JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Ketahuan


__ADS_3

Bahri dan Humairah sudah sampai di kampung halaman mereka,dan mereka pun langsung pergi menuju rumah sakit untuk menjenguk keadaan Diana dan Fahru.


"Kak Bahri..!"panggil Yanur yang juga ada di sana,ia pun segera menghampiri Bahri.


"Bagai mana keadaan Diana..?"tanya Bahri merasa khawatir.


"Diana sedang di periksa dokter lebih lanjut kak,kata dokter.. kangker payudara nya sudah memasuki stadium 4"sahut Rahmat memberi tahu.


"Astagfirullah...! kenapa Diana baru saja di bawa ke rumah sakit..?"tanya Bahri yang sedikit kesal dan kecewa pada Rahmat.


"Maaf kak Bahri, saya sudah sering ingin mengajak Diana untuk periksa ke rumah sakit,tetapi Diana selalu saja menolak nya,kata nya dia takut di suntik"sahut Rahmat menjelaskan, Diana memang sangat sering mengeluh sakit di bagian payudara nya, tetapi jika di ajak oleh suami nya dan anak-anak nya, namun Diana selalu saja menolak nya, hingga akhir nya penyakit nya semakin parah.


"Aku ingin melihat Diana sekarang.."ucap Bahri,tak sabar ingin melihat adik perempuan satu-satunya itu,ia pun segera memasuki ruangan itu tanpa peduli larangan dari perawat di sana.


"Maaf pak, dokter sedang memeriksa pasien, tolong tunggu sebentar di luar"pinta perawat itu,mencegah Bahri masuk,namun karena Bahri terlalu khawatir pada adiknya,ia tak mendengar kan permintaan dari perawat itu dan tetap masuk ke dalam.


"Saya hanya ingin melihat adik saya sebenar saja dok..!"pinta Bahri, dokter pun sangat paham dengan kecemasan dari Bahri,ia pun mengangguk kan kepalanya setuju.


"Tolong jangan ribut dan mengganggu pasien, karena pasien sedang istirahat"ucap dokter pelan, Bahri pun mengangguk kan kepalanya mengerti.


Berlahan Bahri menghampiri adik perempuan nya itu,air mata nya pun tak terbendung,ketika ia melihat Diana terbaring lemah dan wajah nya terlihat sangat pucat,badan nya pun nampak semakin kurus.


"Kenapa kamu jadi seperti ini dek..?"batin Bahri bertanya-tanya,sambil meneteskan air mata nya.


Bahri pun merasa sangat sedih melihat nya, ia merasa seakan menjadi seorang kakak yang tidak becus menjaga adik-adik nya,ia bahkan tidak tahu keadaan adik-adik nya sendiri saat ini,sering kali Bahri menelpon mereka jika ia rindu dan menanyakan kabar mereka,tetapi Diana tak pernah bercerita apa pun tentang sakit nya,.


Setelah beberapa saat, Bahri pun keluar dari ruangan itu, sambil menyeka air matanya, Humairah merasa ikut sedih melihat kesedihan suaminya.


"Lalu bagai mana keadaan Fahru..?dan di mana dia di rawat..?"tanya Bahri,ia juga merasa cemas pada adik bungsu nya itu.


"Fahru juga sekarang di rawat di rumah sakit ini ka,dan berada di kamar nomor 5 kak"sahut Yanur memberi tahu, Bahri pun langsung segera ke sana untuk menjenguk keadaan adik bungsu nya itu,di antar oleh Yanur.


"Kak Bahri...!mas Fahru..ada kak Bahri.."ucap Siti memberi tahu suami nya, Bahri pun mendekati adik bungsu nya itu.


"Ka..k..ba..h..ri "ucap Fahru tak terlalu jelas, karena sebelah mulut nya juga terkena stroke, Bahri merasa sangat sedih dan terpukul melihat keadaan kedua adik-adiknya.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa jadi seperti ini Fahru..?" tanya Bahri,ia merasa adik bungsu nya itu masih sangat terlalu muda, tetapi sudah terkena stroke.


"Mas Fahru, sangat suka makan makanan yang bersantan dan juga sangat suka makan kambing kak,tiga hari ini dia selalu makan daging kambing"sahut Siti memberi tahu, karena makanan yang tidak di jaga dan selalu sembarang, akhirnya tekanan darah dan kolesterol Fahru pun naik drastis, sehingga memicu serangan stroke.


"Saya sudah, sering menasehati nya kak,tapi mas Fahru tidak mau mendengar kan nya..!mana biaya di rumah sakit mahal..!ini pakai sakit segala..sudah tau kita hidup nya susah"ucap Siti mengeluh, Bahri dan Humairah terkejut mendengar.


"Kamu tenang saja,biar kakak saja yang membayar biaya rumah sakit nya"sahut Bahri, yang merasa tidak nyaman mendengar keluhan Siti, Siti pun langsung sumringah mendengar nya.


