
"Kang Ujang..!!! panggil Bahri,semua orang pun langsung terkejut mendengar nya dan bergegas melihat Bahri di bawah.
"Bahri..!!! Alhamdulillah..kamu selamat nak" teriak kang Ujang,dan langsung melempar tali kepada Bahri, Bahri pun mengangguk kan kepalanya dan segera menangkap tali itu,kang Ujang pun langsung menarik Bahri ke atas, setelah sampai di atas kang Ujang langsung memeluk Bahri dan merasa bersyukur Bahri masih selamat.
"Alhamdulillah, syukur lah kamu selamat Bahri,kami semua menyangka kamu sudah tenggelam di sana"ucap om Anton, merasa senang dan bersyukur.
"Tuan haji bos, sesuatu yang menyangkut di roda kapal sudah saya lepas, dan kemungkinan kapal sudah bisa jalan"Ucap Bahri, sambil tersenyum gembira karena ia sudah berhasil.
"Cepat hidup kan mesin kapal..!"ucap bos haji Dulah memerintah Langsung, para anak buah pun langsung berlari dan mencoba menghidupkan kapal kembali,dan ternyata sudah bisa di hidup kan dan kapal pun sudah bisa berangkat kembali,bos haji Dulah pun sangat bahagia.
"Bahri, terimakasih.. berkat kamu kapal ini bisa kembali hidup dan kita bisa melanjutkan perjalanan"ucap bos haji Dulah, sambil tersenyum lebar sangat gembira,Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Iya Bahri,berkat kamu kita semua selamat,aku tak bisa membayangkan jika kapal ini tak bisa di hidup kan dan kita sampai menginap di daerah angker ini"ucap om Anton, sambil bergidik ngeri, karena mereka harus berada di lingkungan sangkar buaya yang terkenal gaib dan ganas.
(ini penampakan sungai angker nya ya.. yang terkenal banyak buaya gaib dan pemakan manusia.)
"Bahri..! bagai mana cara nya,kamu bisa dan berhasil melepas kan sesuatu yang menyangkut di roda kapal ini...?pada hal..kamu belum pernah di ajarkan cara nya, dan menyelam pun ini baru pertama kali nya kamu melakukan nya "tanya kang Asep keheranan.
"Iya... bagai mana kamu bisa Bahri?"tanya kang Ujang ikut bingung dan penasaran, yang lain pun juga mengangguk kan kepalanya ikut penasaran, karena umur sekecil Bahri yang tidak berpengalaman dan tidak pernah di ajarkan bisa dengan mudah melakukan nya, apa lagi di sungai yang dalam dan terkenal angker,tak banyak orang yang bisa selamat jika tercebur ke sana.
"Saya sebenar nya tidak sendiri melakukan nya kang..! Saya di bantu oleh beberapa orang tadi di bawah sana, ketika saya menyelam, saya kebingungan dan mengalami kesulitan, tapi tiba-tiba ada beberapa orang yang datang dan membantu saya,dan mereka juga yang dengan cepat melepaskan pengait roda kapal itu"sahut Bahri, semua orang pun sangat terkejut mendengar nya, mereka merasa tak percaya tapi semua nya nyata.
"Apa mereka tidak melukai mu? dan apa mereka berbentuk seperti kita manusia?dan beberapa orang tadi di bawah sana?lalu apa mereka masih ada di bawah sana?"tanya kang Asep bertubi-tubi,ia merasa semakin takut dan juga penasaran.
"Ya ampun bulu kudukku sampai berdiri mendengar nya"ucap Rojali, sambil bergidik ngeri.
"Mereka tidak melukai saya, justru mereka baik dan mau menolong saya,mereka juga berbentuk sama seperti kita, dan mereka ada 3 orang, setelah selesai... saya langsung di tarik mereka ke atas dan setelah itu mereka bertiga langsung berenang ke arah sana"jawab Bahri menceritakan dan menunjuk ke arah ujung sungai, semua orang pun langsung terkejut dan ternganga mendengar nya mereka pun semakin merasa takut dan merasa tempat ini semakin angker, bos haji Dulah pun tak mau berada di sana lebih lama lagi, dan memerintah yang lain segera menjalankan kapal nya.
__ADS_1
"Ya Tuhan... semoga saja Bahri yang ada di sini, adalah Bahri yang asli, bukan Bahri jadi-jadian"batin bos haji Dulah, sambil mengusap tengkuk kepalanya,merasa takut dan bergidik ngeri.
"Tuan haji bos,apa tuan haji bos tidak lupa dengan janji nya? siapa yang mau dan bisa melepas kan pengait roda kapal,maka akan mendapatkan hadiah"ucap kang Ujang mengingat kan bos haji Dulah.
