JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
pertemuan Bahri dan bos Ali


__ADS_3

selama 3 hari perjalanan, akhirnya Bahri sampai juga di kota Banjarmasin, setelah kapal menyandar di pelabuhan, barang pun langsung di angkut ke pelabuhan, dengan cepat kapal pun sudah kosong,namun bos haji Dulah minta waktu agar barang baru tak di muat dulu, karena dia akan melakukan pergantian mesin baru.


"Bahri,kamu ikut aku dan om Anton ke pasar,kita cari mesin kapal"ucap bos haji Dulah mengajak.


"Baik tuan haji bos, saya ganti baju dulu" sahut Bahri, dengan segera berganti baju.


Mereka bertiga pun langsung berangkat menuju pasar yang menjual berbagai merk mesin kapal, dari harga murah sampai harga setinggi langit.


Setelah beberapa kali memilih dan mencoba-coba, akhirnya bos haji Dulah memilih salah satu merk mesin yang menurutnya bagus dan cocok dengan harga nya.


"Bahri, tolong kamu cari kan obat di apotek ya,ini contoh obat nya"pinta bos haji Dulah, sambil menyerahkan contoh obat dan sejumlah uang pada Bahri.


"Baik tuan haji bos "sahut Bahri,ia pun segera pergi ke apotek dan segera membeli obat yang di suruh bos haji Dulah,ketika Bahri hendak pulang,ia melihat ada sebuah dompet yang tergeletak di jalan,ia pun mengambil dompet itu dan membolak-balik kan nya, Bahri melihat ke kiri dan ke kanan mencari siapa pemilik dompet itu, tapi tak ada siapa pun yang ada di sekitar itu,ia pun bingung, dengan terpaksa Bahri membuka dompet itu dan memeriksa siapa pemilik nya.


"Alamat nya tidak jauh dari sini,biar sekalian ku antar kan saja"gumam Bahri,ia pun segera pergi ke alamat rumah yang tertera di KTP itu.


"Assalamu'alaikum"ucap Bahri memberi salam.


"Wa'alaikum salam"sahut salah seorang satpam penjaga rumah.


"Maaf,tuan cari siapa ya?"tanya satpam itu.


"Apa benar ini alamat rumah bapak Ali?"tanya Bahri.


"Iya benar,tapi beliau belum pulang"sahut satpam itu.


"Oh.. begitu ya, kira-kira jam berapa beliau pulang?"tanya Bahri lagi.


"Saya tidak tau"sahut satpam itu.


"Apa aku tunggu saja ya?atau pulang ke kapal dulu"batin Bahri bingung, pasalnya dia sudah di tunggu oleh bos haji Dulah, untuk memasang mesin baru.


"Ehmm..! apa tuan mau menunggu atau titip pesan?"tanya satpam itu.


"Em..kalau begitu saya permisi saja dulu, nanti saya ke sini lagi"sahut Bahri,ia pun hendak pergi dari sana,namun tiba-tiba ada sebuah mobil berbelok ke arah mereka.


"Itu tuan bos sudah pulang"ucap satpam,lalu segera membuka kan gerbang rumah, mobil pun segera masuk ke halaman rumah.


"Masya Allah,rumah ini besar dan mewah sekali"batin Bahri, terkagum-kagum melihat nya.


Bos Ali pun keluar dari mobil nya,mata nya tertuju pada Bahri yang baru pernah di lihat.


"Pak,siapa pemuda itu?"tanya bos Ali.


"Dia dari tadi mencari tuan,dan ingin bertemu dengan tuan"sahut satpam.


Bos Ali pun menghampiri Bahri dan tersenyum ramah.

__ADS_1


"Apa anda mencari saya?"tanya bos Ali.


"Ternyata beliau orang cina"batin Bahri.


"Iya tuan,saya kesini ingin mengantar kan ini, waktu saya beli obat di apotek,saya menemukan nya di pinggir jalan,dan mohon maaf dompet anda terpaksa saya buka untuk melihat alamat rumah anda"sahut Bahri,sambil menyerahkan dompet itu kepada bos Ali.


Bos Ali pun merasa senang melihat nya,awal nya ia sangat sedih karena dompet itu hilang, pasalnya bukan masalah uang, tetapi ada sebuah foto yang sangat berharga bagi beliau yang tak bisa di ganti kan dengan yang lain.


"Alhamdulillah, akhirnya dompet ini di temukan,saya sudah menyuruh anak buah saya mencari nya, namun mereka tidak bisa menemukan nya,terima kasih, karena anda sudah mau membantu saya "ucap bos Ali,lalu membuka dompet itu dan mengambil semua uang yang ada di dompet itu dan memberikan nya pada Bahri.


"Ini untuk anda"ucap bos Ali.


"Ti.. tidak usah tuan bos, saya ke sini hanya ingin mengembalikan dompet anda,dan saya ikhlas menolong"tolong Bahri, sambil mengangkat tangan nya,bos Ali tersenyum melihat Bahri.


