JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Berdamai


__ADS_3

Selama beberapa hari Bahri terus saja mencoba meminta maaf kepada istrinya,ia juga selalu memperhatikan kesehatan istri dan anak nya, Humairah pun akhirnya memutuskan untuk berdamai,ia juga tak mau berlarut-larut merasakan sedih dan marah pada suaminya.


"Ini teh hangat dan pisang goreng nya mas"ucap Humairah sambil meletakkan nya di meja, Bahri terkejut melihat nya,sudah beberapa hari istri nya tak bicara pada nya.


"Terima kasih dek"sahut Bahri sambil tersenyum, Humairah hanya mengangguk tanpa tersenyum.


"Dek, apa kamu sudah memaafkan mas...?"tanya Bahri, Humairah pun mengangguk kan kepalanya lagi.


"Terima kasih dek,mas se..-"ucapan Bahri langsung di sela oleh Humairah.


"Sudah lah mas,tak perlu lagi di bahas, saya tidak mau suasana hati saya kembali berubah lagi, sekarang saya hanya ingin fokus dengan kandungan saya saja"sahut Humairah,ia tak ingin lagi membahas hal itu yang ujung-ujungnya akan menjadi perdebatan dan akan mempengaruhi kandungan nya nanti, Bahri pun langsung terdiam mendengar nya,ia tak berani lagi mengungkit atau pun membahas hal yang akan membuat emosi istri nya kembali naik dan akan memperburuk hubungan nya dengan istri kembali.


"Oya dek, bagai mana kalau kita jalan-jalan ke pasar..? terus setelah itu kita mampir di warung soto Banjar nya ibu Ida"ajak Bahri,mencoba merubah suasana, Humairah pun hanya mengangguk kan kepalanya, melihat istrinya setuju Bahri pun sangat bahagia.


"Sekalian mampir ke rumah kak Nur ya mas"pinta Humairah, Bahri pun langsung mengangguk kan kepalanya.


"Iya dek "sahut Bahri.


Humairah pun bersiap-siap dan langsung pergi jalan bersama suaminya ke pasar.


"Eh... Gung apa si bos sudah baikan..?"tanya Ucup sambil mencolek Agung yang sedang asik membersihkan mesin kapal.


"Seperti nya sih begitu,tuh.. mereka lagi jalan berdua"sahut Agung, sambil menunjuk Humairah dan Bahri sedang berjalan menuju pelabuhan.


"Alhamdulillah... kalau begitu, aku dari kemaren merasa tidak enak melihat mereka bertengkar, ngomong -ngomong selama 2 tahun kerja sama ka Bahri, baru kali ini aku liat mereka bertengkar, kira-kira masalah apa ya Gung..?"tanya Ucup penasaran.


"Ucup...kamu tau gak, apa azab orang yang suka kepo urusan dan masalah rumah tangga orang lain..?"tanya Agung balik sambil menatap Ucup, Agung tidak mau membicarakan atau pun menggosip kan Bahri, apa lagi Bahri adalah bos mereka sendiri, mendengar pertanyaan Agung Ucup pun langsung menelan ludah nya dengan kasar, lalu bergidik setelah membayangkan nya.


"Hah .. kamu ya Gung bikin takut aku aja denger nya"sungut Ucup lalu pergi meninggalkan Agung, melihat Ucup pergi Agung pun langsung terkekeh melihat nya.


"Ucup...ucup.."ucap Agung sambil menggeleng-geleng kan kepalanya sambil tersenyum, lalu ia melanjutkan pekerjaan nya kembali.


*


*


Di pasar.

__ADS_1


"Dek,kamu mau beli apa..?"tanya Bahri menawari, sambil mengikuti istri nya berjalan di pasar.


"Baju mau gak,atau mungkin sendal..?"tanya Bahri sambil tersenyum,Humairah menggeleng kan kepalanya.


"Mau beli kue aja mas, yang ada di sebrang pasar, buat di bawa ke tempat ka Nur"sahut Humairah sambil berjalan,Bahri pun langsung ternganga mendengar nya, mereka sudah berjalan dan mengelilingi pasar Hanyar itu sudah se jam,tetapi istri nya tak membeli apa pun,dan pas di tanya ia hanya menjawab ingin membeli kue saja,itu pun di luar pasar.


Humairah hampir tergelak melihat ekspresi wajah suaminya yang ia kerjai, Humairah pun langsung menyebrang pasar dan menghampiri seorang nenek yang menjual berbagai macam kue.


