JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Berobat


__ADS_3

Nilam dan Bahri beserta Umi juga Nur ikut membawa Humairah ke tempat kyai Ridwan,sesampai nya di rumah kyai Ridwan, Bahri dan keluarga langsung di sambut hangat oleh ajudan kyai Ridwan.


"Silahkan duduk, Abah nya masih di dalam kamar, sebentar lagi beliau akan keluar"ucap ajudan kyai Ridwan memberi tahu sambil tersenyum ramah, Bahri dan keluarga pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Terima kasih,kami akan menunggu beliu"sahut Bahri sopan.


Ceklek...!


Suara pintu kamar terbuka, nampak keluar seorang laki-laki yang sudah tua,namun masih terlihat sehat dan segar,beliau berpakaian gamis serba putih dan memakai sorban,wajah yang terlihat sangat bersih dan bercahaya, sambil tersenyum ramah lalu menghampiri mereka.


"Assalamu'alaikum"ucap kyai Ridwan, menyapa sambil tersenyum ramah.


"Wa'alaikum salam"sahut Bahri dan yang lain bersamaan, Bahri pun menyalami tangan kyai Ridwan dengan takzim,beliau hanya mau bersalaman dengan laki-laki saja kerena beliau selalu menjaga wudhu nya,kesan pertama yang Bahri lihat dari pertemuan pertama dengan beliau adalah, beliau benar -benar tawadhu dan sangat 'alim.


"Abah,saya kesini bersama dengan adik sepupu saya,nama nya Bahri dan ini istri nya nama nya Humairah,itu ibu dan kakak ipar nya"ucap Nilam memperkenalkan satu-satu keluarga nya, kyai pun mengangguk sambil tersenyum.


"Abah,sebenarnya nya kedatangan kami kesini..-"ucapan Nilam terjeda.


"Aku sudah tau"sahut kyai Ridwan sambil tersenyum, kyai Ridwan yang memang terkenal khasaf dan mempunyai kelebihan, tanpa kita katakan maksud dan tujuan kita, beliau sudah lebih dulu mengetahuinya, jika orang baik dan mempunyai niat baik,beliau akan mau dengan senang hati menemuinya, tetapi sebaliknya jika orang itu berniat jahat, beliau lebih dulu menolaknya dan tidak mau menemuinya,Bahri dan keluarga nya pun terkagum-kagum dengan beliau.


"Beri istrimu minum"suruh kyai Ridwan sambil memberikan sebotol air mineral yang sudah di do'akan olehnya,Bahri pun langsung menyambut dan hendak meminumkan air itu kepada istrinya.


"Bacakan BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM sebelum meminumkan nya"ucap kyai Ridwan, Bahri pun mengangguk kan kepalanya mengerti,setelah membacakan Bismillah dan meminumkan air itu Humairah pun terlihat lebih tenang dari sebelumnya.

__ADS_1


"Bawa dia untuk mengambil air wudhu"suruh kyai Ridwan lagi,Humairah pun segera dibawa ke tempat wudhu di bantu oleh Umi dan kakaknya Nur,selesai berwudhu Humairah kembali di bawah menemui kyai,semua orang duduk menghadap Kiai Ridwan,beliau pun mengaji dan setelah itu bertausiah,semua orang mendengarkan dengan khusuk dan tenang tausiyah beliau, Bahri dan yang lain pun merasakan ketenangan dan ketentraman hati setelah mendengarkan tausiah dari kyai Ridwan.


"Abah, istri saya di katakan oleh dokter mengalami depresi dan mereka menyarankan untuk membawa istri saya ke rumah sakit jiwa, tetapi hati saya sangat menolak mentah apa yang di katakan dan di sarankan oleh mereka"ucap Bahri menceritakan keluh kesah nya pada kyai Ridwan.w


"Saya juga sudah mencoba alternatif lain, yang di saran kan oleh beberapa orang dan juga keluarga, untuk mengobati istri saya,tetapi tak ada perubahan"ucap Bahri lagi, Bahri pun terlihat sangat sedih dan nampak putus asa.


"Anak ku Bahri,semua itu adalah ujian yang harus kalian hadapi dan kalian terima dengan ikhlas, jangan lah berputus asa dengan apa yang di berikan oleh Allah, karena di balik semua musibah dan ujian itu,ada hikmah yang tersembunyi yang Allah persiapkan kan untuk kalian,anak ku... Allah tidak akan memberikan kesedihan ke pada hamba nya kecuali untuk membahagiakan nya,dan Allah tak akan menguji hambanya kecuali karena Allah mencintai nya"ucap kyai Ridwan menasehati, Bahri pun mendengar kan dan meresapi ucap dari kyai Ridwan.


