JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Perkelahian


__ADS_3

Tiiittt... Tiiittt... Tiiittt..!


"Sayuuurrrr... sayuuurrrr...!"Teriak tukang sayur.


Para ibu-ibu pun berdatangan menghampiri tukang sayur langganan mereka.


"Mang,ada bayam?"tanya bu Fatimah.


"Ada,bu Fatimah mau berapa ikat..?"tanya mamang si tukang sayur.


"Satu ikat aja mang, sekalian sama labu nya 5 ribu ya mang"sahut bu Fatimah.


"Ok..he..he."sahut mamang sambil terkekeh.


"Mang,saya mau kangkung nya satu ikat sama tempe satu"ucap bu Ela.


"Ok bu Ela.."sahut mamang sambil membungkus kan belanjaan para ibu-ibu.


"Pagi bu ibu..!"sapa Siti ramah sambil tersenyum dan ikut bergabung.


"Eh..ada Siti,mau beli apa..?"sapa bu Ela sambil tersenyum.

__ADS_1


"Mau beli Ayam sama daging bu"sahut Siti sambil tersenyum.


"Wah.. enak juga ya kalau tiap hari makan enak terus"ucap bu Ela.


"Ah..gak juga bu Ela, kebetulan saja mas Fahru rejeki nya lagi lancar,maka nya bisa makan enak tiap hari he..he"sahut Siti sambil terkekeh kecil,ia pun memilih sayuran lalu dengan sengaja menyingsingkan lengan baju nya dan memperlihatkan gelang emas yang baru saja ia beli.


"Oo.. begitu ya, Alhamdulillah kalau begitu,pantas saja terlihat makin cantik dan beperhiasan pula"puji bu Ela, Siti pun semakin tersipu dan bahagia mendengar nya.


"Iya bu Ela, Alhamdulillah, karena mas Fahru ngasih uang lebih,maka nya saya bisa beli gelang emas, lihat nih bu..bagus kan..? 20 gram lho..!dan ini aja mas Fahru ngasih lagi uang, buat beli baju baru kata nya he..he"ucap Siti sombong sambil memamerkan gelang emas yang dia pakai,para ibu-ibu yang lain pun ikut tercengang melihat gelang emas yang di pamerkan oleh Siti.


"Hah... mulai lagi sombong nya..!"batin bu Ela tidak suka,memang sudah kebiasaan Siti jika bergabung dengan para ibu-ibu, pasti ada saja yang di pamerkan nya.


"Oo...20 gram ya..?jelas saja kamu bisa beli emas Siti,kan kamu rumah gratis gak nyewa,jadi uang nya bisa ketabung buat beli yang lain, terus kalau rumah nya rusak tinggal di rehab sambil gadain suratnya,baru deh Bahri yang di suruh nebus nya"sindir bu Ela, Siti pun langsung tersinggung mendengar perkataan dari bu Ela.


"Aku gak sembarangan ya ngatain orang, yang aku bicarakan itu fakta..! memang benar kan, kalau kamu saat ini cuma numpang tinggal di rumah Bahri..?aku heran.. seharusnya Bahri tinggal di rumah miliknya sekarang,bukan di rumah mertuanya, Bahri itu terlalu baik,tapi orang yang di baikin tidak tau diri,kalau aku jadi Bahri, sudah lama aku ambil tuh rumah,atau aku mintai saja uang sewa.. kan lumayan buat belanja"cerocos bu Ela,bu Ela dan sebagian tetangga memang mengetahui asal-usul rumah itu, sehingga mereka pun merasa kasihan pada Bahri dan Humairah, mendengar hal itu Siti pun langsung emosi, tanpa aba-aba Siti menyerang dan menjambak rambut bu Ela, merasa di serang secara tiba-tiba lebih dulu,bu Ela pun langsung melawan dan terjadilah perkelahian di antara mereka berdua di pagi itu, semua ibu-ibu yang berada di sana heboh bukan main menyaksikan perkelahian antara Siti dan bu Ela.


"Tolong mang..!bu ibu..!bantu meleraikan mereka"teriak bu Fatimah meminta pertolongan, semua orang pun sebagian menangkap Siti dan sebagai lagi menangkap bu Ela dan meleraikan nya.


