JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Meminjam uang


__ADS_3

Seluruh hasil uang yang ia dapat selama 2 bulan berjualan habis untuk membayar ganti rugi itu,bahkan masih kurang 1 juta,Bahri pun sudah tak ada uang tabungan lagi, bahkan untuk makan dan membayar sewa tempat tinggal pun sudah tidak ada lagi,ia pun mencoba menelepon istri nya.


📞"Assalamu'alaikum dek"


📞"Wa'alaikum salam mas"sahut Humairah.


📞"Dek,apa mas bisa minta tolong sama kamu?"tanya Bahri.


📞"Tentu mas"sahut Humairah.


📞"Apa adek ada simpanan uang?"tanya Bahri.


📞"Ada mas"sahut Humairah.


📞"Berapa dek?apa mas bisa minjam uang nya dulu, untuk membayar sisa hutang mas,dan untuk keperluan mas di sini"ucap Bahri.


📞"Berapa hutang mas yang tersisa?"tanya Humairah.


📞"Hutang nya masih satu juta dek,belum untuk makan dan bayar sewa rumah,mas butuh sekitar tiga juta"sahut Bahri memberi tahu, Humairah pun merasa terkejut mendengar nya, karena ia tak mempunyai uang sebanyak itu.


📞"Maaf mas,uang nya tidak cukup, uang itu hanya cukup untuk makan sehari-hari saja" sahut Humairah.


📞"Begini saja dek,apa kamu mau bicara pada Diana,dan meminjam uang pada nya"suruh Bahri, Humairah pun terdiam mendengar nya.


📞"Dek..!"panggil Bahri.


📞"Ah..iya.. insya Allah mas, akan saya coba bicara pada Diana nanti"sahut Humairah, merasa ragu-ragu,namun ia tak berani menolak permintaan suaminya.


📞"Mas yakin, Diana pasti bisa membantu kita"ucap Bahri lagi.


📞"Iya mas,semoga saja"sahut Humairah.


📞"Ya sudah mas tutup dulu telpon nya ya dek, assalamu'alaikum"ucap Bahri.


📞"Iya mas, wa'alaikum salam"sahut Humairah.


Sore hari, Humairah mencoba mendatangi rumah Diana.


"Assalamu'alaikum"ucap Humairah memberi salam.


"Wa'alaikum salam"sahut Rahmat sambil membuka pintu rumah nya.


"Eh...ada kak Humairah, mari masuk kak"ajak Rahmat mempersilahkan, Humairah pun masuk dan duduk "Dek...!ada kak Humairah nih"panggil Rahmat pada istri nya, Diana pun langsung keluar ketika di panggil oleh suaminya.


"Kak Humairah..!ada apa kak?"tanya Diana.


"Begini Diana, Rahmat, kedatangan saya kemari di suruh mas Bahri untuk menyampaikan sesuatu"ucap Humairah serius.


"Menyampaikan apa kak?"tanya Rahmat penasaran.


"Emm...kata mas Bahri,bisa kah kalian meminjam kan uang untuk mas Bahri"ucap Humairah menyampaikan, sambil menunduk kan wajah nya merasa malu.


"Berapa yang mas Bahri ingin pinjam kak..?"tanya Rahmat.


"Sekitar 3 juta"sahut Humairah,Diana dan Rahmat pun langsung terdiam sesaat.

__ADS_1


"Baiklah kak Humairah, tunggu di sini saya ambil kan uang nya"ucap Rahmat sambil tersenyum,lalu segera berdiri dan menuju ke kamar nya, Humairah pun langsung mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Alhamdulillah ya Allah"batin Humairah merasa bahagia dan bersyukur.


"Ini kak uang 3 juta nya"ucap Rahmat,dan hendak menyerahkan uang itu.


"Terima kasih banyak Rahmat, Diana"ucap Humairah sambil tersenyum bahagia,namun ketika Humairah hendak mengambil uang itu, dengan cepat Diana langsung mengambilnya kembali,Humairah dan Rahmat pun terkejut melihat nya.


"Dek...!"tegur Rahmat pada Diana.


"Mas...!mas yakin ingin meminjamkan uang 3 juta ini ke pada kak Bahri dan kak Humairah...?"tanya Diana sambil menatap suaminya, Rahmat pun mengangguk kan kepalanya mantap.


"Tentu saja dek, memangnya kenapa..?"tanya Rahmat kebingungan.


"Mas,uang 3 juta ini banyak lho"ucap Diana protes.


