JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Pulang kampung


__ADS_3

Setelah perjalanan 3 hari di kapal,akhirnya Bahri sampai di kampung halamannya, ia pun disambut oleh Nenek dan adik-adiknya.


"Nenek..!"teriak Bahri memanggil sambil melambaikan tangannya yang masih di atas kapal dan tersenyum lebar.


"Nenek lihat itu kak Bahri..!" ucap Fahru gembira,ia pun ikut melambaikan tangannya sambil tersenyum senang.


"Kak Bahri..!!!"teriak Fahru memanggil kakak nya.


Kapal pun menyandar dan Bahri langsung turun lalu segera memeluk neneknya juga adik-adiknya.


"Bahri cucuku!" ucap nenek Idah sangat bahagia dengan kedatangan cucu kesayangan nya, namun nenek Idah terkejut melihat Bahri yang terlihat lebih kurus dari pada biasanya.


"Bahri cucu ku,apa kamu sedang sakit?"tanya Nenek Idah, Bahri pun menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum.


"Tidak nek"jawab Bahri.


Bahri,nenek Idah dan adik-adiknya pun segera pulang ke rumah mereka.


"Nenek,Bahri membawa oleh-oleh untuk nenek dan adik-adik" ucap Bahri sambil membuka tasnya.


"Asyik..!!!"sorak Fahru kegirangan, Yanur dan Diana tak kalah girang nya, melihat begitu banyak makanan yang di bawa kan oleh Bahri.


"Ka Bahri..!ini kue apa ka?" tanya Fahru bingung dan penasaran,karena ia tak pernah memakan kue itu.


"Oh.. itu kue khas dari kal - sel namanya kue Lam,coba deh..kamu makan, rasanya sangat enak, ka Bahri aja sangat suka" sahut Bahri sambil tersenyum.


Fahru pun langsung memotong kue itu dan segera memakan nya.


"Emh...!enak banget ka, Fahru suka"ucap Fahru dengan mata yang berminar-binar sambil melahap kue itu.


"Emh..Iya enak"sahut Diana.

__ADS_1


"Nenek mau juga ..!"pinta nenek dan mengambil satu potong kue itu.


"Emh..Iya Bahri,kue ini sangat enak..! rasanya manis dan banyak telur nya"ucap Nenek Idah, Yanur pun ikut mengangguki nya sambil melahap kue itu,semuanya sangat menyukainya.


"Nah...ini juga enak nek..! ada roti dan keripik pisang karamel"ucap Bahri sambil membuka bungkusan plastik itu.


"Wah...! semua yang di bawa kan ka Bahri makanan nya enak-enak"ucap Fahru senang, Bahri pun sangat senang melihat kebahagiaan nenek dan adik-adiknya.


"Alhamdulillah... ya Allah, engkau memberi kan hamba rezeki, sehingga bisa menyenangkan Nenek dan adik-adik"batin Bahri, merasa bersyukur.


Sebelum pulang ke kampung, Bahri diberikan uang gaji dan hadiah dari bos haji Dulah, ia pun dibelikan oleh-oleh kue Lam dari kang Ujang, dan roti sama keripik nya adalah pemberian dari Om Anton.


Nenek Idah juga sudah memasak kan makan ke suka an Bahri,dan Bahri pun makan dengan lahap dan merasa senang.


*


*


*


"Bahri cucu ku"panggil Nenek Idah sambil mengusap belakang Bahri, namun tiba-tiba ia merasa kan ada sesuatu yang aneh seperti ada yang menonjol-nonjol di belakang Bahri, Nenek Idah pun langsung membuka baju Bahri,ia pun sontak terkejut melihat nya.


"Astaghfirullahal'azim cucuku"ucap Nenek Idah,sambil meneteskan air mata, Nenek Idah langsung menangis melihat ada bekas cedera pada punggung Bahri yang kulit nya sudah mengeras karena terlalu sering mengangkat beban berat.


Bahri terbangun, dan terkejut melihat Nenek nya menangis,ia pun segera duduk.


"Nenek..! kenapa Nenek menangis?"tanya Bahri bingung.


"Bahri, sebaiknya kamu berhenti saja bekerja di kapal pak haji Dulah"ucap Nenek Idah,ia tak rela melihat cucu nya menderita dan sakit karena bekerja keras.


Deg.

__ADS_1


Bahri terkejut mendengar nya,ia bingung kenapa Nenek nya tiba-tiba menyuruh nya berhenti bekerja di kapal pak haji Dulah.


"Nenek! kenapa bicara seperti itu? ada apa nek? kenapa Bahri harus berhenti?"tanya Bahri kebingungan.


"Nenek tak sanggup melihat mu seperti ini" sahut Nenek Idah sambil menunjuk ke punggung Bahri.


Bahri hanya terdiam mendengar nya,ia tak mungkin menceritakan semua nya pada Nenek nya,ia tak mau menambah kesedihan Nenek jika tau apa yang sudah di alami nya selama ini.


"Nenek..!Bahri tidak apa-apa, Bahri sangat senang bekerja di kapal bos haji Dulah, beliau sangat baik pada Bahri"ucap Bahri, mencoba menenangkan nenek nya, Bahri tak mungkin bisa berhenti dari sana, karena jika ia berhenti maka tak ada lagi pendapatan untuk membiayai Nenek dan adik-adik nya.


"Tapi cucu ku -"ucapan Nenek terhenti.


"Nenek, percaya pada Bahri, Bahri tidak apa-apa"sahut Bahri, Nenek Idah hanya terdiam mendengar nya,air mata nya pun terus saja mengalir,sungguh hati nya sangat sedih melihat keadaan cucu nya yang harus rela banting tulang mencari nafkah untuk mereka.


Nenek Idah pun berdiri dan pergi ke dapur, ia membuat kan ramuan herbal yang akan di oles kan untuk punggung Bahri.


"Sini tengkurap lah, biar Nenek oles kan punggung mu, agar cepat sembuh"suruh Nenek Idah, Bahri pun langsung menuruti perintah dari Nenek nya.


"Terima kasih Nek"ucap Bahri sambil tersenyum bahagia,ia bersyukur masih mempunyai Nenek yang begitu menyayangi nya.


Nenek Idah pun langsung mengobati cucu nya,ia kembali menetes kan air mata nya melihat begitu banyak bekas memar di punggung cucu nya, sungguh hati nya tak sanggup melihat nya.


"Ya Allah, jadi kan lah cucu ku kelak menjadi orang sukses,agar ia tak menderita lagi"Batin Nenek Idah, yang tak tega melihat cucu nya.


...****************...


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya,biar author lebih semangat lagi nulis nya 🤗☺️


Terima kasih ♥️

__ADS_1


__ADS_2