JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Di suruh melamar


__ADS_3

Malam hari setelah warung kopi mereka tutup,Mei pun langsung di panggil oleh Bahri, mereka sudah tidak sabar ingin menanyakan tentang kebenaran kabar yang mereka dengar.


"Mei,ayah memanggil mu,kerena Ayah dan ibu mendengar kabar yang tidak enak tentang mu"ucap Bahri sambil menatap dalam putri sulung nya itu,kali ini hanya Bahri yang bicara, sedang kan Humairah hanya menyimak pembicaraan Ayah dan anak.


"Kabar apa yah..?"tanya Mei, tidak mengerti.


"Mei,apa benar kamu ada hubungan dengan Dimas anak dari pak haji juki..?"tanya Bahri.


Deg.


Mei terkejut mendengar nya,ia terdiam tak berani menjawab.


"Mei,jawab Ayah..!Ayah sedang bertanya pada mu"ucap Bahri sedikit meninggikan suara nya.


"Be..benar yah.."jawab Mei,tubuh Humairah dan Bahri terasa lemas mendengar kebenaran nya.


"Lalu apa yang kalian lakukan di belakang kami..? apa kalian melakukan zinah?"tanya Bahri lagi sambil menatap dingin putri nya.


"Astaghfirullah.. Ayah Mei tidak melakukan apa-apa dengan kak Dimas, apa lagi sampai berzinah"sahut Mei jujur,ia pun menangis di depan kedua orang tua nya.


"Lalu, apa kamu sering berboncengan dengan nya..?"tanya Bahri, Mei mengangguk kan kepalanya.


"Benar yah,tapi hanya sebatas mengantar kan Mei ke pasar saja"sahut Mei membela diri.


"Tapi dengan sambil berpelukan..?"tanya Bahri, Mei terdiam,ia pun menundukkan kepalanya tak berani menatap atau pun menjawab pertanyaan Ayahnya.


"Jika kamu diam, berarti ayah anggap itu benar"ucap Bahri.


"Mei,bukan kah Ayah sudah pernah bilang dan melarang kamu atau pun Caca untuk tidak berpacaran "ucap Bahri mengingat kan.


"Mei, apa pun alasannya, berpegangan atau pun tidak,jika kalian berpacaran,itu sudah termasuk dosa,lalu kalian sampai bersentuhan hingga hal itu akan mengundang syahwat dan itu hukum nya zinah, apa lagi sampai kalian melakukan hal yang di luar batas,bukan kamu saja yang terseret ke api neraka ,tetapi Ayah mu pun akan ikut masuk ke dalam nya, karena tidak bisa menjaga dan mendidik putri nya ke jalan yang baik dan benar"ucap Bahri, nampak raut wajah nya sangat kecewa pada putrinya itu.


"Maaf kan Mei yah"ucap Mei, sambil menunduk kan kepalanya merasa bersalah,hanya itu yang bisa ia katakan pada Ayah nya.


"Minta maaf lah juga pada ibu mu, karena yang paling tersakiti hati nya adalah ibu mu, perempuan yang telah berjuang melahirkan dan membesarkan mu"ucap Bahri, dengan wajah yang datar.


"Maafkan Mei bu hiks.. hiks.."ucap Mei sambil menangis,lalu segera memeluk ibunya, Humairah pun mengangguk kan kepalanya sambil mengusap kepala putri nya.


"Berapa lama kalian berpacaran di belakang kami..?"tanya Bahri.


"Su-sudah 2 bulan yang lalu yah"sahut Mei jujur, sambil menunduk takut.

__ADS_1


"Apa..! jadi selama 2 bulan kamu sudah membohongi kami"ucap Bahri sedikit emosi.


"Mas"ucap Humairah sambil mengusap lengan suami nya, mencoba menenangkan nya, Bahri pun menghela nafas nya dengan panjang.


"Sekarang kamu hubungi Dimas, suruh dia datang untuk menemui Ayah besok sore"ucap Bahri menyuruh, Mei langsung terkejut dan mendongak kan kepalanya menatap Ayahnya bingung.


"U-untuk apa yah..?"tanya Mei tergagap.


"Kamu akan tau, setelah dia menemui Ayah"sahut Bahri,lalu segera berdiri mengajak istrinya dan meninggalkan Mei yang sedang termangu.


Dengan terpaksa Mei pun menuruti perintah Ayah nya,ia pun menghubungi Dimas dan menyampaikan apa yang Ayah nya minta, Dimas pun awal nya menolak, karena ia takut pada Bahri, tetapi karena Mei,ia pun harus berani datang dan menemui orang tua kekasih nya itu.


*


*


Keesokan harinya, Dimas pun benar-benar datang untuk menemui Bahri.


"Apa kamu tau, kenapa kamu aku panggil ke mari..?"tanya Bahri, sambil menatap datar.


Glukkk..! Dimas menelan ludah nya dengan kasar, lalu menggeleng kan kepalanya.


"Aku ingin bertanya pada mu, apa benar kamu berpacaran dengan putri ku Mei..?"tanya Bahri, Dimas pun mengangguk kan kepalanya.


"Apa kamu benar-benar serius dengan putri ku? atau hanya ingin bermain-main saja? jika hanya ingin bermain-main saja, sebaiknya jauhi putri ku"ucap Bahri,masih dengan wajah yang tidak bersahabat, susah payah Dimas menelan ludah nya dan menjawab pertanyaan Bahri satu persatu.


"Saya serius pak,dari awal saya tidak pernah berniat untuk bermain-main dengan putri bapak Mei,saya sangat mencintai nya"sahut Dimas dengan jujur, Bahri mengangguk-angguk kan kepalanya.


