
"Dek,minggu depan adalah hari pernikahan Fahru,jadi besok pagi kita akan berangkat pulang ke kampung"ucap Bahri memberi tahu.
"Benar kah mas..? kalau begitu, boleh kah saya ke pasar sekarang..?saya mau belikan oleh-oleh untuk Umi dan anak-anak"sahut Humairah sambil tersenyum, Bahri pun mengangguk kan kepalanya.
"Iya,tapi naik ke pelabuhan nya hati-hati ya,soal nya air lagi pasang,jadi kapal kadang gak seimbang menyandar nya"ucap Bahri, mengingat kan istrinya.
"Iya mas, saya mau ganti baju dulu ya"sahut Humairah.
"Dek,kamu gak papa kan di antar sama Ucup..?soal nya mas gak bisa mengantar kan mu,karena harus ke gudang rotan hari ini"ucap Bahri memberi tahu.
"Iya mas,gak papa"sahut Humairah dari dalam kamar.
Bahri pun memanggil kan Ucup untuk mengantar kan Humairah ke pasar.
"Cup,kamu bisa gak ,antar kan istri ku ke pasar sekarang,soal nya aku mau ke gudang dulu"pinta Bahri.
"Bisa ka Bahri"sahut Ucup sambil mengangguk kan kepalanya.
"Terima kasih ya cup,aku langsung ke gudang rotan dulu"ucap Bahri,lalu segera pergi.
Ucap pun sudah siap dan menunggu Humairah di atas pelabuhan lebih dulu dan menyiapkan motor.
"Lho..mana mas Bahri..?apa mas Bahri udah pergi ke gudang ya..?"gumam Humairah sambil menengok ke kiri dan kanan.
"Gung,mas Bahri udah pergi ke gudang ya..?"tanya Humairah.
"Iya ka, tadi saya liat ka Bahri nya udah pergi naik motor, seperti nya mau ke gudang"sahut Agung.
"Oh.. begitu,ya sudah saya mau ke pasar dulu ya,mana Ucup..?"tanya Humairah.
"Si Ucup udah di atas pelabuhan ka, lagi nunggu kaka"jawab Agung, Humairah pun mengangguk dan segera menaiki jembatan penghubung antara kapal dan pelabuhan,namun ketika di pertengahan kaki Humairah terpeleset dari jembatan itu dan langsung terjatuh dari atas kapal ke dalam air.
Semua orang yang ada di kapal dan di pelabuhan sangat terkejut melihat nya.
"Ka Humairah..!!!"teriak Agung memanggil, mendengar teriak kan dari Agung Ucup pun langsung berlari melihat kerumunan banyak orang.
"Ada apa..?"tanya Ucup penasaran.
"Istri nya bos Bahri terjatuh ke air"sahut orang yang ada di pelabuhan.
"Apa...!!! astaghfirullahal'azim ka Humairah..!!!"teriak Ucup sambil menengok ke bawah,di sana sudah ada beberapa orang yang terjun untuk menyelamatkan Humairah.
Beruntung Humairah bisa berenang dan ia bisa naik ke permukaan air, orang -orang pun dengan cepat menyelamatkan Humairah dan mengangkat nya ke atas.
"Ka Humairah...!apa ka Humairah tidak papa?"tanya Ucup dan Agung,sambil membantu mengangkat Humairah.
"Kaki saya sangat sakit,seperti nya keseleo pas terpeleset tadi"sahut Humairah sambil meringis kesakitan dan tidak bisa berjalan.
__ADS_1
"Ya Allah kaki kakak memar dan astagfirullah tangan kak Humairah juga terluka" ucap Ucup panik,melihat ada darah yang bercucuran di tangan Humairah, seperti nya tangan Humairah terkena jembatan pembatas ketika ia terjatuh tadi.
"Kita harus segera membawa kak Humairah ke rumah sakit sekarang"ucap Agung.
"Iya Gung,cepat kita bawa kak Humaira sekarang" sahut ucap setuju.
"Kalian hubungi kak Bahri sekarang,bilang Kalau kami berdua membawa ka Humairah ke rumah sakit" suruh Agung pada temannya yang lain di kapal,mereka pun mengangguki nya,Agung dan Ucup pun segera membawa Humairah ke rumah sakit terdekat.
*
*
*
Di gudang.
"Assalamu'alaikum kak Hadi" sapa Bahri sambil tersenyum menghampiri Hadi.
"Wa'alaikum salam,bahari kapan kamu datang...?"sahut Hadi sambil bertanya,dan berjabat tangan dengan Bahri.
"Baru saja kak" sahut bahri.
"Bagai mana Kakak Hadi, apa hari ini ada pasukan rotan untuk dimuat ke kapal saya..?"tanya Bahri.
"Hari ini sepertinya ada Bahri, tunggu biar aku cek dulu di pembukuan,Oh ya.. apa kamu sudah bertemu dengan Bos rotan baru..?"tanya Hadi,Bahri pun menggelengkan kepala nya.
"Kalau begitu, mari sini biar aku kenalkan kamu dengannya"sahut Hadi sambil mengajak bahari ke ruang Bus rotan.
"Permisi Bu Avita, ada tamu yang ingin bertemu dengan ibu" ucap Hadi, dengan sopan sambil tersenyum.
"Mari silakan masuk" sahut Avita dengan suara yang lembut sekali, Hadi dan Bahri pun memasuki ruangan itu.
