
Saat ini kapal sedang dalam keadaan tidak baik,Karna Nur pulang ke kampung, Hadi pun menyusul istri nya ke kampung, sehingga saat ini kapal Bahri justru terbengkalai, semua anak buah Bahri kebingungan untuk mengambil langkah selanjutnya, apa kah mereka tetap mengoperasikan kapal itu atau justru stop.
Kabar itu pun di dengar oleh Bahri, dan Bahri pun merasa sangat terkejut sekaligus kecewa pada Hadi, karena Hadi tidak menjaga amanah dari Bahri dengan baik,merasa tidak enak pada Bahri, Hadi pun menawarkan sepupu nya untuk mengganti kan nya di kapal, Bahri pun tak punya pilihan lain, selain menerima tawaran itu demi anak buah nya, tetapi entah kenapa hati Bahri sangat berat dan merasa tidak nyaman,ia pun memutuskan untuk meminta pendapat dan pencerahan kepada kyai Ridwan melalui telepon.
π"Assalamu'alaikum Abah"ucap Bahri.
π"Wa'alaikum salam"sahut kyai Ridwan.
π"Abah, saat ini Abah pasti sudah tau, jika saya di sini mengalami kebingungan, Abah, apa yang harus saya lakukan..?"ucap Bahri bertanya, Kyai Ridwan pun tersenyum mendengar nya.
π"Anak ku, janganlah kamu menanggung kebingungan dunia, karena itu adalah urusan Allah, janganlah kamu menanggung kebingungan rezeki, karena itu semua adalah pemberian dari Allah,dan janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan, karena itu kekuasaan Allah...
Anakku, yang harus kamu tanggung sekarang adalah satu, bagai mana Allah ridho pada mu, sebentar lagi Allah akan menguji kesabaran dan keikhlasan mu,maka bersiaplah..."ucap Kyai Ridwan, Bahri pun langsung terdiam dan terpaku,ia mencerna apa yang di katakan oleh kyai Ridwan, saat ini Bahri tidak mengerti dengan perkataan yang terakhir dari Kyai Ridwan, tetapi satu hal yang Bahri harus lakukan, jika kyai menyuruh nya untuk fokus urusan ibadah haji nya yang tinggal seminggu lagi.
Di kampung.
"Umi,ijin kan saya bertemu dengan Nur"pinta Hadi memohon kepada Umi.
"Umi bukan melarang mu Hadi,tetapi saat ini, Nur menolak bertemu dengan mu"sahut Umi menolak dan memberi tahu.
"Saya mohon Umi,saya ingin bicara pada Nur sebentar saja"bujuk Hadi memaksa Umi.
"Hadi,beri waktu Nur untuk menenangkan diri nya, saat ini dia tidak mau bertemu dengan mu "tolak Umi lagi.
"Tapi Umi,saya ingin menjelaskan pada Nur, kalau sa..-"ucap Hadi terpotong oleh seseorang yang tiba-tiba datang dan langsung menyerangnya.
Bug..!
Akh..!
Hadi langsung terjungkal dari duduk nya, karena terkena hantaman keras dari Yasir,darah segar pun langsung mengalir dari bibir Hadi.
"Astaghfirullah Yasir...!"teriak Umi sangat terkejut.
__ADS_1
"Apa yang harus di jelaskan dan di bicara kan lagi..! semua sudah jelas,kamu adalah seorang penghianat,pergi dari sini..!"ucap Yasir, sangat nampak terlihat kilatan kemarahan yang sangat besar dari mata Yasir pada Hadi.
"Aku kesini hanya ingin bertemu dengan istri ku.."jawab Hadi kesal, sambil memegang dan melap mulut nya yang berdarah.
"Masih berani kamu mengakui kakak ku sebagai istri mu..! setelah apa yang kamu lakukan pada nya hah.."sahut Yasir dengan kasar dan sangat marah.
