JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Pernikahan Diana


__ADS_3

Yanur hanya diam mendengar pertanyaan dari kaka nya itu.


"Kenapa kamu diam?beri tahu kaka,apa yang tidak kaka tahu"ucap Bahri.


"Sebenarnya Manaf itu seorang pengangguran ka,dia tidak pernah bekerja, setiap hari kerjaannya hanya meminta pada orang tuanya dan lebih suka nongkrong dengan teman-teman nya"jawab Yanur memberi tahu.


"Yanur kurang suka pada Manaf itu ka,tapi ka Diana terlihat sangat menyukai nya"ucap Yanur lagi, Bahri terdiam mendengar nya.


"Ternyata, apa yang kurasakan,sama seperti yang di rasakan oleh Yanur"batin Bahri,namun ia tak bisa memutuskan secara pihak, karena kebahagiaan adiknya adalah kebahagiaan nya.


"Semoga saja, setelah menikah dengan Diana, Manaf menjadi berubah dan akan bertanggung jawab pada keluarga nya nanti"ucap Bahri, mencoba menenangkan Yanur dan berpikiran positif.


"Semoga saja ka"sahut Yanur.


"Oiya,besok pagi Kaka mau ke makam ayah setelah dari makam ibu, apa kamu mau ikut?"ajak Bahri, Yanur mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Mau ka,apa kita ajak juga ka Diana dan Fahru?"tanya Yanur.


"Boleh,biar kita berempat sama-sama mendo'a kan ayah dan ibu"sahut Bahri sambil tersenyum.


"Mereka pasti sangat senang,karena anak-anak nya datang menjenguk dan mendo'a kan mereka"ucap nenek Idah yang datang menghampiri mereka.


"Nenek..!"


"Nenek senang melihat kalian,dari kecil hingga dewasa,kalian selalu akur dan saling menyayangi,terus lah begini, hingga nenek tiada nanti "ucap nenek Idah sambil tersenyum.


"Nenek, tetap lah berada di sisi kami, Bahri tidak mau mendengar kata-kata tiada"ucap Bahri, merasa takut kehilangan nenek nya.

__ADS_1


Nenek Idah pun mengerti dengan perasaan Bahri, semenjak ayah dan ibu nya tiada,cuma nenek Idah lah satu-satunya yang Bahri punya,dan menjadi semangat hidup nya, nenek Idah pun memilih diam dia tak mau merusak suasana hati cucu nya.


"Baik lah, seperti nya sudah larut malam, sebaiknya kalian tidur"suruh nenek Idah, mereka pun mengangguk kan kepalanya.


Keesokan paginya mereka berempat sama-sama berziarah ke makam ibu lalu setelah itu ke makam ayah, selesai berdo'a Diana, Yanur dan Fahru lebih dulu pulang, sedang kan Bahri masih betah ingin berada di makam ayah nya.


"Ayah, Bahri sudah menepati janji Bahri, adik-adik kini sudah pada besar, Bahri menjaga mereka dengan baik, dan sebentar lagi Diana akan menikah, Ayah apa ini keputusan yang tepat? Bahri sebenar nya masih ragu! Ayah do'a kan Bahri agar Bahri bisa menjadi kaka yang baik untuk mereka"ucap Bahri berbicara pada makam ayah nya.


*


*


*


Hari pernikahan Diana pun tiba, semua persiapan dari pelaminan dan catering pun sudah siap, semua orang masing-masing pada sibuk, termasuk Bahri yang dari malam sampai pagi tak ada istirahat nya, bolak-balik membantu persiapan adik perempuan satu-satunya itu.


Diana pun sudah siap di rias, terlihat wajah nya sangat berseri-seri, Diana terlihat sangat bahagia, Bahri yang melihat adiknya bahagia ia pun ikut bahagia.


Pihak mempelai pria pun sudah datang, semua tamu undangan sudah berkumpul untuk menyaksikan ijab qobul, penghulu pun sudah siap, Bahri menyerah kan dan mewakilkan wali nya pada bapak penghulu.


Acara pernikahan pun di mulai.


"WAHAI MANAF BIN RUDI, SAYA NIKAH KAN DAN KAWIN KAN ENGKAU DENGAN RUSDIANA BINTI ARDIANSYAH YANG WALI TELAH BERWAKIL KEPADA SAYA DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DI BAYAR TUNAI"


"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWIN NYA RUSDIANA BINTI ARDIANSYAH DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DI BAYAR TUNAI "


"Bagai mana saksi?"tanya pak penghulu.

__ADS_1


"Sah!"ucap saksi dan semua orang yang hadir.


"Alhamdulillah"sahut penghulu dan segera membaca do'a, semua orang pun sangat gembira menyaksikan acara pernikahan Diana dan Manaf berjalan dengan lancar.


Semua para tamu undangan pun di persilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan, pasangan mempelai pun duduk di pelaminan dengan bahagia,senyum di wajah mereka pun selalu terlihat di bibir mereka.


"Bahri,apa kamu sudah makan?"tanya nenek Idah menghampiri Bahri yang sedang sibuk.


"Belum nek"sahut Bahri sambil tersenyum.


"Ayo, sini istirahat kita makan dulu"ajak nenek Idah sambil menarik tangan Bahri, Bahri mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Jangan terlalu lelah, ingat lah istirahat dan makan"ucap nenek Idah.


"Nenek juga, jangan terlalu lelah, Bahri tidak mau melihat nenek sakit karena kelelahan"sahut Bahri, nenek Idah pun tersenyum mendengar nya.


"Iya"sahut nenek Idah.


Bahri dan nenek Idah pun duduk dan makan bersama,tak lama Yanur dan Fahru pun ikut bergabung dengan mereka.


"Lihat lah, pasangan pengantin kita terlihat sangat bahagia"ucap Fahru sambil tersenyum menatap mereka.


"Iya, semoga saja Diana kita selalu bahagia"sahut nenek Idah ikut bahagia melihat nya.


...****************...


Bersambung...

__ADS_1


jangan lupa kasih like komen dan vote nya ya ❤️


salam hangat dari author ☺️


__ADS_2