JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Pindah


__ADS_3

Setelah Caca lulus, Bahri dan Humairah pun mengajak Caca dan putri untuk segera pindah ke Kaltim,hanya Mei yang tidak ikut, karena ia sudah menikah dan harus mengikuti suaminya, awalnya Umi sangat berat hati melepas kepergian anak menantu dan cucu-cucu nya,tapi demi kebaikan mereka, Umi pun mengikhlaskan dan mendo'a kan putri dan menantu nya agar berhasil dan sukses di kota orang.


"Umi do'a kan kami,semoga kami berhasil di sana"ucap Humairah sambil menatap sendu Umi nya yang sangat sedih.


"Tentu nak, setiap hari setiap saat, tanpa kamu minta, umi selalu mendo'akan kalian"sahut Umi sambil meneteskan air mata nya, Humairah pun menangis dan langsung memeluk Umi nya.


"Terima kasih atas kasih sayang dan do'a yang selalu umi panjatkan untuk kami,maaf kan segala kesalahan saya yang sering kali menyusahkan Umi"ucap Humairah.


"Umi tak pernah merasa di susah kan nak, karena cinta Umi tulus untuk mu, Umi bangga memiliki putri seperti mu"sahut Umi sambil mengusap pipi Humairah.


"Baik-baik lah di sana,jaga diri dan sering-sering lah beri kabar Umi"ucap Umi, Humairah pun mengangguk kan lalu memeluk erat umi nya.


Setelah itu Humairah pun berpindah menatap putri sulung nya.


"Anak ku,jaga di baik-baik, berbakti lah pada suami mu,jaga nama baik nya,hormati orang tua nya dan keluarga nya, karena orang tua nya sama juga dengan orang tua mu"pesan Humairah pada Mei, Mei pun menangis sesenggukan sambil mengangguk kan kepalanya.


"Iya bu"sahut Mei lalu memeluk ibunya, Mei sebenarnya tak rela harus berpisah jauh dari Ayah,ibu dan adik-adik nya,tapi apa lah daya ia tak bisa melarang keinginan kedua orang tua nya, yang harus ia lakukan saat ini adalah mendo'a kan kedua orang tua nya agar apa pun yang mereka usahakan berhasil di sana.


"Nak Dimas, Ayah titip Mei,jaga dan sayangi dia dengan baik, sekarang Mei adalah tanggung jawab mu,didik lah dia dengan baik agar menjadi istri yang sholehah, jadi lah imam yang taat kepada Allah"pesan Bahri pada menantunya, Dimas mengangguk kan kepalanya.


"Baik yah, Dimas janji akan menjadi suami yang baik dan akan menjaga serta memperlakukan Mei dengan baik"sahut Dimas, Bahri tersenyum mendengar nya ia pun merasa lega.


*


*


*


Bahri, Humairah, Caca dan putri segera berangkat, perjalanan yang menempuh sekitar 9 jam lama nya dan akhirnya mereka sampai di sebuah kota yang bernama kota tana paser,kota itu terletak di Kalimantan timur, mereka pun memulai hidup baru dan usaha kecil-kecilan di sana, dengan modal yang sangat terbatas Bahri pun menyewa sebuah rumah bidak yang sangat kecil dan membeli sebuah gerobak dorong untuk memulai usaha kaki lima di pinggir jalan,Humairah dan Caca pun juga membantu Bahri berjualan sambil membuat kue dan menitipkan nya ke warung-warung.

__ADS_1


Hari demi hari bulan demi bulan dan tahun berganti tahun, usaha gerobak kaki lima milik Bahri dan Humairah menjadi semakin laris manis, mereka pun mulai banyak di kenal oleh masyarakat di sana, Karena kerajinan , kejujuran,keramahan, kebaikan serta suka menolong, Bahri dan Humairah sangat di sukai orang-orang dan para tetangga, semua orang di sana pun juga sangat ramah dan baik, tidak ada yang suka ikut campur urusan orang,dan tidak ada yang suka membeda-bedakan Drajat orang lain, Humairah dan Bahri merasa sangat nyaman, tentram dan tenang berada di kota itu.


Di tahun ke 3,kini Bahri dan Humairah akhirnya bisa menyewa toko yang cukup besar dan rumah yang layak.


Jualan Bahri dan Humairah pun semakin banyak dan lengkap, karena banyak orang yang mempercayakan dan menitipkan barang mereka di tempat Bahri,para sales pun banyak yang berbondong-bondong menawarkan barang sembakonya,mereka percaya kepada Bahri untuk menitipkan barang nya.


"Caca, nanti malam kamu dan ibu yang jaga toko ya, Ayah mau pergi ke pengajian tepat habib Abdurrahman"ucap Bahri menyuruh Caca, Caca pun mengangguk kan.