"Dek,uang 3 juta ini tidak masalah bagi mas,lagi pula kak Bahri kan kakak kamu,maka dia kakak aku juga,sudah seharusnya kita membantu kakak kita"sahut Rahmat mencoba memberi pengertian kepada Diana.


"Tapi mas.."keluh Diana sambil cemberut.


"Dek..!berikan uang itu kepada kak Humairah"ucap Rahmat menyuruh, Diana pun menghela nafas nya dengan kasar, Humairah pun merasa sangat tidak enak mendengar nya.


"Ini kak Humairah 1 juta saja"ucap Diana sambil menyerahkan uang 1 juta itu ke pada Humairah,lalu 2 juta sisa nya ia simpan dan memasukkan nya ke kantong baju nya.


"Dek...! kenapa kamu melakukan itu"tegur Rahmat sambil melotot kan mata nya,ia merasa sangat terkejut dengan sikap istri nya itu, dan sekaligus merasa malu pada Humairah.


"Mas..!uang 1 juta ini pun sudah banyak, lagi pula belum tentu mereka bisa mengembalikan nya"sahut Diana tidak merasa bersalah sama sekali.


Deg!


Jantung Humairah langsung berdenyut nyeri mendengar nya, ia merasa sangat sedih,ketika Diana memperlakukan nya secara tidak baik.


"Dek,kamu tidak boleh memperlakukan kakak kamu sendiri seperti itu"ucap Rahmat menasehati istri nya.


"Maaf kan atas ucapan Diana tadi kak Humairah, tolong jangan di ambil hati,maksud Diana tadi sebenarnya tidak seperti itu kak"ucap Rahmat mencoba meluruskan agar Humairah tidak tersinggung.


"Sudah... tidak papa Rahmat,1 juta juga tidak masalah, Diana... insya Allah kami akan mengembalikan uang ini secepatnya,terima kasih atas kebaikan kalian, semoga rezeki kalian di lipat gandakan oleh Allah"ucap Humairah sambil tersenyum, berusaha kuat dan tegar, agar tak menetes kan air mata nya di depan mereka, padahal dadanya sudah terasa sangat sesak hendak menangis, Rahmat pun hanya bisa mengangguk kan kepalanya saja sambil canggung dan mengamin kan do'a Humairah, sedang kan Diana justru malah diam saja.


"Kalau begitu saya permisi pamit dulu, assalamu'alaikum"ucap Humairah,lalu segera pulang.


"Wa'alaikum salam"sahut Rahmat dan Diana, sepeninggal Humairah, Rahmat pun sangat marah pada istri nya atas kelakuan yang ia perbuat.


"Dek, kamu keterlaluan..!mas kecewa dengan sikap kamu seperti itu tadi"ucap Rahmat marah.


"Keterlaluan apa nya mas..?mas saya tidak salah..!"sahut Diana membela diri,ia merasa tidak bersalah.


"Tidak salah apa nya,kamu sudah menyakiti perasaan kak Humairah, istri dari kakak kandung mu..! apa kamu lupa..dengan perjuangan kak Bahri pada mu, Yanur dan Fahru..?kak Bahri sudah berjuang keras menafkahi kalian sejak kecil,tapi apa balasan kalian..? kalian malah tidak tau menahu dengan kesusahan nya,dan kalian justru menyakiti perasaan nya, bahkan aku dengar sendiri dari cerita kakek Sukri,kak Bahri dulu sampai rela mengorban kan pendidikan nya hanya demi kalian,dan saat ini,kak Humairah dengan menahan rasa malu nya,ia terpaksa meminjam uang pada kita,cuma hanya 3 juta...tapi kamu malah keberatan,dan dengan tega nya kamu hanya meminjamkan nya cuma 1 juta,itu pun di tambah dengan goresan tajam di hati, yang sangat menyakitkan dari mulut mu itu"ucap Rahmat sambil marah-marah kepada Diana, Diana pun hanya terdiam sambil menunduk kan kepalanya sambil menangis.


"Sekarang mas minta,kamu pergi ke rumah kak Humairah,dan minta maaf lah pada nya"suruh Rahmat,lalu ia pergi ke kamar meninggalkan istri nya, yang sedang menangis.


*


*


*

__ADS_1


Di rumah.


Sampai di rumah, Humairah langsung menumpah kan rasa sakit nya,ia menangis sambil terduduk dan bersandar di balik pintu, hati terasa sesak dan sakit yang luar biasa, ingin rasanya ia mendapat kan pelukan hangat dari suaminya,agar mendapatkan ketenangan dan sandaran.


"Ya Allah,berikan lah hamba ke sabaran dan keikhlasan menghadapi semua cobaan ini" gumam Humairah sambil tersedu-sedu.


