
Setelah berhasil mendapatkan pinjaman sebesar 50 juta Siti dan Fahru langsung membeli bahan bangunan untuk merenovasi rumah yang mereka tempati.
"Fahru apa kah kamu yang membeli bahan bangunan sebanyak ini..?" tanya Diana sambil menghampiri Fahru dan merasa bingung.
"Iya Kak,saya mau merenovasi rumah ini"sahut Fahru sampai tersenyum memberi tahu.
"Wah... Apa kamu sedang banyak duit Fahru, sampai-sampai kamu bisa merenovasi rumah nenek..?" tanya Diana menyelidik.
"Ah..tidak juga kak he..he..he"sahut Fahru sambil tertawa menutupi nya,Diana pun menyeritkan alisnya merasa curiga.
"Eh.. ada Kak Diana rupanya di luar..mari masuk kak..!" ajak Siti sambil tersenyum senang,Diana pun masuk ke dalam rumah mereka,dan melihat perabotan baru.
"Lemari dan TV baru ya..?" tanya Diana.
"Iya kak he..he.."sahut Siti sambil tersenyum, Diana pun langsung melihat-lihat seluruh ruangan itu sampai ke dapur.
"Kulkas baru juga..?" tanya Diana lagi,Siti pun mengangguk kan kepala nya lagi sambil tersenyum.
"Iya Kak Diana"sahut Siti.
"Dari mana Fahrul mendapat kan uang sebanyak itu..? aneh sekali...! tiba-tiba merenovasi rumah dan beli perabotan juga" batin Diana merasa aneh dan merasa bingung.
Setelah itu Diana pun kembali pulang ke rumah nya sambil berpikir.
"Kemarin-kemarin si Fahru masih merengek minta naikin gajih.. tapi hari ini,dia malah terlihat memiliki banyak duit,dari mana dia mendapatkan nya..?"gumam Diana bicara sendiri.
"Apa jangan-jangan si Fahru korupsi uang nya Mas Rahmat ya..?kalau sampai Iya..awas saja dia..! akan aku patahin tangan nya"ucap Diana.
"Assalamu'alaikum"ucap Rahmat baru pulang.
"Wa'alaikum salam..mas sini deh Mas"sahut Diana sambil menarik tangan suami nya dan mengajak nya duduk.
"Ada apa dek..? kok tiba-tiba narik-narik tangan mas" tanya Rahmat bingung.
"Mas,mas tau gak,si Fahru sedang merenovasi rumah di belakang..!terus..saya juga habis dari rumah nya dan saya lihat mereka juga beli banyak perebutan seperti lemari,TV dan juga kulkas,dan si Siti juga saya lihat memakai baju baru mas"ucap Diana mengadu pada suaminya, Rahmat pun terkejut mendengar nya.
"Benar kah..?dari mana mereka mendapat kan uang sebanyak itu dek..?" tanya Rahmat penasaran.
"Itu dia yang saya bingung kan sejak tadi Mas" sahut Diana.
"Apa si Fahru korupsi uang kayu liar Mas..?" tanya Diana bertanya, Rahmat pun menggeleng kan kepalanya.
"Tidak dek.. karena uang hasil tebang kayu liar selalu Mas yang pegang,jadi tidak mungkin si Fahru bisa mengambil dan korupsi uang mas" sahut Rahmat.
"Terus mereka dapat uang itu dari mana Mas..? pasti saat ini mereka mempunyai uang puluhan juta" ucap Diana menebak.
__ADS_1
"Apa mungkin Yanur yang meminjam kan uang itu untuk mereka..!"ucap Rahmat menebak.
"Apa mungkin Mas..!coba saya telepon dulu Yanur dan menanyakan pada nya" sahut Diana dan langsung mengambil handphone nya lalu segera menghubungi Yanur.
"Hallo assalamu'alaikum Kak Diana"ucap Yanur.
"Wa'alaikum salam, Yanur Kamu ada di mana sekarang..?apa kamu sedang sibuk..?" tanya Diana,berbasa basi lebih dulu.
"Saya sedang ada di Samarinda kak, membawa kan ikan pesanan orang,ada apa ya kak..?" tanya Yanur.
"Oh..tidak, Kakak cuma hanya ingin tanya,apa Fahru ada berhutang uang pada mu..?"tanya Diana.
