
Di kampung.
"Bagai mana..? sekarang sudah puas kan dengan jawaban dari kak Bahri, sekarang kita malah malu sendiri jadi nya"ucap Fahru,ia merasa tidak enak dengan kakak nya.
"Ini semua salah mas Fahru, karena tidak bisa mengemudi kapal..!"ucap Siti sambil cemberut.
"Kok salah mas sih..?"tanya Fahru protes.
"Ya iyalah...kenapa juga mas Fahru tidak pernah belajar mengemudi kapal, seharusnya mas Fahru itu dari dulu belajar sama kak Bahri,jadi nya sekarang kita hanya bisa gigit jari, melihat orang lain yang enak-enak kan menjadi Bos di kapal itu"keluh Siti kesal dan terus menyalahkan suami nya.
"Lho..kok jadi mas yang salah, dari dulu kan kamu tau mas kerjanya motong kayu,bukan jadi nahkoda"sahut Fahru yang tak mau di salah kan.
"Pokoknya semua ini salah mas Fahru, sekarang mas Fahru harus kerja dan cari duit banyak-banyak,agar saya dan anak-anak tidak hidup melarat lagi,dan mas tidak boleh pulang jika belum mendapatkan duit yang banyak..!" ucap Siti menyuruh sambil cemberut dan menghentak kakinya,lalu pergi meninggalkan suaminya sendirian di luar, Fahru pun hanya bisa pasrah menghadapi tuntutan dari istri nya itu sambil menghela nafas nya dengan panjang,menyesal pun percuma, karena dari awal ia lah yang menginginkan menikahi Siti,ingin di cerai kan kasihan anak-anak nya yang masih kecil-kecil, akhirnya Fahru pun hanya bisa diam dan bersabar menghadapi semua kelakuan dan perlakuan dari istri nya itu.
*
*
Tak terasa hari keberangkatan Haji mereka pun sudah tiba, Bahri, Humairah dan Nilam pun berangkat, awal nya Bahri juga ingin mengajak Umi untuk berhaji,tetapi Umi menolak nya, karena beliau tidak mau meninggalkan Mei, Caca,dan kedua anak Nur di kampung,lagi pula Umi pun juga sudah pernah berhaji.
"Nak Bahri, Umi titip Humairah,jaga dia dengan baik di sana,dan jika kalian sudah sampai,lekas lah beri kabar Umi"ucap Umi sambil meneteskan air mata nya, Bahri mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1
"Inggih Umi, do'a kan kami agar Allah mempermudah kan kami di sana"pinta Bahri, sambil memeluk Umi yang sudah ia anggap seperti ibu kandung nya sendiri.
"Umi akan selalu mendo'akan kalian nak"sahut Umi, Umi pun memeluk erat Humairah sambil memberikan ciuman kasih sayang.
"Semoga Allah menyembuh kan mu di sana nak"ucap Umi sambil mengusap pipi Humairah, Humairah hanya diam saja tak merespon, mereka pun segera pergi dan menaiki pesawat yang berukuran sangat besar, yang akan membawa mereka ke rumah nya Allah.
"Dek,apa kamu merasa lelah..?"tanya Bahri pada istrinya, tetapi Humairah hanya diam saja tak merespon, Bahri pun tak ingin putus asa dan pantang menyerah, ia akan terus mengajak istrinya berkomunikasi dan menjaganya dengan baik, lantunan talbiyah pun terus dikumandangkan nya, setelah beberapa jam akhirnya pesawat mereka pun sampai di Jeddah,walau pun tadi nya sempat transit beberapa jam di Malaysia, dan mereka pun langsung menaiki Bis yang akan membawa mereka menuju Mekkah,seketika Humairah merespon dan ikut mengucapkan talbiyah yang selalu didengarnya sejak beberapa jam, walau pun ia mengucapkan nya sangat pelan samar-samar terdengar.
Tak lama Bis mereka akhirnya sampai di Mekkah, Bahri dengan sigap dan sabar menuntun istri nya menuju Masjidil haram, Bahri tak kuasa menahan tangis ketika melihat Ka'bah, air mata nya terus saja bercucuran dan ia pun langsung berdo'a di depan Ka'bah.