"Yasir,jaga sopan santun mu..!aku ini kakak ipar mu,dan kamu itu masih anak SMP yang tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi "ucap Hadi sangat marah pada Yasir.
"Untuk apa menjaga sopan santun pada orang yang tega menyakiti istri nya,Walau pun aku anak SMP,tetapi aku tidak akan membiarkan jika keluarga ku di sakiti..!"sahut Yasir, Yasir pun melangkah kan kaki nya ingin menyerang kembali Hadi, tetapi dengan sigap Umi,Wati dan Nur menangkap dan menahan lengan Yasir.
"Hentikan Yasir..! Umi mohon jangan berkelahi, Umi tidak mau kalian saling menyakiti, kalian itu saudara"ucap Umi menasehati sambil menangis tersedu-sedu, Nur dan Wati pun ikut menangis, melihat orang-orang yang ia sayangi menangis dan memohon, Yasir pun melemahkan dan menghentikan langkah nya.
"Istighfar nak, Umi mohon jangan lakukan ini lagi"pinta Umi dengan lembut sambil mengusap pipi putranya itu,Yasir pun menatap Umi nya,lalu mengangguk kan kepalanya sambil meraih tangan Umi dan mencium nya.
"Tolong jangan menangis Umi.."pinta Yasir, sambil mengusap air mata Umi nya,ia tak tahan dan tak tega melihat Umi nya menangis.
"Hadi, sebaiknya kamu pulang saja dulu, Umi mohon..!"suruh Umi memelas, Hadi pun mengangguk kan kepalanya dan segera pergi dari rumah Umi.
Di kapal.
Amran adalah sepupu sekali Hadi, yang Hadi suruh untuk mengganti kan nya di kapal Bahri, Amran juga ada sangkutan keluarga dengan Humairah, dan Amran juga dulu pernah bekerja di salah satu kapal milik koh Ali sebelum koh Ali meninggal,dan sekarang saat ini Amran tidak ada pekerjaan.
"Gung, entah kenapa aku rasa nya tidak nyaman lagi bekerja di kapal ini, suasana nya sudah sangat berbeda karena tidak ada kak Bahri"ucap Ucup dengan raut wajah yang masam.
"Sama Cup,aku juga merasa tidak nyaman,apa lagi pengganti Bos baru yang sekarang sangat kaku dan sangat tidak paham dengan keadaan kita,dia suka nya selalu memerintah kita dengan seenaknya,tak mengerti dengan keadaan kita yang sudah kelelahan"sahut Agung, sambil menghela nafas nya dengan panjang.
Malam hari kapal Bahri sudah sampai di pelabuhan Banjarmasin, karena terlalu kelelahan semua awak kapal termasuk Amran tertidur pulas,tak ada satu pun yang berjaga untuk menjaga kapal dan barang muatan itu.
Malam hari air masih surut, sehingga kapal mereka jauh menyandar di bawah pelabuhan,biasa jika dalam keadaan seperti itu, Bahri akan memutuskan untuk bergadang dan menjaga kapal nya, karena jika menjelang subuh air akan pasang dan sangat dalam,jika kapal mereka tidak segera di dorong dan di keluarkan dari pelabuhan,maka kapal mereka akan menyangkut di pelabuhan itu dan berdampak karam.
Hal itu lah yang terjadi saat ini, menjelang subuh semua orang yang ada di kapal masih dalam keadaan terlelap,air pun semakin pasang dan semakin dalam, karena tidak ada satu pun yang berjaga dan yang terbangun, jadi tidak ada yang mendorong kapal itu keluar, akhirnya ujung depan kapal Bahri pun termasuk dan menyangkut di pelabuhan, berlahan air pun semakin menekan dan masuk kedalam kapal itu.
"Ada apa ini, kenapa kasur nya basah..? seperti tidur di atas air saja..!air..?"ucap Ucup sambil meraba kasur nya, Ucup pun langsung terbangun dan membuka matanya,seketika itu juga ia terkejut dan berteriak.