"Ah.. syukur lah ada kak Bahri.. jadi saya tidak perlu lagi menjual perhiasan saya,lagi pula kan mas Fahru adalah adik nya kak Bahri, jadi sudah tanggung jawab kak Bahri membiayai nya he..he"ucap Siti sambil tertawa kecil merasa lega.


Humairah hanya bisa menghela nafas nya dan mengusap dada nya,ia tak habis pikir dengan sikap dan jalan pikiran istri dari Fahru.


"Ya Allah.. sungguh ipar gak ada akhlak, bisa-bisa nya dia bicara seperti itu pada mas Bahri"batin Humairah merasa sedikit geram.


"Te-rima ka-sih ka-k"ucap Fahru sambil menangis, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil mengusap kepala adik bungsu nya itu,kasih sayang Bahri pada adik-adiknya tak pernah berkurang sejak dari mereka kecil, Bahri tetap dan terus menyayangi mereka walau pun mereka sudah dewasa dan berumah tangga.


Sore hari, Humairah mengajak suami nya untuk istirahat pulang ke rumah, karena sejak mereka sampai, mereka belum ada istirahat, Bahri pun menyetujui, karena ia juga kasihan pada istri dan anak nya yang terlihat kelelahan.


"Rahmat, seperti nya kakak pulang ke kampung dulu untuk istirahat,besok pagi kakak akan ke rumah sakit kembali"ucap Bahri.


"Sama-sama Rahmat"sahut Bahri sambil tersenyum, mereka pun kembali pulang ke kampung,dan menuju rumah lama mereka.


"Mas,kok rumah nya beda..? siapa yang sudah merenovasi rumah ini..?"tanya Humairah kebingungan melihat rumah itu sudah berubah menjadi bagus,Bahri pun ikut bingung melihat nya, karena sudah hampir 3 tahun mereka tidak pulang ke kampung.


"Mas, siapa yang menempati rumah ini..?"tanya Humairah lagi, Bahri menggeleng kan kepalanya tidak tahu.


"Masya Allah..ada nak Bahri dan Humairah..!bagai mana kabar kalian..?lama sekali kalian tidak pulang ke kampung, kapan kalian datang..?"sapa bu Fatimah merasa senang bertemu dengan Bahri dan Humairah.


"Alhamdulillah baik bu,kami baru saja datang,ibu Fatimah juga bagai mana kabar nya..?"tanya Humairah sambil tersenyum ramah.


"Alhamdulillah baik nak,apa kalian sudah menjenguk Diana dan Fahru..?"tanya bu Fatimah, Humairah pun mengangguk kan kepalanya.


"Sudah bu"sahut Humairah.


"Ya Allah...ibu tidak menyangka kalau Diana akan di operasi,semoga saja operasi Diana berhasil dan di sehat kembali"ucap bu Fatimah mendo'a kan, Bahri dan Humairah pun ikut mengaminkan do'a itu.

__ADS_1


"Eh...ada Bahri dan Humairah datang"sapa bu Ela tiba-tiba lewat dan menghampiri mereka.


"Iya..bu Ela apa kabar..?"sapa Humairah sambil tersenyum ramah.


"Ya begini lah lah hidup di kampung Humairah,gak juga kaya..gak juga miskin tapi masih bisa makan he..he"sahut bu Ela sambil terkekeh sendiri, Humairah dan Bahri pun hanya tersenyum menanggapi nya.


"Yang penting sehat bu Ela.."sahut bu Fatimah.


"Iya bu Fatimah, yang penting sehat gak punya hutang, biar hidup seadanya..tapi gak di kejar-kejar sama pihak Bank, kalau gak bisa bayar malah bikin pusing dan ujung-ujungnya malah sakit stroke kaya si Fahru"sahut bu Ela keceplosan, Bahri dan Humairah pun terkejut mendengar nya.


"Huss..bu Ela..!"ucap bu Fatimah mengingat kan bu Ela.


"Hutang..?pihak Bank..? maksud nya apa bu Ela..! tolong beri tahu tau saya"ucap Bahri bertanya.


"Kalian tidak tau..!kalau Fahru kabar nya meminjam uang di bank dan merenovasi rumah ini,dan karena Fahru sudah menunggak pembayaran,pihak bank akhir ingin menyita rumah ini, kemaren sore ramai sekali orang ribut-ribut di rumah ini menagih hutang.."sahut bu Ela mencerocos memberi tahu.


Bahri dan Humairah terkejut mendengar nya.


"Me..menyita rumah ini...apa hubungannya dengan rumah ini..?"tanya Bahri tak paham.


"Nak Bahri, sebenarnya kami dengar, kabar nya Fahru sudah menggadai kan rumah ini ke pihak Bank"sahut bu Fatimah.


Deg.


Bahri dan Humairah semakin terkejut mendengar nya.


"Astaghfirullahal'azim.."ucap Humairah tak menyangka.


...****************...


Bersambung...


Jangan lupa kasih dukungan nya ya buat author, biar makin semangat nulis nya ☺️


Terima kasih πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2