
Sore itu mereka sangat bahagia dan berbincang-bincang bersama, sambil menyantap kue buatan Humairah,koh Ali juga meminta mereka untuk makan bersama dengan nya.
"Bahri,saya hari ini begitu bahagia dan merasa memiliki keluarga kembali"ucap koh Ali, sambil menyantap makan malam nya.
"Kami juga merasa bahagia koh,kami merasa koh adalah orang tua kami"sahut Bahri sambil tersenyum.
"Bahri,sebenarnya saya memanggil kalian kemari, ingin menyampaikan sesuatu pada kalian"ucap koh Ali serius,Bahri pun mengerut kan alisnya penasaran.
"Bahri,selama beberapa tahun ini kamu sudah sangat baik, jujur dan bertanggung jawab dalam bekerja bersama saya,karena keuletan dan kegigihan mu, sehingga keuangan dan keuntungan yang saya dapatkan melesat naik begitu cepat,jadi sebagai tanda terima kasih, saya ingin memberi kan hadiah untuk kalian" ucap koh Ali sambil tersenyum.
"Saya sangat senang mendengar nya, tetapi koh Ali tidak perlu memberikan hadiah kepada kami, karena apa yang koh Ali berikan kepada kami selama ini, sangat begitu banyak dan lebih dari cukup untuk kami"sahut Bahri, merasa tidak enak.
"Bahri,hadiah ini akan tetap saya berikan pada kalian, karena ini sudah lama menjadi keinginan saya untuk memberikan nya"sahut koh Ali, Bahri pun terdiam mendengar nya, ia tak mungkin menolak lagi, karena itu adalah keinginan koh Ali sejak lama.
"Bahri,ini hadiah untuk kalian dan mulai sekarang kamu sudah tidak lagi bekerja bersama saya"ucap koh Ali, sambil memberikan sebuah map kepada Bahri, Bahri pun merasa sangat terkejut mendengar nya.
"Sa.. saya di pecat koh..?a.. apa salah saya..?"tanya Bahri terbata-bata,ia merasa sangat shock sekaligus merasa sedih, melihat wajah Bahri yang sangat shock koh Ali pun langsung tertawa.
"Siapa bilang kamu di pecat Bahri"sahut koh Ali.
"Jadi maksud koh Ali...?"tanya Bahri kebingungan.
"Kamu buka dulu map yang ada di depan mu,dan kamu baca isi nya,baru kamu tau jawaban dari pertanyaan mu tadi"sahut koh Ali memberi tahu, Bahri pun segera membuka map itu dan langsung membaca tulisan yang tertulis di kertas itu.
"Surat kepemilikan hak kapal..? ucap Bahri merasa bingung,koh Ali pun mengangguk kan kepalanya.
"Kapal yang kalian tempati sekarang,sudah resmi menjadi milik kalian,itu adalah hadiah untuk kalian dari saya, sekarang saya bukan lagi bos kalian... kalian lah yang menjadi bos yang sesungguhnya di kapal itu"ucap koh Ali memberi tahu sambil tersenyum, tangan Bahri bergetar hebat,ia merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar, ia merasa itu adalah sebuah mimpi.
"Jalan kan lah kapal itu sebaik mungkin,jadi lah seorang Bahri yang tetap amanah,rajin, bertanggung jawab dan jujur,kamu adalah bos masa depan"ucap koh Ali sambil menepuk pundak Bahri, Bahri dan Humairah pun langsung menangis, mereka merasa begitu bersyukur kepada Allah, yang telah mempertemukan mereka pada seorang koh Ali yang baik hati dan dermawan, Allah telah memberikan rezeki nya melewati tangan koh Ali.
"Alhamdulillah ya Allah, sungguh karunia mu begitu besar kepada kami"ucap Bahri tak henti-hentinya mengucapkan kata syukur sambil berderai air mata.
"Terima kasih koh, semoga Allah membalas amal ibadah mu dengan berlipat ganda,dan meninggikan derajat mu sebagai seorang muslim yang takwa"ucap Bahri sambil memeluk koh Ali dengan penuh haru dan suka cita.
"Aamiin"sahut koh Ali dengan penuh kebahagiaan,dan ikut menetes kan air mata nya.
"Kakek, kenapa kakek memberi kan hadiah sebuah buku buat Ayah..? lihat ...Ayah sampai menangis melihat nya, mungkin Ayah tidak suka kek" ucap Caca yang tidak mengerti,koh Ali dan yang lain pun tertawa mendengar nya.
__ADS_1
"Banar kah...? dari mana Caca tau kalau Ayah Caca tidak suka..?"tanya koh Ali, sambil tersenyum.
"Seperti Caca, kalau Caca tidak suka dengan apa yang di belikan oleh Ayah atau ibu, Caca langsung menangis"sahut Caca dengan polosnya,koh Ali pun tertawa mendengar nya.