__ADS_1
"Aaaiiirrrr...!kapal kita masuk air dan akan tenggelam...!"teriak Ucup,lalu segera berlari ke arah jendela kapal yang terbuka dan langsung melompat ke ke dalam sungai untuk menyelamatkan diri, semua orang pun langsung terbangun dan masing-masing menyelamatkan diri ikut melompat ke dalam sungai,detik berikutnya kapal Bahri pun langsung hanyut tenggelam ke dalam sungai bersama dengan seluruh barang muatan yang rencana akan di bongkar besok pagi, beruntung seluruh awak kapal selamat,tetapi nasib kapal Bahri sudah tidak bisa di selamat kan lagi, karena kelalaian dari semua orang.
"Kapal bos Bahri tenggelam..!"teriak para buruh yang ada di pelabuhan, mereka semua terkejut melihat kejadian itu,dan cepat -cepat menolong anak buah Bahri yang sedang berenang dan mengapung di air, seluruh pelabuhan heboh dengan kabar tenggelam nya kapal Bahri, sehingga kabar buruk itu pun menyebar dan sampai ke telinga Bahri, seketika Bahri sangat shock mendengar kabar itu, padahal 3 hari lagi ia dan istri nya akan pulang ke Indonesian, kerena sudah selesai menjalani ibadah Haji.
Bahri pun sangat sedih dan tak berdaya lagi,kali ini kesabaran nya benar-benar telah uji oleh Allah, seluruh harta bendanya pun sekarang habis tak tersisa,ia pun ingat dengan ucapan dari kyai Ridwan.
"Sekarang aku mengerti apa maksud kata-kata Abah beberapa hari yang lalu"batin Bahri, sambil menetes kan air mata nya,ia harus bersabar dan berusaha ikhlas menerima ini semua.
"Mas,saya mau belanja oleh-oleh bersama kak Nilam ya.."ucap Humairah menghampiri suaminya, Bahri pun dengan cepat menghapus air mata nya dan membalikkan badannya.
"Mas..!mas kenapa..?"tanya Humairah curiga lalu segera membalikkan tubuh suami nya menghadap nya.
"Tidak papa dek,mata mas perih karena terkena debu kain ini"ucap Bahri, sambil mengangkat selembar kain sulam milik Nilam, Nilam pun langsung mengerutkan alisnya heran.
"Pasti ada sesuatu yang di sembunyikan Bahri dari Humairah..!"batin Nilam curiga, karena ia tau betul kain sulam miliknya itu terbuat dari sutra dan tak pernah berdebu.
"Maaf kan mas dek,mas harus merahasiakan kabar ini untuk sementara waktu dari mu"batin Bahri merasa bersalah pada istrinya,ia khawatir dengan keadaan istri nya yang baru saja sembuh dari depresi nya akan kambuh kembali,jika mengetahui kabar buruk yang menimpa Nur dan juga kapal mereka.
"Benar kah..? bagai mana bisa mas...ya Allah,sini biar saya bantu tiup kan mata mas"ucap Humairah terlihat panik sambil meniup-niup kan mata suaminya.
"Bagai mana mas,apa masih perih...?"tanya Humairah, Bahri pun menggeleng kan kepalanya,lalu tersenyum pada istri nya.
"Terima kasih dek, sekarang mata mas sudah sembuh.."sahut Bahri, Humairah pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Kalau begitu saya ijin ke pasar bawah tanah bersama kak Nilam ya mas,saya mau belikan oleh-oleh untuk Umi, Mei,Caca dan yang lain nya"ucap Humairah terlihat sangat bahagia, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Iya, hati-hati di jalan, jangan sampai terpisah sama kak Nilam,kamu kan gak bisa bahasa Arab"sahut Bahri, sambil mengingat kan istrinya, Humairah mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
...****************...
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya βΊοΈ terima kasih ππ»
__ADS_1