
Selama setahun... Bahri sukses menjalan kan dan mengelola kapal milik koh Ali, Bahri dan koh Ali bekerja sama dengan pemilik perusahaan rotan terbesar di Banjarmasin, semua rotan-rotan itu akan di kirim ke Palangkaraya melalui kapal yang di bawa Bahri, pemilik perusahaan rotan itu pun sangat percaya pada Bahri, karena Bahri adalah orang yang jujur dan amanah, Bahri juga sangat bertanggung jawab dengan pekerjaan nya.
Kini sekarang Bahri bisa membahagiakan istri dan anak-anak nya,ia juga bisa membelikan perhiasan untuk istri nya,dan untuk menyenangkan istri juga anak-anak nya Bahri sering mengajak mereka jalan-jalan dan makan-makan di luar, Bahri pun tak lupa selalu memberikan uang tips untuk anak buah nya juga sering membelikan makanan untuk mereka,Bahri juga memberikan uang lebih untuk Humairah,ia juga menyuruh istrinya mengirim kan sebagian uang itu untuk Umi di kampung.
Humairah pun sangat bahagia dan setiap sebulan sekali Humairah mengirim kan uang untuk keperluan Umi di kampung,ia juga tak lupa menitip kan uang untuk membayar hutang pada Diana sebesar 3 juta rupiah, Humairah sengaja memberikan uang lebih untuk Diana sebagai tanda ucapan terima kasih, Diana pun sangat senang mendapat kan nya.
Keberhasilan dan kesuksesan Bahri ternyata sudah tersebar luas di seluruh kampung.
"Eh...bu Fitri...!saya dengar dari para tetangga, si Bahri sudah jadi orang sukses ya di kota sana...?"tanya bu Ela penasaran.
"Saya dengar sih begitu bu Ela"sahut bu Fitri.
"Masa sih...!bu Fitri tau dari mana kabar nya itu..?"tanya bu Ela merasa tidak percaya.
"Dari bu Yuyun,soal nya kan suami nya bu Yuyun itu supir taksi ke Banjarmasin,dan bu Yuyun sendiri yang cerita, kalau Humairah setiap sebulan sekali menitipkan uang pada suaminya bu Yuyun untuk di berikan pada orang tua nya,dan bukan uang saja lho... Humairah juga mengirimi buah-buahan untuk orang tua nya"sahut bu Fitri memberi tahu,bu Ela pun ternganga mendengar nya.
"Ah.. yang bener..!emang si Bahri itu kerja apa..? sampai si Humairah setiap bulan bisa mengirimi uang dan buah-buahan untuk orang tua nya"tanya bu Ela lagi semakin penasaran.
"Kata nya sih kerja di kapal milik orang cina tapi mualaf, dan bos nya itu kata nya orang kaya banget "sahut bu Fitri heboh.
"Wah... pasti gajih nya si Bahri sangat besar ya,maka nya dia bisa mengirimi uang untuk orang tua nya "ucap bu Ela sambil terkagum-kagum mendengar nya.
"Seperti nya sih begitu,bu Ela mau tau gak berapa Humairah setiap bulan nya mengirimkan uang untuk orang tua nya..!"ucap bu Fitri.
"Emang berapa bu Fitri..?"tanya bu Ela sangat penasaran sambil menatap bu Fitri dengan serius.
"Katanya sih sekitar 3 juta sebulan"sahut bu Fitri memberi tahu,bu Ela langsung ternganga mendengar nya.
"Banyak juga ya.."ucap bu Ela.
"Iya bu Ela, Alhamdulillah ya.. sekarang hidup mereka sudah enak,dulu... kita sempat merasa iba dan sedih melihat keadaan mereka,tapi sekarang.. mereka sudah jadi orang sukses di kota sana"sahut bu Fitri merasa senang.
"Iya ya bu...gak nyangka saya"ucap bu Ela.
__ADS_1
"Itu lah namanya roda berputar bu,kita tak akan menyangka nasib kita bagai mana kedepannya"sahut bu Fitri,bu Ela pun mengangguk kan kepalanya.
*
*
*
Di kapal.
Malam hari Bahri baru saja pulang dari gudang dan naik ke kapal, sambil menenteng tas yang lumayan besar.
"Assalamu'alaikum"ucap Bahri sambil memasuki kamar mereka.
"Wa'alaikum salam,mas sudah pulang"sahut Humairah sambil tersenyum dan menyalami tangan suaminya.
"Anak-anak sudah tidur ya rupanya, padahal Mas udah bawa kan martabat manis buat mereka"ucap Bahri sambil menghela nafas nya sedikit kecewa, karena ia terlambat datang,lalu ia menyerahkan kotak yang berisi martabat manis itu pada istri nya.
