
Seluruh keluarga berkumpul dan berbincang-bincang bersama, acara syukuran Bahri dan Humairah pun berlangsung dengan lancar, semua orang sangat senang,koh Ali pun turut hadir seperti keluarga mereka dan tak ketinggalan teman akrab Bahri Bos rotan juga ia undang.
"Mas, seperti ka Bahri sudah tidak sibuk lagi, Berarti kita bisa bicara sekarang sama ka Bahri"ucap Diana yang melihat Bahri sudah duduk santai menemani anak-anak nya bermain.
"Iya dek"sahut Rahmat.
"Tapi mas gak usah ikut bicara ya, biar saya saja yang bicara sama ka Bahri,mas diam aja,gak usah protes apa pun yang saya bicarakan sama ka Bahri"ucap Diana mengintruksi suaminya.
"Lho...memang nya kenapa dek..?"tanya Rahmat keheranan.
"Pokoknya mas diam aja"suruh Diana.
"Iya..iya..mas akan diam saja dan akan menjadi pendengar kalian bicara"sahut Rahmat, sambil mengangguk kan kepalanya, Diana pun tersenyum senang mendengar nya.
Mereka berdua pun mendekati Bahri.
"Ka Bahri,apa ka Bahri sedang sibuk..?"tanya Diana.
"Tidak dek, hanya menemani Mei dan Caca saja"sahut Bahri sambil tersenyum, Bahri pun menatap Diana dan Rahmat seperti sambil menyeritkan alis nya.
"Apa ada masalah..?"tanya Bahri menyelidik,ia melihat suami istri itu seperti orang yang sedang kebingungan.
"Iya ka, sebenarnya nya...ada hal penting yang ingin Diana bicarakan sama ka Bahri"sahut Diana, Bahri pun berdiri dan mengajak mereka berdua untuk ketempat yang lebih sepi dan nyaman untuk bicara.
"Hal penting apa yang ingin kamu bicarakan Diana..?"tanya Bahri penasaran.
"Ka Bahri, Diana sebenar nya mau ngasih tau, kalau minggu depan rencana nya Fahru mau melamar pacar nya"ucap Diana memberi tahu.
"Fahru mau menikah..?"tanya Bahri terkejut,ia tak tau kabar tentang adiknya itu, Diana pun mengangguk kan kepalanya.
"Iya ka,tapi...ada masalah sedikit ka"sahut Diana, sambil memasang wajah sedih, Bahri pun mengerut alisnya bingung.
"Masalah...? masalah apa Diana..?"tanya Bahri.
"Orang tua gadis itu, mempunyai persyaratan yang Fahru tidak sanggup ka"sahut Diana, Bahri pun semakin merasa penasaran.
"Persyaratan...?"gumam Bahri bingung.
"Iya ka, mereka meminta mahar yang sangat tinggi pada Fahru"ucap Diana memberi tahu.
__ADS_1
"Berapa mahar yang mereka minta...?"tanya Bahri.
"Mereka meminta 100 juta ka"sahut Diana, Bahri dan Rahmat sama-sama terkejut mendengar nya.
"Kenapa Diana bilang nya 100 juta..? bukannya kata Fahru kemarin 70 juta"batin Rahmat kebingungan, namun ia tak berani membahas nya, karena sudah janji pada istri nya untuk tidak ikut campur.
"Astaghfirullah...tinggi sekali mahar yang mereka minta, Diana ini bukan sebuah pernikahan namanya, jika salah satu dari belah pihak memberat kan atau menyulitkan di antara salah satu nya"ucap Bahri sangat keberatan, dan tak habis pikir dengan calon mertua Fahru.
"Itu dia ka, Diana juga sangat terkejut mendengar nya kemaren"sahut Diana ikut menimpali.
"Menurut Kaka, sebaiknya Fahru mundur saja,lebih baik cari saja yang lain,masih banyak wanita yang lebih baik dari gadis itu"ucap Bahri menyarankan kan.
"Iya ka, kemaren kami juga menasehati Fahru seperti itu,tetapi.. Fahru justru menangis dan merengek-rengek tidak mau,kata nya dia cuma mau sama Siti pacar nya,gak mau sama yang lain,bahkan Fahru sampai mengancam, kalau dia tidak bisa menikahi Siti,dia bakalan bunuh diri ka,maka nya Diana sama mas Rahmat sampai pusing melihat kelakuan Fahru,ya kan mas..?"sahut Diana, memberi tahu,sambil meminta dukungan sama suaminya, Rahmat pun mengangguki perkataan dari istri nya itu,Bahri sangat terkejut mendengar nya.
"Astaghfirullahal'azim Fahru, kenapa sampai sebegitu nya dia"ucap Bahri,tak habis pikir dengan jalan pikiran adik bungsu nya itu.
"Lalu bagai mana dengan Fahru..?apa dia sanggup dengan permintaan mereka seperti itu..?"tanya Bahri.
"Itu dia ka,uang simpanan nya kurang... kasihan sekali Fahru ka,dia tidak memiliki tabungan sebesar itu"sahut Diana sambil memelas sedih, Bahri pun tak tega melihat adik-adik nya sedih,ia begitu sangat menyayangi ke tiga adik-adiknya.
"Begini saja kekurangan nya biar kaka yang nambahin,berapa uang simpanan yang di miliki Fahru..?"tanya Bahri sambil menatap adiknya.
"Astaghfirullahal'azim..Diana, banyak sekali kekurangan nya"sahut Bahri.
