JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Memilih diam


__ADS_3

"Dek, sedang apa kamu duduk di sini..?"tanya Bahri,Humairah pun langsung menoleh ke belakang, ia merasa sangat lega ternyata yang menyentuh pundak nya adalah suami nya sendiri.


"Mas Bahri...!"ucap Humairah,ia pun langsung memeluk suaminya dengan erat.


"Dek, kamu kenapa...?dan kenapa kamu menangis..?"tanya Bahri kebingungan melihat istrinya yang gemetaran sambil menangis, Bahri pun langsung menggendong dan membawa istri nya ke kamar,dan berlahan membaringkan tubuh istri nya di kasur.


"Dek,kamu kenapa duduk di belakang kapal..?di sana kan gelap"ucap Bahri sambil bertanya kembali kepada istri nya,ia pun merasa sangat khawatir melihat wajah istri nya yang terlihat sangat pucat dan berkeringat dingin, namun Humairah tak menjawab pertanyaan dari suaminya,ia masih merasa shock dan ketakutan, Bahri pun langsung berbaring di samping dan memeluk istrinya dengan erat sambil mengusap kepala istri.


"Ya Allah..ada apa dengan istri ku..? kenapa dia seperti orang yang sedang ketakutan,apa tadi terjadi sesuatu pada nya..?"batin Bahri merasa cemas.


Setelah mendapat kan pelukan dan usapan lembut dari suaminya, Humairah pun menjadi tenang dan langsung tertidur, Bahri menatap dalam wajah cantik istri nya yang sudah tertidur pulas,wajah nya pun sudah tidak pucat lagi,berlahan Bahri melepas pelukannya dan bangun dari tidur nya,ia pun segera keluar dari kamar dan menuju belakang kapal.


Bahri melihat seluruh sisi dan sudut di mana istri nya tadi terduduk ketakutan sambil menangis, setelah Semua ia cek,tak ada tanda-tanda yang mencurigakan di sana, hanya ada sebuah lampu senter yang tergeletak di sana.


"Aneh... kenapa Humairah terlihat sangat ketakutan tadi di sini..?"gumam Bahri bingung, ia pun kembali masuk kedam kapal,dan mencek seluruh kapal.


"Mana si Ucup..?kenapa dia tidak tidur di sini..?"batin Bahri sambil mencari Ucup di seluruh sudut kapal, ternyata si Ucup sudah tertidur di atas atap kapal bersama si Agung, karena keasikan bermain catur,mereka pun sampai tertidur di sana, Bahri pun hanya bisa geleng-geleng kepalanya saja melihat kelakuan anak buah nya itu.


Bahri pun kembali ke kamar nya, dan berganti pakaian,ia pun langsung membaringkan tubuh nya kembali di samping istri nya sambil memeluk dan memberikan mengecup di kening istri tercinta nya.


"Selamat tidur Humairah ku sayang.."ucap Bahri sambil mengusap lembut pipi istri nya,ia pun memejamkan mata nya dan ikut tertidur bersama istri nya.


*


*


*


Pagi hari.

__ADS_1


Sekitar jam 5 subuh,Bahri dan Humairah terbangun dari tidur nya, karena mendengar suara ribut-ribut dari luar.


"Ada apa itu..! kenapa subuh-subuh sudah terdengar ribut sekali..?"ucap Bahri merasa bingung dan juga penasaran, sedang kan Humairah sudah tau keributan apa yang terjadi pagi ini.


"Pasti keributan itu dari kapal sebelah.."batin Humairah,ia pun hanya diam saja,tak berani bicara dan memberi tahu kan kepada suaminya tentang kejadian tadi malam,ia masih merasa takut jika teringat dengan ancaman dari para maling itu.


"Dek,mas keluar dulu ya,mas mau tau ada keributan apa di sana"ucap Bahri, Humairah mengangguk kan kepalanya paham, Bahri pun segera keluar dari kamar nya,lalu Humairah juga mengikuti suaminya keluar.


"Ucup..!Agung..!ada apa...? kenapa terdengar ribut-ribut"tanya Bahri sambil menghampiri mereka yang sedang berkumpul di depan kapal.


"Kapal di sebelah kemalingan kak Bahri..."sahut Ucup memberi tahu.


