JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Kecelakaan


__ADS_3

"Ini mas teh dan pisang goreng nya"ucap Humairah sambil menyodorkan teh dan pisang goreng itu ke pada suaminya.


"Terima kasih ya dek"ucap Bahri sambil tersenyum, dan langsung menyeruput teh itu.


Humairah duduk dengan berlahan dekat suaminya,semakin hari perut nya semakin besar, karena kandungan nya sudah menginjak 7 bulan.


Pagi itu hari masih terlihat mendung,karena habis turun hujan,hawa pun masih terasa dingin,di saat mereka sedang asik menikmati sarapan pagi,ada tetangga Bahri yang ingin meminta tolong.


"Assalamu'alaikum nak Bahri"ucap bu Fitri.


"Wa'alaikum salam bu Fitri"sahut Bahri dan Humairah.


"Nak Bahri,saya kesini mau minta tolong...!mau kah kamu memperbaiki TV di rumah saya?soal nya dari tadi malam tuh TV tidak ada gambar nya,mana si Udin nangis-nangis terus mau nonton TV,bapak nya juga lagi kerja"ucap bu Fitri sambil mengeluh, Bahri dan Humairah tersenyum mendengar nya.


"Tapi bu,saya bukan ahlinya memperbaiki TV" sahut Bahri.


"Tidak papa nak Bahri,coba saja dulu di periksa, dari pada si Udin nangis-nangis terus"sahut bu Fitri memaksa, Bahri pun terdiam sesaat.


"Tidak papa mas,coba saja dulu di bantu kasian ibu Fitri"ucap Humairah membujuk, Bahri pun mengangguk kan kepalanya setuju.


"Baik lah bu, saya akan segera ke rumah ibu, untuk memeriksa TV nya"sahut Bahri sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, terima kasih nak Bahri,saya tunggu di rumah ya"ucap bu Fitri,lalu segera pergi ke rumah nya, Bahri pun mengangguk kan kepalanya.


"Iya bu"sahut Bahri ramah.


Setelah itu Bahri pun segera pergi ke rumah ibu Fitri.


"Bagai mana nak Bahri, apa TV nya bisa di perbaiki?"tanya bu Fitri.


"Seperti nya TV ini bagus saja bu, mungkin antena TV nya yang bermasalah, karena faktor hujan dan angin kencang,maka nya tidak ada gambar nya"sahut Bahri memberi tahu.


"Lalu bagai mana nak Bahri?"tanya bu Fitri.


"Biar saya coba periksa antena TV nya dulu bu, semoga saja bisa bagus"ucap Bahri.


Bahri pun mencoba memanjat tiang bambu yang terpasang antena TV.


"Hati-hati nak Bahri,hari nya masih gerimis"ucap bu Fitri merasa khawatir, Bahri mengangguk kan kepalanya.


Saat Bahri sudah sampai di atas puncak antena TV dan menyentuhnya, tiba-tiba terdengar suara yang sangat nyaring menggelagar dan menggema, suara teriakan bu Fitri pun mengundang para tetangga di sekitar, untuk segera melihat nya.


"Bahri...!!!astaghfirullahal'azim... Bahri...!!!" teriak ibu Fitri histeris.


"Ada apa bu Fitri...?"tanya bu Fatimah dan warga lain berlarian menghampiri bu Fitri yang teriak-teriak menyebut nama Bahri.


"Bahri... Bahri tersengat listrik..!!!"teriak ibu Fitri sambil bergetar menunjuk ke atas, semua orang terkejut dan histeris melihat nya.


Tiba-tiba bambu yang di naikin Bahri tadi langsung patah dan terjatuh bersama Bahri,badan Bahri masih kejang-kejang seperti ikan yang tersiram air panas.


"Astaghfirullahal'azim,...! cepat pak tolong Bahri"teriak ibu Fatimah menyuruh suaminya.


"Bagai mana cara menolong nya bu..?"sahut suaminya bu Fatimah kebingungan dan merasa takut.

__ADS_1


Semua orang bingung dan takut menolong Bahri, kalau-kalau mereka juga ter ikut terkena sengatan listrik, namun tidak dengan kang Ujang, dengan nekat ia mengambil kayu dan langsung memukul bambu itu,biar terlepas dari pelukan Bahri, dengan sekuat tenaga kang Ujang memukul bambu itu,satu kali,dua kali hingga yang ke tiga kali nya baru lah bambu itu terlepas dari pelukan Bahri,namun setelah terlepas Bahri justru tidak bergerak lagi.


"Cepat kita bawa ke poskesmas terdekat...!" ucap kang Ujang, yang lain pun segera mencari pertolongan untuk membawa Bahri, kebetulan ada mobil pick up warga lain yang melintas, mereka pun segera menghentikan dan meminta pertolongan, dengan cepat kang Ujang memotong-motong daun pisang sebagai alas tubuh Bahri yang hampir seluruh badannya terkelupas karena setruman itu.