"Uang...?tidak ada kak"jawab Yanur.
"Memang nya kenapa Kak,apa Fahru ingin berhutang sama saya..?"tanya Yanur.
"Tidak..kemarin Kakak dengar sih.. dia mau meminjam uang, tapi seperti nya nggak jadi, soal nya kakak lihat dia sudah ada uang"sahut Diana.
"Ya sudah kalau kamu sibuk.. Kakak tutup dulu telepon nya ya.."ucap Diana.
"Iya kak..assalamu'alaikum"sahut Yanur.
"Wa'alaikum salam" sahut Diana, lalu segera mematikan sambungan telepon nya.
"Ternyata bukan Yanur mas.."sahut Diana bingung.
"Kalau bukan Yanur, apa mungkin Kak Bahri dek..!" ucap Rahmat lagi.
"Gak mungkin kak Bahri mas,soal nya sampai saat ini,kak Bahri tidak tahu kalau Fahru yang menempati rumah di belakang itu"sahut Diana.
"Kalau begitu siapa dong..?"tanya Rahmat bingung, Diana pun menggeleng kan kepalanya tidak tahu.
"Kalau mertua nya Fahru apa lagi, tidak akan mungkin.. malah mereka selalu saja merengek meminta uang kepada Fahru"Batin Diana sambil berpikir.
*
*
*
Di kapal.
Aaarrgggh...! Humairah merintih kesakitan.
"Mas,bangun mas"panggil Humairah membangun kan suaminya, Bahri pun terkejut dan terbangun dari tidur nya.
__ADS_1
"Ada apa dek..? apa kamu merasa sakit.. apa.kamu mau melahirkan..?"tanya Bahri terlihat panik melihat istrinya yang sedang merintih kesakitan.
"Seperti nya saya mau melahirkan sekarang mas"sahut Humairah sambil mengangguk kan kepalanya dan meringis.
"Ayo kita segera ke rumah sakit dek"ucap Bahri dan langsung membawa istri dan perlengkapan bayi yang sudah mereka sediakan, beruntung kapal mereka belum berangkat,
"Agung...!Ucup..! tolong kalian jaga kapal,aku mau membawa istri ku ke rumah sakit, karena akan segera melahirkan"ucap Bahri menyuruh.
"Baik kak Bahri"sahut Agung yang terkejut dan terbangun dari tidur nya,ia pun segera membangun kan Ucup.
"Cup...Ucup bangun.. Ucup..!"panggil Agung sambil mengguncang-guncang badan Ucup.
"Ada apa Gung...!kenapa membangunkan ku?" tanya Ucup sambil mengucek-ngucek mata nya yang masih terasa ngantuk.
"Kita di suruh kak Bahri untuk menjaga kapal, karena kak Bahri sedang membawa kak Humairah ke rumah sakit, katanya mau melahirkan"sahut Agung memberi tahu, Ucup terkejut mendengar nya.
"Mau melahirkan..! kenapa tengah malam..?"tanya Ucup.
"Yang namanya orang mau melahirkan mana kita tau kapan waktu nya cup,bisa terjadi malam, subuh atau pagi"sahut Agung memberi tahu.
"Oh... begitu ya Gung"ucap ucap yang tidak tau.
" Huh...kamu ini,masa itu saja tidak tau"ucap Agung.
"Ya memang tidak tau Gung,kan aku belum punya istri"sahut Ucup.
Di rumah sakit.
Aaaggrh..!rintih Humairah kesakitan.
"Kamu yang sabar dek..!kamu pasti kuat dan bisa berjuang"ucap Bahri memberi semangat dan dukungan untuk istri nya.
"Ya Allah... sakit sekali..!"ucap Humairah sambil meringis.
Bahri pun merasa cemas sambil berdo'a untuk keselamatan istri dan anak nya.
Humairah pun berjuang keras dengan penuh kesabaran, akhirnya ia pun berhasil dan selamat melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan dan sehat, Bahri pun merasa sangat bahagia dan bersyukur melihat putra nya, akhirnya mereka mendapatkan seorang anak laki-laki.
Bahri pun tak lupa mengabari Umi dan putri-putri nya, kalau Humairah sudah melahirkan, mereka pun sangat bahagia dan bersyukur mendengar nya.
...****************...
Bersambung...
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ❤️ terima kasih 🙏🏻
__ADS_1