
Hari demi hari Humairah lewati dengan penuh kesabaran,ia dengan ikhlas merawat suami dengan penuh kasih sayang,tak pernah kenal rasa lelah,walau pun keadaan nya sedang hamil tua, Humairah tetap bekerja untuk kebutuhan makan sehari-hari.
"Mas makan dulu ya"ucap Humairah sambil menyuapi suami nya,ketika asik makan mata Bahri tertuju pada jari manis istri nya.
"Dek,mana cincin pernikahan yang mas berikan? kenapa tidak di pakai?mas sudah lama memperhatikan cincin itu tak ada di jari mu"tanya Bahri, Humairah pun menunduk kepalanya, merasa serba salah.
"Maaf mas,cincin itu sudah lama saya jual, untuk menambah biaya pengobatan mas di rumah sakit "sahut Humairah, Bahri pun merasa sedih mendengar nya.
"Maaf kan mas dek,karena mas sudah menyusahkan mu,mas sekarang sudah menjadi seorang suami yang tidak berguna,mas tidak bisa membahagiakan mu dek"ucap Bahri merasa putus asa,ia merasa bersalah karena sudah menyusahkan istri nya, sekarang ia hanya menjadi seorang suami yang membebani seorang istri.
"Tidak mas...!mas tidak boleh berbicara seperti itu,saya bahagia bersama mas,ini hanya cobaan dalam rumah tangga kita mas, jadi kita harus bisa melewati nya sama-sama,mas harus semangat dan berusaha untuk bisa sembuh lagi,saya akan selalu mendukung dan membantu mas"sahut Humairah, sambil tersenyum dan memeluk suaminya.
"Terima kasih dek,"ucap Bahri sambil menangis.
"Mas janji,mas akan terus berusaha agar bisa sembuh lagi,mas akan membahagiakan mu dan anak-anak kita"ucap Bahri, Humairah pun tersenyum bahagia mendengar nya.
Setelah selesai merawat suami dan anak nya juga membersihkan rumah, Humairah pun langsung ijin pada suaminya untuk bekerja.
"Mas,saya ke rumah bu Fatimah dulu ya"ucap Humairah meminta ijin, Bahri yang sudah tau pun mengijin kan istrinya.
"Iya dek"sahut Bahri.
Setiap hari Humairah bekerja menjadi buruh upah membuat kerajinan anyaman di rumah ibu Fatimah, tidak hanya Humairah saja yang bekerja di sana tetapi ada beberapa ibu-ibu juga ikut bekerja, setiap satu buah anyaman Humairah akan mendapatkan upah 25 ribu,karena Humairah sedang hamil besar ia hanya sanggup membuat dua buah anyaman saja.
"Humairah, sekarang kandungan mu sudah berapa bulan?"tanya bu Ela sambil menganyam.
"Sudah 9 bulan bu"sahut Humairah sambil tersenyum.
"Ya Allah,kamu itu sudah dekat hampir melahirkan Humairah,tapi masih saja bekerja"ucap bu Fitri,merasa kasihan, Humairah hanya tersenyum menanggapi nya.
"Ya apa boleh buat bu Fitri, suaminya kan sekarang lumpuh dan tidak bisa bekerja lagi,jadi terpaksa harus Humairah lah yang bekerja"sahut bu Ela,bu Fitri pun langsung terdiam mendengar nya,ia merasa bersalah pada Humairah,pasal nya karena ia lah yang membuat Bahri mengalami kecelakaan itu.
"Iya..ya,ya Allah... kasian sekali kamu Humairah"sahut ibu-ibu yang lain, Humairah hanya bisa terdiam mendengar nya.
__ADS_1
"Iya...apa lagi Humairah punya ipar yang kelewatan tega nya, mereka hanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing"sahut bu Ela.