"Eh..bu Ela yang udah nenek-nenek peyot,kalau iri sama saya bilang aja..!saya tau dari dulu bu Ela memang gak suka kan sama saya?asal bu Ela tau,itu rumah adalah rumah warisan dari mendiang nenek nya mas Fahru, jadi..mas Fahru berhak menempati nya.."ucap Siti tak mau kalah, sambil ngos-ngosan habis perang dengan bu Ela.


"Kalau iya emang kenapa..?eh Siti..kamu itu gak tau cerita asal usul yang sebenarnya tentang rumah itu,pantas saja jadi gak tau diri,dan kerjaannya cuma pamer dan sombong nya setengah mati,aku heran sama Fahru, kenapa bisa punya istri modelan kaya begini sih" sahut bu Ela sambil mencebik bibir nya, Siti pun semakin marah mendengar nya.

__ADS_1


"Awas kamu bu Ela..!"ucap Siti gak terima, sambil mengambil timun,wartel, kentang dan apa pun yang ada di gerobak milik mamang, lalu segera melempar kan nya kepada bu Ela, beruntung bu Ela lekas menghindar, sehingga ia selamat dari lemparan Siti,dan menyerang balik Siti,bu Ela dengan cepat mendorong tubuh Siti dengan keras, hingga Siti langsung terjungkal dan...


"Aakkkhh..!"Teriak Siti kesakitan karena wajah nya terbentur dan mengenai paku yang ada di gerobak sayur milik mamang,sontak semua orang menjerit histeris, karena melihat banyak darah bercucuran di pipi Siti.


"Cepat bawa Siti ke poskesmas..!"teriak bu Fatimah, semua orang pun langsung membantu dan membawa Siti ke poskesmas terdekat,dan tak lupa mengabari Fahru suaminya Siti, mendengar kabar buruk itu Fahru pun langsung pergi ke poskesmas untuk melihat keadaan istri nya.


Wajah Siti pun harus langsung di jahit,kerena luka dari paku itu sangat dalam dan lebar, mulai dari pipi hingga hampir sampai ke bibir sehingga mereka pun mengambil tindakan untuk menjahit nya, Fahru sangat shock Meliah wajah istri nya.


"Mas Fahru... sekarang saya sudah tidak cantik lagi... hiks.. hiks..wajah saya cacat hiks.. hiks.. hiks.. ini semua gara-gara si bu Ela peyot itu..!mas..mas harus kasih pelajaran buat si nenek peyot itu,ayo kita laporin dia ke polisi mas "rengek Siti sambil menangis tersedu-sedu, ia tak menyangka wajah cantik yang begitu ia bangga kan sekarang sudah tidak mulus lagi, karena ada bekas jahitan yang sepanjang satu jari yang bertengker di pipinya, merasa seperti itu ia tidak terima dan memaksa suaminya untuk melaporkan perbuatan bu Ela ke polisi.


"Kita tidak bisa melaporkan hal itu dek, karena tidak ada bukti,lagi pula katanya mereka kamu lah yang menyerang bu Ela terlebih dahulu, sehingga bu Ela refleks membela diri "sahut Fahru, menjelaskan pada istri nya, Siti langsung ternganga mendengar nya.


"Mas,kok saya yang di salah kan sih..? jelas-jelas si peyot itu yang ngomong kasar sama saya duluan,maka nya saya jambak, banyak yang melihat dan menyaksikan kejadian itu mas,dia dengan sengaja mendorong saya...!"ucap Siti membela diri.


"Mereka semua pasti sudah bersekongkol untuk menutupi dan melindungi si nenek peyot itu, aaarrgggh... mereka semua brengsek..!"rutuk Siti sangat kesal, Fahru hanya bisa diam dan menghela nafas nya, karena kelakuan Siti yang tidak baik dengan para tetangga, banyak tetangga yang tidak suka dengan Siti, mereka semua justru banyak yang merasa senang dan puas melihat musibah yang menimpa Siti.


Setelah pulang kerumah, Siti pun melayang kan berbagai macam pertanyaan kepada suaminya,ia meminta kejelasan tentang rumah yang mereka tempati, Fahru pun menjelaskan semuanya pada Siti, mendengar itu Siti pun semakin kesal dan tak terima,ia juga merasa malu ke pada orang-orang, karena selama ini selalu menyombongkan diri dan mengira suami nya itu memiliki harta warisan.


...****************...


Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ☺️


Terima kasih πŸ™πŸ»


__ADS_2