"Baiklah,jika kamu memang benar-benar serius dengan Mei dan bersungguh-sungguh mencintai nya,besok pagi datang lah dengan kedua orang tua mu untuk melamar putri ku Mei"ucap Bahri, Dimas sangat terkejut mendengar nya,ia merasa hal ini serasa mimpi.


"Ja-jadi bapak merestui kami..?"tanya Dimas sambil tersenyum lebar.


"Jika kalian sudah saling mencintai,lebih baik kalian segera menikah, dari pada diam-diam berpacaran yang hanya menimbulkan dosa dan fitnah"sahut Bahri.


"Baik pak,besok pagi saya akan datang bersama kedua orang tua saya, untuk melamar putri bapak Mei "ucap Dimas sambil tersenyum mantap,rasa takut tadi seketika langsung hilang, berganti kebahagiaan, sudah lama Dimas ingin melamar Mei, tetapi ia takut jika lamaran nya ditolak.


"Aku pegang janji mu! jika kamu tidak datang,maka aku anggap kamu main-main,dan kamu harus menjauhi putri ku Mei untuk selamanya "sahut Bahri, terdengar sedikit mengancam, Dimas pun langsung mengangguk cepat.


Di balik tembok Mei sedang menguping pembicaraan mereka, Mei sangat terkejut mendengar apa yang Ayah nya katakan.


Setelah Dimas pulang, Mei langsung mendatangi Ayah nya dan bertanya.

__ADS_1


"Ayah, kenapa Ayah tiba-tiba menyuruh Kak Dimas melamar saya..?"protes Mei.


"Lalu apa yang harus Ayah kata kan..? menyuruh nya untuk menjauhi mu? atau kamu ingin Ayah bilang, kalau Ayah setuju jika kalian berpacaran dan Ayah akan diam saja..! apa begitu..?"tanya Bahri sambil menatap putri nya dengan datar, Mei langsung terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Ta-tapi Mei belum terlalu mengenal kak Dimas yah, Mei takut jika kami tidak cocok"sahut Mei menjelaskan dan mengeluarkan keraguan nya.


"Lalu kapan kamu merasa cocok dan lebih mengenal nya? apa kamu ingin menunggu kabar fitnah yang para tetangga kata kan itu terjadi dulu..?"tanya Bahri, Mei pun terdiam tak bisa menjawab pertanyaan dari Ayah nya.


"Sekarang, sebaiknya kamu persiapkan diri mu untuk menyambut calon mertua mu besok, dan kalian akan menikah secepatnya ya,mau kamu suka atau pun tidak,itu sudah menjadi konsekuensi yang kamu terima"sahut Bahri,lalu segera pergi meninggalkan putri nya yang sedang menangis.


*


*


"Apa..!!!"kedua orang tua Dimas terkejut bersamaan.


"Dimas, kenapa kamu di suruh melamar secara mendadak begini?apa kamu sudah berbuat melampuai batas dengan anak pak haji Bahri?Ya Allah Dimas..!mau di taruh di mana muka bapak dan mama, kenapa kamu melakukan hal yang tidak-tidak..!"ucap haji juki memarahi putra kesayangannya.


"Lalu apa anak pak haji Bahri sedang hamil..?"tanya mama nya Dimas.


"Ya Allah Dimas..! bapak dan ibu tidak pernah mengajarkan mu, berbuat hal yang sebejat itu"ucap haji juki terlihat sangat kecewa.


"Sudah berapa bulan Mei hamil?"tanya mama nya Dimas lagi.


"Ini semua gara-gara mama, yang selalu memanjakan Dimas"ucap haji juki menyalahkan istrinya.


"Pak, kenapa jadi mama yang di salah kan? yang berbuat kan Dimas..! bapak juga ikut memanjakan nya"protes mama nya Dimas tak terima.


"Iya, karena kita,anak ini menjadi manja, akhirnya jadi begini, bahkan kerjaan nya selalu saja main-main dan nongkrong dengan teman-teman nya yang tidak jelas itu,di suruh bekerja tidak mau"sahut haji juki marah-marah, Dimas ingin menyahut dan menjelaskan pada kedua orang tua nya,namun ia tidak punya kesempatan, karena ke-dua orang tua nya terus saja bicara saling bergantian dan marah-marah.


"Jadi bagai mana pak?mama malu dengan para tetangga,masa Dimas kawin gara-gara kebobolan"ucap mama nya Dimas.


"Bagai mana lagi ma, terpaksa kita harus menanggung malu, karena ulah anak manja ini"sahut haji juki sambil menatap tajam putranya, setelah kedua orang tua terdiam,baru lah Dimas angkat bicara,ia pun menceritakan kejadian dan menjelaskan semuanya, sehingga kedua orang tua nya pun menjadi lega, awalnya mereka menolak tidak setuju karena itu terlalu cepat,tatapi Dimas terus saja merengek dan memohon kepada kedua orang tuanya, sehingga mereka terpaksa menyetujui permintaan putra satu-satunya itu.


Keesokan paginya, Dimas benar-benar datang bersama kedua orang tua nya, sambil membawa seserahan lamaran, mereka pun di sambut hangat oleh Bahri dan keluarga, setelah berunding, mereka semua pun menetapkan hari pernikahan Mei dan Dimas di laksanakan bulan depan, kabar pernikahan mereka pun langsung tersebar luas di kalangan para tetangga nya, akhirnya mereka pun tak lagi menggunjing Mei.


...****************...


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ☺️

__ADS_1


Terima kasih πŸ™πŸ»


__ADS_2