"Baik yah "sahut Caca,selama 2 bulan ini Bahri sudah sangat rajin ikut ke pengajian rutin seminggu sekali di tempat habib Abdurrahman, awalnya Bahri bertemu dengan seorang ustadz muda yang bernama Azzam,ia sering mampir berbelanja di toko Bahri, ustadz Azzam pun semakin hari semakin akrab berbincang bersama Bahri,sering kali Bahri selalu bertanya tentang masalah agama, ustadz Azzam pun dengan senang hati menjawab dan menjelaskan nya, melihat kesungguhan Bahri yang sangat ingin memperdalam ilmu agama ustadz Azzam pun mengajak Bahri untuk hadir di pengajian orang tua angkat nya, Bahri pun sangat tertarik dan ikut hadir di pengajian itu, dan semenjak itu lah Bahri tak mau lagi ketinggalan untuk menghadiri pengajian dari habib Abdurrahman.


"Assalamualaikum pak Haji"sapa ustadz Azzam dengan ramah,ketika mampir ke toko Bahri.


"Wa'alaikum salam nak ustadz,mari silahkan masuk"sahut Bahri menyambut hangat sosok ustadz muda itu, ustadz Azzam mengangguk sambil tersenyum ramah, Bahri sangat mengidolakan sosok ustadz muda yang satu ini, karena ilmu dan sopan santun nya, membuat Bahri sangat menyukainya, selain itu ustadz Azzam juga mempunyai wajah yang sangat tampan,ia memiliki tubuh tinggi dan gagah,serta hidung yang sangat mancung,semua kaum hawa pun pasti akan terpesona dan terhipnotis jika menatap ustadz yang memiliki darah keturunan Arab itu.


"Tumben ngambil pesanan nya sore nak ustadz, biasanya siang"ucap Bahri sambil tersenyum.


"Oh.. tunggu sebentar nak ustadz, biar putri saya yang mengambil kan"sahut Bahri, sambil menoleh dan memanggil Caca.


"Caca..! tolong ambil kan barang belanjaan Abah habib dan bawa ke mari"suruh Bahri, Caca pun langsung menoleh ke arah di mana Ayah nya berada, begitu pun ustadz Azzam juga menoleh ke arah di mana Caca berada,mata mereka pun saling bertemu dan sepersekian detik mereka berdua sama-sama terpaku, hingga suara Bahri menyadarkan mereka berdua, ustadz Azzam dan Caca mereka berdua baru pertama kali bertemu, karena biasanya ustadz Azzam mengambil pesanan itu di siang hari, sedang kan Caca baru datang membantu Bahri di sore hari, jadi mereka tidak pernah bertemu.


"Caca..!"panggil Bahri.


"Ah..Ba-baik yah"sahut Caca merasa malu,ia pun langsung menundukkan kepalanya dan segera pergi mengambil barang itu.


"Oh.. jadi itu yang namanya ustadz Azzam, yang biasa sering Ayah puji-puji"batin Caca,ia hanya sering mendengar cerita dari ayah nya saja tentang kebaikan, dan kelebihan ustadz Azzam, sehingga membuat Caca sangat penasaran dengan sosok yang bernama ustadz Azzam itu.


"Masya Allah, ternyata pak Haji mempunyai anak gadis yang sangat cantik rupanya"batin ustadz Azzam merasa salah tingkah, ia pun mengalihkan pandangannya ke lain, entah kenapa jantung nya berdebar kencang ketika menatap mata Caca tadi.


"Ini yah..!"ucap Caca sambil membawa kan sebuah kardus berukuran sedang yang sudah di ikat rapi.

__ADS_1


"Masih ada satu kardus lagi yah..tapi ukuran nya cukup besar dan berat"ucap Caca memberi tahu, Caca tidak kuat mengangkat nya.


"Tidak papa,biar Ayah yang mengangkat nya"sahut Bahri yang mengerti maksud anak nya itu.


"Biar saya saja yang mengambil nya sendiri pak Haji"ucap ustadz Azzam menawarkan diri.


"Tidak usah nak ustadz biar saya saja yang mengangkat nya"tolak Bahri merasa tidak enak.


"Tidak papa pak Haji, biar saya yang mengangkat nya"sahut ustadz Azzam,lalu segera masuk mengikuti Caca, Bahri pun tersenyum senang melihat nya.


"Masya Allah, pemuda yang sangat baik, Sholeh dan sopan santun, seandainya aku bisa memiliki menantu seperti itu"batin Bahri sambil berdo'a.


"Terima kasih dek Caca sudah membantu" ucap ustadz Azzam sambil tersenyum ramah.


"Iya ustadz, sama-sama"sahut Caca sambil mengangguk kan kepalanya dan membalas dengan senyuman, melihat interaksi antara ustadz Azzam dan Caca yang sama-sama canggung, Bahri pun tersenyum lebar.


Ustadz Azzam pun segera pamit dan pergi dari toko Bahri.


"Hati-hati, ustadz Azzam itu masih single lho"ucap Bahri sambil terkekeh, menggoda putri nya, Caca hanya melongo menatap Ayah nya.


"Ayah kenapa bicara seperti itu..?aneh sekali"batin Caca,ia tidak mengerti dengan maksud perkataan dari Ayah nya itu.


...****************...


Bersambung..


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ☺️


Terima kasih πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2