"Seperti nya Bahri sudah tiada, karena badan nya terlihat kaku dan tak bergerak sama sekali"Bisik warga lain.


"Iya seperti nya Bahri sudah meninggal"sahut warga lain sambil berbisik.


Semua warga menebak kalau Bahri tidak bisa lagi tertolong dan di selamat kan, karena melihat keadaan nya yang tragis, hampir seluruh badannya terkelupas dan tubuh nya pun tak bergerak sama sekali.


"Humairah... Humairah...!!!"panggil bu Fatimah sambil berlari-lari masuk ke dalam rumah, Humairah yang sedang asik mencuci piring pun terkejut mendengar panggilan dari bu Fatimah.


"Ada apa bu Fatimah...?"tanya Humairah sambil menghampiri bu Fatimah.


"Suami mu nak... hiks... hiks..."ucap bu Fatimah sambil menangis terisak-isak, Humairah pun langsung panik mendengar nya.


"Ada apa dengan suami saya bu...?"tanya Humairah khawatir.


"Suami mu kecelakaan,dia tersengat aliran listrik di rumah bu Fitri"sahut bu Fatimah memberi tahu.


Duarrrr....!


Bagai kan tersambar petir di siang hari, Humairah mendapatkan kabar buruk, bahwa suaminya kecelakaan, Humairah sangat shock mendengar nya,tak pikir panjang lagi Humairah langsung berlari ke luar rumah dan menuju rumah ibu Fitri,ia ingin melihat keadaan suami sekarang,tak peduli dengan perut nya yang besar,kaki nya yang tak memakai sendal,ia terus berlari, hingga ia melihat begitu banyak orang yang berkerumun di sekitar mobil pick up, Humairah pun langsung menerobos masuk ke dalam kerumunan itu, setelah ia melihat keadaan suami nya, ia pun langsung menangis dan histeris.


"Mas Bahri...!!!"teriak Humairah sambil menangis, melihat keadaan suaminya yang begitu tragis,dan tak bergerak lagi,Humairah pun merasa tidak ada harapan suami nya masih hidup,namun tiba-tiba kang Ujang berteriak.


"Masih ada denyut jantung nya..! cepat segera di bawa ke poskesmas"ucap kang Ujang, setelah menyentuh urat nadi Bahri, walau denyutan itu sangat lemah,namun kang Ujang yakin Bahri masih hidup dan masih bisa di selamat kan, mendengar itu Humairah pun merasa bersyukur,ia langsung naik dan ikut ke mobil, dan mobil itu pun langsung segera pergi menuju poskesmas terdekat,juga ada beberapa warga yang ikut membawa Bahri, sesampai nya di poskesmas, Bahri pun langsung di tangani dan segera di beri pertolongan.


"Iya dok...!saya istri nya"sahut Humairah sambil mengusap air mata nya.


"Melihat kondisi Pak Bahri yang semakin melemah,kita harus segera merujuk nya ke rumah sakit,karena di sini alat-alat kami sangat lah terbatas"ucap dokter memberi tahu, Humairah pun semakin sedih mendengar nya.


"Baik dok, lakukan yang terbaik untuk suami saya"sahut Humairah,lalu ia segera menandatangani surat persetujuan untuk di rujuk, sebenarnya Humairah bingung karena ia tak memiliki uang sama sekali untuk merujuk suaminya ke rumah sakit, namun demi keselamatan suaminya Humairah memberanikan diri untuk mengambil keputusan itu.


Bahri pun langsung segera di rujuk ke rumah sakit,semua barang-barang yang di butuhkan sudah di siapkan oleh umi dan Wati, Mei putri nya pun terpaksa Humairah titip kan dulu ke umi nya.


Dengan cepat Bahri sudah sampai di bawa ke rumah sakit,ia pun langsung segera di tangani oleh para dokter yang ahli, setelah sekitar satu jam lama nya menunggu,baru lah dokter keluar dari ruangan.


"Keluarga pak Bahri...!!!"panggil dokter.


"Iya dok,saya istri nya"sahut Humairah, sambil tergesa-gesa menghampiri dokter itu.


"Bagai mana keadaan suami saya dok?"tanya Humairah cemas.


"Alhamdulillah Suami ibu akhirnya sudah melewati masa kritis nya, tetapi karena luka bakar yang parah di kaki nya, dengan terpaksa kami harus segera mengambil tindakan operasi secepat nya"Sahut dokter memberi tahu, Humairah pun terkejut mendengar nya.


"Operasi dok..?"tanya Humairah kaget.


