JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
kesedihan Bahri


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Diana selalu saja bersedih,ia juga sering menangis dan kadang-kadang tidak mau makan.


"Diana,ayo makan lah,kamu harus makan, kasian bayi mu,dia perlu ASI yang banyak" bujuk nenek Idah.


"Tapi Diana tidak nafsu makan nek"sahut Diana sambil menyeka air mata nya.


"Makan lah biar sedikit, Diana, kamu tidak perlu menangisi laki-laki yang pengecut dan tidak bertanggung jawab seperti itu,dia tidak pantas kamu tangisi, semangat lah demi anak mu,oiya.. hari ini kakak mu Bahri dan Yanur akan pulang"ucap nenek Idah memberi tahu, sambil mengusap kepala cucu nya.


"Benar kah nek?"tanya Diana bersemangat, nenek Idah mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Iya, paling sebentar lagi mereka datang, ayo..di makan makanan nya"sahut nenek Idah, Diana pun mengangguk kan kepalanya sambil bersemangat dan langsung memakan makanan yang nenek nya bawa.


"Assalamu'alaikum"ucap Bahri dan Yanur yang baru datang.


"Nah..itu mereka datang..!wa'alaikum salam"sahut nenek Idah.


Nenek Idah pun segera keluar dan menyambut mereka, dengan penuh senyuman, Bahri dan Yanur pun segera menyalami nenek nya.


"Ka Bahri..!"panggil Diana sambil menggendong anaknya keluar dari kamar.


"Eh..si Ahmad sudah besar,ini uwa ada bawakan baju baru untuk Ahmad"ucap Bahri sambil menyerahkan bungkusan plastik itu,uwa atau julak adalah panggilan khas dari Kalimantan Selatan untuk anak tertua.


"Alhamdulillah..terima kasih uwa Bahri, Ahmad senang sekali"ucap nenek Idah sambil memeragakan seolah-olah Ahmad yang bicara, Bahri, Yanur dan Diana pun tertawa mendengar nya.


"Apa kalian sudah makan?"tanya nenek Idah, Yanur menggeleng kan kepalanya.


"Belum nek"sahut Yanur.


"Kalau begitu biar nenek siap kan makanan untuk kalian"ucap nenek Idah,lalu segera pergi ke dapur.


"Uwa mau mandi dulu ya "ucap Bahri sambil menoel-noel pipi si Ahmad dengan gemas.


Bahri dan Yanur pun segera mandi dan setelah selesai mereka pun langsung ke dapur untuk makan.

__ADS_1


"Nek,apa kah selama kami pergi, Manaf ada ke sini?"tanya Bahri,nenek Idah pun langsung terdiam sesaat.


"Em..a..ada"sahut nenek Idah terbata-bata dan kebingungan, Bahri pun mengerutkan alisnya heran.


"Ada apa nek?kenapa nenek seperti nya menyembunyikan sesuatu dari kami"tanya Bahri sambil menatap nenek nya menyelidik, Yanur pun ikut mengangguki nya.


"Ah..ti..tidak ada, oiya apa lauk nya enak?apa kalian mau tambah lagi"sahut nenek Idah sambil mengalihkan pembicaraan.


Bahri menghentikan makan nya dan menatap heran pada nenek nya,tak biasa nya nenek nya bertingkah aneh seperti ini,biasa nenek Idah tak pernah menyembunyikan sesuatu pada Bahri,namun kali ini nenek Idah tak sanggup memberitahu kan nya.


"Nenek..! Bahri tau,nenek pasti sedang menyembunyikan sesuatu, cerita kan pada Bahri nek"ucap Bahri sambil menatap dan memegang tangan nenek nya, namun nenek Idah masih saja bungkam.


"Sebenar nya selama waktu ka Bahri tidak ada,ka Manaf cuma sekali ke rumah ini bersama orang tua nya"sahut Fahru yang datang menghampiri mereka, Bahri pun menoleh ke Fahru.


