JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Merasa curiga


__ADS_3

Humairah hanya diam membisu,ia bingung apa kah ia harus menceritakan kejadian tadi malam ke pada suami nya.


"Dek..!"panggil Bahri, Humairah pun tersentak kaget.


"Ah..sa..saya tadi malam sebe..-"ucap Humairah terputus karena tiba-tiba handphone nya berdering.


"Maaf mas,ada telpon"ucap Humairah mengalihkan, lalu ia segera berdiri dan meraih handphone nya.


"Siapa dek, yang telpon...?"tanya Bahri penasaran.


"Kak Nur mas, tumben pagi-pagi sekali kak Nur telpon"sahut Humairah memberi tahu,dan langsung mengangkat nya.


πŸ“ž"Assalamu'alaikum kak Nur"ucap Humairah.


πŸ“ž"Wa'alaikum salam dek"sahut kak Nur.


πŸ“ž"Apa kamu sedang sibuk dek..?"tanya kak Nur.


πŸ“ž"Tidak,ada apa kak..?"tanya Humairah.


πŸ“ž"Dek,kakak mau cerita kabar gembira nih.."ucap kakak Nur terdengar sangat senang.


πŸ“ž"Kabar gembira apa kak..?apa kak Nur hamil lagi..?"tanya Humairah penasaran.


πŸ“ž"Bukan itu Humairah.."sahut Nur sambil tertawa.


πŸ“ž"Terus apa kak..?"tanya Humairah.


πŸ“ž"Dek,kakak insya Allah besok lusa akan berangkat ke Jakarta"ucap kak Nur sangat senang, karena seumur hidup nya,ia belum pernah kesana.


πŸ“ž"Benar kah... untuk apa ke Jakarta kak..?" tanya Humairah bingung.


πŸ“ž"Liburan...!"sahut kak Nur.


πŸ“ž"Alhamdulillah..enak sekali kak Nur di ajak liburan sama kak Hadi, nanti jangan lupa bawa oleh-oleh yang banyak ya kak buat saya"ucap Humairah sambil tertawa menggoda kakak nya.


πŸ“ž"Iya..kamu tenang saja,kakak akan borong semua belanjaan di sana he..he..!oya Humairah,kamu tau gak,kakak liburan ini sebenarnya Bos nya mas Hadi yang mengajak,dan katanya lagi, nanti dia juga akan mengajak kami langsung berbelanja dan jalan-jalan ke tanah Abang dan Ancol..baik banget kan Bos nya mas Hadi.."ucap Nur memberi tahu terdengar sangat gembira.

__ADS_1


"Di ajak liburan sama bos nya kak Hadi..?bukan kah Bos nya kak Hadi itu perempuan ya..?"batin Humairah merasa aneh.


πŸ“ž"Maksud nya istri nya almarhum Bos rotan kak..?"tanya Humairah memastikan lagi.


πŸ“ž"Iya...Bu Avita,siapa lagi..kamu tau gak,ternyata dia itu orang nya sangat baik,apa kamu sudah pernah bertemu dengan nya..?"sahut Nur sambil bertanya.


πŸ“ž"Belum kak,tapi pernah dengar kata orang dia sangat cantik dan masih muda"sahut Humairah.


πŸ“ž"Iya dek,bu Avita itu..sudah baik, cantik dan dermawan pula,apa kamu tau Humairah..!sudah dua bulan ini, bu Avita itu selalu memberikan kami 2 karung beras,gula,kopi, telor dan minyak goreng juga uang lebih, enak banget kan,kata nya,itu hadiah karena mas Hadi sangat rajin bekerja"ucap Nur bercerita dan memuji-muji Bu Avita, Humairah menyeritkan alis nya heran dan terdengar janggal menurut Humairah.


πŸ“ž"Apa pegawai yang lain juga mendapatkan hadiah seperti itu juga kak..?"tanya Humairah ingin tahu.


πŸ“ž"Tidak dek, hanya mas Hadi yang mendapatkan hadiah"jawab Nur memberi tahu.


πŸ“ž"Oh..Baik banget ya kak.."sahut Humairah merasa aneh.


πŸ“ž"He'eh..baik banget kan..! beruntung mas Hadi punya Bos seperti Bu Avita.."ucap Nur merasa bangga dan bahagia.


Entah kenapa Humairah merasa tidak senang mendengar nama Bu Avita di sebut dan di puji-puji oleh kakak nya,ia merasa ada hal yang janggal dan aneh dengan semua itu,namun Humairah tidak mungkin mengatakan nya pada kakak nya, apa lagi kakak nya saat ini sedang bahagia.