"Sungguh pemuda yang sangat jujur dan baik hati"batin bos Ali,dari pertemuan pertama saja, beliau sudah sangat menyukai Bahri.


"Kalau begitu saya permisi tuan bos"ucap Bahri, ingin pamit.


"Tunggu..!!! kenapa buru-buru?mampir lah sebentar,biar kita minum-minum teh atau kopi dulu"ajak bos Ali.


"Maaf tuan bos,bukan nya saya tidak mau,tetapi saya sudah di tunggu tuan haji bos di kapal" sahut Bahri menolak dengan sopan.


"Oh..jadi kamu bekerja di kapal? kapal siapa?"tanya bos Ali.


"Iya tuan bos,saya bekerja di kapal tuan bos haji Dulah"sahut Bahri memberi tahu.


"Siapa nama mu anak muda?"tanya bos Ali.


"Tak perlu panggil saya tuan bos, panggil saja saya koh Ali,biasa orang -orang memanggil saya seperti itu"ucap bos Ali, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum ramah.


"Baik tuan..eh.. maksud saya koh Ali"sahut Bahri,bos Ali pun tertawa melihat tingkah lucu Bahri yang merasa tidak enak.


"Saya memang sering di panggil koh karena saya orang cina, tetapi saya seorang mualaf" ucap bos Ali.


"Oiya..ini kartu nama saya,jika ada perlu atau ingin pekerjaan, silahkan hubungi saya,atau datang saja langsung ke mari"ucap bos Ali, menyerahkan kartu namanya sambil tersenyum ramah, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Baik, terima kasih koh Ali"ucap Bahri sopan, sambil menyambut kartu nama itu, Bahri pun segera pamit pulang.


Bahri menaiki becak dan duduk sambil memandang kartu nama yang ada di tangan nya.


"Ya Allah, sungguh koh Ali adalah orang kaya yang baik,ramah, dan tidak sombong"batin Bahri,ia sangat mengagumi koh Ali.


Di saat ia asik memandang kartu nama itu, tiba-tiba handphonenya berdering.


πŸ“ž"Hallo.. assalamu'alaikum"ucap Bahri.


πŸ“ž"Wa'alaikum salam Bahri" sahut nenek Idah.

__ADS_1


πŸ“ž"Nenek, bagai mana kabar nya?"tanya Bahri.


πŸ“ž"Nenek baik, adik-adik mu juga baik, kapan kamu pulang Bahri?"tanya nenek Idah, Bahri mengerutkan alisnya heran.


πŸ“ž"Apa nenek begitu merindukan Bahri? sampai -sampai tak sabar menunggu Bahri pulang!"goda Bahri sambil terkekeh.


πŸ“ž"Bukan nenek yang tak sabar, tapi seseorang yang akan melamar adik mu yang tak sabar menunggu mu datang"sahut nenek Idah.


Deg.


Bahri terkejut mendengar nya.


πŸ“ž"Apa maksud nenek?"tanya Bahri bingung.


πŸ“ž"Bahri, sebentar lagi,adik mu Diana ada yang ingin melamar nya,tapi nenek tidak berani, karena itu adalah tanggung jawab mu,jadi mereka menunggu mu datang, kapan kamu pulang cucu ku?"tanya nenek Idah.


πŸ“ž"Kira-kira 3 hari lagi nek"sahut Bahri.


πŸ“ž"Baik lah, bagai mana kabar mu di sana cucu ku? ingat..jangan lupa makan dan terlalu capek"ucap nenek Idah.


πŸ“ž"Bahri baik nek,iya.. Bahri akan selalu ingat apa kata nenek,tapi nenek juga jaga kesehatan di sana ya"sahut Bahri sambil tersenyum.


πŸ“ž"Iya, kalau begitu nenek matikan dulu telepon nya ya, takut pulsa nya habis"ucap nenek, Bahri pun langsung tertawa mendengar nya.


πŸ“ž"Iya nek, assalamu'alaikum"ucap Bahri.


πŸ“ž"Wa'alaikum salam"sahut nenek Idah.


Panggilan telepon pun terputus dan Bahri pun ternyata sudah sampai di pelabuhan,ia segera turun dari becak dan membayar nya.


"Terima kasih pak"ucap Bahri.


"Iya sama-sama"sahut tukang becak itu,dan segera pergi.


Bahri segera turun ke kapal dan menyerahkan obat bos haji Dulah.


"Bahri,dari mana saja..! kenapa kamu lama sekali?"tanya om Anton.


"Saya tadi mampir ke rumah seseorang dulu om"sahut Bahri.


"Ya sudah,ayo kita pasang mesin nya,biar barang segera di muat "ajak om Anton, Bahri pun mengangguk kan kepalanya dan segera melepas baju nya lalu langsung turun ke bagian mesin.


...****************...


Bersambung...


kasih semangat nya dong!

__ADS_1


like, komen dan vote nya ya ☺️


terima kasih ❀️


__ADS_2