
Di kampung.
"Ka Diana, kemaren orang tua nya Siti,nyuruh saya segera ngelamar anak nya"ucap Fahru memberi tahu, dengan muka yang masam, sambil mengaduk-aduk nasi yang ada di piring nya dengan sendok.
"Terus, kenapa muka mu masam gitu..? seharusnya kamu senang dong... karena udah mendapatkan restu dari orang tua pacar kamu"sahut Diana heran,sambil menyuapi anaknya makan.
"Iya benar, seharusnya kamu senang Fahru, akhirnya kamu bisa segera menikah Siti"sahut Rahmat ikut bicara.
"Iya, saya senang ka, tapi masalah nya...ibu nya Siti minta mahar tinggi sama saya"sahut Fahru mengeluh sambil cemberut.
"Mahar tinggi...! emang berapa yang ibu nya Siti pinta..?"tanya Diana penasaran.
"70 juta ka"sahut Fahru memberi tahu.
"Apaaa...!"Diana dan Rahmat terkejut mendengar nya sambil ternganga dan membelalakkan matanya.
"Gila.. tinggi sekali Fahru..!ini kan di kampung, buat apa mahar setinggi itu, dasar ibu nya Siti..gak kira-kira minta mahar nya "gerutu Diana tak terima.
"Kata nya...Siti anak mereka satu-satunya ka, mereka tidak mau kalau anak mereka menikah hanya acara sederhana, mereka ingin pernikahan anak mereka di adakan dengan acara yang besar,mewah dan meriah ka"ucap Fahru memberi tahu.
"Huh.. ternyata ibunya Siti materialistis,mana sanggup kalau kamu melakukan itu Fahru" ucap Diana kesal,dan tak menyangka.
"Itu dia ka,saya gak punya uang sebanyak itu,apa lagi kan,ka Diana tau sendiri, saya baru ngambil motor kemaren,belum juga lunas"
keluh Fahru sedih.
"Emang berapa uang yang kamu punya sekarang Fahru..?"tanya Rahmat ingin tau.
"Uang yang saya punya di tabungan, cuma ada 5 juta ka"jawab Fahru.
"Cuma 5 juta..?"tanya Rahmat lagi terkejut, Fahru pun mengangguk kan kepalanya.
"Apa ka Rahmat mau pinjamkan saya sisa nya..?65 juta saja ka saya mohon .."sahut Fahru, sambil meminta dan memohon.
"Ya ampun Fahru, kalau kamu cuma punya uang 5 juta, berarti banyak banget kurangnya,mana ada kami uang sebanyak itu" sahut Diana kesal.
"Maaf Fahru,Kaka gak bisa membantu mu"sahut Rahmat, Fahru pun semakin kusut dan sedih mendengar nya.
"Sudah lah Fahru,mending kamu mundur aja, mungkin Siti bukan jodoh kamu,cari yang lain saja,masih banyak kok cewek yang lebih cantik di banding kan si Siti itu"ucap Diana kesal.
"Tapi kak,saya cinta nya cuma sama Siti,gak mau dengan yang lain"sahut Fahru sambil menangis.
__ADS_1
"Fahru...kamu itu laki-laki, kenapa jadi Cemen begini sih.."sungut Diana.
"Kak tolongin saya dong hiks.. hiks... saya gak mau nikah sama yang lain, saya mau cuma sama Siti"rengek Fahru sambil menangis tersedu-sedu.
"Ya ampun Fahru... kenapa kamu jadi seperti anak kecil sih"ucap Diana sambil marah-marah, melihat kelakuan Fahru.
"Biarin...mau kak Diana bilang anak kecil,anak Lanang,anak ingusan atau anak kambing sekali pun,saya gak peduli...asal kan kak Diana mau bantuin saya menikah dengan Siti"sahut Fahru sambil menangis.
"Ya ampun..om Fahru bikin malu aja ha..ha.."ucap Ahmad sambil menertawakan paman nya sendiri.
"Bodo amat,entar kalau kamu mau kawin juga pasti merengek kaya aku"sahut Fahru sambil cemberut menatap Ahmad keponakan nya itu.
"Bagai mana ini dek? Fahru seperti nya sudah cinta mati sama si Siti"tanya Rahmat kebingungan.
"Apa si Fahru sudah kena pelet ya mas sama si Siti..?si Fahru sampai nangis-nangis sambil guling-guling kaya gitu"ucap Diana ke heranan.
"Fahru, kenapa kamu gak minta tolong sama ka Bahri aja.."usul Diana, seketika Fahru langsung menghentikan tangisan nya.