πŸ“ž"Oiya dek,sudah dulu ya, kakak mau telpon Umi juga nih...mau kasih kabar gembira ini sama Umi, Umi pasti senang mendengar nya" ucap Nur.


πŸ“ž"Iya dek,Wa'alaikum salam"jawab Nur dan langsung mematikan handphone nya.


Humairah pun terdiam sambil menatap handphone nya itu.


"Aneh sekali, kenapa Bos nya kak Hadi cuma baik pada kak Hadi saja..?semoga saja orang itu benar-benar memang orang baik, ya Allah... ampuni hamba karena telah berburuk sangka pada orang lain "batin Humairah merasa tak tenang sambil terdiam.


"Dek..!"panggil Bahri,sambil menyentuh pundak istrinya,Humairah pun tersentak kaget.


"I.. iya mas"sahut Humairah sambil tersenyum.


"Ada apa..? apa yang di katakan oleh kak Nur..?"tanya Bahri penasaran, karena ia melihat istrinya yang sejak tadi hanya terdiam setelah mendapat telpon itu.


"Kata kak Nur,besok lusa dia mau liburan ke Jakarta mas"sahut Humairah memberi tahu.


"Benar kah, Alhamdulillah kalau begitu "ucap Bahri merasa senang.

__ADS_1


"Ada apa dek..?apa kamu juga ingin liburan ke sana..?"tanya Bahri, karena istri nya itu masih saja terdiam,dan Bahri pun menyangka istri nya itu juga sangat ingin ke Jakarta.


"Tidak mas, hanya saja dari cerita kak Nur tadi hati saya menjadi tidak tenang "sahut Humairah memberi tahu, Bahri pun menyeritkan alis nya bingung


"Kenapa begitu..?apa kamu takut,akan terjadi sesuatu dengan kak Nur..?"tanya Bahri ingin tahu, Humairah mengangguk kan kepalanya.


"Kak Nur berangkat nya tidak hanya berdua saja mas,tetapi bertiga dengan Bos nya"sahut Humairah memberi tahu, Bahri pun langsung tersedak mendengar nya.


uhuk..uhuk..uhuk..!


"Mas, hati-hati minum teh nya"ucap Humairah, sambil mengusap punggung suaminya.


"Maksud kamu mereka berangkat bersama Bu Avita..?"tanya Bahri terkejut, Humairah pun mengangguk kan kepalanya, Bahri pun mengerutkan alisnya bingung.


"Bagai mana bisa mereka berangkat bersama..?"tanya Bahri kebingungan.


"Kata kak Nur, Bos nya lah yang mengajak mereka liburan ke Jakarta dan membiayai semua nya, bahkan dia juga akan mengajak jalan-jalan dan berbelanja di sana"sahut Humairah memberi tahu, Humairah pun juga menceritakan tentang hadiah-hadiah lain yang di berikan oleh Bos nya kak Hadi,Bahri pun ternganga mendengar nya.


"Aneh sekali..?"batin Bahri merasa curiga.


"Apa kak Hadi..? semoga saja dugaan ku salah"batin Bahri merasa sangat khawatir.


"Mas,apa menurut mas, yang namanya Bu Avita itu benar-benar orang baik..?"tanya Humairah menyelidik dan merasa curiga.


"Mas tidak tau dek,mas hanya bertemu cuma dua minggu sekali,jadi mas tidak terlalu mengenal nya"sahut Bahri, namun Bahri tidak ingin menceritakan pada istri nya kalau Bu Avita itu sudah beberapa kali mencoba menggoda nya, tetapi beruntung Bahri bisa lolos dan menghindari nya.


"Semoga saja dia itu benar-benar orang baik ya mas"ucap Humairah merasa ragu.


"Ternyata perasaan perempuan sangat kuat..! walau pun Humairah tidak pernah bertemu dengan Bu Avita,tetapi ia bisa merasakan hal yang tidak baik pada orang itu"batin Bahri sambil menatap lembut istrinya.


...****************...


Bersambung dulu ya...


Jangan lewatkan episode-episode selanjutnya yaa...


Dan beri dukungan nya buat author, biar lebih semangat lagi nulis nya πŸ€—

__ADS_1


Terima kasih bagi yang sudah mendukung πŸ™πŸ» semoga rejeki kalian selalu lancar dan berkah aamiin 🀲🏻☺️


__ADS_2