
Seluruh keluarga Bahri dan Humairah sudah pada pulang,dan kapal mereka pun menjadi sepi lagi.
"Yah,jadi sepi lagi kapal kita mas"ucap Humairah.
"Iya,makin tambah sepi lagi karena Caca juga gak ada"sahut Bahri,caca merengek minta ikut Nenek nya ke kampung bersama Mei, selama di kapal Caca selalu merasa kesepian, dan kebetulan juga Caca sekarang sudah waktunya masuk TK,jadi Bahri dan Humairah pun tak bisa melarang nya.
"Apa mas mau teh..?"tawar Humairah, Bahri mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Tentu saja mas mau"sahut Bahri, Humairah pun tertawa mendengar,ia pun segera membuat kan teh untuk suaminya.
"Ini mas teh nya"ucap Humairah sambil memberikan teh itu kepada suaminya.
"Terima kasih ya dek,sini duduk...mas mau bicara sama kamu"ucap Bahri sambil tersenyum, Humairah pun mengangguk kan kepalanya lalu duduk di samping suaminya.
"Ada apa mas..?apa ada terjadi sesuatu di kapal..?"tanya Humairah penasaran.
"Tidak ada dek,pertama mas ingin memberi tahu mu,kalau sebentar lagi Fahru akan menikah"sahut Bahri memberi tahu, Humairah pun merasa senang mendengar nya.
"Benar kah mas..? Alhamdulillah...tak terasa akhirnya Fahru akan menikah ya mas"sahut Humairah sambil tersenyum senang.
"Oiya sama siapa mas..?apa orang kampung kita juga..?"tanya Humairah antusias.
"Mas dengar dari Diana,kata nya dengan Siti pacar nya Fahru,dan masih satu kampung dengan kita,cuma nyebrang jembatan aja"sahut Bahri memberi tahu.
"Oh...lalu kapan mas acara nya..? berarti.. kita sebentar lagi akan pulang kampung juga dong"ucap Humairah bahagia, karena ia akan bertemu lagi dengan Umi dan anak-anak nya.
"Mas belum tau dek, karena kemarin Diana cerita, ada sedikit kendala dengan masalah persyaratan mahar yang di minta oleh calon mertua nya Fahru"sahut Bahri, Humaira pun menyeritkan alis nya bingung.
"Persyaratan mahar..?apa maksud nya mas?"tanya Humaira tak mengerti.
__ADS_1
"Calon mertua Fahru memberi kan persyaratan mahar yang sangat tinggi ke pada Fahru, sehingga Fahru tak sanggup memberikan nya"sahut Bahri.
"Memang berapa mahar yang di minta mereka mas..?"tanya Humairah ingin tahu.
"Kata Diana 100 juta dek"jawab Bahri memberi tahu.
"Astaghfirullahal'azim...itu sangat tinggi sekali mas, kenapa mereka meminta mahar yang sangat besar, padahal kan cuma acara di kampung"ucap Humairah merasa tidak masuk akal.
"Iya dek,mas juga sama terkejut nya dengan mu kemarin,pas mendengar permintaan mereka sebesar itu"sahut Bahri.
"Jadi waktu saya lihat mas dan Diana kemaren itu, berarti sedang membicarakan masalah ini mas..?"tanya Humairah, Bahri pun mengangguk kan kepalanya.
"Lalu mas, apa Fahru akan tetap mempertahankan lamaran itu..? tanya Humairah.
"Iya dek,Fahru sangat bersikeras akan tetap melamar gadis itu, bahkan sampai melakukan mogok makan dan sempat mengancam Diana dan Rahmat untuk bunuh diri,dan kata Diana saat ini Fahru justru sedang jatuh sakit "sahut Bahri.
"Astaghfirullah ya Allah, kenapa Fahru bisa begitu nekat mas,terus apa Fahru mempunyai uang sebanyak itu mas..?"tanya Humairah, Bahri menggeleng kan kepalanya.
"Maksud membantu..?" tanya Humairah yang masih tidak mengerti.