"Cuma sekali?"tanya Bahri bingung, Fahru mengangguk kan kepalanya,nenek Idah pun menjadi panik, dan mengedip-ngedip kan mata nya berusaha memberikan kode pada Fahru,agar tidak melanjutkan ceritanya, namun Fahri tidak peduli dengan larangan nenek nya.


"Iya ka,itu pun mereka datang bukan untuk menjenguk ka Diana dan anaknya,tapi untuk memberikan surat perceraian untuk ka Diana"sahut Fahru memberi tahu.


Deg!


"Ka Bahri..!"teriak Yanur.


"Bahri..!"teriak nenek Idah sambil memegang lengan Bahri,nenek Idah sangat khawatir pada Bahri yang terlihat sangat shock.


"Fahru..!kenapa kamu menceritakan nya"tegur nenek Idah, Fahru pun hanya terdiam dan menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Bahri cucu ku,kamu tidak apa-apa?"tanya nenek Idah, sambil mengusap kepala Bahri.


"A..apa yang di katakan Fahru itu benar nek?"tanya Bahri, sambil menatap nenek nya mencari kebenaran, nenek Idah pun menangis sambil mengangguk kan kepalanya,ia tak sanggup bicara.


Melihat reaksi nenek nya,Bahri pun menetes kan air mata nya, hati nya begitu sedih,ia tak bisa membayangkan bagai mana Diana,adik perempuan kesayangan nya itu bisa bisa bertahan.


"Nenek, Bahri harus menemui Manaf sekarang"ucap Bahri, sambil menyeka air matanya yang hendak berdiri.

__ADS_1


"Untuk apa Bahri?"tanya nenek Idah, sambil menahan tangan Bahri.


"Untuk meminta Manaf membatalkan perceraian itu,nek..!anak mereka baru saja lahir, kenapa Manaf tega meninggalkan anak dan istrinya"sahut Bahri.


"Kalau perlu, Bahri akan memohon pada Manaf,agar dia mau kembali pada Diana"ucap Bahri lagi,nenek Idah pun menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Bahri,kamu tidak perlu merendah kan harga diri mu, meminta dan memohon pada mereka yang tidak mempunyai perasaan,nenek tidak mau mereka akan semakin besar kepala dan sombong,jika kamu datang ke rumah mereka"ucap nenek Idah, tidak setuju.


"Tapi nek, kasian Diana dan anak nya"sahut Bahri.


"Diana tidak apa-apa ka, justru Diana bersyukur pisah dengan laki-laki yang tidak baik dan tidak bertanggung jawab seperti Manaf"sahut Diana, yang tiba-tiba datang.


"Diana..!"ucap Bahri,dan langsung memeluk adiknya itu, Diana pun menangis di dalam pelukan kakak nya yang selalu memberikan kasih sayang pada nya.


"Maaf kan ka Bahri Diana"ucap Bahri merasa bersalah dan kasihan pada adiknya.


"Ka Bahri tak perlu meminta maaf, Diana bersyukur masih memiliki kalian saat ini, kalian lah yang membuat Diana semangat dan kuat"ucap Diana, sambil menatap kakak nya.


"Ka Bahri janji,akan selalu menjaga dan membahagiakan kalian"ucap Bahri sambil menyeka air mata adik nya.


"Kami percaya pada mu ka,ka Bahri adalah kakak terbaik di dunia ini"ucap Diana sambil tersenyum.


"Jangan pernah menangis lagi"pinta Bahri, Diana pun mengangguk kan kepalanya, lalu segera tersenyum, dan memeluk kembali kakak nya, Fahru dan Yanur pun ikut memeluk Bahri.


Nenek Idah pun merasa terharu melihat ke empat cucu nya,ia pun berdo'a untuk kebahagiaan cucu-cucu nya.


"Ya Allah,berikan lah ke bahagian kepada ke empat cucu-cucu ku,jadi kan lah mereka orang yang sukses di dunia dan juga di akhirat, Aamiin"batin nenek Idah, sambil menatap ke empat cucu nya.


...****************...


Bersambung...


Kasih semangat nya buat author dong!

__ADS_1


Like, komen dan vote nya ya ❤️


salam hangat buat kalian, terima kasih ☺️


__ADS_2