"Sungguh sangat menyakitkan kan,ya Allah.. jadikan lah hinaan ini menjadi sebuah pujian dan keberhasilan kami"ucap Humairah sambil berdo'a.


"Ibu...!ibu sudah pulang..?dede Caca sudah bangun bu,seperti nya dede nya haus"ucap Mei memberi tahu, sambil menghampiri Humairah, mendengar suara anak nya, Humairah pun segera menyeka air matanya dan langsung berdiri,lalu menghampiri anak-anak nya.


"Iya nak"sahut Humairah sambil berusaha keras untuk tersenyum.


Setelah selesai menyusui anaknya, Humairah pun menelpon suami nya.


📞"Hallo, assalamu'alaikum mas"ucap Humairah.


📞"Wa'alaikum salam"sahut Bahri.


📞"Bagai mana dek,apa kamu berhasil mendapatkan pinjaman uang nya pada Diana?"tanya Bahri.


📞"Iya mas"sahut Humairah


📞"Alhamdulillah,mas yakin Diana pasti mau menolong kita"ucap Bahri merasa sangat senang, Humairah pun hanya tersenyum kecut mendengar nya.


"Ya Allah,seandainya mas Bahri tau kenyataan nya,tak mungkin mas Bahri bisa sesenang ini mendengar nya"batin Humairah merasa sedih.


📞"Tapi mas, Diana hanya bisa meminjam kan uang nya cuma 1 juta saja"ucap Humairah memberi tahu.


📞"Apa..? kenapa cuma 1 juta dek?"tanya Bahri terkejut.


📞"Emm...soal nya,kata nya uang nya sudah terpakai untuk modal lain"sahut Humairah menutupinya,ia tak mau menceritakan kejadian yang sebenarnya, karena ia tak mau menambah kesedihan suaminya di sana,dan akan menjadi beban pikiran oleh suaminya.


📞"Oh... begitu ya,tidak papa dek, mungkin segitu lah rezki yang kita dapat,semoga saja kita mendapatkan rezeki di lain"sahut Bahri pasrah, Humairah pun merasa tenang mendengar nya.


📞"Aamiin... lalu bagai mana caranya, saya mengirimkan uang ini mas?"tanya Humairah bingung.


📞"Kamu titip kan saja sama supir taksi pak Harto,besok jadwal beliau berangkat ke Banjarmasin"sahut Bahri memberi tahu.


📞"Emm...mas..! bagai mana, kalau saya saja dengan anak-anak saja yang berangkat kesana"ucap Humairah, sebenarnya ia sudah merasa tidak sanggup lagi berada di kampung, mendengar gosip-gosip orang, mendengar hinaan orang dan lain sebagainya, menurut Humairah lebih baik ia ikut berhijrah ke kota lain bersama suaminya, untuk mengadu nasib.


📞"Kamu serius dek,tapi mas belum mendapatkan pekerjaan"sahut Bahri,ia merasa kasian pada istri dan anak-anak nya nanti,jika harus ikut kesusahan di kota orang.


📞"Iya mas,tidak papa... sambil mas mencari pekerjaan,saya kan bisa ikut kerja di sana"sahut Humairah menyakinkan suaminya,ia bertekad akan mengembalikan uang Diana secepat mungkin.


📞"Baik lah dek,jika itu yang kamu mau,mas akan menghubungi pak Harto sekarang,dan akan menyuruhnya untuk menjemput mu besok,dan mas akan menunggu mu di terminal besok"ucap Bahri memberi tahu, Humairah pun merasa sangat senang mendengar nya.


📞"Iya mas,terima kasih"sahut Humairah sambil tersenyum lebar.


📞"Iya dek hati-hati besok di jalan ya,jaga anak-anak, assalamu'alaikum"ucap Bahri.


📞"Iya mas, wa'alaikum salam"sahut Humairah,lalu segera memutuskan sambungan telepon nya.


Humairah pun langsung segera bergegas menyiapkan pakaian nya dan pakaian anak-anak nya,serta kebutuhan yang lain nya untuk berangkat besok,ia juga membongkar celengan nya, untuk ongkos belanja dan taksi,dan tak lupa,sore nanti juga ia harus ke rumah umi untuk berpamitan dan meminta do'a restu pada orang tua nya.


...****************...

__ADS_1


Bersambung...


Author tak akan lelah mengingat kan kalian, untuk terus baca episode-episode selanjutnya, dan tinggalkan jejak kalian ya beri bilang 5 dan tekan tombol favorit kalian ❤️


__ADS_2