"Diana minta mas untuk memberikan uang 100 juta untuk mahar Fahru"sahut Bahri memberi tahu.
"Apa mas,100 juta..?"tanya Humairah terkejut mendengar nya,ia tak habis pikir dengan Diana dan Fahru yang begitu mudah nya berucap meminta.
"Apa mas menyetujui nya..?"tanya Humairah curiga.
"Iya dek,dan mas pun sudah memberi kan nya tadi pagi pada Diana"sahut Bahri.
Deg.
__ADS_1
Humairah semakin di buat terkejut mendengar nya.
"Apa mas menggunakan uang tabungan 100 juta kita..?"tanya Humairah sambil menyelidik, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil menunduk kan wajah nya,merasa bersalah.
"Kenapa mas melakukan itu, tanpa bicara pada saya mas"ucap Humairah sambil meneteskan air mata nya menangis, ia pun langsung berdiri dan pergi ke kamar nya, Bahri pun langsung mengejar Humairah masuk ke kamar.
"Maaf kan mas dek,mas janji akan mengganti uang itu secepatnya"ucap Bahri sambil mengusap kepala istri nya, Humairah pun merasa emosi dan menghentakkan tangan suaminya.
"Kenapa mas selalu mengambil keputusan tanpa bicara pada saya dulu mas..?mas,itu uang tabungan haji kita mas, kenapa mas melakukan itu...hiks..hiks..saya sudah lama memimpikan hal itu,tetapi sekarang begitu mudah nya adik-adik mas mengambil mimpi itu"ucap Humairah,penuh emosi sambil menangis.
"Humairah...!jangan pernah menyalahkan adik-adik ku, mereka adalah adik kandung ku, kami di lahir kan dan hidup sama-sama, kesedihan mereka sama dengan kesedihan ku dan kesusahan mereka sama dengan kesusahan ku"sahut Bahri dengan marah,ia tak terima Humairah menyalah adik-adik nya.
"Itu bagi mas,tapi tidak bagi mereka..,kemana saja mereka ketika kita sedang bersedih dan tertimpa kesusahan...? mereka hanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing, mereka tidak peduli dan hanya menutup mata dan kuping mereka ketika melihat dan mendengar kesengsaraan kita"sahut Humairah yang sudah tidak tahan lagi memendam rasa sakit yang ia simpan,
hati nya terasa begitu sakit,nafasnya terasa sesak,ia tak menyangka suaminya membentak nya demi membela adik-adik nya.
"Dek,mas mohon... jangan kamu ingat lagi yang dulu, lupa kan masa lalu itu dek, sekarang sebaik nya kamu istirahat,kamu sedang hamil,tidak baik terlalu emosi"bujuk Bahri melemah,ia mencoba tak terpancing emosi lagi, karena melihat istrinya yang terlihat sangat pucat dan sesak,ia takut terjadi sesuatu pada istri nya.
Humairah pun membaring kan tubuh nya membelakangi suami nya,ia tak mau emosi nya kembali membara ketika melihat suaminya, air mata nya pun terus saja mengalir deras tak berhenti,ia sangat kecewa pada sikap suami nya, yang sangat lemah ketika di perdaya oleh adik-adik nya.
Humairah tak habis pikir dengan sifat Diana yang selalu mencoba memoloroti suami nya.
Kamar itu pun tiba-tiba hening,tak ada lagi suara yang terdengar dari mulut mereka, Humairah dan Bahri hanya diam satu sama lain,malam itu pun mereka tidur dengan saling memberi jarak,lebih tepatnya Humairah lah yang tak mau dekat pada suaminya, karena hati nya masih terasa sakit,ia masih belum bisa memaafkan suaminya, sedangkan kan Bahri pun hanya bisa pasrah menerima perlakuan dari istri nya, karena ia merasa memang bersalah pada istrinya.
...****************...
Bersambung dulu ya...☺️
Terima kasih buat kalian yang selalu mendukung dan setia membaca episode-episode selanjutnya, semoga rezeki kalian selalu di lancarkan oleh Allah ya ❤️ Aamiin 🤲🏻
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian... See you 🤗