"Bagus kok, Ayah sangat suka...saking suka nya Ayah sampai menangis"sahut Bahri sambil tersenyum.
"Benar kah..?"tanya Caca sambil membulat kan mata nya, dan membuat nya semakin menggemaskan, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum dan mencubit gemas pipi putri nya itu.
"Oh... jadi orang tua kalau suka dengan hadiah nya,tanda nya menangis ya yah..?"tanya Caca, mereka semua pun langsung tertawa mendengar pertanyaan Caca.
Malam hari nya,Bahri bersama istri dan anak nya pamit dari rumah koh Ali, dan kembali ke kapal mereka.
*
*
*
Di kamar.
"Iya dek,mas juga merasa semua ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan"sahut Bahri,ia pun mengingat kenangan masa lalu waktu pertama kali bekerja di kapal, dari kecil ia sudah berjuang keras untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan, bahkan banyak sekali lika liku kehidupan yang ia jalani sampai dewasa,Bahri pun sering memimpikan memiliki kapal sendiri dan akan menjadi seorang yang sukses di kemudian hari,dan hari ini impian nya telah di kabulkan oleh Allah.
"Itu lah kehendak Allah mas, ketika ia berkendak (Kun Fayakun Biidznillah) apa yang terjadi maka terjadilah atas izin Allah"ucap Humairah.
"Allah menolong kita dengan cara mempertemukan kita pada koh Ali,dan melewati tangan nya lah kita bisa mendapatkan apa yang tak pernah kita duga-duga mas"ucap Humairah.
"Kamu benar dek,dan ini semua juga atas do'a dan kesabaran mu yang selalu mendukung dan menemani mas "sahut Bahri sambil mencium kening istrinya.
"Ini semua rezki anak-anak kita mas"sahut Humairah sambil tersenyum.
"Dek, bagai mana kalau kita mengadakan acara syukuran kecil-kecil di kapal ini,kita undang keluarga kita di kampung untuk datang kesini,dan juga koh Ali,dan kebetulan sekali Mei minggu depan kan sudah liburan.."usul Bahri.
"Emm... kalau saya sih terserah mas saja"sahut Humairah.
"Baik lah,besok kamu kabari Umi dan yang lain ya,dan untuk mengabari Diana, Yanur dan Fahru biar mas saja"ucap Bahri sambil tersenyum.
"Iya mas"sahut Humairah sangat bahagia.
__ADS_1
Keesokan harinya Humairah pun langsung mengabari Umi dan yang lain, untuk segera datang ke kapal mereka, seluruh biaya pulang pergi pun di tanggung oleh Bahri, mendengar kabar itu Umi dan yang lain pun sangat bahagia mendengar nya.
"Uwaaa..."panggil Caca sambil berlari menghampiri kak Nur yang datang ke kapal.
"Ibu...uwaa datang"ucap Caca memberi tahu.
"Kak Nur..!baru saja saya mau menelpon kak Nur,eh.. ternyata orang nya sudah datang" ucap Humairah memberi tahu sambil tersenyum.
"Benar kah..?"tanya kak Nur, Humairah pun mengangguk kan kepalanya.
"Iya ka,saya tadi mau mengabari kak Nur kalau minggu depan,kamu mau mengadakan acara syukuran kecil-kecil di kapal ini, dan saya juga sudah mengabari Umi dan keluarga yang lain, insyaallah besok lusa mereka akan datang ke sini"sahut Humairah gembira sambil memberi tahu.
"Syukuran dalam rangka apa dek..?"tanya kak Nur, Humairah pun menceritakan semua yang mereka dapatkan dari koh Ali,kak Nur pun merasa sangat bahagia mendengar nya ia tak menyangka adik nya bisa seberuntung itu.
"Alhamdulillah dek,kamu beruntung sekali, semoga saja kakak bisa seberuntung kamu"ucap kak Nur, Humairah pun mengaminkan do'a kakak nya itu.
"Oiya..kak Nur mau kan bantuin saya, bikin kue dan camilan buat acara nanti.."pinta Humairah.
"Iya dong...! tenang saja,ada kak Nur semuanya beres"sahut kak Nur sambil tertawa, Humairah pun ikut tertawa mendengar nya.
...****************...
Bersambung...
Jangan lupa baca episode-episode selanjutnya yaa ☺️
Dan tinggal kan jejak kalian,beri bintang 5 dan tekan tombol favorit kalian ❤️
Oiya... author mau kasih visual koh Ali dan Caca dulu ya, jadi yang bagi penasaran mau tau visual koh Ali dan Caca,seperti ini contoh nya☺️
(Ini contoh visual koh Ali, yang baik hati dan dermawan)
(ini contoh visual Caca yang pintar dan imut)
__ADS_1