah Humairah bisa mengirim uang bulanan untuk anak-anak nya di kampung.
(Bagi yang penasaran bentuk Bolang sulaman yang Bahri buat, seperti ini contoh nya ya)
__ADS_1

"Humairah,temani kakak ke pasar bawah tanah yuk.."ajak Nilam,ia ingin berbelanja bahan untuk menyulam,dan sekaligus berbelanja untuk oleh-oleh keluarga nya nanti,Humairah pun menoleh ke arah suaminya untuk meminta ijin.
"Pergilah, setelah selesai cepat pulang"ucap Bahri sambil mengangguk kan kepalanya dan tersenyum.
"Baik mas"sahut Humairah, lalu segera memakai cadar nya,di Mekkah memang kebanyakan wanita Arab memakai cadar dan pakaian hitam yang sangat panjang.
Mereka pun segera pergi ke pasar bawah tanah, di sana sangat banyak yang di jual dengan harga yang sangat murah, asalkan kita pandai menawar dan berbahasa Arab,jika tidak.. mereka akan menjual dengan harga yang mahal, tetapi banyak juga orang Indonesia yang berjualan di sana, semakin hari Humairah semakin pandai dalam berbahasa Arab, karena ia sering menemani dan mendengar Nilam berkomunikasi dengan orang Arab.
(Oya,bagi yang penasaran jenis kue kering apa yang di jual oleh Humairah,ini contoh nya ya ☺️)
...****************...
Bersambung dulu ya...
__ADS_1
Jangan lupa kasih semangat dan dukungan nya 🥰 terim kasih 🙏🏻