"Iya... kasian si Bahri, punya adik tidak tau menahu dengan saudara nya sendiri,bahkan untuk membantu saja mereka tidak mau,yang laki-laki pada sibuk bekerja dan jarang pulang, sedang kan yang perempuan sibuk mengurus suami dan anak-anak nya saja"sahut ibu-ibu yang lain.
"Benar itu bu..! adik-adik nya Bahri itu sudah pada sukses dan banyak duit nya,tapi mereka malah tidak tau menahu pada Bahri, pada hal kita tau sendiri kan,bagai mana perjuangan Bahri dulu merawat dan menafkahi adik-adik nya supaya mereka pada sukses,eh...pas sudah sukses..!mereka malah lupa sama Bahri, ibarat kata nih... seperti kacang lupa sama kulit nya"ucap bu Ela mencerocos.
"Iya benar bu, kasian sekali ya"sahut ibu-ibu yang lain, mereka asik saja mengosip dan menggunjing, sedang kan Humairah hanya bisa terdiam dan sedih mendengar ucapan mereka, ingin rasanya Humairah pergi secepat nya dari sana, agar ia tidak mendengar kan ucapan-ucapan yang menyakiti hati nya.
"Tapi yang lebih kasian lagi Humairah, semenjak Bahri sakit,dia yang selalu merawat dan menafkahi suami dan anaknya, apa lagi sampai hamil besar begini masih harus bekerja, belum lagi buat nabung untuk melahirkan, kalau saya udah gak kuat menjalani nya"ucap ibu-ibu yang lain.
"Humairah, kenapa tidak kamu tinggal kan saja si Bahri itu...!dia kan sudah tidak bisa apa-apa lagi, jangan kan bekerja,makan dan cebok saja harus di bantu sama kamu"ucap bu Ela menyaran kan.
"Astaghfirullahal'azim"batin Humairah beristighfar, sambil mengusap dadanya,ia tak habis pikir dengan jalan pikiran para ibu-ibu itu.
"Iya Humairah,lagian kan kamu masih muda, cantik pula, pasti banyak yang bakal berebut memperistri mu"sahut ibu-ibu yang lain mencoba mempengaruhi Humairah.
"Iya Humairah, kalau saya jadi kamu,udah saya tinggalkan itu Bahri, buat apa punya suami tapi gak berfungsi"ucap bu Ela, Humairah pun merasa tidak nyaman dengan perkataan para ibu-ibu itu, yang sudah mempojok kan nya dan suaminya.
"Astaghfirullahal'azim...ibu-ibu, kalian ini kasihan atau mau merusak rumah tangga orang sih...?"sahut bu Fatimah merasa kesal, karena sejak tadi ibu-ibu itu terus saja mengoceh dan berusaha mempengaruhi Humairah.
"Terbaik apa nya..?itu nasehat dan saran terburuk, yang pernah saya dengar "sahut bu Fatimah merasa geram.
"Maaf ibu-ibu semua, sebagai seorang istri , saya tidak pernah sedikit pun terpikir untuk meninggalkan dan menyakiti hati suami saya, apa lagi suami saya sedang terkena musibah, saya bahagia hidup bersama nya, dan saya ikhlas merawat suami saya, karena itu adalah ladang amal ibadah buat saya,dan tolong... jangan suruh saya untuk menjadi istri yang durhaka, karena saya takut dengan adzab Allah yang pedih,permisi saya pamit dulu... assalamu'alaikum"ucap Humairah yang sudah tidak tahan lagi mendengar ucapan mereka,ia pun segera pergi dari rumah ibu Fatimah dan membawa anyaman nya yang belum selesai untuk di selesaikan di rumah, mereka semua pun langsung terdiam mendengar ucapan Humairah.
"Wa'alaikum salam"sahut bu Fatimah.