Bahri terkejut melihat seorang wanita yang masih sangat muda dan cantik...dan lebih terkejut lagi ketika ia melihat pakaian wanita itu yang sangat seksi.
"Astaghfirullahal'adzim"batin Bahri terkejut dan merasa tak nyaman melihat nya.
"Bu Avita,perkenalkan ini Bahri,pemilik kapal danau indah, yang biasa membawa rotan kita ke Palangkaraya"ucap Hadi mengenalkan, Avita pun berdiri sambil tersenyum manis,ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Bahri,namun dengan cepat Bahri mengangkat kedua tangannya dan menangkupkannya sambil tersenyum ramah.
"Oh, wow.. laki-laki sholeh tidak menerima jabat tangan dari lawan jenis rupanya, sungguh menantang dan mengesankan sekali "batin Avita sambil tersenyum,dan menarik tangannya kembali.
"Mari silakan duduk"ucap Avita mempersilahkan, bahari dan Hadi pun duduk di kursi berseberangan dengan alvita.
"Jadi Anda orangnya yang bernama Bahri, teman baik almarhum suami saya"ucap Avita sambil tersenyum lalu duduk sambil menyilangkan kakinya dan memperlihatkan kedua bahannya yang mulus dan putih,dengan cepat Bahri i mengalihkan pandangannya ke lain.
"Benar,dari mana Anda tahu..?" tanya Bahri.
"Suami saya sangat sering menyebut nama anda,dan bercerita tentang ketangguhan dan kebaikan anda, kata suami saya anda itu sosok teman yang sangat sejujur dan bertanggung jawab"sahut Avita samil tersenyum manis.
__ADS_1
"Oh..iya,Pak Hadi tolong kamu ambilkan catatan pasokan rotan kita pada Pak Roki ya" suruh Avita,Hadi pun mengangguk dan berdiri, lalu segera keluar dari ruangan itu, Bahri pun merasa tidak nyaman berada di ruangan yang hanya berdua dengan wanita lain.
"Mas Bahri,apa mas sudah menikah..?"tanya Avita sambil tersenyum menggoda, lalu ia sengaja berpindah duduk mendekati Bahri, dengan refleks Bahri langsung berpindah duduk dari sana.
"Oh.. maaf,jika anda tidak nyaman dipanggil dengan sebutan mas"ucap Avita sambil tersenyum malu,karena Bahri justru menghindari nya.
"Saya sudah menikah Bu Avita, dan sudah memiliki dua anak, istri saya juga sedang mengandung anak ketiga saat ini "sahut Bahri memberitahu,masih dengan sopan.
"Oh..sudah menikah... saya pikir masih single" sehut Avita yang pura-pura tidak tahu, padahal ia sudah tahu dari suaminya, lalu ia pun melihat tas kecil milik Bahri yang berada di samping nya,tanpa sepengetahuan Bahri, ia memasukkan jam tangan dan bros miliknya ke dalam tas itu,dan tak lama Hadi pun memasuki ruangan, sambil membawa sebuah map dan memberikannya kepada Avita,
"Oya Bahri,rotan yang akan dimuat ke kapal mu, sudah siap dan akan dibawa ke kapal sekarang" ucap Hadi memberitahu, Bahri pun merasa lega mendengar nya,ia pun hendak cepat-cepat pergi dari sana.
"Baiklah, terima kasih kak Hadi, kalau begitu saya segera permisi" ucap Bahri pamit.
"Tunggu pak Bahri,sebaiknya kita minum teh atau kopi dulu bersama"ajak Avita sambil tersenyum mencoba menahan, Bahri pun merasa tidak nyaman dan tidak enak menolak nya.
"Ya Allah..bagai mana ini..!"batin Bahri,ia ingin sekali menolak nya,tetapi Avita ada lah rekan bisnis sekarang,ketika Bahri sedang bingung menjawab nya,tiba-tiba ponsel milik Bahri berdering,ia pun segera mengangkat teleponnya.
"Assalamu'alaikum"ucap Bahri.
"Wa'alaikum salam,kak Bahri istri Kakak terjatuh dari kapal,dan sekarang sudah di bawa ke rumah sakit oleh Agung dan Ucup"sahut anak buah nya yang lain,Bahri pun sangat terkejut mendengarnya.
"Astaghfirullah, Baik saya akan segera ke rumah sakit sekarang"ucap Bahri lalu segera mematikan ponsel nya.
"Maaf Ibu Avita,kak Hadi, sepertinya saya tidak bisa ikut minum bersama kalian,karena istri saya sedang dibawa ke rumah sakit" ucap Bahri memberi tahu,kak Hadi pun terkejut mendengar nya.
"Kenapa dengan Humairah Bahri..?"tanya Hadi.
"Humaira terjatuh dari kapal kak, dan sekarang ada di rumah sakit"jawab Bahri memberitahu.
"Astaghfirullahal'adzim" ucap Hadi.
"Semoga saja Humairah tidak apa-apa"ucap kak Hadi.
"Aamiin,kalau begitu saya permisi dulu kak Hadi dan Bu Avita, assalamualaikum "ucap Bahri lalu segera pergi menuju rumah sakit.
"Wa'alaikum salam "sahut Hadi dan Avita.
Bahri pun merasa sangat cemas dengan keadaan istri nya.
"Ya Allah, semoga istri dan anak ku tidak apa-apa"Batin Bahri sambil melajukan motor nya.
...****************...
Bersambung...
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya βΊοΈ terima kasih ππ»
__ADS_1