"Kapal sebelah...?bukan nya itu kapal pak Haji Nasir ya..?"tanya Bahri memastikan, mereka semua pun mengangguk kan kepalanya.


"Iya... benar kak Bahri"sahut Agung.


"Kasihan kak,kami dengar...banyak sekali barang yang hilang di sana"ucap Ucup merasa prihatin.


"Ya Allah... kasian pak Haji Nasir"sahut Bahri.


"Dek,mas ke kapal sebelah dulu ya,mas ingin melihat keadaan pak Haji Nasir"ucap Bahri sambil menatap istrinya, Humairah pun mengangguk kan kepalanya setuju.


Humairah pun kembali ke kamar nya untuk mengerjakan sholat subuh, selesai sholat Humairah pun berdo'a.


"Ya Allah...ampunilah hamba mu ini, yang memilih untuk diam dan tidak berani memberi tahu mereka,ya Allah... ganti kan lah rezki mereka yang hilang menjadi berlipat ganda serta berikan lah mereka kesabaran dan keikhlasan.. Aamiin"ucap Humairah berdo'a,ia merasa bersalah dan berdosa karena harus memilih diam, Humairah terpaksa melakukan nya karena ia ingin menyelamatkan keluarga nya, Bahri pun sudah kembali dari kapal sebelah dan ia juga langsung mengerjakan sholat subuh di kamar.


Setelah selesai, Humairah pun langsung ke dapur untuk membuat kan teh dan kue untuk suami nya.


"Dek,mas kasihan dengan haji Nasir, selain mencuri mesin pompa air dan barang yang lain,para maling itu ternyata juga mencuri uang untuk gajih para anak buah nya,yang baru di ambil haji Nasir kemaren dari Bank,pada hal uang itu akan di bagi kan hari ini untuk anak buahnya"ucap Bahri ikut sedih melihat musibah yang di menimpa pak haji Nasir, Humairah yang mendengar nya pun juga ikut merasa sedih.

__ADS_1


"Ini teh nya mas"ucap Humairah sambil meletakkan teh hangat dan kue donat buatan nya di atas meja.


"Terima kasih dek"ucap Bahri sambil tersenyum dan langsung menyeruput teh hangat itu.


"Mas kemarin kemana..? kenapa sampai tengah malam baru pulang..?"tanya Humairah menyelidik sambil menatap serius suaminya.


"Mas kemaren, setelah dari gudang sebenarnya mampir ke rumah kak Nilam, awalnya mas cuma hanya ingin mampir sebentar, tetapi ternyata kak Nilam tiba-tiba waktu itu mendadak jatuh pingsan,dan kami pun langsung nya bawa ke rumah sakit"sahut Bahri memberi tahu,Nilam adalah kakak sepupu dua kali dengan Bahri yang tinggal di Banjarmasin.


"Lalu kenapa mas tidak memberi kabar..?saya khawatir dengan keadaan mas,dan saya coba hubungi handphone mas juga gak aktif"ucap Humairah.


"Maaf kan mas dek, kemaren handphone mas lowbat dan mati mendadak,maka nya mas tidak bisa memberi mu kabar"sahut Bahri menjelaskan sambil menunjukkan handphone nya yang sedang di ces,ia menjadi merasa bersalah karena sudah membuat istri nya khawatir.


"Ya mas tidak papa,lalu bagai mana keadaan kak Nilam sekarang mas..?"tanya Humairah.


"Alhamdulillah...tadi malam kak Nilam nya juga sudah bisa di bawa pulang,kata dokter tekanan darah kak Nilam sangat tinggi, sehingga membuat nya jatuh pingsan"sahut Bahri memberi tahu, Humairah pun akhirnya merasa tenang, setelah mendengar penjelasan dari suaminya.


"Alhamdulillah... syukur lah kak Nilam tidak apa-apa"sahut Humairah sambil tersenyum.


"Oiya dek, tadi malam kamu kenapa..?dan sedang apa kamu duduk di belakang kapal yang gelap..?"tanya Bahri penasaran sambil menatap istrinya.


Deg.


Humairah pun langsung terpaku mendengar nya.


...****************...


Bersambung.


Jangan lupa beri dukungan nya terus ya,biar author makin semangat nulis nya ☺️ terima kasih πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2