"Iya bu,kami harus mengamputasi ke empat jari kaki kanan pak Bahri"sahut dokter memberi tahu, Humairah pun sangat sedih mendengar nya.


"Jika ibu setuju?tolong segera tandatangan dan membayar biaya nya"ucap dokter lagi, Humairah hanya mengangguk kan kepalanya.


"Baik dok, lakukan yang terbaik untuk suami saya"sahut Humairah, dokter pun mengangguk kan kepalanya dan langsung kembali masuk ke dalam ruangan lalu segera menangani Bahri kembali.

__ADS_1


"Permisi bu..!"panggil salah seorang perawat.


"Iya suster?"sahut Humairah.


"Apa ibu keluarga atas nama bapak Bahri?"tanya perawat itu dengan ramah.


"Benar sus,saya istri nya"sahut Humairah.


"Silahkan ibu membayar pendaftaran dan biaya operasi di loket pembayaran"ucap perawat itu memberi tahu, sambil menunjuk arah loket itu, Humairah pun hanya mengangguk kan kepalanya.


"Baik, terima kasih sus, nanti saya akan segera ke sana"sahut Humairah sopan, sister itu mengangguk dan segera pergi meninggalkan Humairah, sungguh saat ini Humairah sangat bingung, bagai mana caranya ia membayar, sedangkan uang pun ia tak punya sama sekali, Humairah pun duduk sambil menangis.


"Ya Allah...sungguh hamba mu saat ini sedang kesusahan, tolong lah hamba ya Allah,tak ada daya dan upaya melainkan pertolongan dari mu"batin Humairah sambil berdo'a,tak sengaja mata nya melihat ke arah jari manis nya, di pandangi nya sebuah cincin pernikahan nya yang melingkar di jari nya.


"Ya Allah,apa aku jual saja cincin ini"gumam Humairah,ia pun segera pergi ke toko penjual perhiasan dan langsung menjual cincin pernikahan nya, setelah itu ia pun berlari menuju loket pembayaran.


"Permisi sus,saya mau membayar biaya pengobatan atas nama Bahri"ucap Humairah, perawat itu pun menyerahkan beberapa lembar kertas rincian pada Humairah, melihat nominal angka di kertas itu Humairah pun langsung terkejut.


"20 juta..?ya Allah... biaya nya besar sekali..? sedang kan uang hasil menjual cincin itu hanya 5 juta"batin Humairah merasa cemas,di saat ia sedang kebingungan ada seseorang yang memanggil nya.


"Nak Humairah...!"panggil nya, Humairah pun terkejut dan langsung menoleh ke arah yang memanggil nya.


"Pak RT dan kang Ujang...!"ucap Humairah,pak RT dan kang Ujang pun segera menghampiri Humairah.


"Bagai mana keadaan nak Bahri..?"tanya pak RT dan kang Ujang.


"Alhamdulillah...Mas Bahri sudah melewati masa kritis nya pak RT"sahut Humairah.


"Alhamdulillah...!"sahut pak RT dan kang Ujang merasa lega.


"Tapi..."ucap Humairah terjeda.


"Tapi apa nak Humairah...?"tanya kang Ujang penasaran.


"Mas Bahri harus segera di operasi kang" sahut Humairah,sambil menunduk kan wajah nya,ia begitu sedih dan gundah,pak RT dan kang Ujang pun ikut sedih mendengar nya.


"Astaghfirullahal'azim...operasi..?"ucap pak RT terkejut.


"Keempat jari kaki mas Bahri harus segera di amputasi pak"ucap Humairah sambil menangis.


"Nak Humairah, yang sabar ya dan perbanyak berdo'a, semoga nak Bahri di beri kesehatan seperti semula"ucap pak RT, Humairah pun langsung mengaminkan do'a dari pak RT.


"Oiya..saya dan kang Ujang kesini, ingin menyampai kan amanah dari para warga, untuk menyerahkan uang ini buat membantu biaya pengobatan nak Bahri "ucap pak RT, sambil menyerahkan sebuah amplop ke tangan Humairah, Humairah pun terkejut melihat nya nya.


"Tolong kamu terima nak,di amplop ini terkumpul uang sekitar 18 juta dari para warga"ucap pak RT memberi tahu Humairah pun langsung menangis mendengar nya.


"Alhamdulillah ya Allah, terima kasih pak RT dan kang Ujang, tolong sampai kan juga terima kasih saya pada para warga lain, karena sudah mau membantu kami"ucap Humairah merasa lega dan sangat bersyukur, sungguh pertolongan Allah itu begitu nyata dan instan, akhirnya Humairah pun bisa membayar biaya rumah sakit untuk suaminya.


...****************...


Bersambung...


Terima kasih sudah mampir baca,šŸ¤—silahkan tinggalkan jejak kalian ya dan tekan tombol favorit nya.

__ADS_1


__ADS_2