"Iya mas, mereka udah tidur sejak tadi karena kelelahan bermain,"sahut Humairah sambil tersenyum,lalu Humairah melirik sebuah tas hitam yang di bawa oleh suaminya.
"Oh..ini,ini tas milik koh Ali"sahut Bahri.
"Apa isi nya mas..?"tanya Humairah ingin tahu.
"Ini isi uang"sahut Bahri santai, sambil membuka kan tas itu, Humairah pun merasa sangat terkejut melihat.
"Ba.. banyak sekali uang nya mas.."ucap Humairah sambil ternganga dan membelalakkan matanya.
"Iya dek,tas ini berisi uang 500 juta"sahut Bahri sambil tertawa melihat ekspresi wajah istri yang semakin terkejut mendengar nya .
"Li.. Lima ratus juta...!"ucap Humairah sambil tergagap,pasal nya ia tak pernah melihat uang sebanyak itu, Bahri mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Kenapa tidak langsung mas serah kan saja uang ini pada koh Ali..? kenapa malah di bawa pulang ke kapal...!kalau hilang bagai mana mas? bagai mana cara kita mengganti nya, ini uang yang sangat banyak mas, saya takut"ucap Humairah sambil protes, Bahri pun terkekeh mendengar ocehan istri nya itu.
__ADS_1
"Dek Humairah... istri mas sayang..! dengarkan mas, tadi mas sudah berusaha untuk langsung menyerahkan uang ini pada koh Ali,dan mas telpon beliau, ternyata beliau sedang tidak ada di tempat, beliau saat ini sedang berada di luar kota,dan mas di suruh menyimpan kan uang ini untuk sementara" sahut Bahri menjelaskan, Humairah pun hanya bisa terdiam mendengar nya.
"Ya sudah,sebaiknya kita makan martabak manis nya ya,lalu setelah itu kita tidur"ajak Bahri sambil tersenyum, Humairah pun mengangguk kan kepalanya sambil mengambil sepotong martabak manis itu lalu memakan nya.
Setelah itu mereka pun segera tidur, tanpa butuh waktu lama Bahri pun tertidur dengan pulas, sedang kan Humairah justru sebaliknya,ia malah tak bisa tidur memikir kan tas yang berisi banyak uang itu,ia takut uang itu akan hilang di curi orang jika mereka tertidur lelap.
"Ya Allah, bagai mana cara nya menyimpan uang itu supaya aman"gumam Humairah sambil berpikir,dan membolak-balik kan badan nya gelisah,ia semakin merasa was-was.
"Dek,kamu belum tidur..?"tanya Bahri yang terbangun ketika ia merasa tak ada istri nya di samping,dan ketika ia membuka matanya, istri malah sibuk mondar-mandir tak jelas.
"Iya mas, saya tidak bisa tidur"sahut Humairah memberi tahu, Bahri pun bangun dan duduk.
"Kenapa kamu tidak bisa tidur?"tanya Bahri bingung.
"Saya merasa was-was dan takut kalau uang itu hilang mas"sahut Humairah sambil menunjuk ke arah tas yang tergantung itu.
"Astaghfirullah dek, jadi kamu masih memikirkan uang itu?"tanya Bahri sambil menggeleng-geleng kan kepalanya sambil tersenyum, Humairah pun mengangguk kan kepalanya.
"Mas, seperti nya kalau tas itu di gantung, rasanya tidak aman"ucap Humairah.
"Lalu di taruh di mana biar aman?"tanya Bahri, Humairah pun berpikir,dan tiba-tiba ide muncul di benak nya
"Emm.. saya rasa,lebih aman dengan cara ini mas"sahut Humairah sambil mengambil tas itu lalu mengambil uang dan memasukkan nya ke dalam sarung bantal, Bahri hanya memperhatikan apa yang di lakukan istri nya.
"Nah sudah beres.."ucap Humairah sambil menepuk-nepuk bantak uang itu,ia tersenyum puas dan merasa lega,uang 500 juta itu akhirnya berhasil ia susun rapi di dalam sarung bantal nya,lalu segera ia tiduri.
"Ayo mas kita tidur"ajak Humairah sambil tersenyum lalu segera memejamkan mata nya, Bahri pun ternganga melihat tingkah istri nya.
Dan dengkuran halus yang berasal dari Humairah pun terdengar, akhirnya Humairah bisa tertidur pulas dengan tenang, Bahri pun terkekeh melihat nya, dan ia pun juga melanjutkan lagi tidur nya.
...****************...
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih sudah setia membaca novel ini,dan baca terus episode-episode selanjutnya yaa jangan sampai ketinggalan ☺️