"Ka Bahri, Diana mohon...bantu lah Fahru ka, kasian dia,dari kemaren dia gak mau makan dan tak mau keluar kamar ka, kerjaan cuma nangis terus sampai-sampai Fahru jatuh sakit,maka nya dia tidak bisa ikut ke Banjarmasin bersama kita"ucap Diana sambil memohon dan terlihat sangat sedih, hati Bahri pun terasa sakit mendengar nya,ia tak sanggup mendengar adik-adik nya menderita, Bahri pun teringat pesan mendiang kedua orang tua nya, agar ia selalu menjaga dan membahagiakan ke tiga adik-adik nya.
"Baik lah, kaka akan membantu Fahru dan membawa kan uang nya"sahut Bahri, Diana dan Rahmat pun langsung tersenyum lebar.
"Beneran ka..?"tanya Diana, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Kaka akan ikut pulang bersama kalian besok ke kampung,dan akan melamar kan gadis itu untuk Fahru "ucap Bahri sambil tersenyum, Diana dan Rahmat pun terkejut mendengar nya, kalau Bahri pulang dan bertemu dengan orang tua Siti,maka Bahri akan tau jika mereka meminta mahar sekitar 70 juta bukan 100 juta yang Diana bilang tadi.
"Emm..ka Bahri, sebaiknya ka Bahri tak perlu pulang kampung, biar Diana dan mas Rahmat saja yang mewakili nya ka,lagi pula kan kasihan ka Humairah... dia sedang hamil, kalau di bawa takut kecapean,dan kalau di tinggal takut terjadi sesuatu dengar ka Humairah ka,kan ka Humairah itu sudah beberapa kali keguguran terus ka"sahut Diana mencoba menahan Bahri, Bahri pun terdiam mendengar nya,ia tak mungkin meninggalkan istri nya yang sedang hamil,dan di tambah lagi barang muatan kapal pun lusa akan datang dan harus segera berangkat ke Palangkaraya.
"Baik lah, besok sebelum kalian pulang kaka akan memberikan uang nya pada kalian"ucap Bahri, Diana pun langsung memeluk Bahri dengan bahagia, ingin rasanya ia bersorak sambil melompat-lompat sangking bahagia nya.
"Terima kasih ka Bahri,kaka memang kaka yang terbaik di dunia dan sangat begitu menyayangi kami"ucap Diana sambil tersenyum lebar.
"Iya,kaka akan selalu menyayangi kalian sampai kapan pun"sahut Bahri sambil mengusap kepala adik kesayangan nya itu.
__ADS_1
"Sudah ku duga, ka Bahri pasti akan mengabulkan apa pun yang aku minta, dan akan mengorban kan apa yang aku mau"batin Diana merasa sangat bahagia, sambil tersenyum.
Dari kejauhan Humairah melihat Bahri dan Diana berpelukan,ia pun hanya tersenyum memandang mereka,menurut Humairah suami dan adiknya itu hanya sedang melepas rindu karena lama tak bertemu.
Keesokan harinya seluruh keluarga besar Humairah dan Bahri pun kembali pulang ke kampung halaman mereka,pagi itu Humairah terlihat lesu dan sedih karena harus berpisah lagi dengan keluarga yang ia sayangi,berbeda dengan Diana yang pagi itu terlihat begitu sangat ceria dan bersemangat, Bahri pun menepati janji nya pada Diana,ia menyerahkan sebuah tas kecil berisi uang 100 juta pada Diana, tanpa di ketahui oleh Humairah, menurut Bahri ia akan memberi tahu kan kepada istri nya nanti.
Di mobil Diana menginap uang itu dari dalam tas nya,mata nya pun langsung berbinar-binar melihat uang seratus juta ada di tangan nya.
"Dek,mas mau minta penjelasan dari mu,soal kemarin"ucap Rahmat sambil berbisik pada istri nya.
"Penjelasan apa mas. ?"tanya Diana pura-pura tidak mengerti.
"Soal yang kemarin, kenapa 70 juta bisa berubah menjadi 100 juta?"tanya Rahmat penasaran.
"Mas, saya melakukan itu demi mas"sahut Diana, Rahmat pun semakin bingung mendengar nya.
"Demi mas..? kenapa jadi mas dek?"tanya Rahmat.
"Bukan nya mas,tempo lalu pengen minta modal sama saya 20 juta lagi, karena modal 20 juta yang dulu dari ka Bahri gagal dan bangkrut,nah maka nya saya cari kan modal lagi buat mas"sahut Diana, Rahmat pun langsung ternganga mendengar nya.
"Astaghfirullahal'azim dek..!mas tidak menyangka kalau kamu berani berbuat seperti itu,kamu sama saja sudah membohongi ka Bahri dek"ucap Rahmat tak menyangka dengan perbuatan istri nya itu.
"Mas...!saya melakukan itu demi mas,kenapa mas justru menyalahkan saya"sahut Diana kesal.
"Tapi mas tidak meminta mu berbuat seperti itu,memang benar mas minta modal lagi, tetapi mas menyuruh mu untuk menjual perhiasan mu"sahut Rahmat tak habis pikir dengan jalan pikiran istri nya itu.
"Mas, saya sudah bilang, kalau saya gak mau jual perhiasan saya, lagi pula saya juga malu mas dengan para tetangga,masa saya gak memakai perhiasan"sahut Diana sambil cemberut.
"Astaga dek,mas sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran mu"ucap Rahmat, yang tidak bisa lagi menegur istri nya.
"Ehmm...kalian kalau mau bertengkar masalah rumah tangga,sebaik nya di rumah saja,ini lagi di taksi,gak enak kalau di dengar"tegur penumpang lain yang duduk di dekat Diana dan Rahmat.
"Maaf.."ucap Rahmat sambil tersenyum kecut.
"Ini semua gara-gara mas,bikin malu aja"gerutu Diana, mereka berdua pun langsung terdiam satu sama lain.
...****************...
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian 🤗 terima kasih 🙏🏻