"Iya..kak Diana benar,tapi kak..saya gak berani bilang sama ka Bahri"sahut Fahru kembali sedih, Diana pun menghela nafas nya panjang.
"Ka Diana saja ya, yang ngomong sama ka Bahri.."pinta Fahru sambil memelas.
"Kenapa harus aku..?kan kamu yang pengen nikah."sahut Diana menolak.
"Ya sudah..nanti biar aku aja yang bicara sama ka Bahri"sahut Diana, Fahru pun langsung sumringah mendengar nya.
"Yang benar ka..?"tanya Fahru sambil tersenyum lebar, Diana pun mengangguk kan kepalanya.
"Iya serius,masa bohong...entar kamu bisa pingsan kalau di bohongin"sahut Diana sambil meledek.
"Yes... makasih ka Diana he..he.."ucap Fahru kegirangan sambil tersenyum lebar menunjuk kan deretan giginya.
"Dek,kamu yakin mau bicara dan minta tolong sama ka Bahri..?apa ka Bahri mau..?"tanya Rahmat merasa tidak yakin, karena uang 70 juta itu sangat banyak.
"Yakin lah mas,saya tau betul dengan sifat ka Bahri,dia tidak akan tega melihat adik-adik nya kesusahan,apa lagi kalau saya yang meminta, pasti ka Bahri akan langsung memberikan nya,tanpa pikir panjang"sahut Diana sambil tersenyum dengan penuh keyakinan, Rahmat pun langsung terdiam mendengar nya.
"Apa ka Diana akan langsung menelpon ka Bahri sekarang..?"tanya Fahru tidak sabar.
"Ya gak sekarang lah Fahru..!kita semua kan akan ke Banjarmasin besok lusa dan ketemu ka Bahri, jadi di sana aja aku bicara sama ka Bahri"sahut Diana.
"Yah..ka, kenapa gak bicara sekarang aja sih lewat telepon" paksa Fahru.
__ADS_1
"Kamu itu ya Fahru,udah kebelet banget ya pengen nikah..?kaya nya kamu itu udah bener -benar kena pelet sama si Siti deh"sahut Diana kesal, Fahru hanya diam sambil cemberut.
"Pokoknya aku akan bicara langsung sama ka Bahri di sana,gak lewat telepon"ucap Diana lalu segera pergi dari meja makan.
"Tapi ka.."panggil Fahru ingin protes.
"Gak ada tapi-tapian"sahut Diana sambil masuk ke kamar nya.
"Kamu sabar saja dulu Fahru,kalau si Siti itu jodoh kamu, pasti kamu bakal nikah sama dia"ucap Rahmat mencoba menasehati Fahru.
"Pokoknya Siti harus jadi jodoh saya, kalau enggak..lebih baik saya bunuh diri saja"ancam Fahru sambil merajuk, Rahmat pun hanya bisa menepuk jidatnya sendiri melihat kelakuan adik ipar nya itu.
*
*
*
Di kapal.
Keluarga Humairah sudah datang di kapal lebih dulu, Umi, Mei dan saudara -saudara Humairah yang lain pun juga datang.
"Umi, setelah di campur telur dan tepung nya,lalu berapa takar yang akan di masukan ke tuangan nya..?"tanya Humairah sambil asik mengocok adonan kue talam yang dia bikin bersama Umi dan kak Nur.
"Kasih 3 takar saja nak,nanti setelah matang baru 2 takar untuk di atas nya "sahut Umi sambil tersenyum
"Ka Nur,bagai mana pekerjaan ka Hadi di gudang,apa kerasan..?"tanya Humairah.
"Alhamdulillah sangat kerasan dek, ternyata bos Rotan itu orang nya sangat baik dan juga homoris "sahut kak Nur sambil tersenyum.
"Alhamdulillah kak,saya lega dengar nya" sahut Humairah ikut senang.
"Iya dek, semoga saja bos rotan sebaik seperti bos Ali,biar kami dapat hadiah juga"ucap kak Nur berharap.
"Hadiah kapal ka..?"tanya Humairah.
"Ya dapat gudang lah dek,kan bos rotan banyak punya gudang rotan,bukan nya kapal, kalau bos Ali baru punya banyak kapal"sahut kak Nur sambil tertawa, Humairah dan Umi pun ikut tertawa mendengar nya.
...****************...
Bersambung....
__ADS_1
Beri dukungan nya terus ya buat author biar makin semangat 🤗
Terima kasih 🙏🏻