"Ya Allah, sembuhkan lah istri hamba seperti semula,terima lah amal ibadah kami"ucap Bahri berdo'a sambil menengadah kan kedua tangannya,di saat Bahri sedang khusyuk berdo'a, tiba-tiba ada seseorang laki-laki paruh baya yang menghampiri nya dan memberikan sebotol air zamzam ke pada Bahri,lalu berbicara dengan fasih berbahasa Arab, Bahri pun kebingungan mendengar nya, karena ia tak mengerti sama sekali apa yang di katakan oleh orang Arab itu, beruntung Nilam sangat ahli berbahasa Arab, sehingga ia mengerti apa yang di maksud dan katakan oleh orang Arab itu.
"Bahri,dia menyuruh agar kamu memberikan air zamzam ini ke pada istri mu untuk di minum nya,dan kata orang itu.. baca lah Bismillahirrahmanirrahim sebelum meminumkan nya"ucap Nilam memberi tahu, Bahri pun mengangguk kan kepalanya lalu segera membaca bismillah dan meminum kan air zamzam itu kepada Humairah.
"Ya Allah... sungguh engkau maha pengasih lagi maha penyayang"ucap Bahri sambil mengucap syukur berkali-kali.
Bahri pun mencari orang Arab tadi dan hendak mengucapkan terima kasih, tetapi orang itu sudah menghilang entah kemana.
Setelah itu, mereka pun langsung melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah dan melaksanakan umroh terlebih dahulu, sesuai yang di katakan oleh kyai Ridwan,di Mekkah akan ada murid beliau yang akan mengajari dan menuntun mereka selama ada di sana sampai tiba berhaji.
Humairah pun sudah sembuh seperti dulu lagi,ia mengerjakan sholat,makan sendiri dan mau di ajak bicara, Bahri sangat bahagia karena mendapatkan istri nya kembali seperti dulu lagi, mereka pun dengan khusyuk menjalankan ibadah haji.
__ADS_1
*
*
*
Di kapal.
Untuk sementara kapal di ambil alih oleh Hadi dan Nur,sudah dua bulan lebih kapal Bahri beroperasi seperti biasanya, dari Banjarmasin ke Palangkaraya, Hadi pun awal nya menjalankan dan mengelola kapal itu dengan sangat baik dan rajin ia juga sangat ramah pada semua anak buah Bahri,namun lama kelamaan Hadi pun berubah,sifat asli nya pun keluar, Hadi ternyata orang nya tak penyabar dan sangat emosian, sangat berbeda dengan Bahri yang sangat baik dan penyabar memperlakukan anak buahnya, semua anak buah Bahri pun merasa tidak nyaman dan tidak betah bekerja dengan Hadi,salah sedikit merasa langsung di hukum dan di potong gajih, padahal selama bertahun-tahun mereka bekerja dengan Bahri,gajih mereka tak pernah di potong, justru Bahri selalu memberikan nya lebih dari apa yang mereka kira, Hadi dan Nur pun akhir-akhir ini lebih sering berkelahi di kapal.
"Gung,kapan kak Bahri pulang haji ya,rasa nya aku sudah tidak betah jika punya Bos seperti Bos Hadi, setiap hari selalu di marahi dan mendengar mereka bertengkar"ucap Ucup mengeluh,ia pun terlihat lesu tak bersemangat.
"Hus... bicara nya jangan kencang-kencang, entar kedengaran sama Bos Hadi dan istri nya bisa gawat..!" sahut Agung menegur, ucap pun menghela nafas nya dengan panjang.
Ucup merasa tidak betah menjadi anak buah Hadi, karena selalu di marahi dan di bentak.
"Aku heran, kenapa Bos Hadi tiba-tiba berubah..?awal nya baik-baik saja, tapi beberapa hari ini terlihat selalu marah-marah,dan sering bertengkar dengan istri nya"ucap Ucup bingung.
"Aku juga tidak tau cup, mungkin mereka lagi banyak masalah,maka nya kita ter ikut kena imbasnya"sahut Agung, sebenarnya Agung juga sama dengan Ucup,ia merasa tidak betah dan tidak nyaman.
...****************...
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya βΊοΈ terima kasih ππ»