"(Handak nukar wadai kah nak...?)Mau beli kue ya nak..?"tanya nenek itu dengan berbahasa khas Banjarmasin, Humairah mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum ramah.


"(Wadai nang mana ikam handak nak..?)kue yang mana kamu mau nak..?"tanya nenek itu lagi, sambil tersenyum ramah pada Humairah.


"Nek saya mau beli kue amparan tatak nya satu dan kue bingka kentang nya satu ya"jawab Humairah sambil tersenyum dan menunjukkan kue yang ia mau, Nenek itu mengangguk dan langsung membungkus kan kue yang Humairah minta.


"(Ini wadai nya nak)ini kue nya nak"ucap Nenek itu sambil menyerahkan kresek yang berisi kue.


"Berapa nek..?"tanya Humairah sambil menyambut kresek itu.


"(27 ribu haja nak)27 ribu saja nak"sahut Nenek itu, Humairah pun menyerahkan uang selembar 50 ribu kepada Nenek itu.


"(Nak,nini kedada beisi duit pacah,gasan angasulan nya)Nak, Nenek tidak punya uang kecil, buat kembalian nya"ucap nenek itu merasa sedih.


"Alhamdulillah ya Allah,(tarima kasih banyak nak lah, mudahan rajaki ikam bebanyak wan barekah) terima kasih banyak ya nak, semoga rezeki mu bertambah banyak dan berkah) ucap Nenek itu mendo'a kan Humairah sambil mengucap bersyukur.


"Aamiin, sama-sama nek"sahut Humairah sambil tersenyum dan mengamin kan do'a dari nenek itu, Bahri tersenyum melihat kebaikan istri nya.


Mereka pun mampir dulu makan soto Banjar di warung Bu Ida langganan mereka,lalu setelah itu mereka segera menuju ke rumah kak Nur sambil membawa kan kue untuk nya.


"Assalamualaikum"ucap Humairah memberi salam.


"Wa'alaikum salam"sahut Nur sambil tersenyum senang melihat adik nya datang.


Humairah dan Bahri pun di ajak masuk oleh kak Nur dan langsung ia suguh kan minuman.


"Ini ada kue kesukaan kak Nur"ucap Humairah sambil memberikan kresek yang berisi kue itu.


"Alhamdulillah,terima kasih ya dek"sahut kak Nur sambil tersenyum senang.

__ADS_1


"Mana ka Hadi kak..?"tanya Bahri mencari.


"Masih di gudang, seperti nya sebentar lagi pulang"sahut Nur memberi tahu.


Kring...kring..! handphone kak nur berbunyi.


"Sebentar ya kaka angkat telpon dulu"ucap kak Nur lalu segera berdiri, Humairah pun mengangguk kan kepalanya.


"Mas Hadi..?"gumam kak Nur, sambil menatap layar handphone nya.


"Assalamualaikum..mas"ucap Nur.


"Wa'alaikum salam,dek mas seperti nya tidak bisa pulang cepat, karena mas masih di tempat rumah duka"sahut Hadi memberi tahu.


"Rumah duka..!siapa yang meninggal mas..?"tanya Nur, sambil menyeritkan alis nya bingung dan penasaran.


"Bos rotan yang meninggal dunia dek"sahut Hadi memberi tahu, Nur pun terkejut mendengar nya.


"Innailaihi wa Inna ilaihi Raji'un..kapan meninggal nya mas..?"tanya Nur.


"Baru saja dek,beliau terkena serangan jantung mendadak"sahut Hadi.


"Ya Allah.."ucap Nur merasa tak percaya.


Nur pun memberi tahu kan kabar itu kepada Bahri dan Humairah, mereka pun sangat terkejut mendengar nya, Bahri tak menyangka kalau bos rotan meninggal secepat itu.


"Dek, kalau begitu mas mau melayat dulu ke sana ya"ucap Bahri, meminta ijin karena bos rotan itu adalah teman baik Bahri, Humairah pun mengangguk kan kepalanya.


"Iya mas,saya di sini saja dulu ya mas"sahut Humairah, Bahri pun mengangguk kan kepalanya dan segera pamit menuju ke rumah bos rotan.


...****************...


Bersambung...


Jangan lupa baca episode-episode selanjutnya yaa ☺️


Dan beri terus dukungan nya buat author,biar makin semangat nulis nya πŸ€— terima kasih πŸ™πŸ»

__ADS_1


See you πŸ₯°


__ADS_2