"Tuh...dengerin...! wanita Sholehah di suruh durhaka,benar apa yang di katakan oleh Humairah, sebagai seorang istri kita justru sabar dan ikhlas merawat suami kita yang sakit, itu sebagai bentuk kesetiaan kita dan ladang amal ibadah buat kita,bukan nya di tinggalin..!kita semua memang lebih tua dari Humairah,tapi untuk segi ilmu kita kalah dan harus belajar lagi, sebaiknya selesai bekerja ini ibu-ibu pergi deh mengaji ke rumah ustadz, biar pikiran dan hati nya bersih,gak ngegibahin orang terus"sahut bu Fatimah kesal sambil menasehati para ibu-ibu itu.
"Maaf bu Fatimah...ini semua gara-gara bu Eli tuh,jadi nya kita ke ikut juga ngeghibah"sahut ibu-ibu yang lain,bu Eli pun langsung melotot kan mata nya sambil ternganga.
"Lho...lho...lho..! kok jadi saya yang di salahin,bukan nya kalian sendiri yang ikut-ikutan ngomong?kok malah saya yang di sudut kan"protes bu Eli kesal.
"Sudah-sudah cukup..! sebaiknya kalian cepat selesai kan anyaman nya, kalau kalian terus berdebat,kapan selesainya?"sahut bu Fatimah melerai.
__ADS_1
"He..he..iya bu Fatimah maaf"sahut para ibu-ibu bersamaan sambil cengengesan,ibu Fatimah hanya bisa menghela nafas nya dengan kasar dan menggeleng-geleng kan kepalanya saja melihat tingkah para ibu-ibu itu.
*
*
*
Di rumah.
Sesampai nya di rumah, Humairah langsung menangis, karena hanya itu yang bisa ia lakukan untuk menumpahkan rasa sakit dan kesedihan nya.
"Dek, apa itu kamu?kamu sudah pulang?"teriak Bahri dari dalam kamar,ia mendengar suara pintu di buka.
"Iya mas"sahut Humairah,lalu segera menyeka air matanya dan menghampiri suaminya.
"Kenapa cepat sekali pulang nya? apa kamu sudah selesai? tanya Bahri sambil menatap istrinya,"dek,..!apa kamu habis menangis? apa di sana ada masalah?"curiga Bahri yang bisa merasakan perubahan raut wajah istri nya.
"Tidak ada apa-apa mas, tadi saya cuma merasakan sedikit mules dan sakit perut, maka nya saya sampai mengeluarkan air mata, karena saya belum selesai,jadi saya ijin sama bu Fatimah untuk membawa anyaman nya ke rumah"sahut Humairah menutupi kesedihannya.
"Benar kah,apa perut nya masih sakit dek?apa kamu sudah waktu nya untuk melahirkan?"tanya Bahri merasa panik dan khawatir pada istri nya, Bahri pun dengan sekuat tenaga mencoba mengangkat tangan nya, untuk mengusap perut istri nya, berlahan kedua tangannya bisa ia gerakkan dan ia angkat,lalu sampai mendarat ke perut istri nya, Humairah pun terkejut melihat nya.
"Subhanallah...ya Allah...mas tangan nya..!"ucap Humairah sambil menutup mulutnya, merasa tak percaya dengan apa yang baru ia lihat.
"Dek, tangan mas bisa di gerak kan..mas bisa menyentuh mu dek..!"ucap Bahri gembira.
"Iya mas.. Alhamdulillah ya Allah..."ucap Humairah merasa bersyukur dan sangat bahagia,ia pun langsung memeluk suaminya.
Berkat Humairah yang rajin mengurut dan merendam dengan air hangat yang di campur dengan rempah -rumah bahan alami, sehingga Bahri akhirnya bisa menggerakkan ke dua tangan nya lagi, walau pun kedua kakinya masih belum bisa berjalan,tapi Bahri dan Humairah sudah merasa bahagia yang luar biasa.
...****************...
Bersambung dulu ya...
__ADS_1
Kasih bintang dan tekan favorit nya dong...☺️ biar author makin semangat nulis nya 🤗