"Ya ampun...!nih orang masih ingat saja, kata-kata ku tadi..!hah..gak jadi untung aku"batin bos haji Dulah, sambil tersenyum masam dan menghembuskan nafas nya dengan kasar.
"Tentu...aku ingat..!dan setelah sampai Kalsel nanti akan aku berikan hadiah nya"ucap bos haji Dulah, sambil tersenyum masam menatap kang Ujang,kang Ujang pun merasa lega dan senang mendengar nya.
"Tidak usah tuan haji bos,saya ikhlas melakukan nya"sahut Bahri,kang Ujang pun langsung terkejut dan ternganga mendengar nya, dan bos haji Dulah pun masa terkejut nya.
mereka tak menyangka Bahri yang masih sekecil ini sudah mampu melakukan dan menolong orang dengan ikhlas, sedangkan orang dewasa saja masih banyak yang melakukan hanya mengharapkan imbalan dan balasan.
"Bahri kenapa kamu begitu baik?"ucap bos haji Dulah,kang Ujang pun ikut menatap Bahri.
"Karena saya ingin membalas Budi baik tuan haji bos waktu dulu, yang pernah menolong saya untuk mengobati Fahru, jadi tuan haji bos tak perlu memberikan hadiah untuk saya"sahut Bahri sambil tersenyum.
"Bahri, hadiah ini tak sebanding dengan nyawa serta pengorbanan dan bahaya yang kamu lewati tadi"ucap kang Ujang, protes,kang Ujang ingin Bahri mendapatkan hadiah, karena dia ingat bos haji Dulah tidak menggajih Bahri selama 5 bulan, dan ini kesempatan nya untuk membantu dan mendapatkan hak nya Bahri.
"Tidak apa-apa Bahri, karena aku sudah janji,maka akan aku tepati janji itu,kang Ujang benar, pengorbanan mu itu tadi tak sebanding dengan hadiah yang aku berikan"ucap bos haji Dulah, yang merasa terharu mendengar ke ikhlas Bahri melakukan nya,kang Ujang pun merasa sangat senang mendengar nya, namun ada seseorang yang dari tadi menguping dan tidak senang mendengar pembicaraan mereka bertiga.
"Sialan...!aku yang mendorong nya,malah dia yang mendapat kan untung nya,awas saja nanti,akan aku beri pelajaran kamu Bahri" batin Udin merasa kesal dan tak terima,Udin pun berpikir merencanakan sesuatu untuk Bahri, sambil menatap sengit dan tersenyum miring.
*
*
*
Di kampung.
__ADS_1
"Nenek..!nenek kenapa?"tanya Diana heran melihat nenek nya yang sejak tadi terlihat gelisah.
"Diana..! perasaan nenek tidak enak,nenek teringat Kaka mu Bahri, apa dia baik-baik saja di sana?"sahut nenek Idah, yang sejak kemarin merasa khawatir dan mencemaskan Bahri.
"Nenek..!nenek tidak perlu mencemaskan ka Bahri?Diana yakin,ka Bahri pasti baik-baik saja di sana,lagi pula kan 1 Minggu lagi kan ka Bahri akan pulang"sahut Diana mencoba menenangkan nenek nya.
"Diana..!Beberapa hari yang lalu nenek selalu bermimpi tentang Kaka mu Bahri, nenek melihat ia sedang menangis dan kesakitan, dan nenek tidak bisa menolong nya" ucap nenek Idah menceritakan dan sangat sedih
"Nenek..!ka Bahri itu, adalah kakak yang paling kuat dan tangguh, Diana yakin ka Bahri akan baik-baik saja"sahut Diana yakin.
"Semoga kaka mu Bahri, selalu di lindungi dan di beri kesehatan oleh Allah,"ucap nenek Idah, mendo'a kan cucu nya,dan di Amini oleh Diana.
*
*
*
Setelah 2 hari perjalanan akhirnya kapal pun sampai di kota Kalsel dan semua barang pun langsung di angkut ke pelabuhan.
"Bahri,ini uang hadiah yang kemaren aku janji kan"ucap bos haji Dulah, sambil menyerahkan amplop berisi uang,kang Ujang pun merasa sangat senang melihat nya.
"Terima kasih tuan haji bos"ucap Bahri sambil tersenyum lebar,ia merasa sangat bersyukur dan bahagia, akhirnya ia bisa memberikan uang dan hadiah untuk adik-adiknya dan nenek nya.
...****************...
Bersambung
kasih like, komen dan vote nya ya, biar author nya makin semangat ☺️
__ADS_1
Dan baca terus episode-episode selanjutnya ❤️
terima kasih 🙏🏻☺️