"Anak ku...ingatlah, bahwa mereka yang tetap tegak berdiri saat di hantam badai,tak akan lari dan putus asa saat di terpa gerimis.Dan mereka akan tetap tegar dalam keimanannya saat badai ujian menerpa, mereka tak akan terpengaruh oleh krikil-krikil ujian kecil kehidupan"ucap kyai Ridwan, Bahri pun menangis mendengar nasehat yang tak pernah ia dengar sebelumnya,rasa sesak di dada yang ia rasakan sejak kemarin,kini terasa menjadi lebih plong dan tentram setelah mendapat kan siraman rohani dari kyai Ridwan.


Setelah Bahri mulai tenang dan berhenti menangis, kyai Ridwan pun bertanya kepada Bahri.


"Anak ku,apa kah kalian sudah pernah pergi haji..?"tanya Kyai Ridwan, Bahri pun menggeleng kan kepalanya.


"Jika kalian saat ini mampu, pergilah berangkat haji bersama istri mu, insya Allah... dengan ijin dan kehendak Allah istri mu bisa segera sembuh"ucap kyai Ridwan, memberi saran.


"Gunakan lah harta mu untuk beribadah kepada Allah, karena amal ibadah mu untuk bekal di akhirat kelak"ucap kyai Ridwan, Bahri pun termenung,ia mengingat ketika dulu istri nya pernah sangat ingin mengajak nya untuk pergi haji, hingga waktu itu uang yang di kumpul kan oleh istri nya habis di berikan kepada adiknya,semua hasil usaha dan harta yang ia peroleh selama ini juga sudah jauh lebih dari cukup,tetapi Bahri tak terpikir kan untuk mengajak istri nya berangkat haji.


"Inggih bah, saya akan segera membawa istri saya untuk berangkat haji"sahut Bahri.


"Alhamdulillah"ucap kyai Ridwan sambil tersenyum.


"Tapi bah,apakah Abah mau,jika saya mengajak Abah untuk pergi haji, agar Abah menuntun dan mengajari kami"pinta Bahri.

__ADS_1


"Anak ku, Abah bukan menolak nya, tetapi usia Abah yang sudah tua renta ini, tidak bisa dan memungkin untuk berangkat ke sana,jika kamu mau, Abah akan mengutus murid kepercayaan Abah yang berada di Mekkah, untuk bisa menyambut dan menuntun kalian di sana"sahut kyai,kyai Ridwan saat ini sudah berusia 109 tahun.


"Inggih bah"sahut Bahri menyetujui, setelah selesai mereka pun pamit dari rumah kyai, dan segera pulang kembali ke kapal, Bahri pun merasa lebih baik dan lega,semenjak dari rumah kyai Humairah terlihat lebih tenang,ia pun tidak lagi meracau atau pun mengamuk, walau pun Humairah masih tidak mau merespon jika di ajak berkomunikasi.


Bahri duduk termenung sendirian, Umi yang melihat Bahri seperti orang yang sedang kebingungan, menghampiri dan bertanya.


"Nak Bahri..."panggil Umi, sambil menghampiri menantu nya itu.


"Eh.. Umi,ada apa Umi..?"tanya Bahri, Umi pun tersenyum mendengar nya,dan duduk di samping menantunya itu.


"Justru Umi yang seharusnya bertanya,ada apa..? kenapa kamu duduk diam di sini seperti orang yang sedang kebingungan.." ucap Umi bertanya pada Bahri.


"Saya bingung Umi,jika saya dan Humairah berangkat Haji, siapa yang akan menjalankan kapal ini"sahut Bahri memberi tahu kan uneg-unegnya, Umi pun terdiam mendengar nya, ia juga ikut bingung memikirkan nya.


Sejak kemarin Bahri, kebingungan memikirkan hal itu,satu sisi ia ingin mengutamakan ibadah dan kesembuhan istri nya, tetapi di sisi lain ia kebingungan untuk menyerah kan tanggung jawab besar, untuk menjalan kan kapal nya pada siapa,jika kapal itu tidak beroperasi, kasihan semua anak buah nya tidak ada pekerjaan.


...****************...


Bersambung...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ☺️


like, komen, vote dan hadiah nya... terima kasih πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2